Sweet Memories

Sweet Memories
Bab 27


__ADS_3

Setelah mengantar Rani, Dito segera melajukan kendaraannya menuju perusahaan. Hari ini bisa dipastikan dia akan sangat sibuk karena akhir bulan akan banyak laporan yang masuk dan harus dia cek.


Di kampus Rani pun menjalankan kuliah seperti biasa. Ternyata di salah satu mata kuliahnya ada dosen baru dan Rani belum mengetahuinya. Nama dosen tersebut adalah Rian.


Rian ini masih sangat muda, karena otaknya yang pintar sehingga dia bisa menjadi dosen diusianya sekarang. Dan Rian adalah cowok yang tampan tidak sedikit mahasiswi yang tertarik kepadanya. Tetapi Rian hanya menanggapinya biasa saja, karena tujuannya adalah bekerja.


Saat sedang istirahat, Rani ingin menuju ke kantin sendirian karena salah satu temannya sedang berada di kantor dosen sehingga dia memutuskan untuk ke kantin lebih dulu. Rani berjalan dan terlalu fokus dengan ponselnya begitupun Rian yang sedang fokus dengan buku yang dibawanya. Mereka berjalan berlawanan arah.


Kemudian tanpa sengaja keduanya bertabrakan sehingga mengakibatkan ponsel Rani dan buku yang dibawa Rian berjatuhan.


"Maaf Kak, aku gak sengaja." ucap Rani sopan dan membantu Rian untuk mengambil buku-bukunya.


Karena Rani berpikir bahwa Rian itu adalah kakak tingkatnya dan belum mengetahui kalau ternyata dia adalah dosen di kelasnya.


"Gak apa-apa. Aku yang minta maaf karena gak lihat jalan." jawab Rian setelah buku-bukunya dia bawa.


"Aku Rani Kak." ucap Rani sambil mengulurkan tangannya tanda dia ingin berjabat tangan kepada Rian.


"Kakak jurusan apa?" tanya Rani setelah Rian menjabat tangannya.


Rani tidak berpikir macam-macam tentang Rian, karena memang Rani mudah bergaul. Bahkan identitas Rani yang sudah menikah pun hanya beberapa teman dekatnya saja yang mengetahuinya.


Belum Rian menjawab pertanyaan Rani, ternyata Rani dipanggil oleh temannya yang sudah selesai dari kantor dosen untuk mengajaknya segera ke kantin.


"Maaf ya Kak, aku duluan. Sekali lagi maaf." ucap Rani yang segera pergi dari hadapan Rian dan menghampiri temannya dan pergi ke kantin bersama.


Rian terus menatap punggung Rani yang sudah menjauh, kemudian tersenyum dan melihat tangannya yang baru saja bersentuhan dengan tangan Rani.

__ADS_1


"Rani. Cantik juga namanya, seperti orangnya." gumam Rian.


Kemudian Rian segera berbalik dan berjalan menuju ke kantor dosen karena tujuannya adalah memang ke kantor.


...----------------...


Di kantin, Rani dan temannya segera memesan makanan dan minuman. Sambil menunggu mereka mengobrol.


"Tia, cowok tadi jurusan apa sih?" tanya Rani yang ingat tentang kejadian baru saja.


"Cowok siapa?" tanya Tia, karena memang dia tadi tidak melihat Rani dengan seseorang. Karena memang banyak orang yang berlalu lalang sehingga Tia tidak tahu jika Rani dengan seorang cowok.


"Lu gak lihat tadi?" tanya Rani lagi.


"Gak, banyak orang lewat gitu aja gue lihatnya." jawab Tia.


"Emang kenapa?" tanya Tia penasaran.


"Eh sembarangan aja ganteng-ganteng. Ingat lu uda punya laki." tegur Tia mengingatkan.


"Iyalah masa gue lupa. Aneh lu." jawab Rani.


Akhirnya pesanan mereka pun datang dan keduanya mulai fokus dengan pesanan mereka.


...----------------...


Setelah jam istirahat selesai, Rani dan Tia segera masuk kembali ke kelas mereka. Tetapi sebelum sampai di kelas Rani pamit kepada Tia ingin ke toilet sebentar.

__ADS_1


"Lu masuk dulu aja, gue ke toilet bentar." ucap Rani yang berbelok menuju toilet.


"Oke." jawab Tia.


Tanpa menunggu Rani, Tia segera meninggalkan Rani dan menuju ke kelasnya. Tidak berapa lama dosen mereka datang, dan ternyata adalah dosen Rian yang pada jam tersebut mengajar di kelas Rani. Tetapi saat itu Rani masih di toilet dia belum tahu jika Rian mengajar di kelasnya.


Setelah merapikan kembali penampilannya, Rani pun keluar dari toilet dan menuju ke kelasnya. Begitu sampai di depan kelasnya Rani segera meminta ijin untuk masuk. Betapa kagetnya Rani ternyata yang mempersilahkan dia untuk masuk adalah cowok yang beberapa saat yang lalu bertabrakan dengannya bahkan Rani sempat mengira bahwa dia juga adalah mahasiswa di kampusnya.


"Silahkan masuk Rani, dan duduk ditempatmu." ucap Rian dengan datar.


"Ba-baik Kak ehh Pak." jawab Rani dengan terbata kemudian dia segera duduk di dekat Tia.


"Eh tu dosen kog uda tahu nama lu Ran?" bisik Tia.


"Kalian saling kenal?" lanjut Tia yang masih dengan berbisik.


"Ya itu cowok yang tadi dikantin gue tanyain ke lu, gue kira dia kakak tingkat kita." jawab Rani yang juga dengan berbisik.


"Kalau masih ada yang bisik-bisik silahkan keluar dari kelas saya!" ucap Rian datar tapi tegas.


Seketika Rani dan Tia pun terdiam dan mulai fokus dengan pelajaran yang diberikan Rian.


"Ganteng-ganteng tapi judes." batin Tia.


...****************...


Bab 25 masih review terus kak, sabar ya 🥰

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2