Sweet Memories

Sweet Memories
Singa Betina yang Jinak


__ADS_3

DEG...DEG...DEG...


Stefani menahan letupan hebat di dadanya, matanya tak henti-henti menatap tumpukan sambal di atas mangkok.


" SATU...DUA... TIGA...!!! "


" REZA...!!! REZA...!!! AYO ZA KAMU BISA...!!! "


Kantin serentak ramai dengan sorak-sorai para pendukung


" Kok Lo ikutan sorakin kak Reza sih... " selidik Kesya menatap Cintya sinis.


" Engga... cuman terbawa suasana aja... STEFANI KAMU BISA....!!! " Cintya nyengir menatap Kesya lalu berbalik arah mendukung Stefani.


" Jelas banget modusnya " Kesya menarik wajah Cintya menatap curiga


Reza dengan lahap menyantap bakso ranjaunya itu dengan tenang dan tanpa memperdulikan alam sekitar,


Selagi Reza sibuk dengan baksonya, Stefani malah sibuk dengan pandangan kagumnya pada sosok cowok di depannya itu.


" Buset, ni orang apa ukiran antik musium. Bibirnya seksi banget, rahangnya sangat gagah, matanya bulat bersinar, hidungnya bak tower menjulang tinggi. Ya Tuhan... makhluk apa ini " desis kagum hati Stefani tanpa henti meletupkan luapan aneh menyesakan dada.


" YES...! " Senyum kemenangan Reza menyambar botol minum plastik di depannya dan meneguk air secepat dekupan hati Stefani.


" STEFANI. " suara itu seakan membawa Stefani menginjak bumi ini. Stefani melongo menatap mangkuknya yang tak tersentuh sama sekali.


" Lo dah kalah cewek angkuh, sekarang Lo harus nurutin apa yang gue kata. " Senyum sinis Reza menatap Stefani puas penuh kemenangan.

__ADS_1


" Emang kapan gue setuju sama ide Lo "


" Gue gak perlu persetujuan siapa, siapa yang menang dia yang berkuasa. "


" Ta...Tapi.. " suara Stefani tertelan langkah kaki Reza cs yang pergi meninggalkan mereka.


Stefani melangkahkan kaki lunglainya perlahan menaiki anak tangga yang masih terlihat banyak di depannya, perlahan Stefani membuka pintu kelas dengan merk 9C sambil menghela napas panjang.


" Eh ada jongos datang. " Sambut Angga merasa bangga


" Nih Lo makan " Stefani membanting piring yang sedari tadi dia bawa di atas meja tepat di depan Reza.


" Gue gak makan bumbu kacang " jawab Reza menoleh acuh


" Kenapa gak ngomong dari tadi. "


" Lo kan gak nanya. "


" Puas banget gue ngerjain tuh cewek belagu"


" Tuh cewek lumayan cakep kali "


" Cakep mata Lo. "


" Kalau gak tomboi cakep tau "


" Dasar Playboy Lo. "

__ADS_1


Kesya dan Cintya menatap aneh tingkah sahabat barunya yang sedari tadi bulak-balik arah kantin.


" Kayaknya Stefani benar-benar mereka siksa"


" Kasihan juga. "


" Terus gimana dong? "


" Kita bawain makan siang buat dia aja ke kelas kayaknya dia belum makan dari pagi "


Jam istirahat telah berakhir, Kesya tak henti-hentinya memegang perutnya yang terus protes meminta bahan bakar bagi tubuhnya.


" Fan, ini... " Cintya menyodorkan sekotak roti coklat bakar.


" Ya Tuhaaaann... " dengan mata berkaca-kaca Stefani meraih kota pink dari tangan Cintya.


" Di kelas tidak boleh makan " tegas pak Joko menyambar cepat kotak itu.


" Tidaaaakkkk.... " teriak hati Stefani meronta-ronta kelaparan. Menelan air liurnya pasrah melihat kotak itu melayang menjauh di tangan pak Joko.


Tepat pukul 15 : 00 WIB Stefani nampak sibuk membawa tas gendong bermerk terkenal warna merah berlari ke arah mobil merah yang parkir di depan gerbang keluar.


" Kayaknya makin hari makin berat penderitaan tuh anak. " ujar Kesya menatap iba Stefani


" Melihat dari watak keras Stefani kayaknya gak mungkin bisa kayak gini " selidik Cintya curiga mengangkat sedikit kacamata tebalnya.


" Benar juga yah jangan-jangan ada sesuatu antara Reza dan Stefani. Pulang sekolah setelah lomba makan bakso kan Stefani pulang bareng Reza di mobilnya ". Kesya ikut menerangkan cahaya redup yang menyelimuti kecurigaan mereka.

__ADS_1


........ Bersambung........


nantikan episode berikutnya yah...😉


__ADS_2