
"Sudah saatnya aku pergi, aku harus memulai berpetualang didunia yang tengah berperang ini untuk mencari jati diriku, karena masih banyak teka-teki yang harusku selesaikan" ucap Katsumi dari dalam hatinya sambil memandang pegunungan senja didepan sana
Dia berjalan mengikuti takdir yang menuntunnya, mulai dari perbukitan, lembah, kuil, dan lain-lain. Semua tempat itu sudah Katsumi lalui dengan bantuan takdir yang melekat pada dirinya. Menyebrangi perbatasan, melintasi desa dan kota-kota mati akibat pertempuran sudah tak asing lagi baginya
"Huftt.. sudah seberapa jauh kuberjalan.. kalau dilihat dari arah mata angin dan letak matahari serta kondisi diwilayah ini, sepertinya aku sudah berada kurang lebih 750km selama seminggu ini. Cukup jauh juga perjalananku, semoga hal ini dapat menjunjungkan kearah takdir yang telah diberikan kepadaku seperti kata Ayah dan Dewi Agung padaku"
"Hm... pedangku sudah lama tak terpakai, mungkin sebaiknyaku bermalam ditempat ini sambil mengasah pedangku agar semakin tajam dan tidak tumpul, Yoss. Aku hanya perlu beberapa kayu bakar untuk bermalam disini, mungkin sebaiknya aku mulai mencari kayu bakar sebelum hari mulai gelap"
Ditengah perjalanan.. munculah ide Katsumi untuk sesekali berburu dihutan tempat dia bermalam
"Mungkin.. sebaiknya aku berburu hewan, 1 ekor saja sudah cukup untuk makan malamku nanti (beberapa saat kemudian) Wow.. ada seekor rusa jantan.. pasti dagingnya banyak sekali"
Katsumi mengambil sebilah pisau yang berada pada saku khusus pisau yang terpasang di celana panjang bagian paha yang dia pakai
Sssuuttttt... sebilah pisau tersebutpun terlempar dan mengenai organ vital (tenggorokan) tubuh rusa yang mengakibatkannya mati secara langsung
"Yoss.., malam ini aku akan makan enak, hahahaha. (beberapa saat kemudian) Duh.. berat juga ya tubuhmu ini.. punggungku jadi terasa sakit.. kau pasti waktu masih hidup jarang berolah raga dan akibatnya tubuhmu dipenuhi oleh gumpalan lemak, tapi tak apa, semakin besar tubuhmu.. semakin banyak daging yang dapatku peroleh dari tubuhmu, hahahaha" Goda Katsumi kepada jasad rusa itu
"Kayu bakar sudah, Hewan buruan sudah, sekarang hanya tersisa memasak rusa ini.. apakah aku bisa mengabiskannya seorang diri ya? semoga saja bisa, hahaha"
Tiba-tiba dari arah timur Katsumi, terlihat asap asap besar dan suara ledakan yang menyertai suasana malam tersebut
"Hah, Apa itu.. sepertinya ada yang sedang diserang monster, aku harus menolong mereka!" ucap Katsumi
Pohon demi pohon dia terobos untuk sampai ketempat arah suara tersebut.. dan alangkah terkejutnya Katsumi..
"Apa-apaan ini? 3 Felien, ada 3 Felien mengepung mereka, aku harus bergegas!"
Dengan aksi erogan dan heroik dari Katsumi.. dia meloncat dari atas pohon dan.. Sringgttt.. 1 kepala dari 3 felien itupun terpenggal dan jatuh ketanah
"Kalian tidak ada apa-apanya bagiku.. lebih baik kalian cepat pergi dari sini sebelum bernasib sama seperti teman kalian ini"
"Grrrrttt... arggttt... huaaegggtt" geram kedua felien tersebut
"Oh.. jadi kalian mengajakku berduel ya, baiklah.. kalian yang memulai duel ini, jadi jangan salahkan aku apabila kepala kalian harus terpisah dari badan kalian!"
Sringggttt... Settt... settt... Duaggg.. 2 kepala felien tersebut terlepas dari badannya
"Hah.. berani-beraninya melawanku.. kalian masih sangat lemah jika ingin mengajakku berduel seperti tadi"
Sebelumnya.. terdapat 3 orang ditempat tadi (sebelum Katsumi menyerang 3 felien) 1 dari ras Elf, 1 dari ras Elfin(manusia hewan), dan 1 lagi dari ras manusia(kesatria), sama seperti Katsumi
"Kalian... tidak ada yang terluka? jika ada mari kuantar ketempatku, disana kalian bisa beristirahat, memulihkan tenaga, dan mengobat beberapa luka ditubuh kalian" ucap Katsumi kepada 3 orang tersebut
__ADS_1
"Kami tidak apa-apa Tuan, terima kasih karena telah menyelamatkan kami. Kami memang sudah sangat terdesak tadi karena tenaga kami telah habis dan kondisi tubuh kami yang sangat kelelahan" jelasan dari ras Elfin tersebut
"Oh iya.. sebenarnya apa yang kalian lakukan ditempat ini?" tanya Katsumi sambil menjunjung orang ras Elfin yang terluka parah pada bagian kakinya
"Kami sebanarnya sedang melarikan diri dari sebuah benteng bernama benteng Ethos, disana tiba-tiba pasukan kami diserang oleh sekumpulan pasukan neraka(hell) yang membuat kami terpojok dan akhirnya memutuskan untuk melarikan diri" ucap dari ras Elfin lagi
"Kami melarikan diri menuju kearah barat karena kami sempat mendengar bahwa Raja Rendor bersama pasukannya telah menaklukan kota Scaro dan menjadikannya tempat teraman untuk saat ini" ucap dari kesatria tersebut
"Dan sebenarnya apa yang sedang Tuan lakukan ditempat seperti ini?" tanya seorang wanita dari ras Elf
"Aku sebenarnya ingin pergi menuju kearah timur, namun.. sepertinya disana sudah tak aman lagi sesuai dengan informasi yang kalian sampaikan kepadaku, terima kasih" ucap Katsumi kepada 3 orang tersebut
"Eh.. Tuan kenapa? seharusnya kami ber3 yang mengucapkan kalimat tersebut karena Tuan telah menolong kami" balas ras Elf lagi
"Memangnya kenapa, tidak boleh ya?" jawab Katsumi
"Bukan begitu.. Anu.. sebenarnya boleh sih.. tapii.." ucap Elf tersebut dengan muka tersipu malu
"Tapi kenapa?" balas Katsumi
"......." Elf itupun terdiam sambil menundukan kelapanya
"Hahahaha... sudah-sudah jangan banyak bicara lagi, sebaiknya kita sesegera pergi ketempatmu Tuan, teman kami kondisinya belum setabil. Alangkah baiknya jika kita bergegas kesanakan, tempatmu saat ini" ucap kesatria tersebut
Dalam perjalanan menuju tenda tempat Katsumi bermalam.. munculah ide dari dalam otaknya
"Maaf kalau saya lancang, tapi tadi kita belum sempat memperkenalkan diri, aku jadi kesusahan kalau ingin memanggil kalian ber3" ucap Katsumi
"Benar juga perkataan Tuan, kita tadi terlalu fokus terhadap situasi ditempat tadi, sampai-sampai terlupa untuk memperkenalkan diri masing-masing" balas kesatria pada Katsumi
"Baiklah.. aku mulai dulu, Namaku Kenji Hashimoto, panggil saja aku Kenji, hihihihi" ucap dari Elfin(Kenji) tersebut
"Hustt Kenji, kau tidak sopan, jaga sikapmu. Apa kau ingin selalu seperti ini bila bertemu dengan orang asing ya?" balas Kesatria tadi
"Iya iya aku minta maaf, mau bagaimana lagi.. itu sudah menjadi kebiasaanku. Sulit untuk mengubahnya, huhh" ucap Kenji
"Berusahalah.. lama kelamaan kau pasti bisa jika kau terus berusaha, Ehmm.."
"Perkenalkan.. namaku Kyouya, Kyouya Ikeda.. panggil saja aku Kyouya, salam kenal"
ucap dari Kesatria(Kyouya)
"Anuu.. namaku Minori Ine, panggil saja aku Minori.. salam kenal" ucap dari Elf(Minori)
"Wah.. nama kalian bagus-bagus semua ya" puji Katsumi kepada Kenji, Kyouya, dan Minori
__ADS_1
"Baiklah.. namaku Katsumi Hayashi, salam kenal"
setelah saling mengenalkan diri, kamipun tiba pada tempat bermalamku didaerah sekitar
"Wow.. lihat, ada seekor Rusa besar yang siap dibakar.. hm.. pasti lezat" ucap Kenji dengan ekspresi rakus
Duggg.. Kyouya mumukul kepala kenji
"Duh.. kyouya, apa yang kau lakukan?" sakit nih"
"Sudah kubilang sebelumnya untuk menjaga sikapmu menjadi lebih sopan!"
"Kau enak dengan mudah dapat berbicara seperti itu karena kau seorang Kesatria, berbeda denganku yang seorang Elfin" jawab Kenji dengan muka kesal
"Latar belakang tak mempengaruhi apapun, nyatanya kemarin saat kita masih berada dibenteng Ethos, aku bertemu dengan beberapa ras Elfin seperti dirimu yang sopan, dan pandai menjaga sikap, berbeda sepertimu"
"Itukan mereka.. bukan aku.. mana mungkin sama"
"Terserah kau saja.. semua perkataanmu tak ada yang kudengarkan.. semua perkataanmu hanyalah omong kosong ditelingaku"
"Dasar kau!!" muka kenji semakin kesal
Disamping itu..
"Minori, kulihat-lihat kau sepertinya tidak banyak berbicara?" ucap Katsumi sambil melirik kearah Kenji dan Kyouya yang tengah berdebat
"Eh.. anu.. aku hanya tidak suka saja, banyak berbicara melelahkan.. makanya aku selalu diam jika tidak sedang membicarakan hal yang tak penting" balas Minori
"Oh begitu ya, memang benar perkataanmu itu.. jika kita tidak sedang membicarakan sesuatu yang tak berguna lebih baik kita diam, namun.. kita juga tak tahu.. ada kalanya perkataan yang tak berguna justru membuat kita tertawa girang dan bahagia, akan banyak orang yang bahagia dengan melakukan tindakan seperti itu sebelum hal itu sudah tak dapat dia lakukan kembali.. hal itupun juga dapat membuat suasana hati yang awalnya tegang menjadi lebih rileks, maka dari itu kau patut untuk mencobanya Minori" ucap Katsumi berlagak keren
"Sepertinya ucapanmu ada benarnya juga Katsumi, aku memang selalu diam dan tidak berbicara apa-apa bahkan saat ada orang asing yang menyapaku, mungkin aku hanya akan membalas sapaannya dengan meliriknya" balas Minori
"Ohh.. mengerikan sekali, apa kau benar-benar bisa hidup seperti itu ya? hahahaha" goda Katsumi
"Dih kau ini, aku memang mengatakan apa adanya, tidak ada kebohongan diceritaku ini. Hanya kau saja mau percaya atau tidak"
"Hahahahaha... iya iya.. aku mengaku salah, aku percaya dengan perkataanmu Minori"
Semakin lama, hari semakin gelap. Sudah saatnya bagi kami untuk beristirahat
"Sudah-sudah.. hari sudah gelap, cepat kita istirahat agar tenaga kita dapat pulih dan kita juga dapat melanjutkan perjalanan menuju barat, tepatnya pergi menuju Kota Scaro" ucap Kyouya pada kami ber3
"Baiklah boss, hehehehe" balas Kenji dengan mengajukan jempol kearah Kyouya
Disinilah pertualanganku yang sebenanya dimulai, mungkin mereka dapat membantukku dalam perjalanan menemukan jati diriku yang sebenarnya. Aku sangat berharap besar kepada orang luar seperti mereka, semua info yang kubutuhkan dapat ditemukan dengan mudah melalui mereka. Semoga perjalanan ini melahirkan hasil yang nyata.
__ADS_1