
Dalam perjalanan kami ber2(Katsumi dan Zang) dalam perjalanan mengubah takdir dunia.. tentu bukanlah hal yang mudah.. berbagai jenis bahaya 1 per 1 kami lewati bersama dengan bantuan Zang.. dia menceritakan padaku bahwa azimat yang selalu kubawa memiliki kekuatan terpendam didalamnya.. tapi dengan bantuan Zang.. kekuatan tersebut dapat keluar dan kupergunakan walaupun hanya untuk sesaat dan kekuatan serangan yang tidak begitu besar
"Tuan... awas!!, merunduklah.." ucap Zang yang sedang kutunggangi disebuah lembah dalam keadaan kami yang sedang dikejar oleh beberapa musuh yang menggangu
"Terima kasih, Zang.. selain menjadi pengendali.. kau ternyata juga bisa melihat serangan musuh dari jarak jangkauanmu yang sejauh itu"
"Sudah sepatutnya aku mengabdi kepada tuan dengan cara seperti ini, membantu tuan dalam melakukan sesuatu hal, dan lain-lain"
"Baiklah.. kita sudahi dulu basa-basinya.. untuk sekarang.. kita fokus menyerang monster-monster ini"
"Baik tuan" sahut Zang
Dengan bantuan Zang dan azimat yang kupakai ini.. kami dapat terbebas dari kejaran musuh.. Zang menembakan gelombang angin yang dia keluarkan dari paruhnya.. sedangkan aku merapalkan beberapa sihir menggunakan azimat yang kupakai dijari tengah tangan kananku
Suuuttt.. duarrr... 1 per 1 musuh telah kami tembak jatuh.., dengan begitu kami terbebas dari kejaran mereka
"Zang... terima kasih, dengan bantuanmu aku dapat menggunakan azimat ini dengan baik dan melanjutkan perjalananku"
"Tentu tuanku, hal ini kulakukan sebagai pengabdian diriku padamu"
"Hahahahaha"
"Ohh iya tuan, hampir lupa kuingin memberi tahumu tentang sesuatu hal"
"Hal? hal seperti apa Zang?" tanya Katsumi
Sebenarnya azimat yang tuan pakai itu adalah salah satu senjata yang diberikan oleh beberapa kesatria suci yang dikirim oleh Dewi Agung, Selle Zauga saat negeri Ardonia ini dalam bahaya"
"Serta dikisahkan bahwa hanya akan ada 1 kesatria suci yang akan diturunkan kepada negeri Ardonia ini.. dan kurasa kaulah orangnya, tuan" tambah penjelasan Zang
"Aku sama sekali tidak mengerti hal yang kau katakan kepadaku Zang, terutama Selle Zauga, siapa dia?"
"Dia adalah Dewi Agung yang melindungi negeri ini, tuanku"
"Tunggu.. kau bilang dia pelindung negeri ini kan?
"Kau benar tuan, memang ada masalah apa dengan cerita yang kukatakan ini?"
"Jika memang benar dia pelindung negeri ini, kenapa dia tidak secara langsung turun tangan mengatasi peperangan ini?" tanya Katsumi
__ADS_1
"Hm.. sudah kuduga pasti tuan akan berfikiran seperti tadi. Biar kujelaskan.., jadi Dewi Agung, Selle Zauga tersebut tidak turun secara langaung karena kekuatan yang dia miliki begitu besar, bahkan bisa merusak keseimbangan dunia ini.. juga ada rumor yang mengatakan bahwa 75% kekuatan Dewi Agung telah terperangkap pada suatu dimensi yang sangat kuat.. hingga mampu menahan kekuatan dari sang dewi tersebut" jelas Zang
"Hm... sulit untuk dipercaya" sahut Katsumi
"Maka dari itu tuan, saya mengajak tuan kesuatu tempat yang akan memberikan sedikit petunjuk tentang jati diri tuan yang sebenarnya" ucap Zang
"Suatu tempat? tempat seperti apa Zang?"
"Nanti tuan akan mengetahui tempat tersebut dengan mata kepala tuan sendiri" sahut Zang
Setelah mendengar perkataan Zang, dia membawa Katsumi pada suatu tempat yang dia katakan
"Tuan.. bersiap-siaplah.. setelah ini saya akan memasuki dimensi antar waktu, jadi pegang dengan erat badan saya, Tuan"
Setelah Zang mengatakan hal tersebut.. tepat didepan kami terbukalah gerbang dimensi antar ruang yang dikatakan oleh Zang.. dan kamipun memasuki dimensi tersebut dan tiba pada tempat yang...
Cehhhhh... Katsumi membuka matanya dengan samar-samar
"Kita telah sampai tuan, sekarang tuan dapat membuka mata tuan"
Tanpa Katsumi sadari.. ternyata Zang telah membawa dia ketempat kuil/kastil griffin kuno yang terkenal agung & legendaris
"Inilah tempat kami diciptakan tuan, kastil griifin kuno.. disinilah tuan akan menemukan petunjuk berikutnya
"Petunjuk? maksudmu.. petunjuk tentang azimat ini" tanya Zang
"Iya tuan"
"Tapi.. dari mana kau tahu kalau aku sedang mencari sebuah petunjuk" tanya Katsumi
"Hal itu mudah ditebak tuan, kekuatanku merasakan bahwa sihir yang terdapat didalam azimat tersebut ingin sekali dikeluarkan, maka dari itu.. aku sempat berfikir akan mengajak tuan pergi kemari agar dapat menemukan beberapa petunjuk untuk mengeluarkan kekuatan sihir tersebut" balas Zang
"Sihirr? didalam azimat?"
"Iya, seperti yang sempat kukatakan waktu dulu tuan, bahwa sebenarnya azimat ini memiliki kekuatan yang sangat besar, namun terhalang oleh suatu sihir kuno.. hm.. tapi waktu itu aku hanya dapat merasakan sihir tersebut melalui aura yang dikeluarkan oleh tubuh tuan, kurasa.. ada hubungan dibalik tuan dan azimat tersebut" sahut Zang
Setelah mendengar perkataan Zang, Katsumi semakin yakin bahwa perkataan ayahnya dan Dewi Agung Selle Zauga ada kaitannya dengan azimat ini.. begitu pula dengan dirinya
__ADS_1
"Baiklah tuan, tempat ini memiliki banyak sekali beragam "Fragment" yang mungkin salah satu dari fragment tersebut dapat memberikan petunjuk kepada tuan"
"Fragment?" tanya Katsumi
"Iya, fragment. Semacam tulisan kuno didunia ini yang sangat langka, bahkan hanya orang-orang tertentu yang dapat menemukan dan membaca tulisan/naskah tersebut" sahut Zang
Kami ber2 berjalan menyusuri tempat-tempat didalam kastil/kuil ini. banyak sekali kami jumpai beragam fragment yang menjelaskan berbagai kejadian didunia ini dan...
"Tunggu... tunggu sebentar, Zang.. kemarilah!" sahut Katsumi
"Tuan, ada apa?" tanya Zang
"Coba kau lihat fragment ini baik-baik Zang, bentuk dari azimat didinding ini sama persis dengan yang kubawa.. namun hanya berbeda kisahnya saja"
"Ha? tuan.. dapat membaca fragment ini? bagaimana bisa?" tanya Zang
"Entah.. tiba-tiba tulisan tersebut bergerak dengan sendirinya dan membentuk sebuah kalimat yang dapat kubaca" balas katsumi
"Tapi.. bagaimana mungkin, hanya orang istemewa yang dapat membaca fragment ini. Bahkan kesatria legendarispun tak sanggub untuk membaca fragment ini" sahut Zang
"Hm.. akupun juga sama bingungnya denganmu Zang, mungkin ini hanyalah sebuah kebetulan belaka"
"Namun.. fragment ini seperti sedang menunjukan sesuatu kepadaku Zang, ditulis & digambarkan bahwa azimatku ini dapat berubah menjadi sebuah pedang suci dan pedang suci tersebut juga dapat mengeluarkan kekuatan dasyat pada waktu yang telah ditentukan.. namun bagian terakhir dari fragment ini telah hilang.. jadi aku tidak dapat melanjutkan membacanya" ucap Katsumi
"Astaga.. ternyata tuan memang dapat membacanya, sepertinya tuan memang bukanlah orang biasa.. karena saya sempat mencium aura Dewi Agung dari tubuh tuan"
Karena sedang kebingungan.. Zangpun tak sempat menjelas/memberitahukan bahwa sebenarnya dia pernah 1× dijumpai oleh Dewi Agung
"Hm.. apakah benar bahwa azimatku ada hubungannya dengan fragment ini" pikir Katsumi
"Disini tertulis bahwa akan tiba saatnya azimat ini mengeluarkan kekuatan terpendamnya untuk melindungi dunia yang sedang diambang kehancuran, tapi apakah ini benar.. dan kenapa juga aku dapat membaca fragment ini.." pikir Katsumi kembali didalam pikirannya
Pada saat yang bersamaan tiba-tiba..
"Tuan.. sepertinya kita harus bergegas pergi dari sini!" sahut Zang
"Hah! ada apa Zang?" tanya Katsumi
"Saya lupa mengatakan kepada tuan bahwa sebenarnya kastil ini memiliki beberapa penjaga kuno yang kami sebut dengan "Guardian Knight". Merekalah yang selalu menjaga tempat suci ini dari makhluk manapun.. termasuk ras tuan, manusia. Dan akan sangat berbahaya jika mereka sampai menemukan tuan ditempat suci ini" balas Zang
__ADS_1
"Baiklah jika memang seperti itu kenyataannya.. mari kita secepatnya bergegas pergi dari tempat ini!" balas Katsumi
Kami ber2pun bergegas pergi dari tempat ini melalui vortek yang sebelumnya telah dibuka oleh Zang sebelum kami tiba disini dan juga akan sangat berbahaya apabila kami masih tetap berada disini, disisi lain.. aku menemukan sebuah petunjuk kembali yang berkaitan dengan azimat ini.. apakah hal ini juga ada sangkut pautnya dengan diriku.. jika memang benar.. akan terus kugali potensial dan legenda serta petunjuk-pentunjuk yang dapat mengarahkanku kepada takdir yang sedang kujalani demi merubah dunia ini menjadi lebih baik. Aku yakin.. bahwa... aku bisa!!...