
Setelah mendirikan perapian ditempat ini.. kami kemudian bergegas melanjutkan perjalanan menuju makan Dewa Hilos
"Zang.. apakah energimu telah pulih kembali?" tanya Katsumi
"Iya tuan.. saya merasa energi saya telah sepenuhnya kembali pulih, dengan begini.. memunculkan vortek bukan lagi masalah besar buatku tuan"
"Bagus kalau begitu.. dengan tenagamu yang telah sepenuhnya kembali pulih.. aku yakin, perjalanan kita akan terasa cepat karena kondisimu yang telah membaik ini" sahut Katsumi
Katsumi kemudian mengambil pedang miliknya dan memasang dipunggungnya..
"Baikah Zang, mari kita bergegas! ingat.. waktu tak akan pernah menunggu kita" ujar Katsumi
"Benar tuan.. mari.. duduk dipunggung saya karena setelah ini kita akan kembali melanjukan perjalanan kita" balas Katsumi
Katsumi menaiki punggung Zang.. kemudian Zang terbang dan memunculkan sebuah vortek didepannya
"Tuan.. berpeganglah dengan erat.. karena setelah ini kita akan memasuki ruang dimensi lain" sahut Zang
"Baik Zang!" balas Katsumi
Munculah vortek yang akan kami masuki dan.. wuss.. kami masuk dan lenyap
Setelah beberapa saat kami berada pada didalam dimensi.. tak lama kemudian tibalah kami sampai pada tujuan
Bruggg.. Zang mendarat kencang
"Uhuk.. uhuk.. uhuk.., Zang.. lain kali jika kau ingin mendarat.. lakukanlah dengan perlahan.. agar debu-debu disekitar tempat kau turun tidak berhamburan" ucap Katsumi sambil menutup hidung & mulutnya menggunakan tangan kanannya
"Iya tuan.. maaf, lain kali akan saya lakukan lebih perlahanan" balas Zang
"Zang.. sekarang kita berada dimana.. mengapa pemandangan yang ada ditempat ini hanyalah gurun pasir saja? tanya Katsumi
"Hufft.. tuan lupa, kan sebelumnya saya mengatakan bahwa Dewa Hilos itu adalah Dewa Gurun Pasir, jadi wajar saja jika tempat tinggal/kondisinya seperti ini" sahut Zang
"Ehh iya, maaf Zang, aku lupa hehehehe" balas Katsumi
"Tidak apa-apa tuan, yang terpenting kita telah tiba ditempat ini.. mari kita bergegas menuju makamnya!" ujar Zang
Kami kemudian kembali terbang menyusuri gurun pasir ini.. sekaligus mencari dimana keberadaan makam Dewa Hilos tersebut
"Huft" Katsumi menyapu keringatanya
"Zang.. apakah masih lama lagi? disini panas sekali, coba kau lihat.. tubuhku telah dipenuhi oleh keringat! sahut Katsumi
"Tahan sebentar lagi tuan, sepertinya kita sudah hampir tiba dikuil makam Dewa Hilos" balas Zang
"Bernarkah!" ucap Katsumi
"Benar tuan.." sahut Zang
Setelah beberapa saat terbang menyusuri gurun pasir ini.. tibalah kami pada sebuah kuil kuno
"Zang! apakah itu kuil makamnya?" seru Katsumi sambil menunjuk kearah sebuah kuil
"Iya.. benar tuan. Itulah kuil makam tempat dimana Dewa Hilos dikuburkan" balas Zang
"Tapi.. kau bilang Dewa Hilos sangatlah istimewa.. bahkan sampai bisa menjadi pemimpin para mahkluk suci Negeri Ardonia, tapi.. mengapa tempat peristirahatan terakhirnya tampak biasa-biasa saja?" tanya Katsumi
"Itulah yang tuan belum ketahui tentang Dewa Hilos, makam ini hanyalah penyamaran saja.. tetapi setelah kita masuk kedalam ruangan sebenarnya, maka kupastikan tuan akan terkejut" ucap Zang
__ADS_1
"Wow.. aku menanti kejutan yang kau katakan itu Zang, hahahahaha" tawa Katsumi
Akhirnya.. kami masuk kedalam kuil itu.. didalam tampak biasa-biasa saja.. tidak seperti yang dikatakan Zang
"Zang! kau membohongiku ya! kau bilang.. didalam sini istimewa.. tapi.. kenapa tidak?" tanya Katsumi
"Bukan ruangan ini tuan, tetapi didalamnya.. disanalah terdapat ruangan takjub yang saya katakan sebelumnya" ujar Zang
"Hm..." balas Katsumi
Tiba-tiba..
"Tuan.. ornamen tadi masih tuan bawakan?" tanya Zang
"Iya, memang kenapa?" balas Katsumi
"Sekarang.. tuan letakan ornamen tersebut diatas batu itu" ucap Zang sambil menunjuk kearah batu yang dia maksud
"Batu itu.. memang mengapa Zang?"
"Sudah.. tuan letakan saja dan lihat apa yang akan terjadi!" sahut Zang
"Baiklah" ucap Katsumi sambil berjalan dan meletakan ornamen tersebut diatas batu seperti yang Zang katakan
"Sudah Zang, terus.. sekarang apa?" tanya Katsumi
Zang terdiam.. angin berhembus kencang..
"Zang! Zang! apa yang tejadi?" tanya Katsumi sambil melindungi wajahnya karena angin yang kencang ini
Kemudian.. warna tubuh Zang mengeluarkan aura keemas-emasan dan.. duar... petir emas menyambat tepat mengenai ornamen tersebut.. lalu ornamen itu melayang dan berputar-putar.. dan tanpa Katsumi sadari.. bebatuan didalam ruangan tersebut tiba-tiba bergerak menggeser dengan sendirinya dan.. Cringg.. pintu sebuah pintu raksasa terbuka dari arah depan ornamen tersebut
Wuuussss.. angin kembali normal
"Maaf tuan, tadi saya belum sempat mengatakan bahwa setelah ornamen tersebut diletakkan diatas batu itu, perlu dialirkan kekuatan sihir dari makhluk suci tuan" jelas Zang
"Ohh.. begitu, kukira kau sebelumnya tengah kerasukan roh yang menghuni tempat ini" sahut Katsumi
"Hahahaha, tidak tuan.. hal tersebut mustahil terjadi padaku" balas Zang
Kemudian kami masuk kedalam pintu tersebut..
"Zang cepat! waktu tak akan menggumu" sahut Katsumi
"Baik tuan" balas Zang
Kami memasuki pintu tersebut dan..
"Zang! lihatlah.. ruangan ini begitu megah, ada banyak sekali permata & emas ditempat ini" sahut Katsumi
"Hahahaha, sudah kuduga tuan akan berkata seperti itu" balas Zang
Kami berjalan diruangan yang dipenuhi oleh harta emas, platinum, berlian, dan lain-lain
"Wow.. siapa sangka, ditempat seperti ini terdapat harta karun yang melimpah" ucap Katsumi
"Semua harta ini adalah milik Dewa Hilos tuan, maka dari itu.. jangan sampai tuan mengambilnya jika tidak ingin terkena kutukan" balas Zang
"Kutukan, kutukan apa maksudmu Zang?" tanya Katsumi
"Semua harta ini telah diberi kutukan oleh Dewa Hilos sendiri dengan tujuan agar harta ini tidak jatuh ketangan orang jahat" balas Zang
"Ohh.. sayang sekali, kita tidak dapat mengambil harta sebanyak ini" sahut Katsumi
__ADS_1
"Semisal harta ini bisa kita ambil, memang apa yang akan tuan lakukan dengan emas ini ditengah dunia yang sedang berperang?" tanya Zang
Katsumi terdiam..
"Maka dari itu tuan.. lebih baik kita tidak mengambil harta ini.. karena tak ada gunanya.. malah, kita akan terkena kutukan Dewa Hilos" ucap Zang
"Benar juga ucapanmu Zang" sahut Katsumi
Setelah beberapa saat berjalan ditempat ini.. kami akhirnya tiba pada makam Dewa Hilos
"Lihat tuan.. itu dia ruangan makam Dewa Hilos" ucap Zang
"Iyah.. kau benar. Mari Zang, kita bergegas kesana!" sahut Katsumi
"Tuan.. tunggu.. jangan pergi kesana dahulu!" seru Zang
Tiba-tiba.. dari dalam pasir muncul sesosok Anubis.. penjaga makam tersebut
"Hah! makhluk apa ini Zang!" ucap Katsumi sambil mengeluarkan pedangnya
"Tunggu.. tunggu tuan, dia adalah Anubis.. penjaga makam ini, lagi pula Dewa Hilos telah memberikan dia kekuatan agar tak dapat dengan mudah dikalahkan" ujar Zang
"Jadi.. bagaimana kita agar bisa melewati dia?" tanya Katsumi
"Tenang tuan, biasanya Anubis selalu memberikan pertanyaan kepada siapapun yang ingin masuk menuju makam Dewa Hilos" balas Zang
"Ohh.. begitu ya. Tak kusangka akan mudah melewati Anubis ini" sahut Katsumi
"Tuan.. tuan jangan asal memutuskan dahulu.. pertanyaan yang diberikan oleh Anubis ini bukanlah pertanyaan biasa.. pertanyaan yang diberikan oleh Anubis biasanya setingkat dengan pertanyaan para dewa" balas Zang
"Apa katamu.." ujar Katsumi
Tiba-tiba..
"Tak ada siapapun yang diperbolehkan bertemu dengan Dewa Hilos.. hanya ada 2 pilihan.. pergi dengan aman, atau maju menghampiri kematian.." Ucap Anubis tersebut
"Zang! apa yang ia katakan?" tanya Katsumi
"Dia tengah memberikan kita pilihan apakah kita akan maju menjawab pertanyaanya atau mundur dengan aman tuan.. tetapi seperti yang saya katakan tadi.. pertanyaan tersebut tidaklah mudah.. jika kita tak dapat menjawab pertanyaan tersebut, nyawa kita menjadi taruhannya tuan" jelas Zang
Setelah mendengat ucapan Zang.. Katsumipun berfikir
"Hm.. apakah kami akan sanggub menjawab pertanyaan Anubis, jika kami berhasil.. perjalanan kami tidak akan menjadi sia-sia. Tetapi.. bagaimama jika kami tidak dapat menjawab pertanyaannya.. nyawa kami akan menjadi taruhannya, dan.. perjuangan yang kami lalui selama ini pasti tidak akan berguna sama sekali" pikir Katsumi
Katsumi berfikir keras dan...
"Baiklah Anubis.. kami terima pertanyaanmu" ucap Katsumi
"Jawab dengan benar.. atau nyawa kalian menjadi taruhannya!" sahut Anubis
"Tuan.. apa yang tuan lakukan!" ucap Zang..
"Tenanglah Zang.. aku tahu apa yang akan kuperbuat nanti"
"Baiklah tuan.." ucap Zang cemas
"Cepat kita mulai" sahut Katsumi kepada Anubis
"Aku tidaklah ada.. namun.. aku selalu diharapkan.. aku tidak hidup.. tapi aku selalu bernafas.. jantungku tidak berdetak.. tetapi.. waktu terus mengejarku.. aku tidak dipuja.. tetapi selalu diharapkan oleh banyak orang.. siapakah aku?" tanya Anubis
Inilah.. pertanyaan yang akan menentukan akan menjadi apa Katsumi kedepannya.. mungkinkah sang Anubis telah mengetahui jati diri Katsumi.. dan dengan sengaja melontarkan sebuah pertanyaan yang akan menentukan apakah dia pantas menjadi pahlawan atau tidak.
__ADS_1