Takdir cinta Arumi

Takdir cinta Arumi
Episode 26


__ADS_3

Sandya terbangun pukul lima pagi dengan tubuh yang masih terasa lemah


ia masuk kamar mandi untuk membersihkan diri,


dinginnya air yang mengguyur tubuhnya cukup untuk memberikan kesegaran.


Selesai mandi Sandya membereskan kamar yang telah di tempatinya


kemudian memasukkan baju bajunya ke dalam tas besar yang dibawanya dari desa.


Sandya sudah mantap untuk meninggalkan rumah ini saat acara pertunangan berlangsung,


ia sudah menyiapkan sepucuk surat yang akan ditinggal di kamar ini.


Karena ia tidak akan sanggup untuk pamit pada Arga.


Sandya keluar kamar menemui bu Rahma


untuk membantu persiapan pesta sesuai janjinya kemarin.


Sejak pagi bu Rahma sudah disibukkan dengan berbagai hal


untuk mempersiapkan acara pertunanga Arga dan Anita.


Pembantu rumah tangga di kerahkan untuk membereskan rumah dan menata


ruangan agar terlihat rapi dan indah.


Sandya menghela napas  bersandar di meja dengan


pikiran berkelana jauh membayangkan Arga.


Ingatan Sandya kembali pada saat saat bersama Arga di desa


hingga insiden yang terjadi di terminal  yang membuat Arga melupakan dirinya.


Arga suaminya yang hari ini akan bertunangan dengan wanita lain.


Menjelang siang mobil catering yang membawa hidangan pesta


berupa makanan, kue kue dan minuman sudah sampai di depan rumah Arga,


Bu Rahma meminta Sandya membantu petugas catering


menata diatas meja makan yang sudah disiapkan.


Rino dan Hilman baru saja masuk ke dalam rumah Arga,


keduanya langsung menemui Sandya.


Sandya menyambut keduanya dengan senyum tipis.


“Sandya adiknya mas Roni yang cantik…. bagaimana keadaanmu”


Tanya Roni gemas


“Mana Arga” Hilman mengarahkan pandangannya ke seantero rumah


mencari keberadaanArga..


Tidak mendapat respon dari Sandya kedua orang ini memalingkan wajah


menatap lekat Sandya. Yang di tatap hanya tersenyum tipis


dan menunjukkan telunjuknya ke atas kearah kamar Arga.


Bu Rahma yang melihat kehadiran Roni dan Hilman


berjalan menghampiri mereka.


“Kalian sudah datang” sapa bu Rahma


“Iya tante, kami sudah siap dengan kamera


untuk dokumentasi acara nanti” ujar Roni.


Senyum bahagia merekah di wajah bu Rahma.


“Aduh.. ini Arga kenapa belum turun dari kamar


sebentar lagi calon tunangannya kan datang


jangan jangan malah belum bangun, kalian bisa tolong bangunkan Arga


dan suruh bersiap?” pinta bu Rahma pada Roni dan Hilman


“Siap…komandan!” kompak keduanya menyahut


lalu berjalan menuju kamar Arga di lantai dua memenuhi perintah kanjeng ratu.


 “Arga….! woooiiii……Arga  bangun!” teriak Roni sambil mengetuk pintu


kamar Arga, tidak ada sahutan


Hilman langsung membuka pintu kamar Arga yang ternyata tidak dikunci.


Keduanya masuk ke kamar Arga dan melihat orang yang mereka cari


masih pulas terlentang di ranjangnya.


“Arga….bangun…” Roni menarik bantal di kepala Arga


dan melemparkan ke wajahnya. Arga menggeliat


malas mengangkat kedua tangannya.


“Kalian ngapain bangunin gue pagi pagi, gue masih ngantuk” Arga menguap


dan menutup matanya kembali.


Roni dan Hilman saling berpandangan dan tersenyum jail lalu


menarik kaki Arga untuk turun dari ranjang.


“ini udah siang bro…,  tunangan loe bentar lagi datang” teriak Hilman


Arga melotot selebar lebarnya.” Hah…. Siapa yang mau tunangan”


Tanya Arga bingung.


Roni dan Hilman tertawa keras melihat ekspresi cengo Arga.


Tunggu dulu !, Arga baru menyadari sesuatu lalu menarik narik rambutnya kesal.


Hari ini orang tua nya sudah mengatur acara pertunangannya dengan Anita

__ADS_1


teman semasa kecil. Arga tidak mencintai Anita,


dia hanya menganggap Anita adiknya karena mereka


berdua sama sama anak tunggal.


“udah buruan mandi sono…, keburu tamunya datang”


Roni menepuk bahu Arga yang masih linglung.


Gue nggak mau tunangan …” guman Arga.


“Kenapa…. Kan loe yang ngelamar Anita


sebelum kita hangout ke hutan tempo hari”


pancing Hilman. Dia mau dengar Arga mengakui perasaannya.


“Gue nggak cinta Anita, gue ngelamar dia


supaya papa ngijinin gue hangout ke hutan jati ” sahut Arga


“Trus siapa yang loe cinta” Roni menaikkan alisnya menatap Arga serius


“Sandya…..gue cinta Sandya” ucap Arga pelan


yang langsung mendapat jitakan dari Roni.


“woiiii…. Bro , tuh cewek dah punya suami” ucap Roni


“Rino…Hilman, sejujurnya gue juga bingung sama perasaan gue ke Sandya.


Jantung gue kayak marathon kalau dekat Sandya, dan pengen meluk dia,


Gue ngerasa kita udah begitu dekat, gue nyaman kalau dekat Sandya


dan pingin selalu ada di sampingnya dan melindunginya.


Gue nggak ingat apa yang terjadi sama gue waktu di desa makanya


gue  merasa perasaan gue ke dia salah karena dia udah bersuami


dan gue  takut kalau suaminya Sandya pergi karena gue.”


Arga menyerocos dengan cepatnya membuat Roni dan Hilman


tertegun mendengar curahan hati sahabat mereka.


Keduanya hanya terdiam memandangi Arga.


“Arga….Sebaiknya loe cepat mandi, trus loe keluar temuin mama dan papa loe.


ceritain semua perasaan loe, kita yakin orang tua loe bakal ngerti” saran Hilman


“Loe juga mesti jelasin ke Anita langsung


kalau pertunangan kalian nggak mungkin dilakukan” tambah Roni.


Tok..tok… tok…


Sandya melongokkan kepalanya saat Roni membuka pintu kamar Arga,


dilihatnya Arga yang duduk ditepi ranjang


“kenapa belum rapi ?” tanya Sandya heran melihat Arga


sedang duduk diatas tempat tidur.


Tatapan mereka bertemu membuat jantungnya kembali berulah


buru buru dialihkan pandangannya pada Roni dan Hilman.


“Biarin…aku tidak mau turun…, aku tidak mau bertunangan….


aku tak mau kamu pergi” sahut Arga cemberut.


“Mas Arga...jangan begitu persiapan pesta sudah siap


tindakan mas Arga akan membuat Mama dan Papamu malu


pada keluarga Anita”.ucap Sandya pelan.


“Masa bodoh…pokoknya aku nggak mau turun


kalau kamu nantinya akan pergi meninggalkan aku”.teriak Arga,


dia mengingat rencana Sandya yang diucapkan wanita itu pada Arga tadi malam.


 Sandya menghela nafas panjang melihat kekerasan hati Arga


Sandya menghampiri Arga kemudian duduk disisinya,


dipegangnya tangan suaminya dan meremasnya dengan lembut.


“Mas Arga….turutilah keinginan orang tuamu, kamu anak mereka satu satunya


jangan kecewakan mereka. Apa yang orang tua kamu lakukan itu untuk kebahagian mas


Arga, Anita gadis yang baik, cantik, terpelajar dan juga mencintai kamu, mas


Arga akan bahagia hidup bersama Anita.” Ucap Sandya lembut.


“Kamu juga cantik, baik dan pintar dan aku cinta kamu,


kenapa nggak kamu yang jadi tunanganku” cerocos Arga,


membuat Roni dan Hilman menggelengkan kepala


mendengar jawaban sahabat mereka yang udah mulai ngawur.


“Saya punya suami mas Arga” jawab Sandya jengkel


“Kenapa kamu mau pergi dari rumah ini dan tidak mau tinggal bersamaku.”


Ucap Arga menatap dalam Sandya


“Mas…Arga tempat saya didesa, saya akan menunggu suami saya kembali ke desa,


kalau mas Arga nanti kangen sama Sandya mas bisa datang ke hutan jati,


kalau mas sudah ingat Sandya mas Arga bisa temui Sandya


ditepi sungai yang ada dipinggir hutan jati, dimana kita pernah bertemu”


Sandya bersuara terbata menahan tangis namun

__ADS_1


tak urung airmatanya mengalir juga dari sudut matanya.


Mendengar ucapan Sandya, Arga menarik tubuh wanita itu langsung memeluknya erat,


perasaannya terasa hampa di biarkannya wanita menumpahkan tangis melepaskan


kesedihan yang sudah menumpuk di hatinya.


Sandya menghembuskan napas melepaskan pelukan Arga


menghapus air mata dengan punggung tanganya


lalu menatap kedua sahabat Arga yang sejak tapi terdiam seperti patung


menyaksikan adegan serasa sinetron tv.


“Mas Roni dan mas Hilman cepat bantuin temannya dandan biar keren ,


tuh tamunya sebentar lagi sampe.” Ucap Sandya tersenyum


lalu meninggalkan kamar Arga tanpa menunggu jawaban


dari dua orang yang masih bengong.


 “eh… siap bos” sahut Roni. keduanya baru tersadar setelah Sandya keluar kamar.


 “Sandya…..aku akan kebawah, …akan kuturuti kemauan Mama


tapi setelah pertunangan selesai aku akan pergi kehutan jati bersamamu ” teriak Arga


dengan nada putus asa. Langkah Sandya terhenti sesaat mendengar


ucapan Arga kemudian turun ke lantai satu tanpa berpaling kebelakang.


Kompak Roni dan Hilman mendorong Arga ke kamar mandi


”dah buruan mandinya” omel Roni meninggalkan Arga di kamar mandi


Hilman menyiapkan baju yang diberikan Sandya untuk dipakai Arga, mereka berhasil


memaksa Arga tampil keren di acaranya.


 “cepatlah ! pakai baju loe, mana jas yang akan kau pakai ?” katanya


sambil membuka lemari dan mengambil jas warna abu-abu yang


masih terbungkus plastik.


“Pakai yang ini kan?” Arga mengangguk, Roni kemudian membantu memakaikannya.


“Nih Sisir rambutmu dan.. oh ya loe harus pakai bunga disaku jasmu


sini  gue pasangkan nah.. rapi deh.” Hilman nggak mau kalah sibuk


“Arga …loe dah keliatan keren banget hari ini…


Anita bakal tambah klepek klepek nih” terkekeh Rino menggoda Arga.


Yang di dandanin cuma diam mematung tanpa ekspresi.


“Bro… kalau loe sekarang tampil keren bukan cuma buat Anita


tapi loe juga bisa bikin Sandya terpesona” ucap Hilman menimpali guraun Roni .


Kekehan kecil Arga membuat kedua sahabatnya prihatin,


ketiganya akhirnya berpelukan dan tertawa kecil.


“Sudah… Bro… ayo kita turun,dah ditungguin tuh!” ajak Roni


setelah mereka melepaskan pelukan mereka.


“Iya kayak anak perawan aja loe dandannya lama” goda Hilman


yang langsung di timpuk bantal oleh Arga dan gelak tawa merekapun pecah.


kemudian ketiganya turun untuk menemui orang tua Arga


yang sudah kumpul diruang tamu bersama dengan Anita dan kedua orang tuanya


yang baru beberapa saat sampe di rumah ini.


Sandya yang berada dibawah tangga memandang kearah Arga


pandangan mereka bertemu dan keduanya saling terdiam.


“Ehem…. Sandya nih calon pengantinnya dah keren” ucap Roni mencairkan suasana.


Sandya mengejapkan kedua matanya menyadarkan dirinya dari pesona Arga.


“Hehehe… silahkan mas Roni dibawa ke depan


pengantinnya sudah ditunggu sama pasanganya” Sandya tertawa kecil


menutupi kegugupannya karena Arga yang tidak lepas memandangnya.


Roni dan Hilman memandang Sandya dengan pandangan terharu


melihat ketabahan Sandya, kemudian Roni dan Hilman pun tertawa


lalu menyeret Arga ke ruang tamu tempat kedua orang tuanya dan


calon tunangan beserta keluarganya menunggu.


Arga duduk disamping Anita tersenyum tipis.


Perasaannya gelisah dan tidak nyaman.


Keadaan Arga tidak luput dari perhatian Anita dan kedua orang tuanya,


“Kamu sehatkan Arga? Tegur pak Rahardiansyah. Arga tidak menjawab


“Pa… sepertinya Arga lebih gugup daripada Anita ya, ?” goda bu Halimah


membuat semua yang hadir tersenyum simpul.


Setelah mengantar Arga menemui orang tuanya Roni dan Hilman


segera mengejar Sandya yang berjalan keluar menuju halaman rumah.


“Sandya…mau kemana?” tanya Roni.


“Ingin mengirup udara segar…. nafasku terasa sesak didalam” sahutnya


sambil terus melangkah meninggalkan ruangan pesta.

__ADS_1


__ADS_2