
Hoooeeeek…….Hooooeeekkk suara mengusik tidur Arga di pagi buta.
Arga mengerjakan matanya melirik jam di ponselnya pukul empat pagi,
menengok kesisi tempat tidur Arumi sudah tidak ada disisinya.
Hoooeeeek…….. Hooooeeek
Arga bergegas turun dari ranjang dan menyusul Arumi yang berada di kamar mandi,
Arga meraih tengkuk Arumi dan memijatnya perlahan
dan tangan kirinya mengelus lembut punggung Arumi.
Suara air kran yang di buka Arumi melegakan Arga, ia membantu Arumi
mencuci mulut dan membasuh wajah istrinya.
Wajah Arumi terlihat pucat dan lemah. Digendongnya
Arumi keluar kamar mandi dan merebahkannya di ranjang.
“Kenapa….? Tanya Arga lembut.
Arumi menangis menatap suaminya. “Maafin Arum … mas?
Arga merengkuh tubuh istrinya
“Kenapa minta maaf” di usap lembut punggung istrinya.
Tangis Arumi semakin kencang
. ”Kemarin Arum sombong, bilang sama dokter baik baik saja,
nggak mual dan muntah. Tapi sekarang ini perut Arum merasa mual mual dan
pingin muntah” ucap Arumi manja di pelukan Arga
“Mau Mas buatin teh manis hangat ya” tawar Arga. lembut
Arumi menggelengkan kepala “Nanti tambah mual”
“Kalau di olesin minyak angin bisa hilang nggak mualnya ?” Tanya Arga
Arumi kembali menggelengkan kepala
”Arum mau minum jahe hangat aja” wajahnya kuyu dan terlihat lesu.
Arga bangkit dan meninggalkan Arumi di kamar tak lama ia kembali dengan segelas
seduhan jahe hangat. Di raihnya kepala Arumi dan mengasungkan gelas kearah
mulut Arumi. Arumi meminumnya sedikit demi sedikit hingga habis setengah gelas
dan merebahkan lagi tubuhnya. Sudah merasa lega perlahan mata Arumi terpejam
lagi.
Arga meninggalkan Arumi menuju dapur membuatkan bubur untuk istrinya,
si mbok pembantu rumahnya tersenyum senyum melihat tuan mudanya
memasak sendiri bubur untuk istrinya dan menolak bantuannya.
Selesai memasak dilongoknya Arumi yang masih tertidur, Arga menuju kamar mandi
membersihkan diri. Setelah selesai mandi Arga membawa bubur yang dibuatnya ke
dalam kamar, di lihatnya Arumi yang masih terpejam dengan wajah pucat pasi.
Arga mengambil ponsel menghubungi Asistennya mengabarkan
ia tidak bisa ke kantor dan meminta asistennya mengantar berkas berkas
yang harus ditanda tangani di antar ke rumah.
“Mas….. kamu nggak berangkat kerja” Arumi sudah membuka matanya
melihat Arga duduk di sisi ranjang masih dengan kaos santai.
Arga mengecup kening Arumi “Kamu sarapan dulu ya.., udah mas buatin bubur”
Arum menatap Arga sendu “Tapi mual” cicit Arumi pelan
“Mas suapin sedikit…sedikit, perut kamu harus di isi” tegas Arga, saat ini Arumi
dalam mood manjanya mungkin karena hormone kehamilan.
Arga menyuapi istrinya. Sesuap demi sesuap bubur buatan Arga
memasuki mulut Arumi dan guyuran air lemon hangat
sukses mengisi sarapan pagi Arumi.
Satu kecupan kembali mendarat di kening Arumi
“Istirahat saja di kamar, mas nggak pergi ke kantor” Arga melangkah keluar
membawa mangkok dan gelas bekas sarapan Arumi.
Arga menikmati secangkir kopi yang di buatkan si mbok dan setangkup roti isi
__ADS_1
untuk sarapannya. Kembali kekamar memastikan Arumi tertidur
ia tersenyum melihat istrinya terlelap dengan wajah yang masih pucat.
Ponsel Arga bordering, mama menelpon. Arga melangkah keluar kamar
untuk menjawab telpon mama sekaligus membawa laptopnya keluar kamar
“Kamu sudah di kantor, Mantu Mama sehat khan?”
“Arga hari ini nggak ke kantor Ma, Arum sedang kurang sehat
baru saja istirahat, dari subuh tadi perutnya merasa mual dan muntah muntah.”
“Memang kemarin nggak di kasih obat mual dari dokter”
“kemarin Arum nggak apa apa mesara sehat aja,
baru pagi ini merasa mual dan muntahnya. Mama nggak jalan jalan sama Papa?”
“ Papa masih ketemu tuan Takashi, Mama tunggu di hotel aja.
Ya udah kamu jaga menantu Mama, Mama nggak lama deh di Jepang”
Mama nikmatin aja liburannya Arga bakal jaga istri dan calon anak Arga.
Nggak usah khawatir”
Arga menutup telponnya dan tersenyum, mama bersikeras ingin mempercepat liburannya
dan menemani memantunya. Mama memang sangat menyayangi Arumi,
meski awalnya bersikap dingin karena khawatir terhadap hubungan Arga dan Anita.
Arga membuka laptopnya mengecek berkas berkas yang di kirim melalui email oleh
asistennya. Beberapa saat kemudian Arga menutup laptop dan merentangkan kedua
tangannya kemudian menyandarkan kepala di sofa dan memejamkan mata.
Arumi terbangun mendengar dering ponselnya tertera nama Wati di layar,
Arum memencet tombol hijau
“Assalamu alaikum, apa kabar Arum ?”
“Waalaikum salam, Watiiiii…. Kangen”
“iya aku juga kangen, kamu baik baikkan di Jakarta.
Mas Arga tetap sayang sama kamu kan?, Gmana ponakanku?
Ngga gangguan bundanya kan,?”
mas Arga juga makin sayang sama aku, kalau ponakan kamu
sekarang mulai jahilin bundanya nih sejak subuh aku dibikin mual
dan muntah muntah, sampe ayahnya ikutan repot dari mulai mijitin
tengkuk, nyiapin jahe hangat sampe nyuapin aku bubur.”
“Aduh senengnya yang di perhatiin suami sampe di suapin segala hehehe “
“makanya kamu cepetan nikah. Eh gmana kalau kamu pilih salah satu
dari temennya mas Arga, itu mas Roni dan mas Hilman yang nganter
bapak pulang ke desa. kamu dah kenalan kan?”
Obrolan kami berlanjut tentang Roni dan Hilman membuka usaha travel wisata.
Mereka mengajak bapak untuk bekerjasama mengelola hutan jati
menjadi kawasan wisata alam, mereka juga membuat aplikasi perjalanan wisata
yang bisa di pesan dengan online. Mas Roni dan mas Hilman
mengajarkan anak muda di desa dengan banyak keahlian,
sekarang malah Wati sudah membuka kios oleh oleh bekerja sama dengan
mas Hilman. Ah.. mendengar cerita Wati aku jadi rindu bapak dan desaku.
Terlalu asik telponan dengan Wati, Arumi tidak menyadari keberadaan Arga
di kamar. Ehem…. Telpon sama siapa? Tanya mas Arga
“Wati..” ucap Arumi
Arga membelai wajah istrinya “udah siang, kamu mau makan apa?
‘Boleh makan bebek goreng lagi kayak yang kemarin ga?”
Arumi kecanduan menu bebek yang kemarin di santapnya.
“delivery aja yah” tawar mas Arga, tidak ingin membawa Arumi keluar rumah.
Arumi mengangguk lalu bangkit dari tempat tidur berjalan keluar kamar
“mau makan di taman samping saja.” Melangkahkan kakinya ke taman
__ADS_1
Mas Arga mengikuti Arumi sambil membuka ponsel mencari menu bebek goreng
yang di minta Arumi. “kalau yang ini mau nggak: mas Arga menunjukkan
menu bebek goreng di ponselnya dan dianggukkan oleh Arumi.
Arumi sedang duduk di taman samping rumah menunggu mas Arga tengah
bertransaksi dengan kurir aplikasi ojek online yang di pesan nya.
Arga membeli nasi bebek kremes yang sempat Arumi lihat di ponselnya.
Arga langsung meraih ponsel yang dipgang istrinya
dan memesan menu itu ketika ia melihat Arumi memandangi gambar nasi bebek
dengan mimik wajah pengen. Biar anakku nggak ngiler katanya,
Arumi hanya tersenyum simpul menikmati perhatian suaminya.
Sejak di ajak Arga makan bebek goreng di restoran kemarin,
Arumi jadi tergila gila dengan menu bebek. Arumi langsung
tergiur melihat berbagai menu masakan bebek yang dia lihat dari hp mas Arga.
Sepasang tangan melingkar di tubuh Arum, dirasakannya bibir
dan hidung mas Arga di atas kepala.
“nasinya udah ada, mau makan sekarang?” gumam mas Arga
dengan tetap mencium rambut Arumi.
Arumi mengangguk dan melepaskan pelukannya
lalu berjalan membuka bungkusan nasi bebek kremes yang
membuat penasaran. Enak sih tapi hanya dimakan separuh porsi.
“Kenapa nggak enak? Mau muntah” Tanya Arga
ketika Arumi membungkus sisa nasi yang tidak tertampung diperutku.
Menggelengkan kepala Arumi menyingkirkan sisa nasi “enggak, Cuma udah kenyang
porsinya banyak banget” ucap Sandya
Arga tersenyum “Ada buah melon mau dipotongin buah,” Arumi mengangguk
Berdua mereka menikmati potongan buah melon.
“Mas Arum kangen bapak” ucap Arumi
Mas Arga mengelus kepala ku lalu membuka ponselnya
dan diberikan pada Arumi
“Tadi bapak telpon dan kirim pesan, nih kamu lihat sendiri kiriman bapak”
Arumi membaca pesan dari bapak
Bapak membeli empat ekor anak kambing akan bapak rawat
untuk aqiqah anak kalian nanti.
Ada gambar empat bayi kambing di samping rumah bapak.
Bapak juga menanami pekarangan belakang rumah
dengan berbagai macam bunga dar bibit yang di bawa nak Hilman
Ada lagi gambar pekarangan belakang yang mulai ditanami pohon pohon bunga
“Bapak cerita kalau Roni dan Hilman meminta izin bapak dan mengajak bapak
bekerja sama mengelola hutan jadi menjadi daerah wisata alam.
Mereka membuat travel wisata yang bisa di pesan melalui online.
Dengan mengajak pemuda pemuda untuk mengembangkan hasil kerajinan
yang ada di desa. Roni dan Hilman juga mengajarkan banyak hal
pada pemuda pemudi di sana bagaimana memulai bisnis dan mengembangkan usaha.
Bapak bercerita tentang banyak hal dan perubahan yang terjadi di hutan jati barat,
dimana jalan penghubung desa sudah lebih baik dan
semakin rame dikunjungi pelancong maupun pebisnis yang mencari hasil pertanian
dan perkebunan dari desa. Wati teman kamu juga membuka kios oleh oleh
di lokasi wisata kuliner yang di gagas Roni dan Hilman.
"Bapak titip peluk sayang buat putrinya dan berjanji akan ke Jakarta
saat kamu melahirkan".”
Arumi tersenyum dengan binary bahagia mendengar kabar bapak dari suaminya
__ADS_1
lalu mendekatkan tubuhnya pada Arga. Arga memeluk dan mencium kening Arumi.