
Arumi mengalihkan pandangannya ke lain tempat, hatinya berdebar ketika mata Arga
memandang nya dengan pandangan mesra. Ia segera menarik tangan nya saat
mendengar pintu kamar dibuka dan dua orang paruh baya memasuki ruang UGD.
“Mama….!”teriak Arga melihat orang tuanya datang.
“Arga…!”Bu Rahma memeluk anaknya sambil menangis ia sangat bahagia
dan tidak menyangka bisa bertemu anaknya lagi.
“Papa….!”.Pak Purnomo hanya bisa memeluk anaknya mulutnya terkunci
karena terharu. Kemudian pandangan keduanya mengarah pada wanita
yang ada disisi tempat tidur Arga.
“Siapa dia Arga” Tanya bu Rahma
“Mama….Papa….! kenalkan ini temanku Sandya dari desa hutan jati,
kami datang ke Jakarta berdua…, bapak kepala desa menitipkan dia padaku,
Sandya datang ke Jakarta untuk mencari suaminya,
Aku akan mengajaknya tinggal dirumah kita sampai bapak kepala desa menjemputnya”
ucap Arga. Sandya tersenyum menyalami kedua orang tua Arga dengan takjim
“Terimakasih…Nak!, kamu telah merawat anak kami selama didesa,
tinggallah di rumah kami sampai kamu menemukan suamimu kembali !”
pinta Bu Rahma lembut kemudian memeluk wanita cantik yang menemani anaknya.
“Terimakasih…Bu” sahut Arumi hatinya merasa lega melihat keramahan mertuanya.
Bu Rahma dan pak Purnomo tersenyum memandangi Arumi dengan rasa terima kasih.
Keduanya langsung jatuh sayang melihat wajah ayu yang mendampingi anaknya.
“Arga…aku sudah mengurus administrasi rumah sakit dan kamu boleh pulang sekarang”
Anita kembali ke ruangan Arga dengan senyum sumringah.
Anita memeluk bu Rahma dan menyalami pak Purnomo
dan mengabarkan keadaan tunangannya.
“Ayo…Om dan tante, kita sudah bisa membawa Arga pulang”
Anita mengajak kedua orang tua Arga untuk membawa Arga keluar dari ruangan UGD.
Pak Purnomo dan Bu Rahma hanya tersenyum melihat Anita yang begitu semangat
mengurus keperluan Arga.
__ADS_1
“
Ayo…Arga kamu mau cepat pulang khan?” ucap Anita sambil merangkul lengan Arga
mengajaknya keluar ruangan.
Bu Rahma menggandeng Arumi untuk ikut keIuar disusul dengan pak Purnomo.
Di lobbi rumah sakit sudah menunggu mobil Pak Purnomo.
Arga melepaskan rangkulan lengan Anita menuju mobil papanya,
namun sebelum Arga masuk mobil Anita memanggil Arumi.
“Sandya…..Mobilku kosong, kamu ikut mobilku saja !” ajak Anita.
Arga mengurungkan niat memasuki mobil dan mengalihkan pandangannya
pada Arumi dan melihat wanita itu mengangguk menyetujui ajakan Anita.
“Eh…aku juga ikut kalian ya!” sela Arga.
“Arga….kamu ikut dengan mobil Mama dan Papamu saja …
mereka kan masih kangen pada sama kamu!” pinta Anita menatap Arga tajam.
Arga menaikkan alisnya menatap Anita akhirnya dengan berat hati
ia masuk ke dalam mobil papanya setelah memandangi Arumi yang
masuk kedalam mobil Anita.
lalu menuju mobil orang tuanya dengan wajah lesu dan tak lepas memandangi mobil
Anita yang melaju didepannya.
Pak Purnomo dan bu Rahma saling berpandangan merasa heran
melihat kelakuan anaknya.
Di mobil Anita mencecar Arumi untuk menceritakan kejadian
yang menimpa Arga selama hilang di hutan.
“Sandya….sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan Arga?.
Apa yang dilakukan Arga didesa hutan jati?,
Hilman dan Roni teman yang pergi bersama Arga bilang kalau Arga hilang dihutan.
mengapa dia tidak langsung pulang atau menelpon ke Jakarta?,” Arumi hanya terdiam
mendengar ocehan Anita, ia bingung bagaimana menceritakan pada Anita
kejadian yang sebenarnya menimpa Arga didesa.
Anita memalingkan kepalanya pada Arumi dan mengerutkan kening
__ADS_1
melihat kediaman wanita disampingnya. Pandangannya menatap tajam Arumi.
“Mamanya Arga pingsan mendengar berita hilangnya Arga,
Papanya sudah mengirim tim pencari bahkan aku juga meminta tolong teman temanku
di Mapala untuk mencari Arga. Tapi kami tidak mendapat kabar apapun.” Ucap Anita
Kembali fokus dengan kemudinya Anita melanjutkan ceritanya
sedang Arumi masih diam terpaku.
“beberapa hari lalu tante Rahma bilang kalau ada yang menelpon
mengabarkan keberadaan Arga dan pamannya juga sudah berangkat mencarinya
tapi sampai sekarang belum kembali, apa kamu sudah bertemu dengan om Sunardi
paman Arga?” tanya Anita menyelidik. Arumi mengangkat wajahnya menatap Anita
“Mas Arga ditemukan warga desa karena hanyut disungai dan keadaannya terluka,
warga desa membawa mas Arga ke rumah kepala desa kami
dan ia di rawat oleh kepala desa kami.” Arumi menjelaskan sekilas kejadian
yang menimpa Arga dengan hati berdebar-debar.
“Bagaimana sikap Arga disana selama hampir dua bulan
apa dia ada main dengan gadis-gadis disana ?”.tanya Anita
tidak puas dengan cerita Arumi
“Mas Arga bersikap sangat baik, warga desa kami suka dengannya.
oh ya…kapan mbak Anita dan mas Arga akan bertunangan?
mudah-mudah saya masih bisa menyaksikan pesta kalian ” ucap Arumi
berusaha mengalihkan pertanyaan dari Anita.
“Rencananya kami akan bertunangan setelah Arga pulang dari petualangannya
di hutan jati, tapi semuanya tertunda sampai hari ini” sahut Anita sendu.
“mbak Anita dan mas Arga terlihat serasi, semoga acara pertunangan bisa cepat
dilaksanakan dengan lancar” ujar Arumi tersenyum manis
seraya memandang wajah Anita yang juga tersenyum bahagia.
Arum mengalihkan pandangannya kearah luar jendela mobil melihat gedung-gedung megah
disepanjang jalan yang dilaluinya dengan mata berkaca-kaca. Pikirannya kosong
tidak menyadari Anita yang beberapa kali memalingkan kepalanya memperhatikannya
__ADS_1
keterdiamannya.