Takdir Pedang Suci

Takdir Pedang Suci
Kenyataan Gurun Pasir


__ADS_3

"Aku tidaklah ada.. namun.. aku selalu diharapkan.. aku tidak hidup.. tapi aku selalu bernafas.. jantungku tidak berdetak.. tetapi.. waktu terus mengejarku.. aku tidak dipuja.. tetapi selalu diharapkan oleh banyak orang.. siapakah aku?"


Sebuah pertanyaan yang sampai saat ini tak sanggub Katsumi jawab..


"Kuberi kau waktu 5 detik dari sekarang!" ujar Anubis


5 detik telah berlalu..


"Sekarang sebutkan.. apa jawaban kalian!" sahut Anubis


"Harapan!" seru Katsumi


"Ohh.." ucap Anubis sambil memutar membelakangi kami ber2


"Tuan.. apakah jawaban tuan benar?" tanya Zang


"Sepertinya begitu.. coba kau lihat dia!" ucap Katsumi sambil menunjuk keatar Anubis..


Lalu.. tiba-tiba.. Bugg.. Anubis menghantam Katsumi hingga terpental jauh menambrak tembok


"Jawabanmu salah! cepat jawab kembali kalau kau menginginkan nyawa kalian selamat!" ujar Anubis


"Uhuk.. uhuk.. uhuk.., Hahh..(menghela nafas) Zang.. bagaimana ini!" ucap Katsumi


"Saya juga tidak tahu tuan" balas Zang


"Waktumu telah habis, nak. Cepat jawab! sahut Anubis


"Impian.. jawabanmu adalah impian!" ucap Katsumi


"Graaa...." Anubis tersebut murka dan memukul tangannya kepasir tempat Katsumi berdiri


Settt.. Katsumi menghindar dan.. Duarrr.. Anubis menembakan bola api dari mulutnya tepat mengenai Katsumi


"Tuan!" teriak Katsumi cemas


"Hah.. hah.. hah.. (nafas terengah-engah) tak kukira.. dampak dari serangannya begitu besar.. dia memfokuskan kekuatan pada tangannya sehingga membuat semua sihir miliknya tertumpu pada 1 titik yang sama. Jika aku begini terus.. nyawaku akan sangat terancam. Maka dari itu, aku harus segera menjawab pertanyaan Anubis" pikir Katsumi


Sementara itu.. disisi lain Negeri Ardonia ini, diKota Etherea.. salah 1 kota besar yang masih bertahan dari serangan pasukan musuh.


"Awas! awas!.. ucap tim penyelamat yang datang dengan membawa korban..


Mereka kemudian tiba diUGD, Unit Gawat Darurat.. untuk segera menolong pasukan/petualang terluka yang mereka temukan


"Pak.. beberapa korban telah kami temukan.. sepertinya mereka masih dapat diselamatkan!" ucap tim penyelamat tersebut


"Baiklah.. akan kuusahakan semampuku.. sekarang, cepat bawa para korban kemari" sahut Kepala Medis/Penyihir Medis kepada tim penyelamat


1 per 1 korban diturunkan dari gerobak kemudian dibawa masuk menuju UGD.. Namun.. disinilah, kejadian yang pastinya akan sangat mengejutkan sang Kesatria Suci. Karena, 3 temannya(Minori, Kyouya, dan Kenji..) ternyata ditemukan selamat oleh tim penyelamat didekat jurang


"Ahh.. dimana aku?" tanya Minori dengan tubuh penuh kain perban


"Nyonya! nyonya tak boleh banyak bergerak dahulu.. kondisi nyonya sebelumnya benar-benar parah dan memprihatinkan" balas Perawat


"Sebenarnya.. apa yang telah terjadi kepadaku?" tanya Minori kembali


"Tim penyelamat kami menemukan nyonya dan beberapa teman-teman nyonya yang tergeletak didalam jurang dekat sungai dengan kondisi tubuh penuh dengan luka bakar"

__ADS_1


"Begitu ya. Eh, tunggu dulu! kau bilang sebelumnya saya ditemukan bersama dengan teman-teman saya didalam jurangkan?" tanya Minori


"Iya, memang kenapa nyonya?" balas Perawat


"Mereka.. mereka.. mereka dimana sekarang!" sahut Minori yang tengah ingin bergegas pergi dari ranjangnya


Bugg.. Minori terjatuh


"Nyonya.. kondisi tubuh nyonya belum sepenuhnya pulih.. sebaiknya nyonya beristiratlah disini.. biar kami yang mengurus keadaan teman-teman nyonya" ujar Perawat


"Baiklah" balas Minori


"Apakah kondisi mereka semua baik-baik saja? semoga yang dikatakan oleh perawat tadi benar, aku juga tak sabar ingin segera menemui kalian.. Kyouya, Kenji, Katsumi.." pikir Minori


Tetapi.. Minori tidak mengetahui fakta sebenarnya bahwa yang diselamatkan oleh tim penyalamat hanyalah dirinya, Kenji, dan Kyouya.. tidak untuk Katsumi, karena ia tengah berpetualang didimensi ruang waktu yang ia jelajahi demi menemukan jalan keluar dari pertempuran ini


"Waktumu telah habis nak!, cepat jawab!" ujar Anubis


Katsumi berfikir...


"Kedamaian.. jawabannya adalah kedamaian!" sahut Katsumi


"Tidak.. kau salah kembali!" ucap Anubis menggertak


Anubis tersebut menyerang Katsumi dengan menggunakan tongkat raksasanya.. serta menembaki Katsumi menggunakan bola api beberapa kali


"Arggtt.. tak kusangka, jawabanku salah, uhuk.. uhuk.. uhuk.." ucap Katsumi


"Tuan.. sebaiknya kita pergi dari tempat ini. Jika terus seperti ini.. nyawa tuan akan sangat berbahaya!" sahut Zang cemas


"Tidak Zang.. aku tidak akan menyerah, uhuk.. uhuk.. jika kuterus mencoba.. pasti akan berhasil menjawab pertanyaan tersebut"


"Tapi tuan.." balas Zang


"Tenanglah Zang.. aku pasti ak.." ucap Katsumi terhenti


"Tuan, tuan kenapa?" balas Zang


"Astaga.. bodohnya diriku ini! mengapa tak terpikirkan olehku sebelumnya. Zang.. sekarang aku mengetahui jawabannya!" ujar Katsumi


"Hah?" sahut Zang kebingungan


Katsumi kemudian melangkah maju dan menantang Anubis kembali untuk menjawab pertanyaannya


"Besar juga nyalimu nak!" sahut Anubis


"Baiklah.. sekarang aku akan menjawab pertanyaanmu dengan benar" balas Katsumi


"Baiklah.. tapi ingat! Ini kesempatan terakhirmu, camkan itu!" sahut anubis


Anubis melontarkan pertanyaanya kepada Katsumi


"Aku tidaklah ada.. namun.. aku selalu diharapkan.. aku tidak hidup.. tapi aku selalu bernafas.. jantungku tidak berdetak.. tetapi.. waktu terus mengejarku.. aku tidak dipuja.. tetapi selalu diharapkan oleh banyak orang.. siapakah aku?" tanya Anubis kembali


"Hufff..(menarik nafas) Hahhh..(menghembuskan nafas). Jawabannya adalah.. "Esok Hari" jawab Katsumi


"Ohh.. tidak, kau benar" ucap Anubis tersebut

__ADS_1


Kemudian dia(Anubis) melebur menjadi butiran-butiran pasir kecil


"Wow.. tak kusangka.. tuan dapat menjawab pertanyaan tersebut!" sahut Zang


"Hahaha.. iya Zang, kusempat berfikir sebelumnya.. bahwa kata "Esok Hari" adalah jawab tersebut.. karena seperti yang kukatakan sebelumnya bahwa tidak ada yang dapat mengetahui masa depan/esok hari, Bahkan dewa sekalipun, maka dari itu.. "Esok Hari" adalah hal yang paling diharapkan oleh semua orang.. karena "Esok Hari" lah yang dapat memberikan kebaikan ataupun keburukan sesuai dengan yang telah dilakukan dan diusahakan oleh seseorang dimasa lalu" jelas Katsumi


"Benar juga.. saya sampai tak berfikir demikian. Mungkin karena IQ tuan lebih tinggi dari pada saya, hahahaha" balas Zang


"Masa? Hahahaha" tawa Katsumi


"Baiklah tuan.. sekarang, mari kita masuk kedalam makam Dewa Hilos!" sahut Zang


"Baiklah Zang" balas Katsumi


Kemudian kami ber2 masuk kedalam makam tersebut


"Wow.. tak kusangka, bagian dalam ruangan ini lebih megah dari pada ruangan sebelumnya" ucap Katsumi terkagum-kagum


"Hahahahaha" tawa Zang


Akhirnya kami tiba diruangan Dewa Hilos dikuburkan


"Baiklah tuan.. ini dia makamnya" ucap Zang


"Wow.. besar juga.. dan.. terus.. bagimana cara kita membukanya Zang?" tanya Katsumi


"Cara membukanya mudah kok tuan, tuan hanya perlu mendekatkan kotak sihir yang tuan bawa" balas Zang


"Kotak sihir? Maksudmu kotak sihir ini Zang?" tanya Katsumi sambil mengambil kotak sihir dari dalam jubahnya


"Betul tuan, selain menjadi senjata legendaris, kotak sihir ini juga mampu membuka beberapa segel kuno. Tetapi.. setelah itu kekuatannya akan lenyap karena telah digunakan untuk membuka segel tersebut" jelas Zang


"Wah.. jika memang benar seperti itu.. pasti akan gawat Zang!, karena kita hanya memiliki 1 kotak sihir ini" balas Katsumi


"Tuan sudah lupa?, saat kita diWonderLand.. kan semua energi sihir telah tuan hisap semua kedalam 1 kotak ini"


"Ohh.. benar juga ya, aku lupa Zang. Hahahaha..."


Kemudian Katsumi mengarahkan kotak tersebut pada makam Dewa Holis.. dan alhasil.. makam Dewa Hilos bergetar dengan sendirinya diringi sihir-sihir kuno yang keluar dari makan tersebut dan.. Duarr.. makam terbuka dan..


"Hooaam... siapa yang telah membangunkan tidurku" ucap Dewa Hilos yang baru saja terbangun dari tidur lamanya


"Jadi dia Dewa Hilos yang kau maksud Zang? Mengapa wujudnya seperti itu?" tanya Katsumi


Katsumi melihat Dewa Hilos dengan wujud sebagai manusia yang hanya menggunakan celana pendek kuno ala mesir serta pada bagian badan tak memakai pakaian sama sekali.. hanya terlilit oleh perban-perban usam


"Mungkin wujudnya telah berubah tuan karena diakan telah tetidur dimakam ini selama ribuan tahun.. jadi mungkin saja kekuatannya mengubah tubuhnya agar bisa menyesuaikan dengan kondisi disini tuan" ujar Zang


"Kau tahu Zang.. semua perkataanmu tak ada yang masuk akal.. mana mungkin seorang dewa perlu mengubah wujudnya agar bisa menyesuaikan dengan kondisi yang dia tinggali" balas Katsumi


"Hm.. benar juga ucapan tuan.. apa mungkin kita telah salah membuka makam ini, hahahaha" sahut Zang


"Tapi sepertinya tidak Zang, jika kita telah salah membuka makam ini, lalu.. mengapa anubis tadi mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang diperbolehkan menemui Dewa Hilos?" ujar Katsumi


"Hm... benar tuan, saya juga berfikir demikian" balas Zang


"Hei kalian.. apa kalian sudah selesai basa-basinya. Sekarang, cepat katakan mengapa kalian telah membangunkanku dari tidur nyenyakku ini, hoamm..." ucap Dewa Hilos yang masih mengantuk

__ADS_1


Kami ber2 hanya terdiam.. tak dapat mengatakan perkatah apapun.. apakah benar bahwa orang yang sedang berhadapan dengan kami adalah Dewa Hilos.. ataukah.. hanya seorang Firaun yang tidak secara sengaja telah kami bangkitkan? Ataukah.. hm.. sepertinya mustahil mengingat bahwa perkataan Anubis yang melarang siapapun bertemu dengan Dewa Hilos.. apakah takdir tengah bermain-main dengan kami. Hm.. sepertinya tidak, yang pasti.. kami yakin bahwa dia adalah Dewa Hilos yang telah kami bangkitkan dari tidur lamanya.


__ADS_2