
Cap polos bagi Rani dan Dito sudah tidak berlaku lagi. Karena sekarang keduanya sudah mengerti akan hal-hal vulgar seperti itu.
Setelah percintaan panas tersebut, Rani dan Dito pun mengulanginya hingga sampai menjelang dini hari keduanya baru tertidur nyenyak karena merasa kecapekan.
Pagi harinya, Dito terbangun lebih dulu dia segera mengambil pakaiannya yang berserakan kemudian ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Rani masih tertidur pulas dengan selimut yang menggulung tubuh polosnya.
Begitu selesai membersihkan diri, Dito menyiapkan air hangat di bath up untuk istrinya mandi dan tidak lupa Dito memberi aromatherapi untuk mengurangi rasa sakit yang mungkin semalam dirasakan oleh istrinya.
Dito berpakain santai karena masih cukup pagi untuk pergi ke kantor. Dito menghampiri istrinya yang masih tidur. Dia duduk dipinggir ranjang kemudian segera menciumi seluruh wajah Rani dengan gemas. Tentu saja Rani merasa terganggu dan hanya mengeliat. Tetapi kemudian Rani mencium aroma segar dia pun membuka mata dan melihat suaminya sudah tersenyum manis di depan wajahnya.
"Selamat pagi istriku." ucap Dito dan kembali menghujani ciuman di seluruh wajah Rani.
Rani pun mencoba menghindar karena merasa geli akibat ulah Dito.
"Jam berapa Sayang?" tanya Rani dengan suara seraknya khas bangun tidur.
"Masih jam enam pagi." jawab Dito.
"Haa jam enam? Kog gak bangunin aku sih Boo." ucap Rani panik dia sampai membuka selimut yang dia pakai tanpa sadar bahwa tubuhnya masih polos.
Dito pun menikmati pemandangan didepannya dengan tersenyum.
__ADS_1
"Kamu sengaja menggodaku ya hmm?" bisik Dito yang sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Rani.
"Menggoda gimana?" tanya Rani yang masih belum sadar.
Dito hanya menunjuknya dengan pandangan mata saja, dan Rani mengikuti arah pandangan mata Dito.
"Arghhh...! Kog gak bilang sih Boo." teriak Rani sambil kembali menyelimuti tubuhnya dengan selimut.
"Gak usah ditutupi kan semalam aku uda liat semuanya." ucap Dito dan berhasil membuat Rani tersipu malu karena mengingat kegiatan panas mereka semalam yang tidak hanya dilakukan sekali tapi beberapa kali.
"Sekarang mandi dulu, uda aku siapin air hangatnya." lanjut Dito.
"Gendong." ucap Rani manja sambil mengarahkan tangannya ke Dito.
Dito pun tersenyum menanggapi sikap manja istrinya dia justru tidak keberatan sama sekali.
"Siap Tuan Putri." jawab Dito sambil menggendong Rani ala bridal style meskipun dengan susah payah karena Rani tidak mau melepas selimutnya.
Dito menurunkan Rani di dekat bath up dan kembali mengecek suhu air untuk Rani mandi agar tidak terlalu panas atau dingin.
"Perlu dimandiin juga gak?" tanya Dito sambil menaikturunkan alisnya sengaja menggoda Rani.
__ADS_1
"Gak mau!" tolak Rani.
"Uda buruan keluar Boo aku mau berendam." lanjutnya dan mendorong Dito agar keluar dari kamar mandi.
Akhirnya Dito pun keluar dan Rani segera menutup pintu kamar mandi.
"Kalau butuh apa-apa bilang aja ya Poo? Aku masih dikamar." teriak Dito dari luar kamar mandi.
"Iya Sayang." jawab Rani yang juga berteriak dari dalam kamar mandi.
Rani segera masuk ke dalam bath up dan memejamkan kedua matanya untuk menikmati air hangat tersebut kemudian senyum terbit di kedua bibirnya karena mengingat percintaan mereka semalam. Semula Rani yang terus menolak tetapi ketika Dito kembali melakukannya justru reaksi Rani bertolak belakang.
Sembari menunggu istrinya berendam, Dito melihat ranjangnya yang cukup berantakan akibat ulah mereka semalam. Dan Dito juga melihat bercak merah tertingga di sprei. Dito segera mengambil sprei kotor itu dan menurunkannya kemudian dia letakkan di keranjang kotor nanti akan dia bawa turun ke bawah untuk sekalian di cuci. Kemudian Dito mengambil sprei bersih di dalam lemarinya untuk kemudian dia pasang sendiri di ranjangnya.
Dito sudah biasa melakukan itu sendiri karena memang sejak remaja dia sudah mandiri.
...****************...
Hai kakak, gimana hari pertama puasa?
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏