Takdir Pedang Suci

Takdir Pedang Suci
Pintu Gate


__ADS_3

Katsumi berada didalam mimpinya kembali.. namun mimpi kali ini berbeda dari sebelumnya.. karena..


Syinggg.. sebuah cahaya muncul ditempat gelap dan mengenai mata Katsumi


"Aaahh.. apa ini? apakah ini mimpi seperti dahulu lagi?" tanya Katsumi


"Hm.. Tetapi.. mengapa tempat ini benar-benar jauh berbeda dari mimpiku sebelumnya.. disini terasa sangat dingin dan senyap" pikir Katsumi


Tiba tiba.. dahan-dahan pohon kegelapan keluar dari dalam tanah beserta jaring laba-laba yang tertempel pada pohon tersebut


"Aaahh.. apa ini!" sahut Katsumi


Brull.. brull.. brull.. dahan pohon terus bermunculan dan membuat Katsumi terpental


Brugg.. Katsumi terpental


"Aaahh.. sebenarnya.. apa yang terjadi disini?"


Tiba-tiba dari dalam dahan-dahan pepohonan tersebut.. terlihat Zang yang tengah terperangkap didalamnya


"Zang! Zang!" teriak Katsumi


"Tuan.. tolong saya.. tuan!" balas Zang


Katsumi berdiri dan bergegas menghampiri Zang


"Zang.. aku akan secepat mungkin menyelatkanmu.. tenanglah!" ujar Katsumi yang mengambil pedang yang berada dipinggangnya


"Ahh.. aku lupa.. pedang itu telah kuberikan kepada Lifya, baiklah.. akan kugunakan pedang suci ini" pikir Katsumi


Katsumi mengambil pedangnya dan.. wusss.. pedang suci tersebut lenyap. dan terlihat seakan-akan Katsumi hanya berlari ditempat dia berdiri saja karena tampak terlihat sejauh Katsumi mengejar Zang, Zang terus menjauh


"... Apa-apaan ini.. pedang suci miliku.. lenyap"


"Aaahhh!" Katsumi tersadung oleh sebuah dahan, dan dahan tersebut menarik Katsumi kedalam gelapnya kegelapan menjauh dari Zang


"Ahhh.. apa ini! aku harus segera terlepas oleh benda ini!" Katsumi terus berusaha melepaskan diri dari dahan tersebut


"Aaahh..." dahan tersebut terus menarik Katsumi dengan sangat kuat


"Zang! Zang!.." sahut Katsumi


"Katsumi.. Katsumi.. sadarlah.. Katsumi!" sahut Lifya yang berusaha membangunkan Katsumi dari tidurnya


"Zang!.. Zang!.. Ahhh.." Katsumi akhirnya terbangun setelah sekian lama mengingau tentang Zang


"Katsumi.. apa yang terjadi?" tanya lifya


"Te.. temanku.. Zang.. dia sepertinya tengah dalam bahaya!" ucap Katsumi terlihat sangat gelisah


"Katsumi.. Katsumi.. tenanglah.." sahut Lifya


"Tidak.. sudah tidak ada waktu lagi.. temanku saat ini sangat membutuhkan bantuangku. Aku harus segera menolongnya" ucap Katsumi yang perlahan meneteskan air mata


"Jika tidak.. Zang.. dia.. dia.."


Brugg.. Lifya memeluk Katsumi


"Hah..." bisik Katsumi


"Sudah.. sudah Katsumi.. cukup.. kau tak perlu sampai mengkhawatirkannya hingga seperti ini.. kau harus terus yakin bahwa temanmu saat ini tengah baik-baik saja, mimpimu itu dapat terjadi karena mungkin kau terlalu mencemaskan dirinya" ucap Lifya yang masih memeluk Katsumi berusaha menenangkannya


Katsumi hanya terdiam.. dia tak melanjutkan mengemas barang-barang bawaannya


"Kita tak perlu risau.. kita hanya perlu yakin saja bahwa suatu saat kita dapat menemukannya.. kau harus tetap berfikir positif tentang dirinya, Katsumi"

__ADS_1


Katsumi kembali duduk disebuah dahan tumbang


"Jadi.. nama temanmu Zang ya?" tanya Lifya


"...." Katsumi hanya terdiam


"Sepertinya.. kau sangat menyayanginya..


"... Itu karena.. dia adalah sahabatku yang selalu menemaniku dimanapun kuberada" bisik Katsumi perlahan


"Hm.. aku menjadi teringat kembali waktu semua teman dan sahabatku masih hidup didunia ini" ucap Lifya sambil melihat kearah langit pagi


Katsumi menoleh kearah Lifya


"Hm.. dulu.. aku juga sama seperti dirimu.. saat teman-temanku dalam bahaya, aku pasti selalu mencemaskan mereka, hehehehe.." tawa kecil Lifya


"Seandainya saja masih terdapat salah 1 dari mereka yang selamat.. pasti aku tak akan pernah sendirian didunia ini.. namun.. mereka telah pergi meninggalkanku.."


"...." Katsumi terdiam sambil merasa tak enak dengan pembicaraan ini


"Coba kau lihat sinar matahari terbit itu, indah sekali bukan" ucap Lifya yang menunjuk kearah matahari terbit tersebut


"Seharusnya kau bersyukur karena kau masih memiliki seorang sahabat.. karena bagiku, lebih baik memiliki 1 orang sahabat yang akan terus membantuku dari pada memiliki 1000 teman yang akan meninggalkanku dikala kuterjatuh"


"Lifya.. maaf, bukan maksudku seperti itu" sahut Katsumi


"Tak apa.. ini semua bukanlah salahmu, aku hanya mengingatkan saja, tetapi memang wajar jika kau sangat mengkhawatirkan temanmu, jika kuberada diposisimu, mungkin aku akan melakukan hal sama seperti yang kau lakukan. Maka dari itu.."


Lifya berdiri


"Mari.. kita bersama-sama mencari temanmu hingga kita menemukannya" ucap Lifya terlihat tersenyum sambil mengulurkan tangannya


"... Baik.. terima kasih banyak atas nasihatmu, Lifya"


"Emm.." balas Lifya


"Oh iya.. Katsumi, sebenarnya bagaimana kejadiannya sehingga temanmu tersebut menghilang?" tanya Lifya di perjalanan


"Hm.. sebenarnya.. temanku menghilang tepat setelah Kota Etherea diserang oleh pasukan musuh" balas Katsumi


"Kota Etherea, diserang!"


"Iya.. pasukan neraka, mereka menyerbu kota dari segala arah. Namun, pasukan mereka dapat kami atasi walaupun tidak sedikit korban yang berjatuhan. Disitulah, awal penyerangan berasal dan berakhir dengan temanku yang tiba-tiba menghilang"


"Ohh.. jadi seperti itu ya"


"Namun.. aura yang dipancarkan olehnya masih dapat kurasakan, sehingga membuatku bertambah yakin bahwa dia masih hidup hingga saat ini" ujar Katsumi


"... Katsumi, temanmu itu.. apakah dia elf? kau mengatakan bahwa aura yang dia pancarkan masih dapat kau rasakan" ucap Lifya


"Bukan, temanku adalah seekor griffin yang telah banyak membantuku, tanpa dia.. mungkin sekarang aku tak akan pernah berada ditempat ini"


"... Griffin! bukankah mereka hewan legendaris ya?"


"Iya kau benar" balas Katsumi


"Tetapi.. dari buku yang kubaca, semua griffin tak dapat berbicara dengan manusia. Biasanya mereka hanya patuh terhadap tuannya seperti halnya hewan peliharaan pada umumnya" sahut Lifya


"Emm.. yang ini berbeda. Entah mengapa.. kumerasakan bahwa dia berbeda dari griffin lain, mungkin karena dia merupakan seekor Kolkhis" ujar Katsumi


"Hee...?? Kolkhis.. bukankah dia merupakan pemimpin para griffin ya?"


"Ya.. kau benar"


"Tak kusangka.. kau ternyata dapat berteman dengan seekor Kolkhis, hebat!" ujar Lifya

__ADS_1


"Hehehehe.. tidak juga.."


Tiba-tiba... Katsumi terhenti dan..


"Apa ini! Zang.. hawa Zang, tak salah lagi.. aku dapat merasakan auranya disekitar sini" pikir Katsumi


"Katsumi.. ada apa?" tanya Lifya


"Tidak.. tidak ada apa-apa Lifya, hanya saja aku sempat merasakan aura Zang, tapi hanya untuk sesaat dan aura tersebut telah menghilang kembali, sudah banyak kutemukan fenomena seperti ini. Berkali-kali kumerasakan aura Zang, tetap dia tak kunjung kutemukan" ujar Katsumi


"... Katsumi.. apakah kau mengetahui tentang fenomena Gate?" tanya Lifya


"Fenomena Gate? apa itu.. aku tak pernah mendengarnya" jawab Katsumi


"Fenomena Gate ialah kondisi dimana seluruh tubuh dan jiwa seseorang terhisap secara paksa kedalam suatu dimensi, namun aura ataupun hawa sihir dari pengguna tersebut tidak, seakan-akan terpisahkan oleh 2 dimensi yang berbeda antara dunia nyata dan dunia dimensi, maka dari itu kekuatan dan aura dari seseorang yang mengalami fenomena ini dapat kita rasakan, hanya saja kita tak akan pernah menemukan pemilik aura tersebut karena dirinya sendiri telah masuk kedalam dimensi yang berbeda dengan dimensi kita" jelas Lifya


"... Terus.. apakah menurutmu temanku, Zang terkena fenomena ini?" tanya Katsumi


"Hm.. aku masih belum dapat memastikan 100% bahwa temanmu mengalami fenomena ini, tetapi.. dari keterangan yang kau ceritakan kepadaku.. ada sedikit kejanggalan yang terselip didalam pikiranku bahwa temanmu saat ini mengalami fenomena ini"


"Jadi.. bagaimana cara mengeluarkan dia Lifya, kau pasti tahu suatu cara untuk mengeluarkannya kan?" sahut Katsumi


"... Sebenarnya ada, hanya saja membutuhkun mana yang sangat banyak untuk membuka paksa gate tersebut, maka dari situlah.. aku bingung bagaimana cara kita mendapatkan mana itu"


*mana : suatu energi yang dimiliki oleh beberapa orang yang memiliki kekuatan sihir, biasanya tipe penyihirlah yang paling banyak memiliki dan menggunakannya untuk mengaktifkan serangannya


"Hah! aku memiliki sebuah ide, bagaimana jika kau menggunakan manaku untuk membuka paksa gate tersebut" sahut Katsumi


"Hah! tidak.. tidak bisa! manamu takkan cukup, jika manamu kurang.. maka kondisi tubuhmu akan sangat drop karena energi yang kau miliki telah terhisap semua oleh sihir ini. Terlebih lagi.. memang kau dapat menggunakan sihir? bukankan kau merupakan tipe penyerang ya?" ujar Lifya


"... Tidak.. aku aku rasa.. mana yang kumiliki ini sangatlah banyak, bahkan saking banyaknya aku dapat membuat suatu sihir dan mempadukannya menjadi beberapa sihir baru"


"Apa maksudmu?" tanya Lifya


Katsumi mengangkat tangannya dan buff.. munculah sebuah api biru ditangannya


"Hah! api biru.. ti.. tidak mungkin, bukankah sihir api biru merupakan sihir yang sangat sulit dipelajari bahkan terbilang langka karena sebagian besar buku tentang sihir ini telah lenyap, dan hanya penyihir pengguna mana terbanyaklah yang dapat memakainya, dan lagi.. Katsumi memunculkan api biru itu tanpa merapal.. sebenarnya.. siapa dia ini?" pikir Lifya


"Hehehe.. bagaimana, kau masih meragukan kekuatan sihirku?" sahut Katsumi


"... Tidak.. tapi apakah kau benar-benar serius, minimal seseorang yang ingin membuka paksa gate ini harus memiliki batas mana sekitar 100ribu mana, apakah kau memiliki sebanyak itu?" tanya Lifya


"Entah.. akupun juga tak tahu.. untuk memastikannya, kita dapat memulainnya dari sini!" ujar Katsumi


"Baiklah.. tanganmu, sini.. berikan padaku, pegang tanganku ini dan jangan banyak bergerak" sahut Lifya


Lifya kemudian sepeti tengah merapalkan suatu sihir dan.. cyingg.. sebuah lingkaran sihir beserta tulisan-tulisan kuno mulai bermunculan, seiring Lifya membaca mantra tersebut, lingkaran sihir dan tulisan kuno tersebut semakin terlihat jelas dan...


"Ahhh.. apa ini!" ucap Katasumi yang tersilau akibat cahaya tersebut


Kemudian.. dari arah kanan Katsumi dan Lifya..


Krakk.. krakk.. krakk.. terdengar seperti suara kaca yang akan pecah dan.. Pyangg.. sebuah dimensi tiba-tiba muncul didepan kami, lubang tersebut terlihat seperti sebuah dimensi karena bagian dalamnya yang berwarna gelap


"Hufft.. tak kusangka, kau ternyata memiliki mana yang sangat tinggi, apakah kau dulunya seorang penyihir, Katsumi?" tanya Lifya terkagum-kagum


"Tidak.. tidak juga.. ohh iya, apakah gate yang kau maksud.. adalah gate itu?" tanya Katsumi


"Iya kau benar.."


"Hm.. kukira akan lebih besar lagi gerbang gate itu.. hehehehehe.."


"... Sudahlah.. kau pasti dapat memasuki gate tersebut, mari.. kita bergegas masuk kedalam.. karena gate itu dapat menghilang jika dibiarkan dalam beberapa waktu" ujar Lifya


"Baiklah.. mari, kita masuk kedalamnya"

__ADS_1


Katsumi dan Lifya akhirnya masuk kedalam gate tersebut.. apakah yang akan mereka temukan didalam sana? apakah mungkin mereka akan menemukan Zang? ataukah nyawa mereka akan sangat terancam karena telah memasuki sebuah dimensi yang sama sekali tak mereka kenal sebelumnya..


__ADS_2