
"Ahh.. dimana Zang! Dari tadi tak kunjung kujumpai disini, mungkin sebaiknya kumemanggilnya"
"Zang! Zang! Kau dimana?" Tanya Katsumi melalui telepati
"Ohh.. tuan, saya sedang berada dibarat daya perkemahan ini!" Balas Zang
"Hah? Apa yang kau lakukan disana?"
"Saya sedang memantau keadaan tuan, karena.. sebelumnya kumerasakan aura aneh dari arah tersebut, tapi syukurlah aura tersebut kini telah menghilang.. Namun, harus kupastikan dengan benar bahwa aura tersebut benar-benar telah menghilang atau belum" ujar Zang
"Hm.. baiklah, jika memang begitu kondisimu saat ini, kau lanjutkan saja pemantauanmu disana!"
"Baik tuan, tetapi sebelumnya.. ada masalah apa hingga tuan menghubungi saya?" Tanya Zang
"Emm.. tak ada apa-apa, aku hanya mengetes saja apakah keadaanmu saat ini baik-baik saja atau tidak"
"Ohh.."
"Yasudah, Zang. Kau lanjut kembali pemantauanmu, jangan sampai ada musuh yang berhasil menyerbu tempat ini!"
"Baik tuan!"
Katsumipun menutup telepatinya dengan Zang
"Hm.. Zang kini sedang sibuk memantau keadaan, akan sangat menggangu jika kumemintanya untuk datang kemari" pikir Katsumi
"Dan lagi.. sesaat Zang mengatakan bahwa ia merasakan sebuah kekuatan aneh dari arah barat daya perkemahan ini. Sebenarnya, aura apa itu?" Tambah Katsumi
"Baiklah.. aku tak boleh diam saja ditempat ini. Paling tidak keberadaanku disini dapat sedikit membantu para warga kota yang sebelumnya telah diserang oleh seekor naga kemarin"
Katsumi kemudian bergegas pergi dan membantu orang-orang yang ia jumpai sebisa mungkin, mulai dari mengangkut kayu-kayu, dan lain-lain
"Huftt.. akhirnya, kudapat melakukan sebuah kegiatan disini" pikir Katsumi
Lalu..
"Tuan!" Sahut salah seorang petualang
Katsumi menoleh kearah petualang tersebut
"Ohh.. ada apa? Apa ada hal yang perlu kubantu?" Tanya Katsumi
"Tidak, saya hanya ingin bertanya kepada tuan. Apakah tuan adalah seorang yang dulu mengalahkan naga tersebut?" Tanya petualang
"Ahh.. anu.. hehehe.. iya, kau benar"
"Wow, hebat sekali tuan!, Kekuatan apa yang tuan gunakan dahulu untuk mengalahkan naga tersebut?"
"Hm.. hanya kekuatan biasa saja, tidak ada istimewa-istimewanya kok" ujar Katsumi
"Mustahil! Mana mungkin tuan hanya menggunakan kekuatan biasa untuk mengalahkan naga raksasa dahulu"
"... Mungkin.. karena diriku beruntung, maka dari itu dengan kekuatan biasa yang kumiliki, kudapat mengalahkan naga tersebut. Hehehehe"
"Hm.. tetapi jika dilihat-lihat.. tuan tampak seperti seorang pengguna pedang, tetapi.. mengapa dahulu.. saat saya melihat tuan mengalahkan naga tersebut, tuan menggunakan semacam kekuatan sihir?"
"Petualang ini kian lama semakin menanyakan hal-hal yang membahayakan" pikir Katsumi
"Apa yang harus kukatakan lagi.. jika terus seperti ini, bisa-bisa dia curiga denganku" tambah Katsumi berkeringat
"Tuan.. mengapa tiba-tiba tuan berkeringat?" Tanga petualang
"Ehh.. tidak, tidak.. aku hanya merasa kelelahan saja karena sebelumnya telah banyak bekerja membantu orang lain disini" ujar Katsumi sambil menggaruk-garuk kepala
Lalu..
"Tuan, bukankah cincin.. yang tuan pakai itu.. merupakan sebuah "Ornamen Legenda**ris**"?" Tanya petualang tersebut
"Astaga.. dia menyadarinya, apa yang harus kukatakan lagi?" pikir Katsumi
"Benda ini?.. ini hanyalah sebuah cincin biasa, dulu kumembelinya disebuah kota beberapa minggu yang lalu" sahut Katsumi mengelak
"Tetapi.. mengapa bentuknya mirip ya, dengan ornamen legendaris" ujar petualang
"Mungkin saja.. kau salah melihat tuan" balas Katsumi
"Hm.. baiklah, setelah ini aku akan menanyakan kepada beberapa teman-temanku. Mungkin saja diantara mereka ada yang mengetahui mengenai benda ini" tambah Katsumk
"... Baiklah kalau begitu, saya izin pamit tuan, masih banyak pekerjaan yang harua saya selesaikan" sahut petualang
"Iya, jaga dirimu baik-baik!" Sahut Katsumi
Petualang tersebut akhirnya pergi meninggalkan Katsumi seorang diri
"Huftt.. hampir saja. Seandainya dia masih berada disini, mungkin dia akan mengetahui bahwa cincin ini merupakan perubahan dari kota sihir itu" pikir Katsumi
"Hm.. jika saja Zang tidak tengah sibuk dengan tugasnya, mungkin sekarang aku telah menanyakan cincin ini kepadanya"
Katsumi berjalan menuju kamp itu.. entah apa yang akan ia tuju tidak ada mengetahuinya. Lalu..
"Hm.. apakah disini ada seseorang yang dapat membantuku mengenai benda ini, huftt.." pikir Katsumi
Dan..
__ADS_1
"Hah! Apa ini? Toko Perlengkapan Sihir?"
Tak lama kemudian Katsumi memasuki toko tersebut
"Permisi.. apa ada seseorang disini" ucap Katsumi
"Ohh.. anak muda, ada perlu apa kau datang kemari, apakah ada suatu hal yang dapat kubantu?" Tanya seorang penyihir
"Tidak.. aku hanya sekadar melihat-lihat saja barang yang kau jual disini nyonya" balas Katsumi
"Baiklah kalau begitu, tetapi.. jika kau memiliki suatu pertanyaan dan hal lain mengenai benda- benda sihir, mungkin aku dapat membantumu, nak"
"... Jika dilihat-lihat, nyonya ini menjual berbagai barang sihir berkualitas tinggi disini, apakah sebaiknya kumengatakan soal cincin ini kepadanya. Yah.. barang kali dia dapat membantuku" pikir Katsumi
"Baiklah.. aku akan menanyakan tentang benda ini kepadanya, mungkin saja setelah ini aku akan mendapatkan sebuah info penting perihal benda ini" tambah Katsumi
"Anu.. sebenarnya terdapat suatu hal yang ingin kutanyakan kepada nyonya" ucap Katsumi
"Suatu hal seperti apa, anak muda?" Tanya seorang penyihir tersebut
"Apakah.. nyonya mengetahui beberapa hal mengenai.. ornamen legendaris?" Tanya Katsumi
"Ornamen legendaris ya, untuk pertanyaan seperti itu.. kau memang telah datang kepada orang yang tepat, tetapi.. mengapa kau tiba-tiba menanyakan hal seperti itu? Jarang sekali orang-orang membahas benda tersebut disini"
"Eee.. aku hanya merasa penasaran saja mengenai benda tersebut yang sebelumnya telah kubaca dari buku-buku yang kupinjam dahulu disebuah kota"
"Hm.. begitu ya, baiklah. Ornamen Legendaris merupakan benda-benda yang memiliki kekuatan sihir yang besar didalamnya. Oleh karena itulah.. sangat diilegalkan siapapun memiliki benda tersebut"
"Astaga!.. berarti.." pikir Katsumi
"Terlebih lagi.. semua ornamen tersebut kini telah menghilang ribuan tahun lalu"
"Ha? Menghilang? Bagaimana bisa?" Tanya Katsumi
"Dahulu.. 1350 tahun yang lalu, saat semua negeri belum kacau seperti ini, muncul sebuah insiden kekacauan didunia. Mungkin dapat dibilang lebih parah dari pertempuran ini. Karena.. hanya 1 daratan yang tersisa diakibatkan insiden yang melanda negeri ini. Peristiwa tersebut dikenal sebagai "Kabut Berdarah" ujar penyihir itu
"Karena.. saat insiden tersebut terjadi.. banyak sekali naga api yang keluar entah dari mana dan membakar semua yang ada. Sehingga asap dari api tersebut menumpuk dan mengakibatkan terbentuknya sebuah kabut"
"Hm.. tetapi, jika memang benar cerita tersebut benar-benar terjadi. Lalu.. bagaimana negeri ini dapat selamat dari insiden tersebut?" Tanya Katsumi
"... Saat itu.. selain naga-naga yang mulai menghancurkan peradapan. Sebuah pasukan misteriuspun turut terlibat dalam insiden dahulu.. pasukan itu benar-benar kuat hingga para veteran-veteran dinegeri ini tak mampu untuk menghadapinya"
"Disaat itulah.. entah dari mana.. hadir seorang penyihir yang tiba-tiba muncul dihadapan raja negeri ini dahulu.. dia mengatakan bahwa tak ada siapun lagi yang dapat menyelamatkan negeri ini.. kecuali 1, yaitu para Pahlawan Suci"
"Ia mengatakan bahwa terdapat suatu sihir yang dapat memanggil mereka semua, pahlawan suci, mereka akan datang dari berbagai dunia dan menyelamatkan negeri ini"
"Dan ternyata memang benar.. saat penyihir tersebut menggambar sebuah segel.. tiba-tiba segel tersebut menyala dan memanggil ke-6 pahlawan suci tersebut"
"Mereka begitu kuat.. sehingga insiden yang menimpa dunia saat itu tiba-tiba lenyap bak ditelan bumi.. memang.. saat itu dunia ini telah kembali damai, namun.. terdapat suatu peristiwa yang janggal karena ke-6 pahlawan suci tersebut turun lenyap bersama insiden tersebut.. konon katanya.. hanya tersisa benda-benda peninggalan mereka yang kini disebut sebagai ornamen legendaris, namun.. hingga kini tak terdapat 1pun salah satu dari benda tersebut yang berhasil ditemukan"
"Ohh iya, nak. Satu hal lagi yang perlu kau ketahui mengenai ornamen tersebut. Selain benda-benda milik para pahlawan suci terdahulu.. juga terdapat beberapa tulisan dinding yang sangat legendaris sehingga termasuk kedalam salah satu ornamen legendaris. Walaupun bentuknya yang hanya sebagai tulisan didinding.. tetapi.. jika seseorang mengetahui makna dari tulisan tersebut. Dia akan mengerti, bahwa akan muncul suatu insting yang nanti menuntun seseorang tersebut menuju tempat-tempat benda tersebut menghilang" ujar penyihir itu
"Hah! Jangan-jangan.. tulisan didinding waktu diKuil Griffin Kuno itu.." pikir Katsumi
"Mungkin.. hanya sampai seperti ini hal yang dapat kusampaikan kepadaku mengenai ornamen legendaris itu.. mungkin suatu saat, kau akan menjadi seseorang dari cerita tersebut"
"Hehehehe.. jika saja, tetapi.. sepertinya tidak mungkin. Ohh iya.. aku juga ingin mengucapkan terima kasih kepada nyonya karena telah memberikan sebuah info yang sangat penting untuk seseorang sepertiku. Aku pamit pergi dulu nyonya, sampai jumpa"
"Iya.. sampai jumpa juga"
Katsumi keluar dari toko tersebut
"Hm.. jika ucapan penyihir tersebut memang benar-benar nyata. Lalu.. mengapa dua benda tersebut berada padaku, semua hal ini sangat membingungkan"
"Hm.. lebih baik kukembali menuju tenda"
Katsumi pergi menuju tendanya. Ditempat lain.. tengah terjadi sebuah pertempuran antara Kota Etherea melawan pasukan undead
Wungg.. sebuah ketapel raksasa melontarkan bebatuan raksasa kearah kota tersebut
"Serang!.. terus serang! Jangan biarkan mereka dapat menbobol benteng ini!" Sahut salah seorang prajurit
Duarr... durr... wuss.. wuss.. suara-suara dari ledakan sihir dan busur-busur yang meluncurkan anak panahnya
Lalu.. tiba-tiba.. buarll!!.. benteng bagian timur hancur sehingga pasukan undead berhasil memasuki Kota Etherea
"Jenderal.. benteng sebelah timur telah berhasil diruntuhkan.. semua pasukan undead tengah memasuki kota ini" ujar prajurit
"Hah! Cepat.. hadang mereka! Jangan biarkan mereka dapat memasuki kota ini lebih dalam lagi!" Sahut Hoshi
"Baik! Saya akan mengerahkan setengah pasukan untuk menghadang mereka"
Prajurit tersebut bergegas pergi menuju benteng timur
"Apa yang harus kulakukan sekarang? Jika terus seperti ini.. lama-kelamaan kota ini pasti akan segera hancur sama seperti kota-kota lainnya. Seandainya Katsumi masih berada dikota ini, mungkin hal ini tak akan terjadi" pikir Hoshi
Tung... tung... tung.. brull.. brull..
"Semua dengar! Jenderal telah memerintahkan kita untuk menghadang pasukan musuh dibenteng bagian timur dan membantu mereka yang tengah berjuang disana. Maka dari itu.. kuharap kalian dapat bekerja sama walaupun berbeda golongan dan ras demi mempertahankan kota ini!" Sahut prajurit sebelumnya
"Baik!" Balas seluruh pasukan yang terdiri dari berbagai ras, tipe, dan lain-lain
"Kenji.. cepat! Kita harus segera bergegas menuju benteng timur" Sahut Kyouya
__ADS_1
"Baik.. tetapi sebelum itu, dimana Lifya berada? Bukankah sebelumnya dia berada disini?" Tanya Kenji
"Lifya? Tadi aku melihatnya telah berangkat menuju benteng timur bersama petualang lain, mungkin saja saat ini dia tengah bertarung melawan pasukan undead"
"Jika memang benar seperti itu, Kenji! Ayo! Kita bergegas kesana!" Sahut Kenji
"Hm!" balas Kyouya
Kyouya dan Kenji berlari menuju benteng tersebut dan.. ting.. ting.. ting.. suara pedang beradu terdengar sangat keras serta jeritan semangat pejuang
"Kenji! Ayo kita habisi mereka!" Sahut Kyouya
"Baik! Tanganku juga sudah tak sabar ingin menghabisi mereka" balas Kyouya
Sehingga.. terciptalah.. sebuah pertempuran mempertahankan Kota Etherea, dan dikamp perkemahan..
Bugg.. Katsumi duduk diatas kasurnya..
"Huaww.." Katsumi menguap lalu melihat kearah cincin yang ia pakai
"Aku masih tak percaya jika benda yang kini tengah terpasang dijariku merupakan salah 1 ornamen legendaris"
"Hm.. apakah mungkin pedangku juga termasuk kedalam ornamen legendaris? Jika tahu akan seperti ini kejadiannya. Seharunya aku sebelumnya menanyakan dahulu kepada Dewa Hilos mengenai pedang ini, huftt.."
"Mungkin.. saat Zang telah usai melakukan tugasnya, kudapat menanyakan tentang benda ini kepadanya mengingat bahwa dia termasuk kedalam hewan-hewan legendaris"
"Hm.. dari tadi kujuga tak melihat Lifya berada, sebenarnya.. dimana dia sekarang.. hm.. sepertinya hari ini dia memang benar-benar sangat sibuk"
Lalu tiba.. tiba.. dug dug..
"Hah!.. apa ini! Apa yang terjadi padaku!" Sahut Katsumi
Dia melihat.. semua yang Katsumi lihat berwarna hitam seperti bayangan.. ia juga dapat melihat menembus bangunan dan lain-lain seperti byakugan milik hinata
"Apa yang terjadi padaku!" Katsumi berusaha menggosok-gosok matanya. Ia pikir hal tersebut akan membalikan kondisi matanya, tetapi tidak
"Ahhh... mungkin ini hanya sekadar mimpi, terlebih lagi tadi kusempat menguap, sebentar lagi.. kuyakin sebentar lagi kuakan terbangun" pikir Katsumi yang berusaha tenang. Tetapi.. hal tersebut tak kunjung terjadi
"Ahh.. sepertinya semua ini memang benar-benar nyata, lebih baik kumengetesnya pada diriku" Katsumi menyakiti dirinya
"Ahh.. pukulan ini menyakitkan. Ternyata memang benar.. semua ini nyata!" Katsumi terlihat gelisah dan cemas
"Apa yang harus kulakukan sekarang?" Pikirnya..
Lalu... tiba-tiba.. mata Katsumi..
"Hah! Benda apa itu yang sedang bergerak didalam tanah, benda tersebut semakin dekat dan terus mendekat seakan-akan ingin menghantam sesuatu.. Hah! Jangan-jangan!" Pikir Katsumi
Dan.. bruaall.. Seekor monster cacing raksasa tiba-tiba muncul dari dalam tanah dan menyerang kamp ini dengan tubuhnya
"Aaa!!" Jeritan beberapa orang dari dalam kamp
"Tang!! Tang!! Ada monster muncul!" Ucap seorang petualang sambil membunyikan sebuah bell
Seketika semua orang bergegas menuju monter tersebut berada
"Hah! Astaga.. monster cacing, seharusnya aku sudah menduganya kalau dia akan menyerang tempat ini"
Lalu.. brull.. monster tersebut semakin menjadi-jadi
"Monster itu! Semakin menjadi-jadi saja. Aku harus bergegas pergi kesana!"
Katsumi berlari menuju monster tersebut
"Ahh.. bagaimana dengan kondisi Lifya saat ini? Mungkin saja dia sedang berada disana dan nyawanya terancam" pikir Katsumi
"Semuanya.. serang!" Sahut prajurit disana
Namun.. monster tersebut begitu gesit dan cepat serta teknik menyerang yang ia gunakan semakin mempersulit semua orang untuk menyerangnya
"Bagaimana ini, dia terus-menerus masuk kedalam tanah dan muncul kepermukaan kembali dan begitu seterusnya" ujar salah seorang petualang kepada temannya
"Hah! Apa-apaan ini.. lubang tanah raksasa dimana-mana" ucap Katsumi
"Katsumi!" Sahut Lifya dari kejauhan
"Lifya.. kau baik-baik saja?" Tanya Katsumi
"Tentu.. aku juga tiba-tiba mendengar suara keras dari arah ini. Maka dari itu kubergegas menuju ketempat ini dan alangkah terkejutnya karena muncul sebuah monster cacing disini" ujar Lifya
"... Iya, akupun juga demikian" balas Katsumi
"Baiklah.. mari.. kita menyerangnya.. sebelum dia membuat sebuah kerusakan lebih besar lagi" ucap Lifya
"Baiklah.. ayo!"
Belum juga mereka menyerang cacing tersebut.. tanah yang mereka pijak dan sekitarnya tiba-tiba runtuh diakibatkan tanah yang menunjang tanah diatas telah terkeropos akibat monster cacing itu
"Ahh.. Katsumi tanahnya runtuh!"
Dan brulll...
__ADS_1
"Aaaa!... sahut beberapa orang yang terjatuh, termasuk Katsumi dan Lifya sendiri
Alhasil.. tak ada yang mengetahui apa yang tengah terjadi diatas sana, semua tertimbun karena tanah yang runtuh.. gelap gulita kembali menyelimuti diri mereka masing-masing.. akankah sebuah cahaya kembali hadir menyinari hidup mereka kembali ditempat nan gelap tersebut