
"Dee.. Dewa Kegelapan, Yharon!" sahut Lifya
"Iya.. kau benar nak" balas Yharon
"Zang.. apakah hal yang dia katakan benar?" tanya Katsumi
"Sepertinya memang begitu tuan, karena dari awal ketibaannya saya telah mencium aura mistis dari dalam dirinya, dan siapa sangka.. ternyata dia adalah seorang dewa" ujar Zang
"Astaga.. berarti tadi aku benar-benar bodoh karena telah berani melawan seorang dewa"
"... Sepertinya tidak tuan, tuan tadi hanya tidak sengaja karena telah menyerangnya. Terlebih lagi dia tidak keberatankan dengan tindakan tuan"
"... Hm.. kau ada benarnya juga, tetapi tetap saja bahwa aku telah bersalah kepadanya"
Katsumi lalu mendekati Yharon dan merundukan kelapa serta..
"Maaf, saya telah tidak sengaja menyerang tuan. Sekali lagi saya minta maaf yang sebesar-besarnya"
"Tak usah kau pikirkan hal tadi nak, yang telah berlalu biarlah berlalu.. sekarang kita hanya perlu memfikirkan tindakan kita untuk kedepannya"
"Iya.. tuan memang benar!" sahut Katsumi
"Jadi.. bagaimana, apakah kau bersedia membantuku. Tentu saja semua teman-temanmu diperbolehkan ikut bersamamu" ujar Yharon
"Jika semua hal ini demi kebebasan Negeri Ardonia, aku bersedia membantumu, dewa"
Lalu Katsumi dan Yharon berpegangan tangan ( membuat kesepakatan )
"Baik.. dengan begini.. kontrak telah kita buat"
"Apa maksud dewa?" tanya Katsumi
Tiba-tiba tanpa Katsumi sadari, segorek luka muncul ditangan kanan Katsumi dan meneteskan setetes darah sehingga tercipta sebuah lingkaran sihir setelah tetesan darah tersebut menyentuh tanah
"Apa yang baru saja kau lakukan, dewa?" ucap Katsumi
"Tenang.. aku sama sekali tidak akan berbuat macam-macam pada tubuhmu. Hanya saja, saat ini kita ber2 telah terikat oleh sebuah kontrak yang membuatmu memiliki kekuatan lebih yang kuberikan. Tetapi ingat, kekuatanmu itu ada batasnya dan akan berakhir apabila kontrak ini telah selesai" ujar Yharon
"Baiklah, dewa. Terima kasih karena telah memberikan kekuatanmu padaku" balas Katsumi
"... Katsumi, apa ini artinya kita harus bertarung dengan pasukan neraka ya?" tanya Lifya dibelakangnya
Katsumi menoleh "Iya.. kau benar, tetapi kau tak perlu risau.. aku akan selalu melindungimu didepan sana nanti" sahut Katsumi
"Hah.. Katsumi.." bisik Lifya
"Ohh iya dewa, sekarang.. bagaimana cara kami agar dapat keluar dari tempat ini?" ucap Katsumi
Yharon merapalkan sihir-sihirnya dan buss.. muncul sebuah lingkaran sihir muncul yang dapat membuat mereka dapat kembali kedunia mereka
"Semoga perjalanan kalian baik-baik saja" sahut Yharon
"Tenang saja dewa, aku berjanji akan secepat mungkin mengakhiri peperangan ini!" ujar Katsumi
Beberapa saat kemudian.. portal sihir tersebut menyala dan memindahkan mereka semua kembali kedunia mereka
Wuss.. Katsumi dan yang lain berada didimensi ruang waktu dan.. wuss.. bugg.. tap.. tap.. tiba didunia mereka kembali
"Zang.. karena kau ada disini. Bagaimana jika kau membantuku kembali"
"Tentu tuan, tetapi membantu seperti apa?" tanya Zang
"Nanti kau pasti akan mengetahui dengan sendirinya"
"Baik tuan.."
"Sekarang apa yang akan kita lakukan, Katsumi?" tanya Lifya
"Jika kau tidak keberatan, mari ikut bersama kami, Lifya. Karena terdapat beberapa tempat yang harus kudatangi" sahut Katsumi
"Baiklah.."
Kami ber3 akhirnya kembali melanjutkan perjalanan ini, dengan menunggangi Zang untuk mempercepat waktu perjalanan
"Lifya, berpeganganlah.. karena, mungkin setelah ini akan terasa sedikit guncangan!" ucap Katsumi
"Baik.." Lifya langsung berpegangan kepada Katsumi
"Hee.. Lifya, apa yang kau lakukan?"
"Tadi kau sendiri bilang kepadaku bahwa aku harus berpegangan"
"Maksudku kau bisa berpegangan dipunggung Zang, Lifya"
"Ohh.. begitu ya?" balas Lifya
"... Tuan.. apa yang tuan baru saja katakan, bukannya merasa senang, tuan malah menyuruh dia untuk melepaskan pegangannya kepada tuan"
"... Apa maksudmu?" tanya Katsumi
"Hufft.. beginilah jika mempunyai sebuah tuan yang sama sekali tak peka dengan situasi"
"... Apa maksudmu.. kau menyuruhku agar Lifya tidak melepaskan genggamannya kepadaku ya?"
"Akhirnya tuan mengerti juga.."
"Baiklah.. tetapi hal ini hanya demi keselamatannya saja, tidak lebih"
Katsumi menoleh kepada Lifya
"Lifya.. kau boleh berpegangan kepadaku sekarang. Tetapi ini hanya untuk keselamatanmu saja, tidak lebih" ujar Katsumi
"Terima kasih, Katsumi" balas Lifya dengan senyuman manis diwajahnya
"Ahhh.." pikir Katsumi
"Tuan! jangan-jangan tuan sekarang tertarik kepadanya ya?" goda Zang
"Hee.. tidak tidak.. hanya saja, wajahnya tadi benar-benar lucu. Makanya kutak bisa berpaling darinya"
"Ohh.. begitukah? hahahaha" tawa Zang
"Seterah kau saja, ohh iya.. Zang, ayo kita mulai perjalanan ini secepatnya!" sahut Katsumi
"Baik tuan.."
"Lifya.. setelah ini kita akan terbang diangkasa.. bersiaplah ya" ucap Katsumi
"Baik!"
__ADS_1
"Zang! ayo berangkat!" sahut Katsumi
Wuss.. Zang terbang diangkasa yang tinggi
"Waa.." ucap Lifya
"Lifya.. kau kenapa?" tanya Katsumi
"Aku hanya terkejut bahwa pemandangan dari atas langit bisa menakjubkan seperti ini" ujar Lifya
"... Hahaha.. iya, kau benar, waktu pertama kali kumenunggangi Zang, kujuga terpesona oleh pemandangan dari atas langit sepertimu"
"Waa.." Lifya yang masih terkagum-kagum..
Setelah beberapa saat kami terbang diangkasa, banyak hal yang kami lewati. Didunia perang ini.. tentu saja setiap tempat pasti berusaha tuk melindungi tanah air mereka. Bola-bola api dan terutama naga sering kami jumpai disetiap kota dan desa yang kami temui. Membakar dan memusnahkan kehidupan, seperti perkataan Yharon.
"Katsumi.. apa kau tidak akan membantu mereka yang membutuhkan pertolongan?" tanya Lifya
"Tentu saja, aku akan menolong mereka" balas Katsumi
"Lifya.. tolong kau tetap berada diatas sini, karena akan sangat berbahaya jika kau ikut turun disana bersamaku"
"... Apa maksudmu Katsumi?"
"Zang.. kuserahkan Lifya kepadamu!" sahut Katsumi
"Baik tuan"
Dengan sigab Katsumi langsung meloncat dari tubuh Zang
Wusss.. brull.. Katsumi mengijak tanah
"Sepertinya kota ini telah diserang secara serbu-serbuan" pikir Katsumi melihat kondisi kota yang telah rusak parah
"Baiklah.. aku akan membantu mereka disini!"
Tap.. Katsumi berlari masuk kedalam kota itu
Tingg.. tingg.. tingg.. suara pedang beradu
"Baiklah.. aku akan pergi kesana" Katsumi berlari menuju jalur yang berada didepannya
Tampak beberapa pasukan neraka tengah berada ddidalam kota itu
"Hei kalian!" sahut Katsumi
"Graa.." pasukan tersebut menoleh kearah Katsumi
"Maju kemari kalau kalian berani!"
"Huaa.." pasukan neraka tersebut berlari mengarah Kataumi dan..
Sringg.. seperti biasa Katsumi menebas mereka
"Huh.. tak kusangka, pasukan neraka ini masih sama dengan yang sebelumnya. Tak ada 1 pun tingkatan yang mereka dapatkan" pikir Katsumi lalu..
Brull..
"Ahh.." Katsumi tertembak sebuah sihir dari arah sampingnya sehingga membuatnya terpental
"Hm.. mungkin disini aku akan sedikit tampak serius!" Katsumi kembali bangkit, kemudian mengarahkan pedangnya kepada gerombolan penyihir pasukan neraka dan..
Duarr.. petir emas tiba-tiba muncul dan memusnahkan mereka semua
"Itukah yang akan kalian dapatkan jika berani berurusan dengan dunia kami!"
"Baiklah.. aku harus berhenti bermain-main.. mungkin saja dikota ini terdapat beberapa orang yang memerlukan pertolongan
Tap.. tap.. sett.. Katsumi berlari dan menghindar dari puing-puing bangunan yang berjatuhan
"Ohh iya.. aku harus menghubungi Zang juga, memastikan apakah dia dan Lifya baik-baik saja" pikir Katsumi yang masih berlari
"Zang.. bagaimana keadaanmu disana?" tanya Katsumi
"Keadaan kami baik-baik saja tuan, kutelah berhasil menjaga jarak ketinggian agar kejadian dahulu tak menimpaku kembali"
"Hm.. baguslah kalau begitu"
Tiba-tiba.. wuss.. sesosok naga api raksasa muncul dan membakar kota tersebut dengan nafas apinya
"Tuan.. apa kau melihatnya.. naga api raksasa baru saja muncul dikota ini" sahut Zang
"Iya.. kau benar Zang, aku juga melihatnya terbang diatas kota ini"
Melihat naga tersebut muncul membuat Lifya merasa cemas kepada Katsumi, khawatir jika Katsumi ingin memberantas naga itu, karena dari awal Lifya mengetahui bahwa Katsumi mempunyai ambisi yang sangat kuat
"Katsumi.. apa kau benar-benar akan pergi kesana dan menghadapi naga itu?" tanya Lifya melalui telepati
"Hah.. Lifya, tapi bagaimana kau.." lalu Katsumi berpikir "Ohh iya.. Lifyakan mempunyai kemampuan sihir telepati"
"Hm.. sepertinya begitu.. jika bisa.. aku akan melawannya.." balas Katsumi
"Tapi bukankah hal tersebut sangat berbahaya, terlebih lagi ukuran naga itu sangatlah besar. Akan sangat mustahil bila kau melawannya seorang diri" ujar Lifya cemas
"... Lifya.. apa kau mengerti yang dimaksud dengan harapan?" tanya Katsumi
"... Apa maksudmu, Katsumi. Aku sama sekali tak memahami perkataanmu tadi"
"Biar kuberi tahu.. apa kau tahu, hal yang telah membuatku berani melakukan tindakan sejauh ini" ucap Katsumi yang berjalan perlahan mendekati naga itu
Lifya hanya terdiam dan bingung dengan apa yang diucapkan oleh Katsumi sebelumnya
"... Mungkin jika aku tak memiliki hal tersebut, aku pasti tak akan berani melangkah sejauh ini"
"Sebuah hal yang mampu menyongkong dan membawa seseorang kepada takdir mereka masing-masing"
"Serta membangkitkan keberanian yang telah lama tertimbun didalam hati seseorang yang percaya akan hal tersebut"
"Jika saja semua orang memilikinya.. pasti tak akan ada yang namanya pengecut didunia ini" ujar Katsumi
"Sebenarnya.. apa yang dikatakan Katsumi dari tadi. Aku sama sekali tak mengerti 1 pun perkataan yang ia katakan kepadaku" pikir Lifya
"Baiklah Lifya, mungkin untuk sesaat aku tak akan menjawab perkataanmu, dan semoga.. kau dapat mengerti semua hal yang telah kukatakan kepadamu"
"Katsumi.. katsumi.. tunggu, aku masih mempunyai beberapa pertanyaan untukmu" sahut Lifya
__ADS_1
Tetapi tetap.. Katsumi hanya terdiam tak berkata-kata kembali
"Hm.. sepertinya Lifya sama sekali tak mengerti dengan hal yang kukatakan kepadanya" ucap Katsumi dalam hati
Katsumi lalu melihat kearah naga tersebut beraksi
"... Dengan keyakinan ini.. kupasti dapat mengalahkanmu.. karena, disinilah.. kumembuat takdirku.. maka dari itu.. kumohon.. bantuanmu untuk membantuku kembali" ucap Katsumi kepada dirinya sendiri
Lalu.. tiba-tiba muncul partikel-partikel sihir dan aura berwarna hitam dan cahaya yang menyelimuti diri Katsumi
"Dengan ini.. kupasti.. pasti dapat meraih kembali kebebasan dunia ini.. tak ada 1 pun kekuatan yang dapat mengalahkan kekuatan ini, Harapan. Ya.. itulah dia, harapan. Yang mampu mendorong semua orang melakukan perubahan"
"Baiklah.. takdir mungkin telah menungguku didepan sana. Maka dari itu, aku tak boleh membuatnya menunggu lebih lama lagi"
Sebuah angin kencang bagaikan badai perlahan mulai muncul disekitar Katsumi
"Gree.." perhatian naga tersebut tertarik kepada Katsumi
"Bersiaplah.. akan kumusnahkan kau dari dunia ini!" ujar Katsumi
Angin yang berada disekitar Katsumi bertambang kencang dan semakin kencang hingga akhirnya.. Wuss.. Katsumi melesat sangat cepat bagaikan cahaya yang melintas
Jeb.. Katsumi muncul didepan naga tersebut
"Hiyaa!!..." Katsumi mengayunkan pedangnya dan brull.. naga tersebut terpental
"Huaa..., Hufff..." naga tersebut menyemburkan apinya kearah Katsumi
Tingg.. Katsumi menangkis api tersebut dengan kekuatannya
"... Hiyaa!!.." Katsumi melesat didalam kobaran api dan
"Rasakan ini!" Katsumi menghantam naga tersebut dengan tinjunya yang sebelumnya terdapat aura kegelapan dan cahaya yang menyelimuti tangan kiri Katsumi
Brull.. naga tersebut terpental cukup Jauh..
"Baiklah.. aku tak akan membuat pertarungan ini berjalan lebih lama lagi, akan kuselesaikan semua ini dengan cepat. Karena.. banyak orang diluar sana yang ingin segera mendapatkan kebebasan kepada diri mereka. Maka dari itu.. akan kuberikan sebuah harapan kepada mereka semua!"
Lagi lagi muncul sebuah partikel dan aura yang menyelimuti tubuh Katsumi, hanya saja.. aura kali ini lebih pekat dan terasa sangat kuat.. bahkan muncul beberapa lingkaran sihir disekitar Katsumi dan
Mata Katsumi yang awalnya bermarna merah menjadi ungu dan terdapat simbol sihir dimatanya
"Kudapat merasakan kekuatan besar dari dalam diriku. Apakah.. ini kehebatan dari sebuah kekuatan harapan. Seandainya kumempunyai kekuatan seperti ini untuk selamanya, pasti akan selalu kuberikan dan kuwujudkan setiap harapan orang diluar sana" pikir Katsumi
"Baiklah.. saatnya untuk mengakhiri semua ini"
Katsumi mengarahkan tangan kirinya kearah naga tersebut dan..
Jrengg.. jrengg.. jrengg.. sebuah rantai kegelapan tiba-tiba muncul dari dalam tanah dan merantai naga tersebut sehingga ia tak dapat bergerak
"Graaa!!.." geram naga itu
Katsumi kembali mengeluarkan kekuatan sihirnya..
Dari bawah kaki naga tersebut, muncul sebuah lingkaran sihir yang sangat besar berwarna hitam dan..
"... Berakhirlah sudah" ucap Katsumi
Sesaat kemudian muncul DarkNova dari lingkaran sihir tersebut dan melenyapkan naga api itu
"Huaa!!!.." geram naga itu dan akhirnya lenyap dari kota ini
"Akhirnya.. akhirnya kudapat mengalahkan naga itu" ucap Katsumi yang terlihat kelelahan dan lemah
"Sepertinya semua kekuatanku telah terkuras habis akibat sihir tersebut"
Lalu..
"Katsumi!.., Tuan!.." sahut Lifya dan Zang
"Ohh.. kalian.. syukurlah kalian semua baik-baik saja"
"Katsumi.. mengapa kau sampai berani melakukan hal bodoh seperti itu" Lifya tiba-tiba sedih
"Aku membuatmu cemas ya, maaf.. hanya saja, aku tak tega melihat semua orang menderita akibat naga tersebut"
"Ohh iya Zang, bagaimana dengan pasukan neraka?" tanya Katsumi
"Mereka semua tiba-tiba mundur tuan, mungkin mereka takut akan kekuatan yang tuan miliki"
"Begitu ya.. baguslah"
Katsumi menoleh kearah Lifya yang tengah bersedih
"Sudahlah Lifya, kau tak perlu mencemaskan diriku lagi. Karena sekarang kutelah kembali dengan selamat" ucap Katsumi
"Tetapi.. coba lihatlah dirimu.. kau sangat terlihat lemah saat ini. Jika saja seranganmu tadi meleset sedikit saja, mungkin sekarang kau telah.., hiks.. hiks.. hiks.."
"Hm.. mungkin kau memang benar, tindakanku ini memang terbilang sangat ceroboh dan gegabah, tetapi apa boleh buat, semua telah terjadi"
"Iya kau benar, Katsumi memang bodoh.. bodoh!.. bodoh!.. bodoh!.." ujar Lifya
Katsumi tersenyum manis
"Lifya.." ucap Katsumi
"Katsumi..." balas Lifya
"Apakah kau bersedia untuk selalu tetap bersamaku, tidak peduli dimana dan seperti apa kondisiku saat ini?" tanya Katsumi
"Bicara apa kau Katsumi! tentu aku akan selalu menemanimu kemanapun kau berada" ucap Lifya yang masih bersedih
"Syukurlah.. karena aku sudah tak kuat lagi menahannya" ujar Katsumi
Lifya mengangkat kepalanya dan..
"Apa maksudmu Katsumi?" tanya Lifya
"Tuan.." ucap Zang bingung
Lalu tiba-tiba Katsumi terjatuh pingsan akibat terlalu banyak menggunakan kekuatannya sehingga tak sanggub lagi untuk berdiri
"Katsumi! Katsumi!... Tuan! sadarlah" ucap Lifya dan Zang
Terlihat bahwa nafas Katsumi sangat terengah-engah
"Te.. tem.. teman.. teman.." ucap Katsumi dalam hati
__ADS_1
Disinilah.. Mulai muncul kenyakinan kepada diri Katsumi bahwa kekuatan sejati dan terkuat bukan berasal dari latihan yang selalu setiap orang jalani dan senjata-senjata mereka. Melainkan dari sebuah harapan dan keyakinan terhadap diri setiap orang sendiri. Takdir telah menuntun Katsumi kepada semua hal yang telah terjadi ini.. sekarang Katsumi telah mengerti makna dari arti penting sebuah Harapan dan Kepercayaan. Mungkinkah hal-hal inilah yang dapat membantu Katsumi meraih kebebasan dunia dan negeri ini