Takdir cinta Arumi

Takdir cinta Arumi
Episode 20


__ADS_3

Arga terkejut saat membuka mata dan melihat Sandya tidur dalam pelukannya,


ia segera melepas pelukannya sejenak di pandanginya wajah ayu yang masih tertidur lelap


Arga tersenyum kemudian mencium pipi Sandya.


“Aku ingin selalu melihatmu disisiku. Kelembutan dan senyummu membuatku tenang.


Tidak akan ku biarkan kamu pergi dari hidupku karena dirimu telah memenuhi hatiku,


bagiku kamu menyempurnakan kebahagiaanku. Hanya kamu duniaku,”


Arga  keluar dari kamar menuju lantai satu  untuk menemui kedua orang tuanya.


Sampai dilantai bawah ternyata rumahnya sudah ramai dengan tamu.


Anita dan keluarganya datang untuk mengetahui keadaan Arga ,


juga Roni dan Hilman yang datang atas undangan Pak Purnomo.


Roni dan Hilman menatap Arga dengan pandangan tak percaya, keduanya kaget tapi


sekaligus gembira ketika mendengar khabar bahwa Arga selamat.


Dengan mata berkaca kaca Roni dan Hilman memeluk  Arga.


Ketiganya berpelukkan erat bak teletubis menangis dan tertawa bersama.


Membuat tamu yang juga ada di rumah itu tersenyum haru.


Ketiga sahabat yang baru bertemu itu larut dalam obrolan yang riuh


melepas kangen setelah hampir dua bulan tidak bertemu.


Sejak kembali dari penjelajahan di hutan jati Roni dan Hilman merasa bersalah


meninggalkan Arga dihutan terlebih saat Arga dinyatakan hilang, saking menyesalnya


kehilangan sahabatnya, keduanya berjanji tidak akan bertualang lagi, lalu mereka


menjual semua peralatan petualangan mereka kemudian digunakan untuk membeli


peralatan fotografi, dengan tekad bulat keduanya bekerja sama mendirikan studio


foto dan membuat video klip serta memotret model untuk mengisi majalah-majalah


ibukota.


Arga terlalu asik ngobrol dengan Roni dan Hilman hingga mengabaikan kehadiran Anita


dan orang tuanya, membuat Anita menatap Arga dengan wajah garang karena kesalnya


yang sudah sampai ke ubun ubun. Anita memikirkan bagaimana nasib pertunangannya


bila Arga terus mengabaikannya.


Saat waktunya makan malam Arga naik ke lantai atas untuk memanggil Sandya


dan mengajaknya makan malam. Sandya sudah rapih dan tampak segar


ia keluar dari kamarnya lalu turun bersama Arga.


Semua mata menatap Sandya tajam mempertanyakan siapakah wanita yang di bawa Arga.


Sandya menundukkan wajahnya menahan gugup menyadari pandangan semua orang,


Arga mengenalkan Sandya kepada kedua sahabatnya dan menjelaskan


kalau Sandya ikut ke Jakarta karena mencari suaminya yang meninggalkannya.


Roni dan Hilman saling berpandangan


” wuiihh ternyata ada bidadari dari hutan jati” bisik Roni


“Tapi bidadarinya janda, sekarang loe mau sama janda” bisik Hilman


“Mau lah cantik gitu….”  Teriak Roni membuat Arga melotot


“Kenapa Ron?” Tanya Arga menatap tajam pada Roni

__ADS_1


“Nggak kenapa kenapa. Kita cuma mau bantuin Sandya buat cari suaminya” j


awab Roni diplomatis, sementara Hilman terkekeh geli


 “Sandya…kita siap loh mengantar kemanapun kamu pergi” ujar Hilman


“kita bakal temenin kamu datangin semua tempat-tempat hiburan


siapa tahu suamimu bisa ditemukan” usul Roni dengan mimik wajah melucu


membuat Sandya tersenyum geli. Semua orang tertawa mendengar usul Roni


kecuali Arga yang mendelik tidak setuju dengan usul Roni.


“yeh… mau nya loe aja jalan jalan” Hilman menjitak kepala Roni sambil terkekeh


“Kalian nggak usah repot-repot aku sendiri yang akan mengantar Sandya, kalau pergi


dengan kalian aku takut Sandya akan ikut  hilang juga, aku bisa kena marah


Pak kepala desa”. Ucap Arga membuat Anita melotot makin jengkel.


Mendengar sindiran temannya, Roni dan Hilman saling berpandangan


kemudian keduanya tertawa terbahak bahak.


“Arga ingat, kamu kan sudah janji nggak ikut bersaing memperebutkan


putri Pak kepala desa karena kamu sudah punya Anita ” goda Roni melirik Anita


yang sejak tadi hanya diam dengan wajah masam.


“Iya…tapi kalian sia-sia bersaing karena putri Pak kepala desa ini


sudah ada yang punya”sahut Arga dengan wajah datar seraya melirik kearah Sandya.


“Kalau yang punya saja sudah nggak mengurusnya lagi, boleh dong kita ambil alih !”


goda Hilman mengedipkan mata kearah Sandya.


Yang menjadi bahan gurauan hanya tersenyum tipis memandang mereka,


membuat Arga melirik padanya.


ketiga bujangan itu. Mendengar teguran Bu Rahma mereka segera menghentikan


percakapannya dan meneruskan makan malamnya.


“Ayo silahkan… Sandya jangan malu malu ya, makan yang banyak” tegur bu Rahma


“Terima kasih bu” uacap Sandya pelan.


Seusai makan malam Pak Purnomo mengajak calon besannya duduk diruang tamu.


Anita langsung menarik tangan Arga dan mengajaknya duduk di sofa


yang terletak di sudut ruangan dia sudah tidak sabar mendengar cerita Arga.


Arga tidak dapat menolak permintaan Calon tunangannya


mengikuti Anita berkumpul dengan orang.


Sandya yang melihat Anita menggandeng mesra suaminya tersenyum miris


hatinya merasa nyeri namun ia menguatkan perasaannya dengan


tetap tersenyum manis Sandya menghampiri Roni dan Hilman.


“Mas Roni…..! mau menemani saya duduk ditaman ?” pintanya.


“Aku mau…!” teriak Hilman dengan gembira, Ronipun menjitak kepala Hilman


“Hei Man…!,kamu tahu aturan nggak sih? Aku yang di ajak kok kamu yang nyahut !, Eh


Sandya….ayo kita diluar, lebih enak duduk duduk ditaman, Hilman kamu ambil kamera


kita foto Sandya!” perintah Roni


Ketiganya kemudian ke taman di samping rumah Arga, sebelum melangkah kakinya

__ADS_1


Sandya melirik kearah Arga tatapan mereka bertemu karena


suaminya juga sedang memandang kearahnya dengan pandangan tajam,


sejenak hati Sandya berdebar namun segera dipercepat


langkahnya keluar rumah mengikuti Roni dan Hilman.


“Anita tunggu sebentar ya..!” kata Arga lalu menyusul Sandya


“Sandya !” teriak Arga sambil mengikuti Sandya yang akan ke taman.


“Sandya….kamu mau kemana? Kenapa tidak ngobrol di ruang tamu saja?” tegur Arga.


“Aku mau ngobrol dengan mas Rino dan mas Hilman..? “ ucap Sandya santai


“aku nggak mau mengganggu kamu yang bermesraan dengan tunanganmu?”.


“Sandya…! aku hanya duduk dan ngobrol, bukan bermesraan”.ucap Arga kesal


“Sudahlah…mas Arga…kembalilah pada Anita, dia menunggumu!”.


“Sandya….aku tidak suka kamu bersama laki-laki lain”. Arga menjawab geram.


Membuat Rino dan Hilman mengeryitkan dahi saling menatap


Ada rasa bahagia dihati Sandya mendengar ucapan suaminya


yang bernada cemburu tetapi ia pura-pura tak perduli kemudian


ia berlalu menuju taman tanpa menghiraukan panggilan Arga.


“Kenapa…Arga? kelihatannya dia marah sama kamu?” tanya Roni


sambil berjalan ke taman rumah Arga.


“Biarkan saja….!” sahut Sandya sambil menunduk.


“Kita duduk-duduk dekat kolam renang saja!” ajak Hilman.


“Sandya…kita lihat kamu dan Arga menyimpan sesuatu ,


ada masalah dengan Arga ?” tanya Roni serius.


“Iya…ceritakan saja kita kan sudah berteman, kalau kamu ada kesulitan


kami bersedia menolongmu!” sambung Hilman.


“Mas Hilman dan Mas Roni, kalian baik sekali saya senang bisa menjadi teman kalian,


saya memang ada masalah, tapi biarlah saya tanggung sendiri saja ”.ucap Sandya


sendu


“Kalau begitu apa gunanya kita berteman dong !” ujar Hilman.


“Sandya…kamu memanggil kami dengan sebutan Mas yang berarti kakak,


apa kamu masih ragu atau curiga kepada kakak kakakmu ini ?” tanya Roni lembut


Sejenak Sandya tertegun dengan ucapan Roni hatinya merasa terharu


dengan perhatian kedua teman suaminya hingga matanya berkaca-kaca.


“Mas Roni …kalau saya ceritakan masalah saya apakah kalian mau membantu,”


ucap Sandya ragu


“tentu “ kompak keduanya manganggukkan kepala


“terima kasih kalian berdua sangat perhatian, saya jadi nggak merasa sendirian disini”


sahut Sandya seraya menyeka air matanya.


“Ceritakan Sandya…kami siap membantumu!” desak Hilman.


“Baiklah….Mas, sebenarnya saya ikut ke Jakarta untuk menemani mas Arga


bertemu keluarganya, bukan mencari suami karena suami saya

__ADS_1


yang sebenarnya adalah  mas Arga ”.ucap Sandya pelan


“Apaaa… ?” teriak Roni dan Hilman serentak karena kaget mendengar ucapan Sandya.


__ADS_2