
"Tuanku.. sepertinya ramalan dunia ini mulai terwujud.. seperti yang kita tahu, pasukan kita tiba-tiba lenyap ditelan bumi yang bertugas diselatan, akan sangat tidak mungkin jika manusialah yang membunuh mereka semua, kesatria legendaris juga tak berada disana saat pasukan kita lenyap. Pasti.. yang mengalahkan mereka semua bukanlah orang biasa" ucap salah satu wakil musuh
(Dialog percakapan musuh)
____________________________
Disisi lain, diseberang dunia kegelapan ini
"Aahhh.. dimana aku?" ucap Katsumi
"Tuan! tuan jangan banyak bergerak dahulu" balas salah 1 pemuda yang diselamatkan Katsumi dan Zang
"Apa yang terjadi padaku? dan.. dimana ini? sahut Katsumi dengan tubuh yang penuh dengan kain perban
"Tuan sekarang sedang berada dicamp kami.. seperti yang bisa tuan lihat"
Katsumi melihat sekitar.. tampak ruangan penuh dengan alat medis dan obat-obatan, sudah dapat dipaatikan bahwa ini adalah ruangan pemulih
"Oh iya.. bagaimana dengan keadaan temanku, Zang? tanya Katsumi
"Zang? siapa itu tuan?" jawab si pemuda
"Temanku.. dia berwujud Griffin" sahut Katsumi
"Hah! mahkluk itu tuan.. jika memang benar, teman tuan telah kami amankan.. serta kami obati beberapa luka bakar yang berada disekujur tubuhnya, tuan juga hebat ya.. dapat menjinakan Raja Griffin"
"Sudahlah.. luapan hal tersebut. Sekarang aku ingin menjenguknya, cepat! antar aku kepadanya" sahut katsumi
"Tenang.. tenang tuan, anda tidak boleh banyak bergerak dahulu.. pemulihan pada tubuh tuan akan terhampat jika tuan banyak bergerak" balas si pemuda
"Tak apa.. aku juga tidak peduli dengan kondisiku. Aku hanya ingin bertemu dengan temanku saja!"
"Baiklah jika tuan memang ingin seperti ini, mari saya tunjukan jalannya"
Katsumi mengikuti arah yang ditunjukan si pemuda tersebut dan alangkah terkejutnya ia ketika keluar dari tempat pemulih
"Wow.. banyak juga pasukan disini" sahut Katsumi
"Hahahaha.. mereka bukanlah pasukan tuan. mereka adalah warga selamat dari kota yang terbakar kemarin" sahut si pemuda
"Ooo.. jadi begitu, terus dimana semua pasukan yang kalian punya?"
"Sebagian dari mereka telah dikerahkan oleh pemimpin kami untuk membantu pasukan yang sedang bertarung diutara"
"Pemimpin kalian juga ikut dalam pertemputan?"
"Iya.. mungkin sebagai pemimpin dia merasa bahwa dia juga harus ikut dalam pertempuran dan memberi semangat kepada pasukan yang pemimpin kami bawa"
"Terus.. siapa yang memimpin disini"
"Jenderal kami, dialah yang memimpin kami disini.. mungkin karena keahlian dia sebagai pengguna pedang yang lihai.. jadi dia dipilih untuk menjaga camp ini" ucap si pemuda sambil menunjuk kearah jenderal mereka yang sedang berlatih bersama pasukannya
Setelah beberapa kemudian.. tibalah kami ditempat Zang dirawat
"Zang! Zang! apakah kau baik-baik saja disini"
"Aku tidak apa-apa tuan.. mereka telah mengobatiku dengan baik menggunakan sihir medis yang mereka miliki"
"Baiklah jika memang begitu.. aku bersyukur kau baik-baik saja"
"Mungkin karena kemarin kita telah menolong mereka.. jadi mereka memang sengaja ingin membalas kebaikan kepada kita, tuan"
Tiba-tiba dari arah belakang Katsumi.. datanglah Jenderal yang memimpin dicamp ini
__ADS_1
"Tuan.. dibelakangmu" ucap Zang
Katsumi menoleh kearah belakangnya
"Permisi.. apakah anda yang telah menyelamatkan beberapa orang dibukit kemarin?" tanya Jenderal kepada Katsumi
"Benar, saya dan teman sayalah yang telah menyelamatkan mereka"
"Jika memang benar seperti itu, maka saya ingin mengucapkan banyak terima kasih, karena salah 1 dari mereka adalah adik saya yang saya perintahkan untuk menyelamatkan beberapa warga selamat yang masih berada dikota terbakar tersebut"
"Uhh jadi begitu, untung saja waktu itu saya dan teman saya tepat waktu untuk menyelamatkan adik dan teman tuan, hahahaha" ucap Katsumi sambil menggaruk-garuk kepalanya
"Oh iya.. sebenarnya mengapa kalian membuat camp disekitar sini.. apalagi jarak antara camp ini dengan desa cukup dekat?" tanya Katsumi
"Jadi.. sebenarnya pemimpin kami sempat memberikan sebuah keristal kepada saya, keristal tersebut berfungsi sebagai pelindung dari segala serangan jahat dari siapapun.. termasuk serangan pasukan neraka. Jadi kami memilih untuk mendirikian camp disini untuk memperdekat jarak antara kota dengan camp ini, tentunya dengan bantuan keristal tersebut" jelas jenderal
"Tak kusangka.. ternyata ada alat sihir kuat seperti perkataanmu" balas Katsumi
"Pemimpin kami bilang.. alat tersebut diberikan oleh Kesatria Jantung Hijau kepada pemimpin kami"
"Kesatria Jantung Hijau.. siapa mereka" tanya Katsumi
"Tuan belum tahu, tapi hal tersebut memang wajar mengingat hanya beberapa orang tertentu saja yang mengetahuinya"
"Hmm..." sahut Katsumi
"Kesatria Jantung Hijau adalah gabungan dari beberapa pemimpin pasukan elf suci beratus-ratus tahun lalu.. merekalah yang pertama kali menunggangi para griffin agung.. mereka jugalah yang telah menyelamatkan negeri ini dari kekacauan dimasa lampau"
"Ooo.. ternyata seperti itu kejadiannya.. Zang, apakah cerita jenderal ini benar?"
"Benar tuan.. tak kusangka bahwa dia masih mengingat dengan detail cerita dari Kesatria Jantung Hijau yang telah melegenda" balas Zang
"Nama saya adalah Hoshi Shimizu.. tuan bisa memanggil saya Hoshi"
"Nama saya Katsumi Hayashi.. seperti yang tuan dengar, tuan dapat menyebut Katsumi sebagai nama panggilan saya"
"Ngomong-ngomong.. kemana sekarang keberadaan Kesatria tersebut berada?" tanya Katsumi
"Tidak ada yang tahu keberadaan mereka, dikisahkan dalam legenda bahwa mereka terakhir terlihat disekitar pegunungan elf" jawab Hoshi
"Apakah kalian sudah pernah pergi kesana untuk memastikan apakah legenda tersebut benar-benar nyata?" sahut Katsumi
"Belum.. karena tak ada seorangpun yang berani pergi kesana, pegunungan tersebut disakralkan oleh ras elf, disana juga terdapat banyak monster penjaga" balas Hoshi
"Jadi begitu ya.." ucap Katsumi
"Zang.. setelah ini kita akan pergi menuju tempat tersebut, pegunungan elf. Apakah kau bisa?"
"Tentu saja tuan, saya bisa mengantar tuan kesemua tempat dinegeri ini.. tapi mengapa tuan ingin pergi ke pegunungan elf? tempat tersebut merupakan tempat terkutuk tuan.. jika para elf sampai mengetahuinya.. bisa-bisa persoalan ini akan menjadi besar tuan" sahut Zang
"Tenanglah Zang.. kau tak perlu cemas.. aku akan menanggung semua resikonya"
"Baiklah jika memang seperti itu keinginan tuan.. aku tak dapat menyangkalnya lagi"
Malampun tiba.. semua pasukan berjaga pada pos mereka masing-masing dan terdapat beberapa prajurit yang bercerita...
"Apakah kalian telah mengetahui taktik penyerang musuh?" tanya salah 1 prajurit yang sedang duduk didekat api unggun bersama temannya
"Tidak.. memang seperti apa taktik mereka?" tanya salah 1 dari mereka
__ADS_1
"Mereka menggunakan sihir-sihir tertentu untuk memancing kita keluar.. mereka juga memiliki sebuah pelindung sihir yang sangat kuat.. bahkan penyihir kerajaan akan dibuat kualahan oleh mereka"
"Jadi.. apa yang harus kita perbuat untuk menghadapi mereka?"
Tiba-tiba...
"Kalian hanya perlu fokus.. dan cermat dalam melihat gerak-gerik serangan musuh" sahut Hoshi yang sedang berjalan bersama Katsumi dimalam hari
"Hah! jenderal..!" balas mereka(prajurit)
"Apa yang sedang kalian lakukan diperapian ini, kalian tidak berjaga?" tanya Hoshi
"Eh.. bukan begitu jenderal.. kami hanya duduk-duduk sambil menunggu giliran kami untuk berjaga" jawab salah 1 dari mereka
"Jika memang benar.. hangatkan tubuh kalian. Setelah ini kalian akan bertugas.. pastikan kondisi tubuh kalian hangat karena angin disekitar sini cukup dingin" ucap Hoshi
Disisi lain..
"Zang.. besok pagi kita akan berangkat, ingat!"
"Iya tuan.. tenaga saya juga sudah terisi penuh.. dan siap mengantar tuan kemanapun"
"Bagus kalau begitu.. aku jadi tidak merasa khawatir dengan kondisi tubuhmu"
Lalu Katsumi menemuk punggung Hoshi
"Hoshi.. ada yang perlu kubicarakan kepadamu"
"....??? kau ingin berbicara tentang apa, Katsumi?" tanya Hoshi
"Besok pagi.. aku bersama dengan Kolkhis, griffin tungganganku akan pergi menuju pegunungan elf untuk melakukan sesuatu hal"
"Kau yakin! disana sangat berbahaya.. badai salju disana sangatlah tebal dan kencang.. bisa-bisa kau tersesat dipegunungan tersebut"
"Tak apa.. aku telah memfikirkan semua tentang hal tersebut.. itu juga telah menjadi resikoku karena pergi ketempat itu"
"Tapi bagaimana dengan elf, jika mereka sampai melihatmu/ bahkan menemuimu.. kau akan dianggab melanggar peraturan mereka" tanya Hoshi
"Tenang.. ditengah kondisi peperangan ini.. kuyakin pasti tidak akan terjadi konflik jika kami ketahuan telah melanggar peraturan mereka" jawab Katsumi
"Betul juga.. tapi tetap saja.. disana masih terdapat beberapa monster, salah 1nya yaitu Yeti dan lain-lain.."
"Soal itu.. kami pasti bisa menghadapi monster-monster tersebut"
"Baiklah.. jika memang seperti itu keputusanmu.. aku tak bisa menghalangimu.. oh iya.. sebagai ucapan terima kasihku kemarin.."
Hoshi mengambil sebuah gulungan kertas dari dalam jubahnya
"Bawalah gulungan ini.., gulungan ini akan membantumu dipegunungan elf nanti.., maaf jika aku hanya dapat membantu seperti ini"
"Tak apa.. ini saja sudah lebih dari cukup.." sahut Katsumi
Hari menjelang pagi.. kami bersiap untuk berangkat menuju pegunungan elf
"Baiklah!, kami pergi dulu" ucap Katsumi
"Hati-hati dijalan, Terima kasih telah menolong kami" sahut beberapa orang dikerumunan camp
"Katsumi, berhati-hatilah.. tempat yang kau tuju bukanlah tempat biasa.." ucap Hoshi
"Baiklah.. akan kuingat semua perkataanmu Hoshi" balas Katsumi
Setelah berpamitan.. kami kemudian terbang dan pergi menuju pegunungan elf. Akankah didepan sana akan ada bahaya yang akan kami hadapi kembali.. ataukah akan ada sebuah takdir baru yang menyambut kami. Kuyakin dengan keputusanku ini.. pasti akan berdampak positif kepada negeri ini, Ardonia.
__ADS_1