
Begitu jam kerja habis, Angel segera membereskan pekerjaannya karena dia mengingat perkataan Kelvin jika dia menunggu di cafe dekat kantor. Selesai membereskan pekerjaannya, Angel lebih dulu pergi ke toilet untuk sedikit berdandan. Dia kembali menaburkan bedak dan lipstik di wajah dan bibirnya agar tidak terlihat pucat setelah seharian bekerja.
Angel segera turun ke lobby dan berjalan menuju cafe dimana Kelvin sudah menunggunya disana. Karena memang jaraknya yang cukup dekat jadi Angel hanya tinggal berjalan kaki saja.
Begitu memasuki cafe, Angel melihat Kelvin yang duduk di meja pojok dan terlihat ada segelas minuman yang tinggal setengah dimejanya dan Kelvin yang sedang menghubungi seseorang.
Melihat Angel yang berjalan menghampirinya, Kelvin segera mengakhiri teleponnya karena orang yang dia tunggu sedari tadi sudah datang.
"Maaf Kak, nunggu lama ya." ucap Angel begitu dia sampai di depan meja Kelvin.
"It's okay. Mau pesan apa?" tanya Kelvin yang mempersilahkan Angel duduk dan memanggil pelayan di cafe tersebut.
Setelah Angel menyebutkan pesanannya sang pelayan segera pergi untuk menyiapkan pesanan Angel.
"Lu biasanya naik apa kalau kerja?" tanya Kelvin sambil menghirup vape.
Ya, kebetulan cafe tersebut tersedia tempat yang bisa untuk merokok dan Kelvin memilih di tempat itu.
"Sorry, gue ngevape boleh?" ijin Kelvin kepada Angel.
Karena tidak semua wanita tahan dengan asap rokok maupun vape.
"Ow iya gak apa-apa Kak." jawab Angel.
"Aku biasanya naik ojek online Kak." lanjut Angel dan bersamaan dengan itu minuman pesanannya datang.
Angel segera meminumnya sedikit untuk mengurangi rasa grogi karena hanya berduaan dengan Kelvin sang casanova.
Mereka pun mengobrol sebentar hingga minuman mereka hampir habis.
"Okay, kita pulang sekarang?" tanya Kelvin yang segera menghabiskan minumannya.
"Boleh Kak." jawab Angel yang juga melakukan hal yang sama seperti Kelvin.
Keduanya pun bangkit berdiri dan berjalan bersama menuju kasir, setelah Kelvin membayarnya mereka segera keluar dari cafe dan menuju tempat parkir dimana mobil Kelvin terparkir disana.
Begitu sampai di parkiran, Kelvin segera membuka pintu mobil dan keduanya masuk ke dalam mobil. Kelvin segera melajukan kendaraannya membelah jalanan Ibukota pada sore hari tersebut.
Sampai di tengah jalan Kelvin sengaja melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Karena sebagai seorang casanova itu adalah salah satu trik nya untuk bisa mendekati target.
__ADS_1
"Ow ya mampir bentar ke apartemen gue dulu ya, ada sesuatu yang mau gue ambil." ucap Kelvin dengan melirik Angel yang berada disampingnya karena sedari tadi Angel hanya diam saja.
"Iya Kak." jawab Angel singkat dan sempat menoleh ke arah Kelvin yang sedang fokus menyetir.
Jujur saja Angel sebenarnya bingung dengan dirinya sendiri. Yang awalnya dia ingin mendekati Kelvin untuk bisa menopang kebutuhannya, karena bisa dipastikan bahwa Kelvin adalah orang sukses hanya dilihat dari penampilannya saja. Tapi justru sekarang dia jadi takut sendiri begitu hanya berdua dengan Kelvin karena aura casanova Kelvin semakin terlihat.
Kelvin segera membelokkan mobilnya masuk ke apartemen yang cukup elit di daerah itu. Kelvin memarkirkan mobilnya di basement.
"Aku tunggu disini aja ya Kak." ucap Angel sebelum keduanya keluar dari mobil.
Dan tentu saja Kelvin menatapnya dan mengerutkan kening.
"Kenapa? Lu takut gue apa-apain ya?" tanya Kelvin.
"Bu-bukan gitu Kak." jawab Angel dengan terbata karena ternyata Kelvin bisa membaca pikirannya.
"Tenang aja gak gue apa-apain kog, kecuali lu sendiri yang minta." ucap Kelvin sambil mengedipkan sebelah matanya.
Setelah berbicara seperti itu, Kelvin segera keluar dari mobil dan mau tidak mau Angel pun mengikutinya. Mereka berjalan bersama menuju unit di mana kamar Kelvin berada.
Begitu membuka pintu, pandangan mata Angel langsung disuguhi ruangan yang cukup nyaman untuk ditempati. Meskipun Kelvin seorang laki-laki tapi ruangan tersebut cukup bersih untuk orang seperti Kelvin.
"Duduk dulu, kalau mau minum ambil aja di dapur gue mau mandi bentar." ucap Kelvin ketika mereka berhenti di ruang tamu.
"Iya gerah soalnya." jawab Kelvin cuek sambil membuka kancing kemeja di depan Angel.
"O-oke aku tunggu disini aja." ucap Angel yang langsung membelakangi Kelvin yang sudah membuka kemejanya didepan Angel.
Kelvin hanya tersenyum kemudian dia segera menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri. Karena memang dia merasa gerah setelah seharian berada diluar dan bukan hanya alasan untuk membuat Angel lebih lama bersamanya.
Sambil menunggu Kelvin, Angel dengan sengaja melihat-lihat apa yang ada di ruangan tersebut. Dia membuka blazernya karena merasa gerah juga. Kemudian menuju ke dapur untuk mengambil minuman kaleng dingin.
Ketika sedang memilih minuman apa yang dia inginkan, posisi Angel sedikit membungkuk untuk melihat isi di dalam lemari pendingin bagian bawah tersebut. Dan bersamaan dengan itu Kelvin keluar dari kamarnya dengan memakai pakaian santai dan melihat Angel yang sedang posisi seperti itu tanpa Angel sadari bahwa Kelvin sudah berada dibelakangnya.
"Cari apa?" bisik Kelvin yang dengan sengaja berdiri tepat dibelakang Angel, bahkan pan-tat Angel bersentuhan dengan junior Kelvin yang sudah setengah berdiri tersebut.
Mendengar bisikan dari Kelvin membuat Angel terkejut, sehingga dia sampai balik badan menghadap Kelvin dan tanpa sengaja da-da Angel bersentuhan dengan da-da Kelvin.
"Ma-maaf Kak. Habis Kakak ngagetin sih." ucap Angel yang sedikit bergeser agar tubuh mereka tidak semakin menempel.
__ADS_1
Sebenarnya Angel betah saja berdekatan dengan Kelvin, apalagi setelah mencium aroma maskulin dari tubuh Kelvin yang baru saja selesai mandi. Angel sempat memejamkan mata untuk merasakan aroma yang masuk ke indera penciumannya.
"Mau cium juga boleh kog." ucap Kelvin yang sebenarnya tahu apa yang dilakukan oleh Angel.
Seketika Angel membuka mata dan merona karena merasa malu.
Kelvin segera mengambil dua minuman kaleng dan memberikan satu untuk Angel. Mereka pun berjalan menuju ruang tamu dan duduk bersebelahan.
Kelvin segera mengambil ponsel di saku celananya dan masuk ke aplikasi untuk memesan makanan.
"Lu mau makan apa? Kita pesen aja, disini gak ada makanan soalnya." ucap Kelvin yang masih fokus mencari-cari menu untuk mereka.
"Gak usah Kak, aku makan dirumah aja." tolak Angel.
Seketika Kelvin menatap tajam ke arahnya dan kembali fokus kepada ponselnya. Setelah beberapa saat akhirnya Kelvin sudah memilih beberapa menu untuk dirinya dan Angel, dan menaruh ponselnya diatas meja didepannya kemudian segera meneguk kembali minuman kaleng miliknya. Sedangkan Angel hanya bisa pasrah saja.
"Gue bukan orang yang suka menelantarkan cewek. Kalau ada cewek sama gue, bisa dijamin dia gak mungkin kelaparan." ucap Kelvin menjelaskan.
Maksud Kelvin adalah dia tidak ingin dinilai pelit jika hanya mengeluarkan uang untuk makan. Dan Kelvin adalah tipe cowok setia jika pasangannya juga bisa setia kepadanya. Tetapi jika pasangannya mengkhianatinya maka dia bisa lebih kejam untuk membalasnya. Seperti kekasihnya sekarang ini.
Angel hanya menganggukkan kepala mencoba memahami keadaan Kelvin. Dan Angel cukup senang berada didekat Kelvin.
"Ceritakan tentang lu." ucap Kelvin membuka obrolan sambil menghisap vape nya.
"Gak ada yang menarik dari hidup aku Kak." jawab Angel yang malas mengingat tentang masa lalunya, yang begitu kelam menurutnya.
"Semua orang itu pasti punya ceritanya masing-masing. Dan setiap orang akan berbeda-beda dalam menyikapinya." ucap Kelvin.
Akhirnya Angel pun menceritakan sedikit tentang kehidupannya hingga sampai saat ini dia yang berjuang melanjutkan hidupnya.
Jujur saja Kelvin berpikir merasa iba dengan kehidupan Angel, tetapi Kelvin juga menyalahkan jalan Angel yang salah yang diambil saat ini. Secara tidak langsung Angel bahkan rela menjual tubuhnya kepada orang yang ingin memakai jasanya tetapi Angel tidak open BO seperti kebanyakan orang dan dia juga tidak melakukan dengan sembarangan orang. Pada awalnya alasan Angel melakukan itu adalah hanya untuk menghilangkan bekas perkosaan ayah tirinya terhadap tubuhnya, tetapi semakin lama dia justru menikmatinya dan malah menjadi ketagihan.
Sebagai seorang casanova, Kelvin jelas bisa memilih bahwa orang seperti Angel tidak bisa menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya nanti. Dan Kelvin hanya ingin menjadikan Angel kesenangannya saja selama Angel juga menikmatinya.
"Maaf Kak jadi curhat." ucap Angel dengan terkekeh.
"No problem. Gue suka orang jujur kayak lu." jawab Kelvin apa adanya.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏