Takdir Pedang Suci

Takdir Pedang Suci
Cahaya Harapan


__ADS_3

Setelah kejadian tersebut, Kota Etherea kembali aman seperti sedia kala, hanya saja.. butuh beberapa saat untuk menyingkirkan dan memperbaiki kerusakan pada kota ini


"Aaah... dimana ini? apa aku bermimpi kembali?" tanya Katsumi dalam mimpinya


"Katsumi..." suara sesosok wanita memanggil


"Siapa itu!"


"Kekuatanmu ternyata memang kuat, kuyakin.. kau pasti akan sanggub membawa kedamaian dinegeri ini"


"Apa maksudmu?"


"Sesuai dengan takdir yang telah ditetapkan oleh sang dewi"


Katsumi hanya menoleh berulang kali mencari asal-muasal suara itu muncul


"Untuk kedepannya.. aku berharap kita dapat bekerja sama kembali, Katsumi.. aku akan selalu menanti perintah darimu untuk menggunakan kekuatanku" ujar suara tersebut


"Sebenarnya.. apa maksudmu, aku sama sekali tak mengerti?"


"Emm.. tidak, tidak Katsumi. Kau pasti akan mengerti semua hal ini jika waktu telah tiba, kau hanya perlu bersabar"


"Untuk hari ini, aku hanya dapat menemanimu sampai disini. Dan ingat Katsumi.. kapanpun kau membutuhkan kekuatan, aku akan selalu ada untuk membantumu"


Suara tersebut lama-kelamaan menghilang


"Tunggu!.." sahut Katsumi


Bruugg.. Katsumi terjatuh dari ranjangnya


"Aahh.. dimana aku, oh iya.. kemarin setelah menyelamatkan kota ini. Kami semua diberi tumpangan untuk menginap disini" sahut Katsumi


Grekk.. grekk.. suara kaki melangkah dilantai kayu terdengar mendecis


"Wah.. wah.. wah.. sepertinya sang pahlawan telah kembali terbangun dari tidurnya, hahahaha" sahut Hoshi


"... Apa-apaan kau Hoshi" balas Katsumi


"Ohh iya, bagaimana keadaan diluar?" tanya Katsumi


"Hm.. keadaan diluar seperti biasa, semua orang bekerja keras untuk memperbaiki tempat ini selagi mereka tak diserang oleh pasukan apapun. Kau juga tahu sendirikan, bahwa didaerah ini hanya kota inilah yang masih bertahan hingga saat ini" ujar Hoshi


"Ya.. kau benar"


Katsumi berdiri..


"Ini.. kenakan bajumu!"


"Hm.." Katsumi mengambil baju yang diberikan oleh Hoshi


Greekk.. pintu kayu dibuka oleh Katsumi, sinar mentari menyinari kami seakan menyambut hari-hari baru


Teng.. teng.. teng.. suara palu menghantam berbagai benda


"Kau lihat.. semua orang tengah berkerja keras untuk memperbaiki kota ini" sahut Hoshi


"Iya.. tapi.. kau jangan sampai melupakan hal ini, utamakan pembangunan untuk benteng dan tempat medis, karena kita tak tahu kapan kota ini akan kembali diserang" ujar Katsumi


"Baik.. kupergi dulu" ucap Hoshi yang kemudian pergi


"Sudah 2 hari aku tak bertemu dengan Zang, sebenarnya.. dimana dia berada? Arata juga tak ada kabar tentang dirinya, sudah beberapa kali kubertanya kepada orang-orang disini, tetapi tetap tak ada yang mengetahui dimana mereka berada" pikir Katsumi


"Sebaiknya.. kucoba memanggil Zang kembali. Zang! Zang! Zang!" ucap Katsumi dalam hati


Tetapi tetap sama saja, tak ada respon dari Zang


"Aku semakin khawatir dengan keberadaannya, apa mungkin aku harus mencarinya?" pikir katsumi


"Tetapi memang sebaiknya aku harus mencarinya.. terlebih lagi kota ini telah kembali aman. Baiklah.. aku akan memberi Hoshi sebuah pesan surat dahulu"


Katsumi menulis sebuah pesan disebuah gulungan, kemudian memerintahkan salah seorang untuk mengirimkan surat kepada Hoshi

__ADS_1


"Tolong kau berikan pesan ini kepada Hoshi bahwa aku akan pergi untuk sesaat" ucap Katsumi kepada petualang


"Baiklah, tuan!" jawab petualang tersebut


Petualang itu kemudian berlari menghampiri Hoshi yang tengah berada didepan gerbang masuk. Disana, dia tengah memberi komando untuk menyusun gerbang kembali


"Jenderal!" teriak petualang


Hoshi menoleh kepadanya


"Kau terlihat terengah-engah, memang ada apa petualang?" tanya Hoshi


"Hah.. hah.. pahlawan, sang pahlawan memberikan sebuah pesan kepada jenderal. Ini suratnya" petualang tersebut memberikan sebuah pesan kepada Hoshi


"Baiklah.. terima kasih, dan maaf karena telah merepotkanmu atas hal ini" sahut Hoshi


"Oh.. tak apa-apa jenderal, justru saya sangat senang karena dapat membantu pahlawan dan jenderal, hehehehe" balas petualang tersebut


"Jenderal, saya izin pamit terlebih dahulu karena masih terdapat banyak tugas yang harus saya selesaikan"


"Baiklah"


Hoshi kemudian membuka sebuah gulungan tersebut dan membacanya


"... Jadi Katsumi akan benar-benar pergi?" ucapnya setelah selesai membaca pesan tersebut


Hoshi melirik kearah perbukitan yang menjadi tempat munculnya pasukan neraka dahulu


"Bagaimana jika pasukan tersebut kembali menyerang? kondisi dikota inipun belum terlalu membaik, masih banyak yang harus diperbaiki selagi musuh belum menyerang" pikir Hoshi sambil melihat disekitar tempat dia berdiri


"Katsumi.. walaupun kau akan meninggalkan kota ini seperti sebelumnya, kutetap akan menjaga kota ini agar tetap berdiri. Walaupun kesatria voltaris tak berada disisi kami.. kami akan tetap berjuang. Maka dari itu, cepatlah kembali.. bawa pasukan dan kekuatan baru yang kau temukan diluar sana" ucap Hoshi dalam hati


Dek.. dek.. dek.. suara langkah Katsumi. Dia kemudian melirik kembali kota yang berada tepat dibelalangnya


"Aku.. aku pasti akan kembali ditempat ini, maka dari itu.. bertahanlah.. semua" ucap Katsumi


Katsumi kemudian melanjutkan perjalanannya seorang diri.


Setelah beberapa hari diperjalanannya mencari Zang..


"Yup benar.. ini aura milik Zang, dia pasti berada disekitar sini karena aku dapat merasakan aura kekuatannya"


Katsumi mengitari tempat tersebut..


"Zang! Zang! Zang!.. kau dimana!" terikan Katsumi


Grekk.. bruull.. tepat dari belakang Katsumi muncul 3 Troll gua raksasa yang haus darah


Katsumi menoleh..


"Gree.., huaahh!" geram troll tersebut


"Hufft.. saat ini aku sama sekali tak ingin berurusan dengan monster seperti kalian. Lebih baik kalian bergegas pergi dari sini jika masih menyayangi nyawa kalian" sahut Katsumi


Brull! palu yang dibawa salah 1 troll dipukulkan ketanah menandakan bahwa dia sedang marah karena merasa diremehkan oleh Katsumi


"Hohoho.. jadi kau marah ya, baiklah.. jika kalian masih bersikeras ingin melawanku.. jangan salahkan aku jika nyawa kalian pergi meninggalkan tubuh kalian"


"Huaaww!.." troll tersebut terlihat lebih marah dari sebelumnya


3 troll tersebut berlari menuju Katsumi dan menyerangnya


Seett.. Katsumi berhasil menghindar


"Hm.. jadi kalian benar-benar serius ingin melawanku ya, baiklah.. akan kuterima dengan senang hati"


Tap.. Katsumi meloncat mundur dari tempat pijaknya dan sett.. kakinya terhenti tepat disebuah dahan pohon dan.. sringg.. dia menebas salah 1 troll menggunakan pedang pinggangnya


"Bagaimana.. apa kalian masih ingin melawanku?" tanya Katsumi


Untuk sesaat ke-2 troll terlihat ketakutan.. tetapi mereka kemudian menyerang Katsumi kembali

__ADS_1


Bum.. bum.. bum.. suara tanah yang dipijak oleh ke-2 troll itu


"Jujur saja.. aku merasa hanya membuang-buang waktu disini.. maka dari itu, maaf.. karena bersenang-senangnya cukup sampai disini saja"


Katsumi bersiap dan Wuss.. sringg.. dia langsung menebas ke-2 troll itu


Singg.. suara bilah pedang yang dimasukan kedalam sakunya


"Aura Zang.. mengapa tiba-tiba menghilang.. pasti ini semua karena ulah troll-troll itu yang telah menyamarkan baunya"


"Baiklah.. jejak terakhir aura Zang mengarah keselatan. Aku akan bergegas mencarinya" ujar Katsumi


Katsumi kemudian melanjutkan pencariannya mencari Zang


"Sebenarnya kau sekarang berada dimana Zang! sampai-sampai pesankupun tak kau jawab" pikir Katsumi


Tiba-tiba.. Pedang Suci Katsumi bercahaya dan.. muncul sesosok suara..


"Katsumi.. ikutlah denganku.. karena aku tahu dimana temanmu berada" ucap sesosok suara wanita


"Hah.. kau lagi, apa ini mimpi?" tanya Katsumi


"Hahahaha.. tidak, untuk kali ini benar-benar nyata. Jika kau tak percaya, kau boleh menampar pipimu dengan tanganmu sendiri"


"Baiklah.. akan kucoba!"


Plakk..


"Duh.. duh.. tak kusangka.. ternyata ini memang benar-benar nyata, duh" ucap Katsumi


"Hahahaha, tak kusangka kau tenyata benar-benar melakukannya"


"Oh.. iya, kita lupakan masalah ini sebelumnya.. yang terpenting sekarang, dimana Zang berada. Tadi kau bilang kau mengetahui dimana dia berada" ujar Katsumi


"Hm.. baiklah.. Katsumi, ikutilah cahaya ini menjunjungmu.. diakhir sana.. cahaya ini akan menghilang dan kau sampai pada tempat Zang berada"


"Apa maksudmu? cahaya apa? disana sama sekali tak ada cahaya seperti yang kau bilang"


"Tiba-tiba.. Cingg.. sebuah cahaya emas muncul dari dalam tanah


"Sekarang.. kau hanya perlu mengikuti cahaya itu mengarah.. kau tak perlu ragu terhadap jalur yang diarahkannya padamu.."


"Baiklah.. sebelum itu.. aku belum mengetahui siapa dirimu sebenarnya karena aku hanya dapat mendengar suaramu. Terlebih lagi.. mengapa mau sering hadir didalam mimpi-mimpiku? apa kita pernah kenal dekat sebelumnya?" tanya Katsumi


"Hahahaha.. dasar Katsumi. Padahal selama ini kita sangat dekat dan sering bekerja sama" jawab sesosok suara wanita itu


"Ha? kita.. selama ini sering dekat? apakah kau.. Dewi Agung Selle Zauga?"


"Bruuff.. jangan asal bicara nih Katsumi.. aku dengan dewi agung sangat berbeda jauh, lagian.. mana mungkin diriku ini adalah dewi agung"


"Hm.. begitu ya.. maaf-maaf.. habisnya.. pernah beberapa kali dewi agung menghampiriku"


"Benarkah.. jadi memang benar perkataan dewi agung bahwa kau ini memang benar-benar orang yang sepecial.. maka dari itu.. kau sebelumnya kau dapat menggunakan Azimat Navida dan Pedang Suci ini"


"Ya kau benar.. tetapi tunggu dulu.. dari mana kau tahu bahwa aku dapat menggunakan azimat tersebut?" tanya Katsumi


"Aaa.. ah sudahlah.. jika kita terus berbicara.. kapan kau akan memulai perjalananmu" ujar suara tersebut


"Hahahaha.. kau benar.. dan aku yakin.. kau pasti adalah sebuah peri yang diutus oleh dewi agung untuk menuntunku" ujar Katsumi


"Sudahlah.. kau boleh menyebutku semaumu.. yang terpenting.. kau harus cepat-cepat bergegas.. mungkin saja Zang saat ini sedang dalam bahaya, terlebih lagi aku hanya dapat sampai disini saja berbicara denganmu.. karena kekuatanku mulai terkuras habis"


"Hm.. baiklah.. seterah kau saja" sahut Katsumi


"Berjuanglah.. Katsumi.. aku pasti akan selalu membantumu.. hihihihi" balas suara tersebut


"Iya"


Tiba-tiba sesosok suara tersebut menghilang dan cahaya pada pedang suci milik Katsumi memudar secara perlahan


"Hm.. suara tersebut menghilang.. tapi tak apalah.. dengan begini aku dapat lebih fokus melanjutkan perjalanan"

__ADS_1


Cahaya tersebut mulai terlihat bergerak


"Ohh.. cahaya tersebut bergerak.. aku harus bergegas mengikutinya.. karena.. hanya cahaya inilah yang dapat menuntunku menuju tempat Zang berada.. maka dari itu, tunggulah aku Zang! karena aku.. pasti akan segera menemukanmu!


__ADS_2