
Rani dengan cekatan membantu karyawannya yang terlihat sedang kewalahan melayani pelanggan. Ternyata sedari tadi Rani diperhatikan oleh seseorang yang terlihat sedang menunggu pesanan.
"Ow tu anak kerja di sini? Mandiri juga ya." batin orang tersebut.
Rani tidak mengetahuinya karena kebetulan bukan Rani yang melayaninya. Dan Rani terus diperhatikan olehnya tanpa sepengetahuan Rani.
Dan Rani merasa ada yang memperhatikannya, dia menoleh ke arah orang tersebut. Dan benar saja orang itu terus melihat ke arah Rani. Tetapi Rani segera mengalihkan pandangannya karena masih merasa kesal dengan orang tersebut.
Ya, orang itu adalah Rian. Salah satu dosen killer di kampus Rani. Rian datang seorang diri dan memang ternyata cafe Rani merupakan tempat favorit Rian. Karena memang Rani yang jarang datang ke cafe sehingga tidak pernah bertemu dengan Rian. Dan kebetulan saja hari ini Rani datang ke cafe bersamaan dengan Rian yang juga datang. Rani segera berlalu dari meja yang baru saja dia catat pesanannya.
"Ngapain sih tu dosen ke sini." gumam Rani.
Beberapa saat berlalu, cafe Rani sudah mulai sedikit berkurang dan beberapa karyawan bisa bernafas lega tetapi mereka juga merasa senang karena cafe mereka bisa ramai setiap hari.
Rani membantu karyawannya untuk membersihkan meja yang sudah selesai. Tetapi Rian masih betah berada di cafe Rani. Terlihat bahwa Rian sengaja melakukannya karena dia justru mengeluarkan laptop dan sedang mengerjakan tugas.
"Rani." panggil Rian.
Rani pun menoleh dia pun memutar bola matanya dengan malas tentu saja tanpa sepengetahuan Rian. Rani segera menghampiri Rian karena bagaimanapun Rian adalah seorang tamu di cafenya sehingga Rani harus melayaninya dengan baik.
"Selamat siang, ada tambahan lagi Pak?" tanya Rani dengan sopan.
__ADS_1
Karena Rani sempat melihat di meja Rian yang sudah ada gelas kosong dan beberapa camilan yang sudah berkurang.
"Pesan jus jeruk 1 lagi." jawab Rian.
"Baik. Ditunggu Pak." ucap Rani kemudian berlalu dari hadapan Rian.
Bersamaan dengan itu, Dito masuk ke dalam cafe dan memanggil Rani.
"Sayang." panggil Dito.
Rani pun menoleh dan melihat suaminya yang sudah ada di cafe kemudian tersenyum dan menghampirinya. Dito pun segera memeluk Rani. Tetapi sebelumnya Rani sudah memberitahukan kepada karyawannya tentang pesanan Rian.
Tentu saja semua itu tidak luput dari perhatian Rian. Dan Rian melihatnya sambil menyunggingkan senyum yang mengejek.
Tentu saja Rian berpikir bahwa Rani adalah simpanan Dito karena memang usia mereka yang terlihat jauh berbeda apalagi Rani yang masih cantik di usianya.
Tidak berapa lama seorang pelayan mengantarkan pesanan Rian.
"Silahkan Pak." ucapnya sopan.
"Terima kasih." jawab Rian.
__ADS_1
"Itu siapa tadi yang sama Rani Mbak?" tanya Rian penasaran.
"Ow itu Pak Dito Pak suaminya bu Rani." jawab karyawan tersebut.
"Suami?" tanya Rian seakan tidak percaya.
"Iya Pak. Baru dua mingguan ini kog mereka menikah." jawab karyawan itu.
"Ow pantesan." gumam Rian.
"Ada yang lain Pak?" tanya karyawan tersebut.
"Ow tidak ada. Terima kasih." jawab Rian.
Kemudian karyawan tersebut meninggalkan Rian dan kembali ke dalam pantry.
"Masih muda uda ngebet nikah. Hamil duluan pasti itu." tebak Rian dengan pemikirannya sendiri.
Akhirnya tidak berapa lama Rian pun menyelesaikan pekerjaannya dan keluar dari cafe tersebut setelah membayar semua tagihan yang dia pesan.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏