Takdir cinta Arumi

Takdir cinta Arumi
Episode 14


__ADS_3

Arga keluar menemui pamannya yang ingin melihat lihat pemandangan hutan jati, bapak


sudah tidak ada dirumah tapi ada warga desa yang memerlukan bantuan bapak untuk


mengecek saluran pipa air bersih yang belum lama ini di buat oleh mahasiswa


mahasiswa yang tugas pengabdian di desa Hardjomulyo.


“Bagaimana paman, apa jadi jalan jalan ke hutan jati?” Tanya Arga pada Sunardi


yang sedang mengisap rokok diteras.


“Jadi dong !…ngrokok dulu Arga.!” Jawab Sunardi menatap Arga seraya menawarkan


rokoknya pada keponakannya.


“Terimakasih….saya tidak merokok ” tolak Arga.


“Heran…kamu kan dulu perokok Arga…, apa kamu juga lupa …,


coba deh…kamu pasti suka!” desak Sunardi


tapi Arga tetap menolak sambil menggelengkan kepala.


“Baiklah kalau begitu ayo kita jalan-jalan ” ajak Sunardi tidak sabar.


“Ehm….Bapak kemana ya ?” tanya Arga


“Tadi keluar kearah sana ada orang yang menjemputnya, istrimu mana tidak ikut kita?”


tanya Sunardi melongok ke dalam rumah mencari keberadaan Arumi.


“Sedang berkemas untuk keberangkatan besok pagi ,


ayo paman kita berangkat nanti keburu gelap!”. Jawab Arga enggan.


Arga meninggalkan rumah diikuti Sunardi dengan pandangan waspada melihat sekeliling


jalan yang mereka lalui. Di tengah jalan mereka berpapasan dengan Parman yang


sedang mengawasi mobil Beno, Parman membungkukkan badannya berpura pura


memperbaiki rantai sepedanya menatap Arga. Arga yang melihat Parman menegurnya


“Hai …Parman…ada apa dengan sepedamu ?” sapa Arga.


“Eeh…Arga tidak ada apa apa cuma rantai sepedaku lepas….kamu mau kemana?”


Parman menjawab dengan pandangan tajam ke arah Sunardi


“Aku mau mengantar pamanku jalan-jalan kehutan jati…., paman ! kenalkan ini


sahabatku Parman..” Arga mengenalkan pamannya kepada Parman. Keduanya


bersalaman, Parman sangat terkejut mengetahui bahwa orang yang akan


mencelakakan dan membunuh Arga adalah paman Arga sendiri hatinya semakin geram


dan marah,juga bingung bagaimana memberitahu Arga bahaya yang sedang


mengincarnya. Parman menghembuskan napas mencoba menenangkan dirinya.


“Istrimu..nggak ikut ….Arga ?” Tanya Parman mencoba menahan Arga


untuk tidak pergi dengan pandangannya melirik Sunardi tajam.


“Arumi ada di rumah….dia sedang berkemas untuk keberangkatan kami besok ”.ujar Arga


ragu


“Kamu dan Arumi mau pergi kemana?” Parman mendongakkan kepala menatap Arga


“kami akan ke Jakarta menemui keluargaku” jelas Arga


“Oh…kalau begitu selamat jalan, semoga perjalanan kalian lancar dan selamat” ucap Parman


pandangan tak lepas pada Sunardi yang berjalan mendahului Arga.

__ADS_1


“Oke deh…sudah sore pamanku sudah nunggu untuk menikmati pemandangan hutan jati….


,saya pergi dulu ya Parman..!” ucap Arga seraya melambaikan tangan meninggalkan


sahabatnya. Parman memandangi kepergian Arga sejenak ia termenung bibirnya


bergetar menyebut lirih nama Arumi, setelah Arga terlihat agak jauh kemudian


meletakkan sepedanya dibalik pohon dan berjalan mengikut Arga sambil


mengendap-endap agar tidak terlihat keduanya.


Sunardi melirik Beno memberi isyarat untuk mengikuti Arga dan dirinya.


“Hai…Beno..ayo ikut jalan-jalan!” teriak Sunardi kepada Beno yang sedang merokok sambil


berdiri di depan mobilnya diujung jalan menuju hutan jati sedang sopir nya


duduk dibelakang stir sambil mendengarkan dangdut koplo. Beno berjalan perlahan


ke arah Arga.


“Oh..ya Arga..aku datang dengan Beno temanku tapi dia tadi nggak ikut kerumah katanya


lebih senang nunggu di warung sambil ngopi dan ngobrol sama sopir. Beno lalu


ikut bergabung menuju hutan. Parman  yang


melihat mereka berjalan ke dalam hutan, segera menghampiri sopir yang sedang


asyik mendengarkan lagu dangdut dari tape mobil nya.


“Hai…..mas…dengar, sebaiknya kamu cepat pergi dari sini kalau kamu mau selamat,


 kalau tidak aku akan membawamu ke polisi !” bisik Parman menatap tajam sopir mobil


yang di sewa Sunardi. Sopir itu binggung dengan teguran Parman.


“Apa salah saya Mas ? saya  sedang menunggu penyewa


“Kamu tahu…. ! kamu membawa dua orang penjahat yang akan membunuh warga desa ini,


kamu lihat kan pemuda yang dibawa kedua orang yang sewa mobil ini,


dia akan dibunuh di hutan itu, cepat kamu pergi


dan bantu saya melaporkan ke kantor polisi terdekat”. Ucap Parman tegas


dengan pandangan tetap mengawasi keberadaan Arga dan dua orang yang ingin


mencelakainya.


“I..iya..Mas..saya akan pergi…saya nggak ikutan mereka, saya akan lapor polisi mas”


sahutnya seraya melarikan mobilnya dengan cepat pulang kekota.


Parman kemudian kembali berlari mengejar Arga ke hutan ,


setelah dapat melihat Arga cukup dekat Parman kembali  mengendap endap


sembunyi dari satu pohon ke pohon lainnya. Hatinya berdebar debar ketika melihat paman


Arga dan temannya berhenti di pinggir hutan jati membiarkan Arga berjalan terus


sambil bicara sendiri. Parman menghembuskan napas lalu ia bersembunyi pada pohon


yang terdekat agar dapat menyaksikan dari dekat apa yang akan dilakukan mereka.


Rupanya selain Parman dari arah yang berlawanan yaitu dari dalam hutan jati


sepasang mata sipit juga dengan tatapan tajam memperhatikan gerak-gerik Sunardi dan Beno.


Baik Parman maupun pengintip lain nya menjadi tegang


ketika melihat Sunardi mengeluarkan pistol dari dalam jaketnya dan menodongkan


kearah Arga yang masih terus berjalan tidak menyadari bahaya yang mengintainya.

__ADS_1


“Arga…!”panggilan Sunardi membuat Arga membalikkan badan menoleh


ke arah suara Sunardi,  ia tertegun melihat orang yang mengaku


pamannya menodongkan senjata padanya.


“Paman….ada apa, apa yang paman lakukan ?” Arga menatap Sunardi nanar


“Kamu harusnya sudah mati disini sejak sebulan lalu” ujar Sunardi dengan senyum licik


menodongkan senjata ke Arga


“Apa maksud paman ?” tanya Arga tubuhnya bergetar


“karena kamu tidak boleh pulang ke Jakarta, kembalinya kamu ke rumah akan membuatku


kehilangan segalanya yang sudah aku usahakan selama ini ”. dengan mata nanar Sunardi


mulai mengarahkan senjatanya ke arah Arga.


“kalau kamu kembali ke Jakarta sekarang, Ayahmu akan membatalkan penyerahan


perusahaannya dan warisan hartanya kepada ku karena itu kamu harus aku lenyapkan


disini, sorry Arga kamu harus mati dan dikubur dihutan ini” katanya seraya


membidikkan pistolnya kedada Arga.


Bertepatan dengan Sunardi yang sedang mengangkat pistol dan menarik pelatuknya,


Parman secepat kilat lari kearah Arga sehingga menutupi pandangan Sunardi


yang sedang membidik dada Arga.


“Arga….awas…..aaaaah !!!” jerit Parman berbarengan dengan bunyi letusan senjata api


yang memuntahkan pelurunya menembus punggung punggung Parman.


“Parman….!!!!!!!!” jerit Arga menyambut tubuh Parman yang berlari kearahnya


dan memeluknya. Arga tidak menyangka Parman akan muncul tiba tiba dihadapannya.


Sunardi merasa kaget dan geram, ia tidak menyangka ada orang


yang menghalangi sasarannya dan bersiap menembakkan kembali senjatanya,


namun sebelum ia menyadari situasinya dari arah hutan terdengar suara geraman


dan gemuruh mendatangi dan menyerangnya tiba tiba.


Tak ayal lagi tubuhnya terpental ketika seekor **** hutan besar dengan ganas menerjangnya,


pistolnyapun terlepas dari tangannya dan terlempar kedalam sawah.


Terdengar dengusan kemarahan yang berbaur dengan jerit kesakitan Sunardi yang


berkali-kali kena tusukkan taring **** hutan yang menyeruduknya dan


menginjak-injak badan nya dengan buas. Sementara itu Beno terpaku menyaksikan


pemandangan yang mengerikan didepannya, Beno baru sadar ketika **** hutan itu


melepaskan tubuh Sunardi yang terkapar bersimbah darah dan ganti memandang tajam kearahnya.


Ia segera bersiap melarikan diri namun malang belum sempat badannya bergerak


dia sudah diterjang dengan ganas dan mengalami nasib yang sama dengan yang di alami Sunardi.


Setelah puas melihat mangsanya tidak bergerak lagi, **** hutan itu sejenak memandang ke


arah Arga yang sedang memeluk Parman dengan wajah kalut, Arga memandangnya


dengan ketakutan namun **** hutan itu menggoyangkan kepalanya kekanan dan


kekiri lalu melesat masuk kedalam hutan meninggalkan Arga yang panic dan wajah


yang memucat.

__ADS_1


__ADS_2