Sweet Memories

Sweet Memories
Bab 32


__ADS_3

"Boo, kalau aku nambah karyawan lagi sekitar 2 atau 3 boleh gak?" tanya Rani di dalam mobil ketika mereka dalam perjalanan pulang ke apartemen.


Setelah menghabiskan makanannya, Rani dan Dito berpamitan kepada Anton dan juga beberapa karyawan mereka.


Dito menoleh sekilas ke arah Rani yang duduk disampingnya kemudian kembali fokus menyetir.


"Memangnya karyawan yang ada masih kurang?" tanya Dito.


Memang cafe sekarang sudah menjadi tanggung jawab Rani tetapi bagaimanapun dia harus tetap bertanya kepada suaminya tentang segala sesuatu yang menyangkut cafe.


"Kalau pelanggan membludak kayak tadi sih jelas kurang Boo. Tadi kan aku sampai turun tangan ikut bantu." jawab Rani.


Memang ada alasannya kenapa Rani ingin menambah karyawan di cafe.


"Trus kalau misalnya pelanggannya gak kayak tadi, banyak karyawan yang makan gaji buta donk?" tanya Dito.


"Gak juga sih Boo. Nanti aku rencananya mau tambah bikin khusus bagian dessert, jadi memang harus ada karyawan khusus disana." jawab Rani dengan ide barunya.


Dito terlihat mengerutkan keningnya, memikirkan sesuatu. Rani seakan tahu apa yang dipikirkan oleh suaminya.

__ADS_1


"Ini memang ide nya muncul waktu di cafe tadi Boo. Baru kepikiran aja." ucap Rani sebelum Dito bertanya.


Dito menganggukkan kepalanya tanda mengerti apa yang dimaksud oleh istrinya.


"Ya uda besok coba bicarakan sama Anton, kamu ungkapkan aja semua ide kamu biar dia yang merealisasikannya." jawab Dito.


"Terima kasih Sayang." ucap Rani sambil memeluk lengan Dito yang tetap fokus menyetir.


Dito hanya menanggapi dengan tersenyum kemudian mengusak pucuk kepalanya.


...----------------...


Begitu masuk terlihat setiap ruangan sudah bersih karena memang ada petugas kebersihan yang ditugaskan khusus beberapa hari sekali untuk membersihkan apartemen Dito.


Rani dan Dito segera masuk ke dalam kamar, dan Dito lebih dulu membersihakan diri sedangkan Rani menyiapkan pakaian yang akan dipakai oleh Dito nantinya. Dan juga Rani membersihkan make-up di wajahnya terlebih dahulu sebelum dia mandi.


Tidak berapa lama Dito keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk yang menutupi pinggangnya. Kemudian segera bergantian dengan pakaian yang sudah disiapkan oleh Rani setelah memakai deodorant dan krim serta body lotion di tubuhnya.


Dito segera memeluk Rani dari belakang dan menempelkan kepalanya di bahu Rani ketika Rani masih berada didepan cermin rias.

__ADS_1


"Boo, aku belum mandi masih bau." ucap Rani sambil menyuruh agar Dito menyingkir.


Tetapi bukannya menurut Dito justru semakin memeluknya dengan erat dan bahkan memejamkan matanya.


"Sayang..." ucap Rani lagi karena Dito tidak segera melepaskannya.


"Oke, buruan mandi aku tunggu di ranjang." bisik Dito sambil mengecup daun telinga Rani.


Rani pun merasa geli dia hanya terkekeh melihat tingkah Dito. Rani segera berlalu ke kamar mandi begitu Dito melepaskannya.


Dan benar saja Dito segera naik ke atas ranjang dia sempat melihat ponselnya disana ada beberapa pesan masuk dari salah satu karyawannya di kantor tentu saja menyangkut pekerjaan tetapi Dito segera menonaktifkan ponselnya.


"Ponsel aja harus diisi ulang, gue juga mesti diisi ulang donk." gumam Dito sambil meletakkan ponselnya diatas nakas dan segera berbaring sengaja menunggu Rani selesai membersihkan diri.


...****************...


Ehh uda nunggu aja, emang mau ngapain? 🤭


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2