
"Apakah kau.. Dewa Hilos? yang telah menjadi pemimpin dari semua makhluk suci negeri ini?" tanya Katsumi
"Hahahaha.. pertanyaan bodoh macam apa itu, baru per1× ini kumendengarnya" balas Dewa Hilos
"Aku tidak bercanda, tetapi aku bersungguh-sungguh.. maka dari itu, apakah kau benar-benar Dewa Hilos.. atau sekadar Firaun saja" tanya Katsumi kembali
"Memang.. apa yang akan kau lakukan jika aku benar-benar Dewa Hilos seperti yang kau maksud?" balas Dewa Hilos
"Jikalau kau memang benar dia, aku kemari karena ingin meminta bantuanmu.. dunia yang kutinggali saat ini tengah diserang oleh tentara musuh yang jumlahnya tak terhingga!"
"Hm..." guman Dewa Hilos
"Bagaimana.. apakah kau bersedia membantuku? temanku bilang.. kau dahulu sangatlah kuat, bijak, dan lain-lain" ucap Katsumi
"Kau tahu nak.. sebenarnya kau hanya buang-buang waktu karena telah pergi kemari.. dan lagipula ku-tak dapat membantumu"
"Memang kenapa?" tanya Katsumi
"Apa kau tidak melihat disekelilingmu nak? ditempat ini terdapat banyak sihir kuno dan arwah para penjaga yang tidak memperbolehkanku pergi meninggalkan tempat ini" jelas Dewa Hilos
"Lantas.. apa yang harus kami lakukan" ucap Katsumi
Dewa Hilos kemudian melirik kearah azimat yang dipakai oleh Katsumi
"Ohh iya nak.. dari mana kau mendapatkan azimat tersebut?" tanya Dewa Hilos
"Azimat ini.. aku tidak mendapatkannya.. melainkan diberi oleh mendiang ayahku" jawab Katsumi
"Maaf.. tidak sepantasnya aku berkata seperti itu.. dan aku ikut turun berduka cita atas gugurnya ayahmu" ucap Dewa Hilos
"Ahh.. tidak perlu dewa pikirkan, hahaha. Kejadian itu sudah terjadi dahulu.. mungkin sekarang arwah ayahku sudah tenang dialam sana" balas Katsumi
"Ohh iya dewa.. memang mengapa tiba-tiba dewa menanyakan azimat ini" ucap Katsumi sambil melihat kearah azimatnya
"Ohh.. aku hanya penasaran saja, karena.. tidak sembarang orang bisa menggunakannya.. hanya orang-orang tertentu yang dapat menggunakannya" balas Dewa Hilos
"Karena.. sebenarnya, azimat yang kau kenakan tersebut bukanlah sekadar azimat biasa.. melainkan sebuah pedang suci yang telah bereinkarnasi menjadi cincin dan menunggu orang pilihannya agar dapat membangkitkan serta menggunakannya dengan benar" sahut Dewa Hilos
"Apa! pedang suci! uhh.. aku sama sekali tak mengerti maksud perkataan dewa" ucap Katsumi bingung
"Zang.. apa kau mengerti yang dikatakan oleh Dewa Hilos ini?" tanya Katsumi
"Tidak sama sekali tuan.." balas Zang
"Biar kujelaslan.." sahut Dewa Hilos
"Hah? menjelaskan tentang apa dewa?" tanya Katsumi
"Huff.. dasar.. seorang Kesatria Suci yang tak mengetahui apa-apa tentang azimat yang ia kenakan" ucap Dewa Hilos dalam hati
"Kau pasti bingung dengan perkataanku sebelumnya kan?" tanya Dewa Hilos
__ADS_1
"Ehh.. bagaimana dewa bisa tahu?" balas Katsumi
"Tentu saja.. karena aku seorang dewa.. Dewa Petarung dan Pelindung.. jadi aku sudah biasa dapat mengetahui semua yang dipikirkan oleh seseorang" jelas Dewa Hilos
..........
"Ohh begitu.. (kemudian) eh.. tunggu.. tunggu sebentar dewa, dewa tadi mengatakan bahwa dewa adalah seorang Dewa Petarung.. dan Dewa Pelindung kan? tanya Katsumi
"Benar.. memang mengapa?" balas Dewa Hilos
"Terus.. apa hubungannya julukanmu dengan kemampuan membaca pikiran seseorang yang dewa katakan, sama sekali tidak masuk akal" sahut Katsumi
"Hm.. anak ini cerdas juga, dia menyadari bahwa julukanku dan kemapuanku sama sekali tak ada hubungannya.. sepertinya aku telah salah menilainya" pikir Dewa Hilos
"Ohh.. tidak.. tidak ada hubungannya nak" balas Dewa Hilos
Lalu..
"Hm.. apakah kau pernah menggunakan azimat tersebut nak?" tanya Dewa Hilos
"Tentu.. berulang kali saya selalu menggunakan azimat ini untuk melakukan perlawanan" ujar Katsumi
"Hm.. apakah kau pernah melihat dengan mata kepalamu sendiri bahwa azimatmu berubah menjadi sesosok bilah pedang?"
"Hm.. sepertinya sih.. tid.., ohh, iya.. aku baru teringat.. saat aku dan temanku ini hendak menyelamatkan beberapa orang yang tengah diserbu oleh ratusan pasukan neraka.. azimat ini berubah menjadi sebuah pedang dan menebas semua musuh yang menggangu.. tetapi.. barulah setelah itu saya tak mengingat kejadian apapun" jelas Katsumi
"Apa kau tahu nak, pedang itulah wujud sebenarnya dari azimat yang kau pakai tersebut!" sahut Dewa Hilos
"Kau tahu.. sebenarnya azimat tersebut telah memilihmu menjadi generasi selanjutnya.. generasi pelindung dunia ini, Kesatria Suci" sahut Dewa Hilos
"Hah.. tidak mungkin.. itu hanyalah sebuah angan-angan saja dewa.. mungkin tempat ini telah mempengaruhimu" ujar Katsumi
"Baiklah jika kau tetap tak percaya dengan perkataanku, tetapi.. aku bisa membuktikannya padamu bahwa kaulah Kesatria Suci yang telah dinanti oleh semua orang Negeri Ardonia ini. Aku bisa menunjukan wujud asli dari pedangmu tersebut.. namun tak dapat bertahan lama dan penampilannyapun juga terlihat samar" ucap Dewa Hilos
"Baiklah dewa.. aku juga sangat penasaran apakah ucapanmu itu semua benar" balas Katsumi
"Tuan.. sepertinya Dewa Hilos sama sekali tak berbohong.. dari nada suaranya, saya sudah dapat memastikan bahwa dia berkata jujur" sahut Zang
"Hm.. Zang, bukannya aku tidak percaya dengan perkataannya.. tetapi.. aku hanya ingin melihat secara langsung.. apakah benar bahwa azimat ini ada sangkut pautnya dengan diriku"
Sesaat kemudian..
"Kemarilah nak.. ulurkan tangan kananmu" ujar Dewa Hilos
Katsumi kemudian mengulurkan tangan kanannya dan.. Sriingggg... cahaya emas nampak keluar dari azimat tersebut dan.. wugwugwugwug jrengg buuffff.. tiba-tiba sebilah pedang muncul dari atas langit
"Hah.. pedang apa itu!" ucap Katsumi terkejut
"Itulah dia nak.. pedang suci milikmu yang kukatakan sebelumnya" balas Dewa Hilos
__ADS_1
"Tetapi kau tak dapat menyentuhnya karena ini hanyalah wujud lain dari pedangmu" ujar Dewa Hilos
"Benarkah?" jawab Katsumi
Katsumi kemudian menyentuh pedang tersebut.. tetapi tembus.. seakan-akan pedang tersebut tak ada disitu
"Bagaimana.. sekarang kau percaya dengan perkataanku nak" ucap Dewa Hilos
"Mustahil.. susah untuk dipercaya.. apakah memang benar bahwa aku ini seorang Kesatria Suci" pikir Katsumi
"Sekarang hanya tinggal menentukan pilihanmu nak.. aku tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa depan.. yang pasti.. bangunkanlah pedang yang bernaung didalam azimat ini.. bangkitkan dia.. dan.. pergunakanlah untuk kebaikan" sahut Dewa Hilos
Katsumi melirik kearah azimat tersebut..
"Apakah kau benar-benar berada didalam sana.. lalu.. mengapa kau memilihku sebagai Kesatria Suci.. bukankah masih terdapat banyak orang hebat yang berjuang disana" pikir Katsumi
"Pedang tersebut tidak menilai seseorang berdasarkan kekuatannya nak.. dia menilai seseorang hanya dari dalam hatinya.. karena inti dari semua perilaku seseorang bersumber dari hati. Apabila hatinya bersih.. sudah dapat dipastikan bahwa orang tersebut memiliki sifat baik, dermawan, dan lain-lain, dan jika hati tersebut busuk.. orang tersebut pasti selalu bertindak kejam, dan lain-lain.. maka dari itu.. kuberanggapan bahwa pedang tersebut menilai dirimu dan karena hatimu bersih seperti ucapanku sebelumnya.. kemudian dia memilihmu" ucap Dewa Hilos yang seakan-akan mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh Katsumi
"Tetapi.. apakah dewa yakin jika aku memanglah orang yang dipilih oleh pedang yang bernaung didalam azimat ini?" tanya Katsumi
"Mungkin.. yang pasti aku tak tahu dengan pasti apakah kau memang benar orang pilihan pedang tersebut.. tetapi.. jika memang hal tersebut benar bahwa kau adalah pemilik sah pedang suci itu, pergunakanlah dengan sebaik-baiknya.. atau.. kau akan berhadapan denganku" balas Dewa Hilos
"Baiklah dewa, jika memang pedang yang bernaung didalam cincin ini memilihku.. akan kupergunakan dia untuk mewujudkan semua impian orang Ardonia.. yaita kebebasan dan kedamaian" sahut Katsumi
"Hm.. bagus kalau begitu.. baiklah.. waktunya kau untuk melanjutkan petualanganmu bersama dengan temanmu nak" balas Dewa Hilos
Dewa Hilos melirik kearah Zang.. Zangpun demikian, melirik Dewa Hilos dan menangguk kepadanya.. mereka ber2 tersenyum (Dewa Hilos & Zang)
"Ehh.. kalian kenapa, apakah kalian sudah saling kenal?" tanya Katsumi
"Tidak tuan.. tidak ada apa-apa.. kami hanya sedang melirik masing-masing" balas Zang
"Astaga Zang.. kau Gay?" ucap Katsumi
"Tentu tidak tuan! pikiran saya masih sehat.. jadi mana mungkin saya Gay" balas Zang
"Hahaha.. kalian ini.. terlihat akrab sekali" tawa Dewa Hilos
"Baiklah.. mari.. kalian lanjutkan perjalanan kalian" ucap Dewa Hilos
Kemudian.. Dewa Hilos menghentakkan kakinya ketanah dan.. Cringg.. muncul sebuah portal menuju UnderWorld(Bumi)
"Baiklah.. kami pergi dulu dewa" ucap Katsumi sambil melambai kepada Dewa Hilos
Dewa Hilospun membalas lambaian tangan Katsumi lalu..
"Zang.. jaga dia baik-baik.. dia adalah sang penyelamat negeri ini" ucap Dewa Hilos kepada Zang melalui telepati
Zang terhenti dan..
"Baiklah tuan.. saya akan mengikuti semua perkataan tuan, saya akan terus berada disampingnya.. karena dia spesial bagi saya.. maka saya berani berkorban untuknya.. karena saya yakin.. suatu saat nanti.. pasti dia akan membawa kedamaian pada Negeri Ardonia ini" balas Zang
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya kembali menuju UnderWorld. 1 legenda telah terpecahkan.. sekarang hanya tergantung dengan niat yang dimiliki oleh Katsumi yang akan menentukan nasib negeri ini.. semoga dengan keberadaan pedang suci yang telah dia ketahui, dia dapat membangkitkan pedang tersebut dan membawa kedamaian pada negeri ini