Sweet Memories

Sweet Memories
Broken Heart


__ADS_3

Stefani masih merasa ada yang salah, dan hatinya masih belum tenang dengan hantaman jatam peristiwa tadi siang. Dia hanya bisa diam menatap layar ponselnya kosong.


Derrrrttt.... Ponsel Stefani bergetar di layar utama nya tertera nama Feri.


" Hallo, iya Fer kenapa?. "


" Lo lagi free gak malam ini Fan?. "


" Iya kenapa? "


" Bisa Lo ladenin orang di sirkuit Fan?. Gue lagi benar-benar gak bisa keluar. Nyokap gue lagi di rawat di RS. "


" Kapan Fer?. "


" Malam ini 1 jam lagi Fan. "


" Ok. "


Stefani bergegas meraih jaket kulit nya dan mengikat rambut panjang nya. Dia sedikit berlari kecil melihat arah jarum jam di tangannya, Stefani dengan segera menyalakan motor nya dan beranjak pergi.


Nenek hanya bisa menyaksikan Stefani pergi tanpa menanyakan apapun seakan tahu betul dengan watak cucunya itu, nenek duduk di kursi kamarnya, di raihnya sebuah Poto keluarga dia bersama kedua orang tua Stefani. Yang terlihat seperti Poto usang.


" Maafkan Ibu nak, ibu telah gagal mendidik anak kalian. Dia kembali menjadi gadis nakal yang berwatak keras. " Gumam nenek penuh luka dan mulai menangis tersedu.


Di tempat lain, Stefani baru saja tiba dan di sambut oleh banyak teman-teman nya. Mereka tentunya nampak sangat akrab dan melakukan salam hangat ala mereka.

__ADS_1


" Akhirnya master kita sudah kembali " ujar salah satu diantara mereka sambil bertepuk tangan bangga.


" Mana lawan gue?. " tanpa basa-basi Stefani langsung ke inti.


" Tuh.. " salah satu diantara mereka menunjuk sosok yang sudah stay dengan motor dan helm putihnya di seberang tempat mereka berkumpul.


" Orang baru?. " Tegas Stefani mengerutkan keningnya.


" Iya dia orang baru yang berani nantang kita Fan. "


BREMMM....BREMMMM. BREEEMMM....


Stefani terus memaut gas motor merahnya begitupun dengan si pengendara motor putih yang tak mau kalah. Sepasang bendera merah di tarik oleh wanita berambut pendek dan pertandinganpun di mulai.


Pacuan kencang kedua motor itu seakan berlari melawan dinginnya malam ini. Tentu saja Stefani sang master di bidang balapan motor selalu tampil paling depan di bandingkan dengan pengendara motor putih tersebut.


Setelah menyentuh garis finis Stefani langsung membuka helm dan berdiri bangga di samping motor nya.


" Elo memang juara Fan. " Decak kagum seketika pecak mengerumuni Stefani.


BREEEMMMM CEKITTT ....


Motor putih tadi dengan cepat menghampiri sosok Stefani kencang dan di remnya seketika, sehingga belakang motornya terangkat seakan siap menabrak Stefani namun di tahannya. Tentu saja orang-orang yang mengelilingi Stefani berlarian dan melihatnya penuh tanda tanya.


Stefani hanya melihatnya heran tanpa membuatnya gusar sedikitpun. Setelah cukup lama motor itu dengan posisinya lalu dengan cepat pula memaut gas beranjak pergi meninggalkan semua orang.

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang lagi Stefani memakai helmnya dan menyusul pengendara tadi. Hingga Stefani menghadang motor itu.


" Lo siapa?. Maksud Lo apaan?. " tanya Stefani sambil menarik helm putih itu hingga nampaklah wajah yang tak asing baginya.


" CINTYA? " Stefani terperanjat kaget dengan apa yang di lihatnya hingga berjalan mundur dan menjatuhkan helm putih itu.


" Lo kira hanya Lo cewek kuat?. Lo kira hanya Lo cewek yang cantik di dunia ini. Lo pikir Lo itu siapa?. " Cintya berjalan menghampiri Stefani sehingga Stefani terdorong dengan tubuh Cintya yang terus mendekat.


Stefani hanya diam dan dia merasakan bahwa sudah tidak ada ruang di belakang nya lagi hingga kakinya menyentuh knalpot yang masih panas. Namun sedikitpun tak terasa panas, sepanas masalah di depannya ini.


" Lo gak cukup yah ambil sahabat Gue, Lo juga buat gue kehilangan cowok yang selama ini gue suka. " Jelas Cintya dan langsung mengambil helmnya dan pergi begitu saja dengan motornya.


Kembali lagi ke siang hari.


Reza menarik tubuh Cintya mendekat " Aku mencintai mu." bisik Reza lembut, Cintya menutup kedua matanya. Reza tertawa licik dan melepaskan Cintya menjauh.


" Itu kata yang Lo tunggu dari dulu kan?. "


" Kenapa?. " bisik hati Cintya masih bingung dengan semua ini


" Gue kasih tau yah sama Lo. Gue gak mungkin mau sama cewek lembek kayak Lo. Ada cewek yang udah Gue sukai. Please Lo enyah dari Gue. Lo camkan yah, Gue itu cowok brengsek, cowok egois. Daripada Lo menderita dengan hayalan Lo dan tingkah Gue. Mending Lo enyah dan jangan ngejar Gue lagi. PAHAM " Tegas Reza ambil berjalan meninggalkan Cintya yang masih termangu menatap tanah yg perlahan terbasahi oleh air matanya.


Terus ikutin kelanjutan nya yah.🥰


Huhuhu... ternyata Reza gak beneran suka Cintya🥺, apa ada kesempatan bagi Stefani muncul sebagai cewek yang Reza suka?🤭🥳

__ADS_1


Saksikan episode selanjutnya yah♥️


__ADS_2