Sweet Memories

Sweet Memories
Bab 20


__ADS_3

Dito pun sampai juga dirumahnya setelah melewati macet yang menjadi rutinitas setiap harinya. Tetapi Dr.Aditya juga sudah berpamitan karena kliniknya sebentar lagi akan buka sehingga Dito tidak bisa bertemu dengan Dr.Aditya secara langsung.


Setelah menyapa Pak Kodir, Dito segera masuk ke dalam rumah dan kebetulan Rani juga sudah selesai membantu asisten rumah tangga menyiapkan makan malam.


Dito terlebih dahulu menghampiri Rani yang berada didapur karena mendengar suaranya sedang berbicara kepada asisten rumah tangga.


Melihat kedatangan suaminya, Rani segera menyambutnya dengan menyalami punggung tangannya serta berniat membawakan tas Dito ke dalam kamar. Setelah punggung tangannya diberi salam, Dito mencium kening Rani.


"Papa dimana Poo?" tanya Dito.


"Di kamar sama Mama Boo, tapi Dr.Aditya baru saja pamit pulang." jawab Rani.


"Iya. Ya uda aku temui Mama sama Papa dulu ya?" ucap Dito sebelum naik ke tangga di mana kamar kedua orang tuanya berada.


"Iya, aku ke kamar ya mau siapin air mandi buat kamu." bjawab Rani.


Keduanya pun sama-sama naik ke atas tangga kemudian menuju ke kamar yang berbeda.


Begitu masuk ke dalam kamar orang tuanya, Dito segera menyalami tangan mereka masing-masing dan disambut oleh mereka.

__ADS_1


"Kog sudah pulang Dito?" tanya Pak Bagas, karena merasa heran tidak biasanya Dito pulang awal seperti hari ini.


"Papa sakit apa?" bukannya menjawab pertanyaan dari Papanya, Dito justru bertanya tentang kesehatan sang Papa.


"Papa tidak apa-apa. Kamu pulang lebih awal karena denger Papa sakit?" tebak Pak Bagas yang kemudian mendapat jawaban anggukan kepala dari Dito.


"Kenapa Papa gak mau di rawat di Rumah sakit aja?" tanya Dito.


"Mama sama Dr.Aditya sudah menyarankan seperti itu tetapi Papa mu ini memang keras kepala." keluh Bu Anya kepada Dito.


Dito hanya melihat Bu Anya dan Pak Bagas bergantian.


Akhirnya mereka pun mengobrol sebentar yang kemudian Dito berpamitan untuk ke kamar membersihkan diri sebelum mereka akan berkumpul bersama untuk makan malam.


...----------------...


Sedangkan di dalam kamar, Rani terlebih dahulu menyimpan paper bag yang berisi baju dinas nya ke dalam lemari agar Dito tidak menemukannya. Kemudian Rani mandi terlebih dahulu dan mengisi bath up dengan air hangat untuk Dito.


Ketika Dito masuk ke dalam kamar, Rani sedang menyisir rambutnya dengan berdiri di depan cermin besar. Dito segera menghampirinya dan memeluk dari belakang serta menciumi tengkuk leher Rani yang sudah harum.

__ADS_1


"Geli Boo!" Rani berusaha melepaskan diri tetapi Dito semakin erat memeluknya sambil terkekeh.


"Ow ya, mana baju dinasnya? Aku mau lihat." ucap Dito sambil memutar tubuh Rani agar berhadapan dengannya.


"Gak ahh nanti malam aja. Mendingan sekarang kamu buruan mandi uda aku siapin airnya." jawab Rani sambil memaksa Dito ke kamar mandi.


Begitu sampai di depan pintu kamar mandi, Dito kembali menahannya.


"Gak mau mandi bareng?" tanya Dito sambil menaikturunkan alisnya sengaja menggoda Rani.


"Aku kan uda mandi Boo." tolak Rani yang berhasil meloloskan diri dari Dito.


Dan Rani segera keluar dari kamar untuk membantu menyiapkan makan malam, daripada harus tetap berada di dalam kamar dan menjadi mangsa Dito.


...****************...


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏

__ADS_1


__ADS_2