
Pagi yang begitu berat, Stefani menyeret kedua kakinya dengan langkah lunglainya. Helaan napas berat selalu berhembus dengan gejolak kesal di dadanya.
" Lo kok lemes banget Fan?. " Kesya menepuk pundak Stefani
" Kok Gue udah lama gak saling sapa sama Cintya. Apa dia masih marah yah?. "
" Gimana yah cara ngasih tau Lo nya.? "
" Emang ada apa sih "
" Lo kok jadi cewek gak peka banget sih. "
" Maksud Lo apaan?. "
" Si Nci tuh udah naksir sama kak Reza dari SMP "
" Lah, salah gue apaan?. "
" Sayang, kan Lo masih pacarnya kak Reza. ya jelas marah tuh anak. "
Pushh... Stefani hanya diam dan melepaskan tangan Kesya yang sedari tadi di pundaknya.
Reza berjalan menyusuri lorong kelas dengan gadis cantik yg tempo hari Stefani lihat, mereka bergandengan tangan dan nampak sangat akrab dengan memakai jam tangan serupa. Beberapa kali Reza mencubit hidung gadis itu bermanja.
Langkah Stefani semakin cepat melewati adegan itu tanpa menoleh lagi, Kesya hanya diam dan ikut mengejar Stefani bingung.
" Lo lihat cewek itu cantik banget. " Kesya berdiri di depan bangku Stefani sambil mengelus dagunya kagum
" Emang " jawab Stefani singkat.
" Kak Reza nemu dimana yah. Sumpah mereka cocok banget jadi pasangan, Lo lihatkan dia pake jam tangan samaan "
" Berisik " Stefani membanting bukunya dan pergi keluar kelas.
" Lah tuh anak kenapa? "
KRIIIIING.... KRIIIIING.... KRIIIIING....
Cintya nampak sibuk dengan buku-bukunya, Stefani memberanikan diri menghampiri Cintya, tinggal 3 langkah lagi Stefani mendekat, gadis yang bersama Reza tadi menghampiri dari arah berlawanan dan duduk di samping Cintya dengan santai.
" Nci, masih suka cola kan?. " ujarnya menyodorkan sebotol kola sambil tersenyum
__ADS_1
" Kamu di kelas mana Ga, kok gak ngasih tau aku sih baru balik kesini. "
" Surprise...."
" Kamu belum berubah "
" hehehe ".
Stefani masih mengamati mereka berdua berdiri heran dan terus mamantau.
" Lo lagi ngapain yuk duduk " Kesya menarik Stefani menghampiri meja kosong dan duduk disana.
" Lo penasaran kan sama tuh cewek? ". Mata Kesya mulai menyipit
" Yaaaahh gak juga sih " Stefani mencoba membuang kecurigaan Kesya
" Ya udah gak jadi cerita. " Kesya menarik diri dan menatap Stefani curiga
" Ceritain dong. ". Stefani nyengir memegang tangan Kesya
" Lah tuh Lo penasaran. " Kesya tersenyum kagum
" Iya sih. " Stefani melepaskan tangan Kesya
" Pantesan Reza mau ". Stefani menghela napas kecewa
" Hah apa kata Lo " Kesya sedikit heran
" Hah engga " Stefani membuang muka merahnya.
" Tapi kok Nci kayak akrab banget sama tuh orang "
" Nah waktu SMP mereka pernah satu kelas Fan "
" Pantesan. "
" Tapi kok Nci baik-baik aja ya tau dia pacarnya kak Reza kok gak marah "
" Gak kayaknya kan cs dia ini. lah kalau gue kan hanya teman baru 1 bulan sama dia "
" Bisa jadi sih ".
__ADS_1
" Udah lah pesan makanan aja laper "
Waktu pulang sekolah telah tiba, Stefani berdiri menatap langit yang masih mengguyur. Pandangan nya mulai kabur dan tubuhnya mulai bergetar hebat suhu tubuhnya naik tiba-tiba, Stefani mengencangkan jaket kulitnya menarik napas dalam-dalam dan mulai berjalan di tengah hujan menghampiri motornya.
Malam yang begitu tenang, Stefani tertidur lelap di sebuah kasur mewah di dalam kamar yang penuh dengan hiasan gambar motor gede mirip motor miliknya. Perlahan Stefani mendapatkan pandanganya, menatap heran sekeliling dan beranjak bangun dengan hati yang berdebar-debar.
" Aku dimana?. " Stefani bangun dan menghampiri pintu keluar dengan bertelanjang kaki.
" Lo mau kemana ?. " Tanya Reza yang baru keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut dengan handuknya.
" Tidaaakkkk " Stefani menutup tubuhnya dengan tangan.
" Apaan sih Lo " Reza berjalan keluar kamar dengan set pakaian lengkapnya.
" Pakaian gue masih utuh " Stefani tersadar dan berjalan mengikuti Reza dengan rasa malu.
" Apa yang Lo lakuin ke gue?. " desak Stefani masih bingung.
" Menurut Lo apa?. "
" Kenapa gue sampe ada disini? "
" Cuci dulu tuh otak Lo biar gak aneh-aneh lagi. "
" OK. GUE SALAH, GUE YANG BAWA LO KE KUBURAN TEMPO HARI. TAPI GAK KAYAK GINI JUGA LO BALES GUE ZA " Teriak Stefani histeris
" JADI INI CARA LO MINTA MAAF? " Teriak Reza gak kalah kencang
" Lo gak perlu ngelakuin ini sama gue, apa salah gue memang sangat fatal?. " Stefani mulai menangis
" Lo yah, gue cuman bawa Lo kesini karena Lo pingsan di jalanan kalau bukan Lo juga tetap gue bawa kerumah walaupun itu anjing atau kucing. " Reza menjelaskan dengan kesal dan beranjak pergi.
Stefani hanya terdiam mengejar Reza dan dengan spontan memeluk erat Reza dari belakang dengan Isak tangisnya.
" Jangan tinggalin gue lagi Za, gue ketakutan malam itu Lo hilang begitu aja " sesal Stefan di sela tangisannya.
Reza hanya terdiam tak percaya dengan apa yang dia dengar dan perlahan melepaskan tangan Stefani dan berbalik menatap sosok Stefani hangat, perlahan tangannya sibuk mengusap air mata Stefani dengan lembut.
" KAK EZA?. " Mega menatap mereka berdua heran.
...****** Bersambung ******...
__ADS_1
Terus ikutin yah keseruan selanjutnya...🥰