Takdir cinta Arumi

Takdir cinta Arumi
Episode 31


__ADS_3

Hoooeeeek…….Hooooeeekkk suara mengusik tidur Arga di pagi buta.


Arga mengerjakan matanya melirik jam di ponselnya pukul empat pagi,


menengok kesisi tempat tidur Arumi sudah tidak ada disisinya.


Hoooeeeek…….. Hooooeeek


Arga bergegas turun dari ranjang dan menyusul Arumi yang berada di kamar mandi,


Arga meraih tengkuk Arumi dan memijatnya perlahan


dan tangan kirinya mengelus lembut punggung Arumi.


Suara air kran yang di buka Arumi melegakan Arga, ia membantu Arumi


mencuci mulut dan membasuh wajah istrinya.


Wajah Arumi terlihat pucat dan lemah. Digendongnya


Arumi keluar kamar mandi dan merebahkannya di ranjang.


“Kenapa….? Tanya Arga lembut.


Arumi menangis menatap suaminya. “Maafin Arum … mas?


Arga merengkuh tubuh istrinya


“Kenapa minta maaf” di usap lembut punggung istrinya.


Tangis Arumi semakin kencang


. ”Kemarin Arum sombong, bilang sama dokter baik baik saja,


nggak mual dan muntah. Tapi sekarang ini perut Arum merasa mual mual dan


pingin muntah” ucap Arumi manja di pelukan Arga


“Mau Mas buatin teh manis hangat ya” tawar Arga. lembut


Arumi menggelengkan kepala “Nanti tambah mual”


“Kalau di olesin minyak angin bisa hilang nggak mualnya ?” Tanya Arga


Arumi kembali menggelengkan kepala


”Arum mau minum jahe hangat aja” wajahnya kuyu dan terlihat lesu.


Arga bangkit dan meninggalkan Arumi di kamar tak lama ia kembali dengan segelas


seduhan jahe hangat. Di raihnya kepala Arumi dan mengasungkan gelas kearah


mulut Arumi. Arumi meminumnya sedikit demi sedikit hingga habis setengah gelas


dan merebahkan lagi tubuhnya. Sudah merasa lega perlahan mata Arumi terpejam


lagi.


Arga meninggalkan Arumi menuju dapur membuatkan bubur untuk istrinya,


si mbok pembantu rumahnya tersenyum senyum melihat tuan mudanya


memasak sendiri bubur untuk istrinya dan menolak bantuannya.


Selesai memasak dilongoknya Arumi yang masih tertidur, Arga menuju kamar mandi


membersihkan diri. Setelah selesai mandi Arga membawa bubur yang dibuatnya ke


dalam kamar, di lihatnya Arumi yang masih terpejam dengan wajah pucat pasi.


Arga mengambil ponsel menghubungi Asistennya mengabarkan


ia tidak bisa ke kantor dan meminta asistennya mengantar berkas berkas


yang harus ditanda tangani di antar ke rumah.


“Mas….. kamu nggak berangkat kerja” Arumi sudah membuka matanya


melihat Arga duduk di sisi ranjang masih dengan kaos santai.


Arga mengecup kening Arumi “Kamu sarapan dulu ya.., udah mas buatin bubur”


Arum menatap Arga sendu “Tapi mual” cicit Arumi pelan


“Mas suapin sedikit…sedikit, perut kamu harus di isi” tegas Arga, saat ini Arumi


dalam mood manjanya mungkin karena hormone kehamilan.


Arga menyuapi istrinya. Sesuap demi sesuap bubur buatan Arga


memasuki mulut Arumi dan guyuran air lemon hangat


sukses mengisi sarapan pagi Arumi.


Satu kecupan kembali mendarat di kening Arumi


“Istirahat saja di kamar, mas nggak pergi ke kantor” Arga melangkah keluar


membawa mangkok dan gelas bekas sarapan Arumi.


Arga menikmati secangkir kopi yang di buatkan si mbok dan setangkup roti isi

__ADS_1


untuk sarapannya. Kembali kekamar memastikan Arumi tertidur


ia tersenyum melihat istrinya terlelap dengan wajah yang masih pucat.


Ponsel Arga bordering, mama menelpon. Arga melangkah keluar kamar


untuk menjawab telpon mama sekaligus  membawa laptopnya keluar kamar


“Kamu sudah di kantor, Mantu Mama sehat khan?”


“Arga hari ini nggak ke kantor Ma, Arum sedang kurang sehat


baru saja istirahat,  dari subuh tadi perutnya merasa mual dan muntah muntah.”


“Memang kemarin nggak di kasih obat mual dari dokter”


“kemarin Arum nggak apa apa mesara sehat aja,


baru pagi ini merasa mual dan muntahnya. Mama nggak jalan jalan sama Papa?”


“ Papa masih ketemu tuan Takashi, Mama tunggu di hotel aja.


Ya udah kamu jaga menantu Mama, Mama nggak lama deh di Jepang”


Mama nikmatin aja liburannya Arga bakal jaga istri dan calon anak Arga.


Nggak usah khawatir”


Arga menutup telponnya dan tersenyum, mama bersikeras ingin mempercepat liburannya


dan menemani memantunya. Mama memang sangat menyayangi Arumi,


meski awalnya bersikap dingin karena khawatir terhadap hubungan Arga dan Anita.


Arga membuka laptopnya mengecek berkas berkas yang di kirim melalui email oleh


asistennya. Beberapa saat kemudian Arga menutup laptop dan merentangkan kedua


tangannya kemudian menyandarkan kepala di sofa dan memejamkan mata.


Arumi terbangun mendengar dering ponselnya tertera nama Wati di layar,


Arum memencet tombol hijau


“Assalamu alaikum, apa kabar Arum ?”


“Waalaikum salam, Watiiiii…. Kangen”


“iya aku juga kangen, kamu baik baikkan di Jakarta.


Mas Arga tetap sayang sama kamu kan?, Gmana ponakanku?


Ngga gangguan bundanya kan,?”


mas Arga juga makin sayang sama aku, kalau ponakan kamu


sekarang mulai jahilin bundanya nih sejak subuh aku dibikin mual


dan muntah muntah, sampe ayahnya ikutan repot dari mulai mijitin


tengkuk, nyiapin jahe hangat sampe nyuapin aku bubur.”


“Aduh senengnya yang di perhatiin suami sampe di suapin segala hehehe “


“makanya kamu cepetan nikah.  Eh gmana kalau kamu pilih salah satu


dari temennya mas Arga, itu mas Roni dan mas Hilman yang nganter


bapak pulang ke desa. kamu dah kenalan kan?”


Obrolan kami berlanjut tentang Roni dan Hilman membuka usaha travel wisata.


Mereka mengajak bapak untuk bekerjasama mengelola hutan jati


menjadi kawasan wisata alam, mereka juga membuat aplikasi perjalanan wisata


yang bisa di pesan dengan online. Mas Roni dan mas Hilman


mengajarkan anak muda di desa dengan banyak keahlian,


sekarang malah Wati sudah membuka kios oleh oleh bekerja sama dengan


mas Hilman. Ah.. mendengar cerita Wati aku jadi rindu bapak dan desaku.


Terlalu  asik telponan dengan Wati, Arumi tidak menyadari keberadaan Arga


di kamar. Ehem…. Telpon sama siapa? Tanya mas Arga


“Wati..” ucap Arumi


Arga membelai wajah istrinya “udah siang, kamu mau makan apa?


‘Boleh makan bebek goreng lagi kayak yang kemarin ga?”


Arumi kecanduan menu bebek yang kemarin di santapnya.


“delivery aja yah” tawar mas Arga, tidak ingin membawa Arumi keluar rumah.


Arumi mengangguk lalu bangkit dari tempat tidur berjalan keluar kamar


“mau makan di taman samping saja.” Melangkahkan kakinya ke taman

__ADS_1


Mas Arga mengikuti Arumi sambil membuka ponsel mencari menu bebek goreng


yang di minta Arumi. “kalau yang ini mau nggak: mas Arga menunjukkan


menu bebek goreng di ponselnya dan dianggukkan oleh Arumi.


Arumi sedang duduk di taman samping rumah menunggu mas Arga tengah


bertransaksi dengan kurir aplikasi ojek online yang di pesan nya.


Arga membeli nasi bebek kremes yang sempat Arumi lihat di ponselnya.


Arga langsung meraih ponsel yang dipgang istrinya


dan memesan menu itu ketika ia melihat Arumi memandangi gambar nasi bebek


dengan mimik wajah pengen. Biar anakku nggak ngiler katanya,


Arumi hanya tersenyum simpul menikmati perhatian suaminya.


Sejak di ajak Arga makan bebek goreng di restoran kemarin,


Arumi jadi tergila gila dengan menu bebek. Arumi langsung


tergiur melihat berbagai menu masakan bebek yang dia lihat dari hp mas Arga.


Sepasang tangan melingkar di tubuh Arum, dirasakannya bibir


dan hidung mas Arga di atas kepala.


“nasinya udah ada, mau makan sekarang?” gumam mas Arga


dengan tetap mencium rambut Arumi.


Arumi mengangguk dan melepaskan pelukannya


lalu berjalan membuka bungkusan nasi bebek kremes yang


membuat penasaran. Enak sih tapi hanya dimakan separuh porsi.


“Kenapa nggak enak? Mau muntah” Tanya Arga


ketika Arumi membungkus sisa nasi yang tidak tertampung diperutku.


Menggelengkan kepala Arumi menyingkirkan sisa nasi “enggak, Cuma udah kenyang


porsinya banyak banget” ucap Sandya


Arga tersenyum “Ada buah melon mau dipotongin buah,” Arumi mengangguk


Berdua mereka menikmati potongan buah melon.


 “Mas Arum kangen bapak” ucap Arumi


Mas Arga mengelus kepala ku lalu membuka ponselnya


dan diberikan pada Arumi


“Tadi bapak telpon dan kirim pesan, nih kamu lihat sendiri kiriman bapak”


Arumi membaca pesan dari bapak


Bapak membeli empat ekor anak kambing akan bapak rawat


untuk aqiqah anak kalian nanti.


Ada gambar empat bayi kambing di samping rumah bapak.


Bapak juga menanami pekarangan belakang rumah


dengan berbagai macam bunga dar bibit yang di bawa nak Hilman


Ada lagi gambar pekarangan belakang yang mulai ditanami pohon pohon bunga


“Bapak cerita kalau Roni dan Hilman meminta izin bapak dan mengajak bapak


bekerja sama mengelola hutan jadi menjadi daerah wisata alam.


Mereka membuat travel wisata yang bisa di pesan melalui online.


Dengan mengajak pemuda pemuda untuk mengembangkan hasil kerajinan


yang ada di desa. Roni dan Hilman juga mengajarkan banyak hal


pada pemuda pemudi di sana bagaimana memulai bisnis dan mengembangkan usaha.


Bapak bercerita tentang banyak hal dan perubahan yang terjadi di hutan jati barat,


dimana jalan penghubung desa sudah lebih baik dan


semakin rame dikunjungi pelancong maupun pebisnis yang mencari hasil pertanian


dan perkebunan dari desa. Wati teman kamu juga membuka kios  oleh oleh


di lokasi wisata kuliner yang di gagas Roni dan Hilman.


"Bapak titip peluk sayang buat putrinya dan berjanji akan ke Jakarta


saat kamu melahirkan".”


Arumi tersenyum dengan binary bahagia mendengar kabar bapak dari suaminya

__ADS_1


lalu mendekatkan tubuhnya pada Arga. Arga memeluk dan mencium kening Arumi.


__ADS_2