Takdir cinta Arumi

Takdir cinta Arumi
Episode 23


__ADS_3

Pagi-pagi Sandya sudah duduk diteras sambil termenung memandang ke arah pintu gerbang,


wajahnya yang ayu tampak sendu bekas tangis masih tampak nyata di matanya.


“Sandya….ada yang kamu tunggu nak ? pagi-pagi sudah duduk di sini ” sapa Bu Rahma.


“Oh ibu…., saya menunggu Bapak, mudah-mudahan hari ini datang,


saya ingin pulang ke desa ” sahut Sandya gugup mendapati mertuanya


sudah dibelakangnya.


“Pulang….? Bu Rahma mengeryitkan dahi menatap Sandya heran.


“Lho kamu kan belum ketemu dengan suamimu, katanya kamu mau mencarinya,


Sandya kamu habis menangis ya ! eh.. kenapa pipi kirimu, kok merah?” bu Rahma


cemas melihat keadaan Sandya pagi ini.


“Ah…tidak..apa-apa bu, hanya kurang tidur saja” sahut nya gugup.


“Selamat pagi Ma….ehm Sandya kamu sudah bangun?” sapa Arga gugup.


“Ini…Mama lagi tanya sama Sandya kenapa matanya bengkak


dan pipinya kelihatan merah”. Arga memandang kearah Sandya


yang duduk menunduk dengan tangan kiri menutupi


pipinya. Setelah menghela nafas Arga duduk disamping Sandya.


“Ehm ..Mama kedalam dulu ya menyiapkan sarapan!” ujar Bu Rahma


meninggalkan Arga dan Sandya.


“Sandya….maafkan kekasaranku semalam, entah apa yang terjadi pada diriku


semalam aku gelisah ingin menemuimu tapi kamu tak mau,


Sandya….ku mohon jangan marah padaku…!” pinta Arga


seraya meraih tangan Sandya dan menggenggamnya.


“Sudahlah …aku tak apa-apa !”. ucap Sandya pelan


“Sandya….setelah sarapan kamu mau jalan-jalan kemana?” tanya Arga


seraya menatap penuh harap


tapi Sandya hanya terdiam mengabaikan Arga


“Aku ingin mengajak kamu jalan jalan, kita pergi berdua saja .Sandya..” bisik Arga


lirih, tangannya meremas lembut jemari yang digenggamnya.


Tiba-tiba keduanya dikagetkan bunyi klakson mobil, tampak mobil Anita


masuk ke halaman rumah Arga


“Arga…!” teriak Anita.


Sandya segera menarik tangan nya melihat kedatangan Anita dan


langsung berdiri masuk kedalam rumah.


“Itu…tunanganmu datang !” ucap Sandya sambil berlalu.


“Sandya…tunggu!” panggil Arga tapi Sandya tak menggubrisnya


melangkah masuk tanpa menoleh ke arah Arga.

__ADS_1


“Anita…pagi-pagi ke rumahku ada apa ?” tegur Arga.


“Arga….ini kan hari libur, aku ingin jalan-jalan kepantai bersamamu” sahut Anita.


Arga tidak menggubris ajakan Anita. “Kita kedalam sarapan dulu !”.


“Pagi…Tante…pagi ..Oom!” sapa Anita.


“Pagi…eh Anita, ayo sarapan sama-sama!” ajak Bu Rahma.


Mereka kemudian duduk dimeja makan.


Ada Sandya yang sudah diminta duduk lebih dulu oleh bu Rahma dan pak Purnomo


“Tumben pagi-pagi sudah njemput Arga mau jalan jalan kemana?”


tanya Pak Purnomo yang sedang sarapan


“Mau ngajak Arga jalan-jalan ke pantai.. bolehkan Om ?” Tanya Anita


dengan nada manja.


“Boleh…saja atau Sandya juga barangkali ingin lihat pantai ?” tegur pak Purnomo


pada Sandya yang sejak tadi di lihat hanya memandangi sarapannya.


“Tidak Pa…saya sedang menunggu Bapak, kalau Bapak


datang saya mau langsung pulang ke desa ” sahut Sandya.


Pak Purnomo dan Arga menatap lekat mendengar jawaban Sandya.


“Pulang..? bukankah kamu belum ketemu suamimu?” tanya Pak Purnomo.


“Iya…Mama juga sudah menanyakannya tadi tapi Sandya tetap ingin pulang ”


sela Bu Rahma. Sandya hanya terdiam menundukan wajahnya.


“Tidak…., kamu tidak boleh pulang, hari ini aku akan mengantarmu keliling kota mencari


suamimu, ehm…Anita maaf aku tak bisa pergi dengamu karena aku akan menemani


Sandya mencari suaminya” sela Arga dengan tegas.


“Sandya….tetaplah disini…, Papa dan Mama sudah sepakat tadi malam,


kita akan membantu mencari suamimu sampai ketemu,


tapi bila suami tidak ditemukan atau kamu ingin pisah darinya…,


kamu bisa tinggal dengan di sini, kami akan mengangkatmu sebagai anak kami….,


Sandya kami ingin membalas kebaikanmu yang telah membawa Arga pulang kerumah,


tinggallah bersama kami ! dan supaya kamu tidak bosan dirumah Papa


akan memberimu pekerjaan dikantor atau kamu bisa melanjutkan kuliah, bagaimana


kau setuju ?” tanya Pak Purnomo menatap Sandya


“Dan mulai sekarang kamu harus memanggil kami mama dan papa” timpal bu Rahma


memeluk bahu wanita cantik yang membuatnya jatuh sayang.


Sesuatu berdesir di dada Sandya, ada perasaan hangat menyusup ke relung hatinya


saat orang tua Arga memintanya memanggil Mama dan Papa,


ada rasa haru dimana ia merasakan sebagai bagian keluarga ini


meskipun Arga kini tidak mengingatnya sebagai istri.

__ADS_1


“bapak…terima kasih…atas kebaikan bapak dan ibu kepada saya…tapi…”.


“Sandya…jangan menolak terimalah permintaan Papa dan Mama….


percayalah kami semua sayang kamu” ujar Arga sudah menyela penuh semangat


sebelum Sandya menyelesaikan perkataannya.


Anita yang ikut mendengar dan melihat perhatian Arga dan keluarganya pada Sandya


menatap Sandya tajam penuh dendam hatinya sangat sakit dan geram.


“Sudah lah sekarang lanjutkan sarapannya, ngobrolnya nanti saja!” pinta Bu Rahma.


Bu Rahma memperhatikan pandangan Anita pada Sandya, ia merasakan kekesalan hati


Anita melihat Arga tetap bersikeras ingin pergi berdua dengan Sandya meskipun


wanita itu sudah berusaha menolaknya karena tidak enak pada Anita.


“Arga…apa tidak sebaiknya kalian pergi bertiga saja, kasihankan Anita


sudah datang menjemput kamu masa kamu tinggal”. Bu Rahma memberi saran pada Arga,


Belum sempat Arga menjawab permintaan Ibunya,


tampak sebuah mobil memasuki halaman yang ternyata Roni dan Hilman.


Roni dan Hilman sudah terbiasa berkunjung kerumah Arga, mereka memasuki rumah


dan langsung bergabung ke ruang makan. Sandya gembira menyambut


kedatangan Roni dan Hilman.


“Hai…Mas Roni, mas Hilman kalian datang juga” tegur Sandya dengan wajah ceria


menghampiri keduanya membuat Arga memalingkan wajah menatap lekat Sandya.


“kalian akhirnya datang juga ayo kita pergi keluar,


Anita sudah mengajak mas Arga pergi ke pantai” bisik Sandya pelan.


Roni mengangguk lalu mereka menghampiri tuan rumah.


“Pagi Tante, pagi Oom, hallo Arga dan Anita kalian dah siap mau pergi ya?


 Mau jalan kemana?” sapa Roni.


“Kalian ngapain pagi pagi sudah ke sini ?” tanya Arga sinis.


Membuat Roni dan Hilman terkekeh


“duh Arga pulang dari hutan jadi galak amat” seloroh Hilman


“Kami mau mengajak Sandya keliling kota mencari suaminya


sekalian mau membuat video, Sandya mau menyanyi” sahut Roni.


“Sorry…Ron….Sandya akan pergi bersamaku pagi ini”.protes Arga


“Arga…biar Sandya bersama Roni dan Hilman, jadi kita bisa pergi ke pantai ”


sela Anita manja.


“Kalau begitu kita pergi bersama saja jadi rame, Ron kita buat vidio Sandya di pantai


saja gimana ?” usul Hilman. Roni menganggukkan kepala sambil tersenyum


melirik  Arumi.


“Baiklah…ayo kita kepantai !” Arga akhirnya terpaksa menerima usul Hilman,

__ADS_1


yang penting bagi nya bisa mengawasi Sandya.


__ADS_2