Sweet Memories

Sweet Memories
Kompetisi


__ADS_3

Kantin yang ramai berubah menyeramkan, Cintya menunduk sambil memainkan rambut ombaknya dengan risau, Kesya menyeruput jus jeruknya dengan hati-hati mencoba membuang kegugupan. Stefani dengan lahap menyantap siomay yang sedari tadi dia nikmati di depannya.


" HEH, Lo kan yang tadi nendang-nendang ban mobil. " menuding Stefani dengan menunjuknya keras.


" Hmmm " jawab Stefani mengaku santai sambil terus memakan siomay nya.


" Ni anak siapa sih... Bikin emosi aja. " ujar Tony makin kesal dengan jawaban itu. Angga mengangkat piring milik Stefani seakan melempar ancaman.


" Kebetulan kak udah abis, makasih yah udah mau beresin. " Stefani nyengir menjilat bumbu siomay yang menempel di jarinya.


" Kamu ini benar-benar yah, " Ghozi mulai geram.


Melihat tingkah aneh Stefani membuat Cintya dan Kesya gak habis pikir. Mereka berdua berbisik-bisik menyusun strategi agar bisa keluar dari lubang hitam ini.


" Kak, mau bikinin minuman atau makanan kah. " Kesya mencoba mencairkan suasana


" Lo, sama Lo mending ke kelas sana udah mau bel ini. " tunjuk Reza kearah Kesya dan Cintya.


" Yuk ...! " Ajak Stefani ikut bangkit dari tempat duduknya.


" Eits, mau kemana cantik ? "


" Ya ikut mereka ke kelas "


" Urusan kita belum beres yah. "


" Fan, maaf yah. " Kesya dan Cintya berlari cepat tanpa menoleh meninggalkan Stefani sendirian.


" Eh, Stefani gimana yah dia baik-baik aja kan"


" Lo lihat aja kesana kalau masih penasaran. "


" Ya udah deh. yuk "


" kemana ? "

__ADS_1


" Kelas aja ah serem gue. "


Hening, tak bersuara. Stefani menatap satu persatu 4 cowok tinggi yang berdiri angkuh mengelilingi nya.


" Yuk cabut. " Ajak Reza tiba-tiba tak tertarik dengan keadaan disana.


" Lo za beneran ngelepasin dia gitu aja. "


tanpa menghiraukan perkataan Angga, Reza berlalu meninggalkan mereka.


" Awas yah Lo. " Akhirnya mereka semua pergi meninggalkan Stefani sendirian yang masih di tempatnya.


" Hah, dia kira gue bakalan takut, nangis. Heh ya engga lah. Gue Stefani gak kenal namanya cewek lebay. " berdiri sombong membanggakan diri. Tiba-tiba ada yang memegang pundak Stefani


" Apaan lagi sih ? " dengan sebal Stefani menarik cepat tangan yang memegang pundaknya.


HIIIAAACCHH.... BRUUUG...


Stefani berbalik ke belakang menepuk telapak tangannya dengan bangga.


" Ma, maaf Pak. Aduuh saya gak sengaja. " Stefani menghampiri sesosok itu dan mencoba memapahnya berdiri.


" Eh pak Joko, kenapa pak? " sekelompok guru menghampiri cepat.


" Waduh gawat. " bisik hati Stefani membaca situasi. Perlahan Stefani berjalan mundur meninggalkan kerumunan sekelompok guru dan pak Joko. Sekuat tenaga berlari cepat.


" Eh, bukanya itu Stefani yah. " di sudut mata Kesya sosok Stefani berlalu cepat.


" Ayo kita kejar " Cintya dengan cepat menarik Kesya ikut berlari mengejar Stefani.


" Hey Fan. Stefani hey kamu mau lari kemana lagi. " teriak Cintya dengan nafas tersengal-sengal.


KRIIIIING...!!! KRIIIIING...!!! KRIIIIING...!!!


" Lo yang bener pake jurus silat buat jatohin pak Joko kemarin?. " tanya Kesya penasaran

__ADS_1


" Terus pak Joko sampe gak bisa bangun pagi ini. " tambah Cintya kaget.


" Ya siapa suruh dia cari masalah sama gue. "


Lagi asyiknya bercerita hari pertama Stefani di sekolah, datanglah kembali GATR perusak suasana.


" Bu, dua mangkok bakso di meja no 5 yah. " ujar Tony santai.


" Itu kan meja kita " bisik Cintya menunjuk no meja di pinggir mangkok siomay Stefani.


" Tenang aja..." Kesya menarik no meja tersebut dan menyembunyikan nya di bawah kakinya.


Seketika 4 cowok tinggi itu berjalan menghampiri meja Stefani cs.


" Gue mau nantang Lo buat makan bakso ! " ujar Tony sombong menunjuk Stefani


" Ok, siapa takut. Mau berapa mangkok ?. tantang Stefani geram.


" Ok. " senyum sinis mengembang di kedua sudut bibir Reza dan duduk di sebelah Stefani.


Bakso yang masih panas tersaji rapih di atas meja beserta teman-teman bumbu tambahan lainnya.


" Siap yah, " Ghozi mengambil aba-aba.


" Tunggu... " Reza menarik sambal di atas meja dan menuangkannya tanpa henti.


" Ti... Tidaaaakkkk..." teriak hati Stefani menolak keras. Sorak Sorai semua orang yang ikut berpartisipasi nampak berbisik-bisik melihat sambal memenuhi kedua mangkuk bakso tersebut.


" Ok ayo kita mulai " tanda mulai sudah terdengar heboh dari aba-aba Tony.


" SATU...DUA...TIGAAAA...!!! "


........ Bersambung.......


Terus ikutin kelanjutan nya yah kak😉

__ADS_1


__ADS_2