Takdir Pedang Suci

Takdir Pedang Suci
Roga dan Pedang Suci


__ADS_3

"Orge Penjaga?" ucap Katsumi sambil memasukan kembali pedang kedalam sakunya


"Orge Penjaga adalah para orge-orge pilihan yang dipercaya dapat menjaga hutan ini, mereka hanya akan menyerang apabila melihat seseorang tengah merusak hutan ini" ujar Orge tersebut


"Dan kau adalah salah 1 dari mereka?" tanya Katsumi


"Benar.. tapi mungkin sekarang hanya aku yang tersisa" balas Orge


"Hah! apa maksdumu?"


"Sebelumnya.. Raja Rendor datang kemari bersama pasukannya untuk meminta bantuan kami.. karena kekuatan kami yang besar, tetapi.. tetua kami memerintahkanku untuk tetap berada disini.. sebagai penjaga hutan" sahut Orge


"Hm.. tak kusangka.. aku telah salah menilaimu.. awalnya kukira kau adalah monster, ternyata.. bukan" ucap Katsumi


"Tak apa-apa nak, memang wajar kalau kau menganggapku sebagai monster karena wujudku yang seperti ini" balas Orge tersebut


"Maaf-maaf ya, aku tak sengaja menyerangmu tadi" ucap Katsumi sambil menggaruk-garuk kepala


"Oh iya.. sebelumnya.. siapa namamu?" tanya Katsumi


"Roga.. kau bisa memanggilku Roga!" ucap Roga


"Ohh.. jadi namamu Roga ya, namaku Katsumi. Salam kenal" sahut Katsumi


"Hm.. sebenarnya.. ada perlu kalian datang kemari? bukankah tempat ini terlalu jauh dari peradaban" ucap Roga


"Kami datang kemari karena ingin pergi menuju kepada suatu tempat" ucap Katsumi


Katsumi mengambil peta dari dalam jubahnya dan menyerahkannya kepada Roga


"Ini dia petanya, tetapi.. apakah kau dapat membacanya" ucap Katsumi ragu-ragu


"Tentu saja nak.. aku dapat membacanya dengan lancar" balas Roga


Roga kemudian melihat peta tersebut


"Hm.. jadi kalian ingin pergi menuju tempat ini ya?" tanya Roga


"Iya.. kau benar sekali Roga" balas Katsumi


"Bagaimana jika kalian kuantar menuju tempat ini, kebetulan aku mengetahui tempat tersebut dan sebagai ucapan terima kasih karena kau tidak membunuhku nak" sahut Roga


"Hahaha.. tidak usah dipikirkan, lagian.. tadi akulah yang salah karena secara tiba-tiba menyerangmu" balas Katsumi


Kami kemudian pergi menuju tempat tersebut. Tentunya dengan bantuan Roga


"Hati-hati nak, ditempat ini juga terdapat beberapa monster kuat. Maka dari itu.. berhati-hatilah" ujar Roga


"Baiklah Roga" balas Katsumi


"Tuan.. apa tuan yakin dengan perkataannya?" sahut Zang


"Tentu saja Zang, memang mengapa kau tiba-tiba berkata seperti itu?" tanya Katsumi


"Tidak tuan.. tidak ada apa-apa. Hanya saja, saya merasa ragu dengan perkataannya"


"Sudahlah Zang.. kau tidak boleh beranggapan seperti itu.. bisa jadi perkataannya memang benar bahwa dia akan mengantar kita pada tempat ini" ujar Katsumi


"Baiklah tuan.." balas Zang


Beberapa saat berjalan ditempat ini.. akhirnya kami tiba pada tujuan


"Itu dia nak, kuil yang selama ini kalian cari-cari" ucap Roga


"Wah.. kau benar, mari kira bergegas menuju tempat tersebut" sahut Katsumi


"Baik nak, oh iya.. berhati-hatilah.. ditempat itu konon terdapat monster yang menjaga kuil tersebut, tetua kami yang menceritakan langsung kepada kami" ucap Roga


"Hm.. benarkah, jika memang benar.. sepertinya kali ini kita akan bersenang-senang" ucap Katsumi


"Dasar manusia.. kalian selalu menganggap semua hal tak berbahaya" balas Roga


"Hahahaha.." tawa Katsumi


"Zang.. kau juga bersiap-siaplah, mungkin saja akan ada sebuah kejutan yang menyambut kita!" ucap Katsumi

__ADS_1


"Baik tuan" balas Zang


Kemudian.. kami tiba dipintu masuk kuil tersebut


"Baiklah teman-teman.. berhati-hatilah!" ucap Katsumi


Katsumi mengeluarkan pedangnya, Zang waspada.. dan Roga mengambil sebuah palu yang ia bawa dari punggungnya.


Tiba-tiba.. Huaa!!! gonggongan dari sesuatu yang besar dan Bugg.. seekor Werewolft muncul



"Astaga! makhluk apa itu!" ucap Katsumi


"Itulah yang kumaksud nak, berhati-hatilah.. kekuatannya benar-benar dasyat" balas Roga


"Hah!" sahut Katsumi


"Dahulu.. nenek moyang kami pernah berusaha untuk menyingkirkan monster tersebut.. akan tetapi.. mereka semua gagal karena terbunuh oleh monster terkutut itu!" ujar Roga


"Jika memang begitu.. mari, kita bersama-sama membalaskan dendam nenek moyangmu" sahut Katsumi


"Terima kasih nak.. kau telah bersedia membantuku hingga sejauh ini"


"Tentu saja.. itulah gunanya seorang teman"


"Teman.." sahut Roga


Huaa!! monster tersebut menggeram


"Sudahlah.. kita sudahi dulu pembicaraan ini.. sekarang kita harus fokus terhadap monster tersebut!" ucap Katsumi


Zang kemudian mengumpulkan energi dan menembakan gelombang sihir pada monster tersebut


"Kerja bagus Zang.. teruslah menembak!" ucap Katsumi


"Bersiaplah kau.. Slining Slash!" Katsumi menebas monster tersebut..


Roga meloncat dan brugg.. memukul monster tersebut menggunakan palunya


"Sepertinya kekuatan kita ber3 kurang kuat untuk mengalahkan monster tersebut, bagaimana jika kita bergegas mundur?" ucap Roga


"Roga, jangan menyerah! kita sudah bersusah payah menyerang monster tersebut.. dan setelah sampai pada titik ini, kau ingin melarikan diri?" balas katsumi


"Tuan.. cepatlah.. monster tersebut terus melangkah maju!" sahut Zang yang masih menembakan gelombang sihirnya


"Baiklah Roga, jika kau ingin pergi dari sini.. maka silahkanlah pergi.. karena aku dan temanku akan tetap melawan monster tersebut" sahut Katsumi


Roga terdiam..


"Rasakan ini.. Phantom Slash!" Katsumi menebas monster tersebut berulang kali


Cunggg... Duaarrr... Zang menembakan gelombang petir


"Zang.. serangan kita tidak cukup untuk mengalahkan dia. Maka dari itu, gunakanlah seluruh kekuatan yang kau punya!"


"Baik tuan!" ucap Zang


"Hiyaaa..!" Katsumi menebas monster tersebut


Huaa!! Brungg.. monster tersebut menyerang mereka ber2


Katsumi dan Zang terpental..


Hah.. hah.. hah..(nafas terengah-engah)


"Tuan.. apa sebaiknya kita mundur saja dari sini? kekuatannya sangatlah besar.. sihir saya bahkan tak mampu menembus pertahanannya" ucap Zang


"Tidak Zang.. tidak.., seorang kesatria tak akan pernah mundur dari medan pertempuran sampai titik darah penghabisannya.. maka dari itu.. jika kita mundur dari sini, maka sama saja kita membuang harga diri kita!" balas Katsumi


"Aku tak mau.. mengorbankan semua hal yang telah kita lalui ini.. karena jika kita mundur.. bagaimana cara kita agar dapat memasuki kuil tersebut!" tambah Katsumi


Lalu kemudian..


"Aku akan membantu kalian.." tiba-tiba Roga kembali

__ADS_1


"Cehh..." ucap Katsumi sambil melirik Roga


"Jika saja kau tidak mundur.. maka kami tak akan sampai seperti ini Roga" ucap Katsumi


"Maaf.. tadi aku benar-benar ketakutan.. karena kupikir jika kita tetap menyerangnya.. maka kita juga akan berakhir sama seperti nenek moyangku"


"Ohh.. ternyata kau takut mati ya?" tanya Katsumi


"Bukan, aku sama sekali takut mati.. hanya saja jika kumati, lalu siapa yang akan menjaga tempat ini?" jawab Roga


Katsumi lalu bangkit berdiri


"Alasanmu.. lumayan masuk keakal juga" ucap Katsumi


"Apa kau bilang! dasar.. semua manusia memang sama saja!" balas Roga


"Hahahaha.. sudah-sudah.. sekarang kita harus fokus terhadap monster itu"


"Benar ucapanmu nak!" balas Roga


"Dengar baik-baik.. Kau serang dia dari sisi barat, aku dan temanku akan menyerang dia dari sisi selatan dan utara.." sahut Katsumi


"Baik" balas Roga dan Zang yang melalui telepati


Kemudian kami menyerang monster tersebut


"Serang!" ucap Katsumi


Karena kerja sama kami yang terbilang sempurna.. monster tersebut terpojok dan tak memiliki jalan keluar lagi


Tiba-tiba..


"Tuan! lihat.. pedangmu!" ucap Zang


Zang melihat kearah pedangnya..


"Apa.. apa.. apa yang terjadi.. mengapa pedangku tiba-tiba menghilang" sahut Katsumi


Lalu..


Cringgg.. Cahaya berkilau muncul dari dalam azimat tersebut


"Aahh.. cahaya apa ini" Ucap kami ber3


Dan.. dari atas langit.. tiba-tiba muncul..


Wugwugwugwug.. tinggg.. sebuah pedang menancap ditanah


"Tuan! bukankah itu.. pedang suci!" ucap Zang


"Hah.. mustahil.. pedang.. pedang suci sekarang berada didepan mataku" ucap Katsumi didalam hati


Tiba-tiba pedang tersebut tercabut dari tanah dan.. wugwugwug.. terbang menuju Katsumi


"Hah.. tuan.. dia datang!" ucap Zang


Dengan sigab.. Katsumi kemudian menangkap pedang tersebut..


"Hah.. pedang suci berada digenggamanku!" ucap Katsumi dalam hati


Huaa..! geram monster tersebut


Katsumi melirik kearah monster dan tersenyum licik..


"Rupanya kau masih berani melawanku ya.. baiklah.. akan kuberi kau tidur panjang yang nikmat!" ucap Katsumi


Monster tersebut kemudian berlari menghampiri Katsumi dan.. sringg.. katsumi mengayuhkan pedangnya. Kemudian muncul sesosok bayangan bilah pedang yang menebas monster tersebut, alhasil monster itu kemudian hancur berkeping-keping


"Wow.. tuan.. tuan berhasil membangkitkan pedang tersebut!" ucap Zang


Katsumi tak habis pikir mengapa pedang tersebut tiba-tiba muncul dihadapannya


"Sebenarnya.. apa yang kau inginkan dariku, mengapa.. kau tiba-tiba muncul dan membantuku.." ucap Katsumi dalam hati


Perjalanan ini pada akhirnya membuahkan hasil yang begitu besar.. Pedang Suci, ya.. Pedang Suci kini telah berada digengamanku.. mungkinkah dengan ketibaan pedang ini mampu membawa kedamaian pada Negeri Ardonia.. aku yakin.. dengan kekuatan besar yang telah berada padaku saat ini, aku pasti dapat dengan mudah mengusir mereka dari negeri ini dan membawa kebebasan untuk seluruh penunggu Negeri Ardonia

__ADS_1


__ADS_2