Takdir cinta Arumi

Takdir cinta Arumi
Episode 16


__ADS_3

Dari kota Purwokerto Arga dan Arumi menaiki bus ke Jakarta. Sepanjang perjalanan


mereka lebih banyak terdiam tenggelam dengan pikirannya masing masing, Arumi


merebahkan kepalanya dibahu suaminya perasaanya gelisah membayangkan apa yang


akan terjadi sesampainya dirumah suaminya. Arga menggenggan tangan istrinya,


Dia juga merasakan kegelisahan Arumi dan berusaha menenangkannya


“Tudurlah…..kita  baru akan sampai Jakarta besok pagi” Arga mengusap kepala istrinya.


Tidak ada jawaban dari Arumi matanya terpejam tapi pikirannya berlari entah jauh kemana.


Ada rasa yang tidak di mengerti membuatnya merasa takut.


Pukul delapan pagi bus yang ditumpangi Arga dan istrinya sampai di salah satu terminal


bus di Jakarta. Setelah meluruskan kedua kakinya yang terasa pegal dan kaku


setelah semalaman duduk dalam bus, Arga dan Arumi bangun dari kursi mereka


dan melangkah keluar dari bus.


Suasana terminal pagi itu sangat ramai hingga untuk lewat pun harus sabar mengantri


karena banyaknya penumpang yang masih duduk-duduk diteras terminal. Arumi


berjalan sambil memegang lengan suaminya yang menjinjing tas pakaian. Ketika


keduanya sedang berjalan di antara bus-bus yang parkir  menuju pintu keluar terminal dari arah


belakang mereka terdengar keributan dan  teriakan:


“Tangkap….copet!….kejar !”. Arumi yang lebih dulu menoleh kebelakang


dan melihat seorang laki-laki dikejar banyak orang menuju kearahnya,


ia segera merapatkan badannya ke badan bus yang ada disampingnya.


Tapi lain halnya dengan Arga yang memandang fokus kedepan


dan tidak menyadari keadaan dibelakangnya, sekilas ia mendengar teriakan istrinya:


“Mas Arga…awas !!” Namun belum sempat menoleh kearah istrinya, ia merasa badannya


terdorong dengan keras kesamping membentur bus. Arga mengaduh sambil memegang


kepalanya yang terbentur tiang besi, tasnya terlepas dari tangannya, ia mengerjap


ngerjapkan matanya kemudian pandangan  menjadi gelap dan tubuhnya jatuh terkulai.


Arumi yang menyaksikan suaminya terjatuh menjadi histeris membuat perhatian


orang orang di terminal mengarah pada Arumi dan Arga.


“Mas Arga…. !!” Arumi berteriak memanggil manggil suami nya yang terkulai pingsan


dipelukannya. Seorang petugas terminal berseragam DLLAJR yang melihat kerumunan


orang yang mengelilingi Arumi segera mendatanginya untuk menolong dan membubarkan


kerumunan orang di sekitar Arumi. Petugas itu segera minta Arumi membawa tasnya


lalu memanggil petugas lainnya untuk membantu mengangkat Arga kedalam kantor


terminal. Atas anjuran kepala Terminal Arga segera dibawa ke rumah sakit maka


dengan menggunakan mobil DLLAJR.


Arga di bawa ke Rumah Sakit yang terletak tidak jauh dari terminal bus tersebut.


Sepanjang jalan Arumi menangis dan memeluk suaminya yang diam tak bergerak. Arumi

__ADS_1


merasa panik wajah nya terlihat pucat pasi, ia baru pertama kali berada di kota


ini dan harus mengalami kejadian buruk tanpa ada seseorang yang ia kenal selain


suaminya sedangkan sekarang suaminya mengalami kecelakaan yang entah bagaimana


keadaanya. Tubuhnya gemetar dan ia sangat ketakutan.


“mas Arga….bangun mas, kita sudah di Jakarta ayo temui mama dan papa, jangan


tinggalkan Arum” rintihan pelan Arumi bisikan di telinga Arga.


Sampai di Rumah sakit Arga langsung diterima di ruang rawat sementara unit gawat


darurat. Arumi menunggu diluar selama Arga ditangani Dokter


sambil  memeluk tas pakaiannya dengan perasaan cemas tubuhnya gemetar,


wajah wanita itu sudah tidak karuan, ada guratan yang


terpancar di sana hatinya diliputi kebingungan dan ketakutan tidak tahu apa


yang harus dia lakukan.


Ketika dokter yang memeriksa Arga keluar ia segera menanyakan keadaan suaminya.


“Nyonya….suami anda belum sadar tapi keadaan umumnya bagus jadi tidak ada yang perlu


dikuatirkan sudah diberi obat mungkin sebentar lagi akan siuman, silahkan anda


menunggunya didalam.” Dokter itu menjelaskan pada Arumi.


Arumi segera masuk menemui Arga dan duduk disisi brankar tempat Arga terbaring dengan


selang infus ditangan isaknya masih meramaikan ruangan.


Dipandangnya wajah  suami nya sekuat tenaga menahan tangis.


Tangannya gemetar membuka tas pakaiannya dan mengambil handuk kecil lalu


penuh kasih sayang, selesai mengelap ia mengusap rambut suaminya. Wajah Arga masih


terlihat pucat.


Tak berapa lama Arga membuka matanya, Arga tampak kebingunan memandang sekitarnya,


Arga tertegun dan merasa heran melihat seorang wanita cantik yang duduk disisi


tempat tidurnya sedang memandangnya dengan pandangan mata berbinar binar


gembira meskipun pipinya basah oleh air mata.


“Alhamdulillah Mas Arga…..kamu sudah sadar…oh syukurlah ”. ucap Arumi merasa lega


melihat Arga yang sudah membuka matanya lalu memeluk suaminya


“Si...siapa…kamu..? kamu…kenal aku ?” tanya Arga keheranan dirinya dipeluk mesra melepaskan


pelukannya. Bagai kejatuhan berkarung karung beban berat Arumi terhenyak saat


Arga melepaskan pelukkannya, tubuhnya seketika kaku.


“Mas Arga! Kamu tidak apa apa kan?” cicit Arumi sendu melihat pandangan Arga


yang bingung dan tidak lagi mengenalinya.


“Aku…dimana…?” Arga segera bangun dan duduk di brankarnya


setelah Arumi melepaskan pelukannya. Arumi hanya terdiam,


pikirannya tiba tiba kosong, wanita itu bingung mengetahui


keadaan suaminya yang tidak mengenalnya lagi saat tersadar dari pingsannya

__ADS_1


tidak tahu apa yang harus dilakukannya.


“Kamu di rumah sakit…karena pingsan ”. ucap Arumi lirih


“Kamu kenal aku…, pasti kamu juga kenal teman temanku, di mana Roni dan Hilman apa


mereka masih menunggu ku dihutan jati?”.Arga bertanya dengan tidak sabar


“Maaf mas…saya tidak kenal mereka…” sahut Arumi pelan


“Apakah kamu yang mengantar aku dari hutan jati kesini? sendirian ? dan kenapa aku bisa


pingsan, tolong ceritakan…aku tak ingat apa-apa…!, siapa namamu dan mengapa


kamu bersamaku disini?” Arga yang dalam kebingungan melontarkan banyak


pertanyaan pada Arumi.


Tubuh Arumi bergetar menyadari keadaan suaminya, dengan hati yang teriris pilu Arumi


tersenyum lembut menutupi keresahannya dan dengan perasaan yang sangat perih Arumi


mencoba menjelaskan kejadian yang menimpa Arga hingga ia pingsan dan dibawa ke


rumah sakit ini.


“Mas Arga….saya teman mas dari desa hutan jati barat, nama ku Sandya, kamu tinggal


dirumah Pak Bapak angkatku di desa, karena kamu akan ke Jakarta maka bapak menitipkan


saya kepadamu yang juga akan pergi ke Jakarta. Sampai di terminal bus pagi tadi


kepalamu terbentur bus saat kamu tertabrak copet yang lari kearahmu dan kamu


pingsan lalu kamu di bawa ke rumah sakit ini ”.jelas Arumi tenang yang


mengganti panggilannya dengan nama belakangnya.


“Oh..begitu…ehm…tujuanmu ke Jakarta mau menemui siapa ?”.tanya Arga


“Saya ke Jakarta mencari suamiku, kami baru dua bulan yang lalu menikah tapi dia


pergi meninggalkan saya begitu saja” kata Arumi sambil mengusap airmatanya,


hati- nya sangat pedih.


“Jangan menangis Sandya…aku akan membantu mencari suamimu..


kamu bisa tinggal sementara dirumahku,


orang tuaku pasti tidak akan keberatan menerimamu ”.ucap Arga lembut


menatap Arumi.


Arumi hanya terdiam menahan air matanya “Terimakasih” mata Arumi berkaca kaca


berusaha menahan perasaannya namun ia tak mampu


menahan lagi air matanya yang deras mengalir dipipinya, hatinya miris mendengar


ucapan suaminya yang menganggapnya orang asing, laki laki yang katanya


mencintainya dan berjanji melindunginya telah melupakannya, kini ia tak mungkin


lagi bisa memeluk dan mencurahkan kasih sayangnya  sebagai seorang istri


kepada lelaki yang sangat di cintainya ini.


Arga menggenggan tangan wanita itu berusaha menenangkan dan menghibur Sandya yang


sedang menangis sambil menelungkupkan kepalanya disisi tempat tidur, ada rasa


aneh mendesir dihatinya lalu di usapnya ujung kepala wanita itu dengan lembut

__ADS_1


seakan hatinya merasakan sakit yang di alami Sandya.


__ADS_2