Sweet Memories

Sweet Memories
Bab 34 (END)


__ADS_3

Saat ini Pak Bagas, Bu Anya, Rani dan Dito sudah berada di Rumah sakit. Setelah menyelesaikan sarapan mereka segera berangkat ke Rumah sakit dengan diantar oleh Pak Sugeng. Dan hari ini Dito memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor karena selain memastikan terlebih dahulu ke Rumah sakit, Dito juga tidak bisa jauh dari istrinya. Jika mencium bau wangi lainnya Dito akan merasa mual, tetapi jika disamping istrinya dia akan merasa nyaman. Tetapi tidak mungkin jika dia harus ke kantor mengajak Rani.


Setelah nama Rani terdengar dipanggil, mereka segera masuk ke dalam ruangan Dokter kandungan tersebut.


"Selamat Pagi, siapa yang mau periksa?" tanya dokter kandungan yang bername tag dr.Surinto tersebut.


Tentu saja dokter bertanya karena di dalam ruangan terdapat dua pasangan suami istri, meskipun yang satu terlihat sudah tua tetapi tidak menutup kemungkinan akan memeriksakan kandungan juga.


"Tentu saja menantu saya dokter, masa iya saya yang hamil." jawab Bu Anya.


Jawaban Bu Anya membuat semua yang berada di ruangan tersebut terkekeh.


"Mari silahkan Bu Rani." ucap dr.Surinto mempersilahkan Rani untuk berbaring di ranjang pasien kemudian seorang perawat membantunya mempersiapkan untuk USG.


Tirai ditutup dan hanya Dito yang boleh masuk selaku suami dari Rani. Sedangkan Pak Bagas dan Bu Anya hanya bisa melihat dari layar di luar tirai.

__ADS_1


Disitu terlihat ada dua titik kecil yang menandakan bahwa Rani benar-benar hamil.


"Selamat Ibu Rani dan Bapak Dito, kalian akan menjadi orang tua dengan anak kembar." ucap dr.Surinto sambil menjelaskan keberadaan janin didalam rahim Rani yang masih sebesar biji kacang tersebut.


"Kita akan jadi nenek dan kakek Pa. Cucu kita kembar." terdengar ucapan bahagia dari Bu Anya dan penuh rasa haru diluar tirai tersebut.


Bagaimana tidak bahagia karena sedari dulu sangat mengharapkan memiliki cucu dengan menjodoh-jodohkan Dito. Tetapi ketika Bu Anya dan Pak Bagas menunggu dengan sabar maka Tuhan akan memberikan bahkan dua cucu sekaligus.


Setelah itu Rani dan Dito dipersilahkan untuk kembali duduk di ruangan bersama dengan kedua orang tuanya. dokter memberikan resep obat dan vitamin untuk Rani agar ditebus di apotik yang berada di Rumah sakit tersebut.


"Dok, kenapa suami saya yang mual dan muntah ya? Sedangkan saya tidak merasakan apa-apa. Makanya tadi saya tidak yakin kalau sedang hamil." tanya Rani.


"Itu namanya kehamilan simpatik Bu. Dan itu normal-normal saja, paling nanti hanya di semester pertama saja kog setelah itu akan kembali normal seperti biasa." jawab dr.Surinto menjelaskan.


Akhirnya mereka pun berpamitan setelah bertanya tentang kehamilan pertama Rani ini. Dan mereka sudah berada di dalam mobil untuk melakukan perjalanan pulang ke rumah.

__ADS_1


"Kamu harus banyak makan ya Ran, ingat kamu sekarang bawa dua anak." ucap Bu Anya perhatian sambil mengelus sayang perut sang menantu.


"Iya Ma." jawab Rani.


Sedangkan Dito terduduk lemas disamping Rani dengan memeluk Rani dan menghirup aroma tubuh istrinya itu dengan nyaman.


...----------------...


Waktu terus berlalu, Bu Anya banyak memberikan perhatian kepada Rani tentu saja hal itu membuat Rani sangat bersyukur memiliki keluarga seperti keluarga Dito. Sedangakan Dito dia tetap bisa pergi ke kantor asalkan selalu membawa parfum milik Rani agar ketika Dito mencium bau wangi lainnya dan merasa mual dia akan menghirup dalam-dalam parfum Rani dan tentu saja hal itu akan sangat membantunya untuk tidak merasa mual kembali.


...****************...


Terima kasih semuanya yang sudah mendukung novel ini 🤩😍 maaf jika masih jauh dari kata sempurna, karena cerita ini hanya fiktif belaka 🙏


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2