Sweet Memories

Sweet Memories
Bab 33


__ADS_3

Waktu terus berlalu, kehidupan rumah tangga Rani dan Dito begitu romantis. Sehingga tidak pernah sekalipun mereka meributkan hal-hal kecil karena jika ada sesuatu yang mengganjal hati masing-masing maka mereka akan saling mengungkapkan satu sama lain.


Dan kesehatan Pak Bagas pun semakin hari semakin membaik karena keinginannya untuk sembuh sangat kuat sehingga beliau sangat rajin ketika jadwalnya minum obat.


...----------------...


Tiga bulan berlalu..


Dito segera turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi ketika merasakan perutnya yang begitu mual. Dito segera memuntahkan isi perutnya ke wastafel tetapi tidak ada yang dia keluarkan hingga sampai merasa lemas dan bahkan kepalanya pun berdenyut pusing.


Rani yang merasakan pergerakan di ranjangnya segera melihat apa yang dilakukan oleh suaminya di kamar mandi. Rani segera menghampiri dan memijat tengkuk Dito.


"Kamu kenapa Sayang?" tanya Rani khawatir.


"Gak tahu Poo, tiba-tiba aja terasa mual dan kepala rasanya pusing." jawab Dito yang terduduk di closet karena merasa kakinya sangat lemas bahkan dia membenamkan wajahnya di perut Rani dan merasakan begitu nyaman.


Rani pun mengelus dahi Dito dengan sayang karena terlihat berkeringat.


"Apa kita perlu ke dokter?" tanya Rani.


Dito hanya menjawab dengan gelengan kepala saja. Dan Rani pun membiarkan Dito seperti itu untuk beberapa saat.


...----------------...


Pak Bagas dan Bu Anya sudah menunggu di ruang makan ketika Rani dan Dito berjalan menuju ruang makan.


"Kog tumben kalian turunnya terlambat? Kesiangan ya?" tanya Bu Anya begitu Rani dan Dito duduk di kursi mereka.

__ADS_1


"Kak Dito sakit Ma, dari pagi mual-mual terus dan kepalanya terasa pusing." jawab Rani.


Bu Anya dan Pak Bagas seketika menatap ke arah Dito yang terlihat begitu pucat dan lemas.


"Kamu sakit Dito?" tanya Bu Anya.


"Kalau sakit gak usah ke kantor aja." ucap Pak Bagas.


Dito hanya diam saja. Kemudian Rani segera menyiapkan makanan di piring Dito dan menyerahkan kepada Dito. Tetapi ketika Dito menerimanya dan hanya melihatnya saja perutnya kembali terasa mual. Dia segera meletakkan piringnya di meja dan berlari ke wastafel di kamar mandi dapur kemudian terdengar suara Dito muntah-muntah disana.


Rani segera menghampiri suaminya kemudian kembali memijat tengkuknya untuk mengurangi rasa mual. Dito pun membasuh mukanya kemudian berjalan dengan lemas kembali ke ruang makan dengan dibantu oleh Rani. Sedangkan Bu Anya dan Pak Bagas hanya saling pandang ketika melihat kejadian anak dan menantunya tersebut.


Rani dan Dito kembali duduk tetapi Dito menyingkirkan piring yang ada didepannya untuk dia kembalikan lagi kepada Rani.


"Aku gak mau makan nasi Boo." ucap Dito sambil menutup mulutnya menahan rasa mual yang akan kembali dia rasakan.


"Aku nanti mual lagi kalau lihat nasi. Aku makan buah aja." jawab Dito.


Rani pun segera meminta kepada asisten rumah tangga mereka untuk menyiapkan beberapa potongan buah untuk dimakan oleh Dito.


"Ini Boo." ucap Rani sambil menyerahkan mangkok yang berisi buah tersebut kepada Dito.


Dito segera menerimanya kemudian menyuapkan ke dalam mulutnya dengan begitu semangat. Dan dia terlihat sangat menikmati makanan tersebut.


Rani yang melihatnya merasa heran. Tetapi Bu Anya justru malah tersenyum melihat Rani dan Dito.


"Rani kamu sudah cek kehamilan belum?" tanya Bu Anya tiba-tiba.

__ADS_1


Rani terdiam sebentar untuk mengingatnya karena selama tiga bulan ini Rani dan Dito terus mencoba menggunakan alat tes kehamilan ketika terlambat datang bulan beberapa hari tetapi hasilnya masih tetap selalu negatif. Bahkan satu minggu yang lalu mereka baru saja kembali mengetesnya dan tetap saja hasilnya negatif.


"Uda Ma, seminggu yang lalu tapi hasilnya negatif." jawab Rani setelah mengingatnya.


"Sebaiknya kalian ke dokter kandungan untuk memastikan. Karena bisa saja alat tersebut tidak akurat." ucap Bu Anya menyarankan.


"Maksud Mama?" tanya Dito yang sedari tadi hanya menyimak percakapan Ibu dan istrinya tersebut.


"Ya bisa saja Rani sedang hamil." ucap Bu Anya yang menjelaskan apa maksud ucapannya.


"Tapi kog Dito yang mual-mual Ma?" tanya Dito lagi.


"Bisa saja. Dulu waktu Mama hamil kamu Papa juga yang mengalami gejala ibu hamil. Papa sampai lemas karena gak bisa makan nasi. Setiap lihat nasi pasti selalu mual dan muntah kayak kamu ini." jelas Bu Anya panjang lebar menceritakan pengalamannya.


Rani dan Dito hanya mendengarkan dan memperhatikan.


"Pokoknya kalian segera makan, habis ini kita langsung ke Rumah sakit untuk mengecek. Mama sama Papa akan ikut." ucap Bu Anya dengan bahagia karena sebentar lagi akan memiliki cucu.


"Biar Mama yang hubungi Dr.Aditya supaya didaftarkan di dokter kandungan." lanjut Bu Anya sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi Dr.Aditya.


...****************...


Mau segera aku tamatin ya kak soalnya mau ikutan tantangan ini bulan april nanti 🤭 takutnya cerita Rani dan Dito gak aku up 😊


Tetap semangat yukk 🥰


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏

__ADS_1


Terus minta dukungannya ya Kak 🙏😍🤩


__ADS_2