
Seketika portal menutup setelah kami keluar dari dalam portal tersebut
"Hm.. Zang! menurutmu.. apa yang dikatakan oleh Dewa Hilos benar?" tanya Katsumi
"Bisa jadi tuan.. mengingat bahwa Dewa Hilos tak pernah berbohong.. kecuali demi kebaikan" balas Zang
"Jika memang benar.. bagaimana cara membangkitkan pedang yang bernaung didalam azimat ini?" ucap Katsumi sambil melihat azimat ditangannya
"Ntah tuan.. sepertinya memang harus menggunakan kekuatan yang relatif besar untuk membangkitkan pedang tersebut" ucap Zang
"Dahulu.. bagaimana caraku membangkitkan pedang ini. Hm.. sayangnya.. setelah aku pingsan, aku tak mengingat 1 kejadianpun.. " ucap Katsumi dalam hati
"Zang.. apakah mungkin bahwa pedang ini hanya akan muncul ketika aku sedang marah atau saat aku sangat ingin membantu dan menolong seseorang?" tanya Katsumi
"Hm..." sahut Zang
"Maaf tuan, untuk soal ini.. saya sama sekali tak mengetahui apapun. Mungkin waktulah yang akan memberikan petunjuk kepada tuan" balas Zang
"Semoga Zang.. karena kupikir.. dengan pedang suci tersebut berada ditanganku.. maka aku yakin.. bahwa aku dapat mengakhiri pertempuran ini"
"Maka dari itu Zang.. maukah kau terus membantuku dalam petualang ini?"
"Tentu tuan.. karena memang telah menjadi tugas saya untuk selalu mendampingi kemanapun tuan pergi"
"Terima kasih Zang.. jika saja kau tidak berada disampingku.. mungkin aku tak akan menjadi seperti ini"
"Tuan juga, jika saya tidak bertemu dengan tuan dahulu.. mungkin saya hanya akan terbang kembali menuju tempat asal saya tanpa berbuat apa-apa"
"Baiklah Zang. Mari kita lanjutkan perjalanan kita!" sahut Katsumi
"Iya tuan.." balas Zang
Tiba-tiba Zang teringat akan suatu hal..
"Ohh iya tuan.. sebelumnya Dewa Hilos memberikan sesuatu kepada saya melalui dimensi miliknya" ucap Zang
"Benarkah.. memang apa yang telah diberikan Dewa Hilos kepadamu?" tanya Katsumi
Zang kemudian memunculkan sebuah sihir dan buff.. sebuah gulungan muncul tepat didepan mereka ber2
"Lihat.. sebuah gulungan Zang!" sahut Katsumi
"Iya tuan, kira-kira apa isi dari gulungan tersebut?"
Katsumi kemudian mengambil gulungan itu dan membukanya
"Zang.. ternyata gulungan ini adalah sebuah peta, coba kau lihat!"
"Iya.. tuan benar" balas Zang
"Tapi.. peta apa ini Zang.. jika dilihat-lihat.. peta ini mengarah kepada suatu tempat berbentuk kuil Zang" ujar Katsumi
"Hm.. apakah mungkin tuan, bahwa peta ini akan membawa kita kepada salah 1 hal yang dapat membantu tuan dalam memecahkan teka-teki ini"
"Teka-teki? maksudmu teka-teki azimat ini Zang?" tanya Katsumi
"Benar tuan.." balas Zang
Katsumi melipat gulungan tersebut dan memasukannya kedalam jubahnya
"Baiklah Zang.. mari kita segera bergegas menuju tempat yang telah ditunjukan oleh peta ini" ucap Katsumi
__ADS_1
"Iya tuan.. mari, naik kebadan saya.. kita akan segera terbang untuk mempercepat perjalanan ini" balas Zang
Disisi lain.. diKota Etherea..
"Tuan.. apakah saya sudah diperbolehkan untuk bangun dan melihat-lihat sekitar?" tanya Minori
"Tentu nyonya.. anda telah diperbolehkan untuk bergerak.. dikarenakan kondisi nyonya yang telah sepenuhnya membaik" balas Perawat
"Terima kasih.. terima kasih banyak tuan"
"Ohh iya, apakah tuan tahu dimana teman-teman saya dirawat? nama mereka adalah Kyouya, Kenji, dan.. Katsumi" ucap Minori
"Tentu nyonya.. teman-teman anda sekarang berada ditenda paling ujung" jawab Perawat tersebut
"Terima kasih banyak" sahut Minori
Minori kemudian keluar dari tempat pemulihan dan menuju pada tenda yang telah diberitahukan oleh pengawas untuk menjenguk teman-temannya
"Tunggu teman-teman.. aku akan segera menghampiri kalian.." ucap Minori dengan langkah kaki kecil
Setelah beberapa saat berjalan.. akhirnya Minori tiba pada tenda tersebut
"Akhirnya sampai juga.. Kyouya, Kenji, Katsumi.. dimana kalian berada" ucap Minori dalam hati
"Permisi tuan.. apakah tuan mengetahui letak korban yang bernama Kenji, Kyouya, dan Katsumi?" tanya Minori
"Oh tentu, mereka berada dibagian paling ujung, jika perlu.. apakah nyonya mau saya antar?" balas Perawat
"Terima Kasih tuan" balas Minori
Pengawas tersebut mengantar Minori kepada ke3 temannya dirawat dan..
"Kyouya! Kenji! syukurlah kondisi kalian baik-baik saja" sahut Minori kepada Kyouya dan Kenji
"Syukurlah kita terselamatkan teman-teman.. jika saja kita tak ditemukan oleh tim penyelamat, mungkin sekarang kita hanya akan menjadi makanan burung bangkai" ucap Kenji
"Oh iya.. dimana Katsumi? bukankah dia juga dirawat disini?" tanya Minori
Kyouya dan Kenji saling menatap dan terdiam..
"Maaf Minori, sepertinya Katsumi tidak selamat.. karena kata pengawas dahulu tubuh Katsumi sama sekali tak ditemukan oleh tim penyelamat" sahut Kyouya
"Sebelumnya setelah kami siuman, kami sempat mengatakan seperti yang kau katakan saat ini Minori, namun.. mereka bilang bahwa Katsumi tak selamat" tambah Kenji
"Tidak.. tidak.. tidak mungkin, aku tidak percaya bahwa Katsumi telah tiada.. hiks hiks hiks" tangis Minori
"Maaf Minori karena telah mengatakan hal yang tak ingin kau dengan, tetapi apa boleh buat.. Katsumi sudah tak ada didunia ini" ucap Kenji
"Kami memberi tahumu karena kami tak ingin kau mengetahui setelah sekian lama kami merahasiakannya.. pasti akan lebih menyakitkan jika kau tahu dengan sendirinya atau bahkan dari perkataan orang lain" tambah Kyouya
Minori masih tetap menangis
"Sudahlah Minori, berhentilah menangis karena hal itu hanya akan memperburuk kondisi tubuhmu" ucap Kenji
"Kita tidak boleh memutuskan secara langsung. Kita harus yakin bahwa Katsumi pasti selamat.. ditambah tubuh Katsumi tak ditemukan oleh tim penyelamat. Jadi, mungkin saja Katsumi selamat dan kondisinya sekarang baik-baik saja" sahut Kyouya
"Hiks hiks hiks.. benarkah?" tanya Minori
"Benar.. kau lupa ya Minori, Katsumi bukanlah orang yang lemah.. jadi mana mungkin dia tewas secepat ini!" balas Kenji
Minori berhenti menangis dan mulai terlihat ceria kembali
__ADS_1
"Iya.. iya.. iya.. ucapanmu memang benar, Kenji. Katsumi pasti saat ini tengah berada pada suatu tempat.. mungkin saja, suatu saat kita akan bertemu kembali dengannya" ucap Minori
Dibalik lebatnya pepohonan, dibalik gelapnya cahaya hutan. Katsumi dan Zang memasuki sebuah hutan yang tertulis pada selembar peta tersebut
"Apakah benar ini hutannya Zang?" tanya Katsumi
"Benar tuan, dari arah yang kita tuju.. inilah hutan yang tertulis dipeta tersebut" balas Katsumi
"Hm.. apakah mungkin, harta karun ini adalah sebuah sihir kuno yang sengaja disimpan, bahkan bisa jadi kalau kekuatan sihir tersebut sangat besar" ujar Katsumi
"Sepertinya saya kurang tahu tuan, kita lihat saja harta karun yang kita temukan nanti seperti apa" balas Zang
Setelah beberapa saat berjalan didalam hutan, melewati lebatnya pepohonan.. jembatan tua.. dan sebagainya..
"Zang lihat.. ada sebuah desa kuno ditempat ini!" sahut Katsumi
"Iya tuan, saya juga terkejut melihat tempat ini, tak kusangka ternyata ditempat seperti ini terdapat sebuah kota kuno"
"Ayo Zang.. kita lihat, mungkin ditempat tersebut terdapat sebuah petunjuk-petunjuk kecil yang akan menuntun kita kepada peta ini"
Kami ber2 bergegas menuju desa tersebut..
"Wow.. indah sekali desa ini, pasti sebelum tempat ini hancur.. tempat ini merupakan tempat terindah pada masanya" ucap Katsumi
Tiba-tiba.. Druggg.. muncul Orge dari desa tersebut
"Zang! ada Orge didepan kita.. bersiaplah!" ujar Katsumi
"Baik tuan.. saya akan bersiap menembak Orge tersebut" balas Zang
"Huaaaa!" Orge menggeram
Katsumi berlari, Zang mengumpulkan. Sringg.. Katsumi menebas Orge tersebut dan.. Duarr.. Duarr.. Zang menembakkan gelombang angin dari paruhnya
Brungg.. Orge tersebut terjatuh dan..
"Matilah kau!" sahut Katsumi
"Tunggu.. tunggu nak!" Orge yang tiba-tiba berbicara
"Hah!" Katsumi terkejut dan menyengajakan serangannya meleset..
Tingg.. pedang Katsumi menusuk batu
"Terima Kasih nak.. kau telah melesetkan senjatamu" ucap Orge tersebut
"Zang.. dia berbicara!" sahut Katsumi kepada Zang melalui telepati
"Saya juga tak mengetahui hal ini tuan!" balas Zang
"Sebenarnya.. apa yang ingin kau katakan kepada kami?" tanya Katsumi
"Hah.. hah.. hah.. (desak Orge), jadi.. ada yang ingin kukatakan kepadamu nak.. untunglah kau tidak membunuhku" balas Orge
"Jadi.. sebenarnya aku adalah Orge Penjaga. Jadi.. maaf saja kalau aku tiba-tiba menyerang kalian.." sahut Katsumi
"Hah! Orge Penjaga!" seru Katsumi
__ADS_1
Hal yang tak terduga kembali kami temukan ditengah desa kuno yang berada dihutan lebat ini, sesosok Orge Penjaga. Mungkinkah.. Orge tersebut mampu membawa kami untuk lebih dekat dengan tujuan kami? mengingat dialah yang menjaga tempat ini.. kami berharap kepadanya, karena dengan bantuannya.. tujuan kami dalam menyacari kuil yang tertulis diselembar peta ini.. dapat kami temukan dengan cepat