
Sandya menceritakan kejadian yang dialami Arga didesanya sejak ditemukan hanyut di
sungai, Arga yang kehilangan ingatan kemudian pernikahannya dengan Arga dan
Arga yang nyaris dibunuh oleh orang yang mengaku paman Arga hingga mereka
berangkat ke Jakarta.
“ketika kami sampai di terminal bus ada copet yang sedang dikejar massa
dan berlari kearah kami yang saat itu baru saja turun dari
bus, Arga ditabrak copet itu lalu jatuh dan pingsan.
Ketika sadar dirumah sakit ingatan Arga pulih, ia bisa mengenal Anita dan keluarganya
tetapi Arga tidak mengenali saya lagi karena itu saya mengaku sebagai temannya didesa.
anehnya meski Arga tidak ingat pada saya, Dia selalu bersikap kalau saya adalah
miliknya dan ia tidak mau jauh dari saya, juga ia tidak suka saya bersama
dengan laki-laki lain makanya tadi dia
menegurku ketika mas mengajak saya mengobrol di teras ini” Sandya mengakhiri
ceritanya sementara Roni dan Hilman yang mendengarkan hanya bengong.
“Sandya…kamu mencintai Arga kan?” tanya Roni, Sandya mengangguk.
“Kalau kamu benar-benar mengharap suamimu kembali kamu harus berusaha
membatalkan pertunangan Arga dan Anita, kamu adalah istrinya
sedang Anita baru calon tunangan belum ada ikatan apa-apa,
aku akan katakan semua ini pada Anita
bagaimanapun dia harus tahu ” kata Roni berapi api menahan emosi.
“Mas Roni...tolong jangan katakan pada siapapun !, mereka tidak akan percaya
dengan cerita saya, baik orang tua Arga maupun Anita tidak akan begitu saja percaya,
Anita akan tetap bersikeras meneruskan pertunangan mereka dan memiliki Arga, saya
sendirian tidak ada saksi yang bisa membela saya kecuali Arga, tetapi Arga
sekarang tidak mengenal saya lagi jadi tidak mungkin ia mau mengakui kalau saya
adalah istrinya….
Mas Roni dan Mas Hilman kalian sudah saya anggap kakak , saya menceritakan
ini pada kalian untuk mengurangi sesak dihati dan agar kalian tidak salah paham pada
saya, tapi tolong jangan cerita pada mereka apa yang sudah saya katakan pada kalian
bahkan pada Arga sendiri, saya tidak mau ada keributan disini,
saya akan pergi dari sini dengan ikhlas setelah Bapakku datang nanti ”
ratap Sandya dengan napas tersendat dan mata berkaca kaca menahan tangis.
“Sandya….kalau kamu diam saja bagaimana mereka tahu kalau kamu adalah istri Arga,
apa kamu mau menyaksikan pertunangan mereka nanti?” kata Roni kesal.
“Aku ada ide !” sela Hilman tiba tiba membuat Sandya dan Roni menatapnya.
“Apa ?” tanya Roni tidak sabar.
__ADS_1
“Ron..! bagaimana kalau kita panas panasin si Arga biar dia cemburu,
kalau Arga mencintai Sandya dia akan terus mengawasi Sandya.
Kita buat Arga marah sampai dia dengan sukarela membatalkan
pertunangannya dengan Anita.
Kita buat seolah olah kita mengejar Sandya dan ingin merebut Sandya dari Arga,
kita bisa berpura-pura mengajak Sandya jadi model dan
Sandya kamu harus terlihat semangat dan senang menjadi model, tunjukkan
kalo kamu tertarik dengan kami, jangan kelihatan ragu bergandengan dengan kita, j
angan perdulikan Arga kalau perlu kamu acuhkan dia. Biarkan Arga merasa
kesal dan makin takut kehilangan kamu” Ucap Hilman
“Sandya kamu jangan menyerah begitu saja untuk memdapatkan suamimu kembali,
kami akan membantu kamu melakukan apapun untuk membuat Arga kembali
sebagai suami kamu, bagaimana kamu setuju dengan usulku?” tanya Hilman.
Roni dan Sandya saling pandang akhirnya keduanya mengangguk setuju.
“Tapi..
Mas, saya tidak mau mas Arga kecewa apalagi sampai membuat Arga terluka, saya
takut kemarahanya membuat Arga bertidak nekad
yang membahayakan dirinya. karena menurut saya dia sebenarnya tidak bersalah
keadaanlah yang membuat semua jadi seperti ini” ujar Sandya.
Arga, tenang saja Arga tidak akan kenapa napa. Oke…! pokoknya kita mainkan
sandiwara kita mulai sekarang. ” ketiganya kemudian berjabat tangan dan tertawa
bersama hingga terdengar oleh Arga yang ada di dalam rumah.
Arga yang sedang bercakap-cakap dengan Anita terlihat tidak tenang, sebentar sebentar
menengok kearah pintu, hatinya gelisah memikirkan Sandya yang saat ini sedang
bersama Roni dan Hilman. Apa yang sedang
mereka bicarakan kenapa Sandya tidak duduk di dalam saja bersamaku,
Arga mengharapkan Sandya masuk ke dalam rumah. Anita
menangkap kegelisahan Arga dan menegurnya.
“Arga ada apa dari tadi kamu menengok kepintu?” tanya Anita curiga.
“Ah..nggak ada apa apa…, kemana Sandya, Roni dan Hilman?
aku jadi nggak enak gara-gara kita berduaan mereka jadi memisahkan diri dari kita,
keluar yuk bergabung saja dengan mereka?”. Ucap Arga megajak Anita ke taman
“Mereka kan maklum Arga, kenapa mesti mikirin mereka, biarin saja deh !” sahut Anita
kurang senang.
“Aku cari mereka dulu, kamu disini saja !”
ujar Arga yang tanpa menunggu jawaban Anita langsung keluar menuju taman di
__ADS_1
samping rumahnya.
Bu Halimah yang duduk tidak jauh dari Anita mengeryitkan dahi menatap heran sikap
Arga terhadap putrinya. Sebenarnya bu Halimah sudah memperhatikan arga sejak dia
memperkenalkan Sandya. Ada yang mengusik hatinya.
Arga tiba di taman samping rumahnya mengarahkan pandanganya ke sekeliling kolam
Arga menemukan yang dicarinya di tepi kolam renang, hatinya merasa panas
dan kesal melihat Sandya sedang difoto foto oleh
Hilman dan Roni yang kelihatan sibuk mengatur gayanya.
“Sesssstttt …..Arga datang…acting mulai !” bisik Hilman.
“Sandya…senyum dong !, aduh cantiknya kamu…., Man…ambil close up !
kalau jadi akan kupasang dikamarku” ujar Roni dengan suara keras.
“Pasang deh foto Sandya yag besar, kalau aku sih lebih senang memandang
yang orangnya langsung, boleh kan Sandya.” sahut Hilman mengedipkan matanya
sambil melirik kearah Arga.
“Ah…kalian ada-ada saja, saya ke Jakarta mau mencari suami yang hilang,
bukan mencari calon suami, kalian malah menggoda saya terus” jawab Sandya
manja mengedipkan mata
“Ngapain sih dicari Sandya ! yang ngantri juga banyak ! disini aja ada dua orang
yang siap melindungi kamu” ujar Roni memegang bahu Sandya dengan santai
“Sandya…!” panggil Arga dengan suara keras.
“Ya….ada apa mas Arga?” sahut Sandya tanpa menoleh karena sedang difoto Hilman.
“Ayo masuk…! udaranya dingin kamu sudah terlalu lama diluar, Roni ! Hilman!
ngapain sih kalian motretin Sandya, ayo ngobrol didalam saja !” perintah Arga
dengan tatapan tajam.
“Ciieee Arga masih sore kali, biarin Sandya ngobrol sama kita” Roni memprotes Arga
“mas Arga…saya mau diluar saja, saya tidak mau mengganggu kencanmu,
Ini mas Roni mau motret saya buat jadi model iklan, iya khan mas Roni ?”
ucap Sandya manja pada Roni yang dibalas Roni dengan senyuman lebar.
Arga yang merasa di cuekin semakin kesal. “Sandya..! aku mau bicara sama kamu,
Sorry ya kalian kutinggal dulu!” Arga menarik tangan Sandya
mengajaknya masuk ke dalam rumah tak perduli kan penolakan Sandya
Roni dan Hilman hanya bisa diam memandang Sandya yang terpaksa
menuruti kemauan Arga, sebelum masuk Sandya berteriak kearah Roni dan Hilman :
“Mas Roni, mas Hilman, besok kesini lagi ya, antar saya jalan-jalan ke tempat
hiburan dan jangan lupa bawa rekaman aku mau nyanyi !!”.Roni mengacungkan
jempolnya membalas teriakan Sandya. Roni dan Hilman tersenyum meringis melihat
__ADS_1
kelakuan Arga terhadap Sandya.