Sweet Memories

Sweet Memories
First Love


__ADS_3

Stefani melangkah pergi menghindari benturan dahsyat sepasang mata itu, dia berjalan cepat sambil memegang dadanya yang terus bergetar hebat.


" Dasar cowok aneh. " gumam Stefani.


" Lo yakin baik-baik aja Fan?. " tanya Kesya keheranan dengan tingkah Stefani.


" Tau ah. " Stefani pergi menghindari pertanyaan-pertanyaan aneh lainnya yang memungkinkan besar Kesya lontarkan.


Di balik pintu kamar mandi Stefani memegangi mukanya yang perlahan memerah. Dia mencoba menghela napas di sela keributan detak jantungnya.


" Bernapas, bernapas, bernapas,... " bisik nya sambil terus mengipasi wajah merahnya dengan tangannya.


" Perasaan apa ini?. " tanya hati Stefani berkali-kali.


BYUUURRRR......


tanpa pikir panjang Stefani mencelupkan seluruh kepalanya ke dalam ember besar yang ada di kamar mandi.


Setelah cukup lama, Stefani kembali menyentuh dunia ini, dengan cepat menarik seluruh bagian kepalanya.


" GAWAT. INIKAN TOILET SEKOLAH. " teriak hati Stefani.


Stefani sibuk dengan ponselnya mencoba menghubungi no Kesya.


" Keyyy.... tolongin gue πŸ₯ΊπŸ™πŸ™πŸ™" pesan singkat pertama yang Stefani kirimkan

__ADS_1


" Lo dimana Fan. Ini lagi ulangan pak Yanto Gue gak bisa bebas bergerak. "


" Gue mohon datang ke kamar mandi Key 😭😭😭 "


" Terlalu beresiko kalau Gue keluar kelas Fan. Sorry yah πŸ™ "


" Key. "


" Key "


" Key "


Pak Yanto memang lebih seram dari hilangnya satu sahabat di dunia ini. Stefani hanya bisa memindai sekeliling dan keluar dari balik pintu menatap wajahnya di depan kaca wastafel.


" Kacau banget muka Gue " gumamnya memperhatikan seluruh makeup yang berantakan.


Dengan tekad yang bulat, Stefani perlahan membuka pintu masuk kamar mandi perempuan, dengan hati-hati dia mulai berjalan keluar dengan menutupi wajahnya.


BRUUUKKK....


" Ya Tuhan siapa ini?. Stefani membelakangi orang yang tanpa sengaja dia tabrak.


Seettt.... sebuah handuk kecil di pasangkan orang itu tepat di rambut Stefani dan berjalan berlalu di depan Stefani


" REZA?. " Stefani tersentak ketika menyadari sosok Reza yang memasangkan handuk itu.

__ADS_1


Ketika hendak mengejar Reza, tiba-tiba pak Joko hadir dan membuyarkan niat Stefani. Dengan cepat dan hati-hati Stefani menghindari sosok pak Joko.


" Hey kamu disana jangan bergerak. " Sentak pak Joko menghampiri Stefani.


" Eh Bapak. " senyum malu Stefani


" SETAN....." Pak Joko terperanjat kaget melihat wajah Stefani yang belepotan dengan maskara dan lipstik yang luntur.


" Mana pak?. " teriak Stefani ikut lari mengejar pak Joko.


Stefani masih berkeliaran bebas dengan handuk kecilnya tadi. Dia berjalan menuju kelasnya dengan hati-hati dan merapatkan punggungnya menyusuri dinding kelas dan Kesya berada di depan memalingkan perhatian pak Yanto. Namun gagal, gelak tawa sontak saja pecah ketika semua orang menyadari kehadiran handuk di kepala Stefani.


HA-HA-HA......


" Hey kamu, apa yang kamu lakukan?. " Bentak pak Yanto menunjuk tajam Stefani


" I..Iya pak..." jawab Stefani terbata-bata.


" Sini kamu! " tegas pak Yanto semakin menjadi.


Stefani dengan pasrah menghampiri pak Yanto yang berdiri tegak di depan papan tulis.


Kesya memberi isyarat bahwa dia tidak bisa membantu, dan hanya menunduk lemas menuju tempat duduknya.


Ketika hendak menghampiri pak Yanto, seseorang tiba-tiba menariknya entah darimana dan membawa Stefani keluar kelas dengan cepat. Namun sosok itu tidak asing lagi di mata Stefani, Stefani menatap sosok itu dengan malu dan menahan gejolak dalam hatinya.

__ADS_1


........... Bersambung..........


Nantikan episode selanjutnya πŸ’•


__ADS_2