
Sudah seperti dugaan Katsumi sebelumnya.. bahwa rumor mengenai dirinya kini telah tersebar kepenjuru negeri, terutama Kota Etherea
"Apa kalian telah mendengar rumor tentang seorang pahlawan yang mengalahkan naga kegelapan seorang diri?" tanya salah 1 petualang dibar Kota Etherea
"Sudah.. tetapi.. apakah rumor tersebut benar, bisa jadi hanya hoax belaka"
"Yap.. betul. Akupun masih meragukan tentang rumor itu"
"Kalian ini.. makanya, sering-sering datang keguild agar bisa mendapatkan info terbaru.. terlebih lagi.. rumor tersebut disampaikan langsung oleh pimpinan guild sendiri"
"Benarkah.. jika memang benar begitu, pasti... pertempuran ini dapat kita akhiri bersama dengan bantuan pahlawan tersebut"
Dibangku lain..
"Apa yang mereka bicarakan?" tanya Kenji
"Hm.. sepertinya mereka tengah membicarakan rumor yang tengah beredar saat ini, yaitu rumor tentang ketibaan seorang pahlawan yang menyelamatkan sebuah desa dari serangan naga kegelapan" jawab Kyouya
"Seorang pahlawan.. apakah mungkin pahlawan tersebut salah 1 dari kesatria voltaris?" tanya Minori
"Tidak.. mereka mengatakan bahwa pahlawan tersebut berwujud manusia sepertiku"
"Mustahil.. seorang manusia yang memiliki kekuatan melebihi kesatria voltaris" ujar Minori
Glegg.. glegg.. glegg.. secangkir bir diminum Kyouya
"Tapi.. jika dia memang manusia, terus.. dari mana dia mendapatkan kekuatan sebesar itu?" tanya Kenji
"Sepertinya.. dia memang bukanlah orang biasa.. apakah mungkin.. yang dikatakan oleh petualang tadi bahwa ketibaan orang ini dapat mengakhiri pertempuran ini" ucap Kyouya
Dibagian barat.. tepat disebuah kota yang sebelumnya diserbu oleh pasukan besar
"Zang.. bagaimana tanggapanmu jika kita ikut bersama kesatria voltaris menuju seberang?" tanya Katsumi
"Hm.. yang pasti saya akan selalu setuju dengan pilihan yang dipilih oleh tuan.. walaupun pilihan tersebut mengandung banyak resiko" jawab Zang
"Terlebih lagi tuan saat ini telah membangkitkan kekuatan pedang suci tersebut.. maka dari itu, kekuatan tuan pasti akan sangat dibutuhkan disuatu tempat didepan sana"
"Sepertinya ucapanmu memang benar Zang, kekuatan yang kumiliki ini sudah sepantasnya digunakan untuk membantu orang lain yang mengalami kesusahan"
"Terima kasih Zang, karena kau telah memberikan tanggapanmu yang berarti secara langsung kepadaku" tambah Katsumi
"Tentu tuan.. saya akan melakukan yang terbaik untuk tuan"
"Oh iya Zang, bagaimana kondisi tubuh dan sayapmu? apa sudah membaik?" tanya Katsumi
"Tentu tuan, istirahat saya kemarin telah mengembalikan kondisi saya menjadi lebih baik, maka dari itu.. saya akan melakukan yang terbaik untuk tuan"
"Hahahaha.. baiklah jika memang seperti itu maumu Zang"
Katsumi kemudian keluar dari tendanya dan menemui kesatria voltaris
"Wah.. lihat-lihat.. sang pahlawan!" seru prajurit
Katsumi melihat-lihat sekitar..
"Ahh.. aku sungguh tak nyaman dengan kondisiku saat ini!" ucap Katsumi dalam hati
"Oh.. Katsumi.. ada perlu apa kau datag kemari? tanya Hoshi
"Aku ingin menemui kesatria voltaris, apakah dia ada didalam tenda ini?"
"Oh.. tentu saja, akan saya memanggilkannya dahulu
"Baiklah"
Lalu kesatria voltaris keluar dari dalam tempat itu..
"Kesatria.. saya ingg.." tiba-tiba ucapan Katsumi dihentikan oleh kesatria voltaris tersebut
"Kau cukup memanggilku Arata, pahlawan"
__ADS_1
"... apakah diperbolehkan?" tanya Katsumi
"Tentu saja boleh. Memang siapa yang melarangmu?" sahut Arata
"Tidak.. tidak ada kest.. maksudku tuan Arata"
"Hm.. lalu, ada perlu apa kau datang kemari?" tanya Arata
"Seperti ucapan tuan sebelumnya.. bahwa saya bersedia ikut bersama tuan pergi!" sahut Katsumi
"Keputusan yang bagus.. baiklah, kita akan berangkat jam 10 pagi, maka dari itu.. persiapkanlah diri dan mentalmu"
"Baik!" sahut Katsumi
Didalam barrak(tempat berkumpul pasukan)
"Tak kusangka, kau akan ikut bersama kami, dengan begini.. aku akan merasa lebih aman. Hahahaha" ucap Hoshi
"Hahahaha.. iya, kau benar.. tapi apaboleh buat lagi, karena saat ini kami tak memiliki 1 tujuanpun.. kami memutuskan untuk ikut bersama kalian"
(Info, kami \= Katsumi dan Zang)
"Jadi.. kalian terpaksa ikut bersama kami?" tanya Hoshi
"Ehh.. tidak-tidak, tetapi sebaliknya, kami bersyukur karena telah diberi sebuah kesempatan untuk ikut pergi bersama kalian"
"Ohh.. begitu ya, bagus deh, hahahaha" tawa Hoshi
"Sudah-sudah.. jika kita mengobrol terus, persiapan kita tak akan cepat selesai" sahut Katsumi
Setelah menyiapkan berbagai perlengkapan, mengisi energi.. pasukan kamipun siap untuk berangkat
"Apa kau telah mendengarnya.. bahwa sang pahlawan akan ikut berpetualang bersama kita" ucap prajurit
"Benarkah.. jika memang benar seperti itu.. aku pasti akan selalu bersemangat karena dia yang sekarang tengah berada dipihak kita"
"Iya kau benar.. dan entah kenapa.. rasa cemasku tiba-tiba lenyap setelah mengetahui bahwa sang pahlawan bersama hewan agungnya ikut bersama rombongan kita"
"Hei lihat.. pahlawan melihat kita" bisik prajurit
"Hai tuan.. hehehehe" ucap prajurit menyapa
"Hahahaha.. hai juga" Katsumi tersenyum
"Hei katsumi.. kenapa kau tersenyum sendiri, oh.. ternyata sedang ada yang sedang menyapa penggemarnya ya" ujar Hoshi
"Ehh.. apa kau bilang!" sahut Katsumi
"Hahahaha.. tapi hal tersebut memang benarkan.. coba kau lihat disekelilingmu.. seluruh pasukan kita sekarang tiba-tiba merasa lebih semangat dan percaya diri dari biasanya.. mungkin ini semua dapat terjadi karena dirimu yang saat ini tengah berada didalam pasukan kami.. jadi mereka pikir.. kau dapat dijadikan sebagai seorang motivator dan pelindung dari pasukan ini.."
"Terlebih lagi.. jika dibandingkan dengan kekuatan kesatria voltaris.. kekuatanmu jauh lebih besar dari mereka. Buktinya.. kau dapat mengalahkan naga kemarin seorang diri tanpa bantuan dari siapapun"
".... Kau benar juga.. tapi apa kau yakin bahwa aku dapat menjadi seperti yang kau katakan?"
"Tentu saja.. kami yakin bahwa kau dapat melakukannya.. kau hanya perlu percaya diri kepada dirimu sendiri bahwa kau bisa dalam melakukan semua hal.. dengan begitu.. setiap masalah besar pasti akan dengan mudannya untuk kau selesaikan"
"Em.. baiklah.. aku akan berusaha melakukannya.. semua demi mengakhiri peperangan ini!"
"Nah.. ini baru temanku.. seorang pahlawan yang dipenuhi dengan semangat yang besar" ujar Hoshi
Pegunungan.. perbukitan.. kota, desa, lembah.. telah kami lewati bersama-sama.. rintangan yang menghadang kami tak menjadi masalah besar
"Zang.. tembak!" teriak Katsumi
Cungg.. duarr.. Zang menembakan gelombang sihirnya tepat mengenai pasukan musuh yang menghadang
Ting! ting! ting!.. suara pedang beradu terdengar dimana-mana..
Duarr.. suara dari ledakan penyihir..
"Semangat!" teriak Arata
__ADS_1
"Hiya!" teriak kami semua
Beberapa saat kemudian.. Katsumi muncul dari balik lebatnya asap petarungan dengan sebilah pedang yang dia pegang(pedang biasa)
"Tak kusangka.. ternyata rumor tersebut memang benar bahwa sang pahlawan memiliki kekuatan yang sangat besar" sahut beberapa prajurit
"Hufft.. ternyata hanya segitu kekuatan kalian.." ucap Katsumi kepada mayat musuh
"Zang! apa kau baik-baik saja?" tanya Hoshi
"Tentu, aku baik-baik saja.. mereka semua lemah.. serangan mereka sama sekali tak berpengaruh terhadapku" ujar Katsumi
"... Benarkah.. aku saja dibuat kesusahan tadi karena mereka!"
"Kurasa.. kau perlu meningkatkan skill bertarungmu dan juga.. tempa pedangmu agar lebih tajam lagi"
"Baiklahlah!"
"Baik semuanya.. kita obati terlebih dahulu pasukan-pasukan yang terluka.. setelah itu.. kita lanjutkan perjalanan ini!" sahut Arata
Beberapa pasukan yang terluka akibat pertempuran tadi segera kami tangani.. setelah semuanya kembali pulih.. kami melanjutkan perjalanan kami
"Baik.. karena sekarang semua pasukan telah pulih kembali dan energi kita yang juga
sepenuhnya terisi.. kita akan melanjutkan perjalanan ini!" Sahut Arata
Kami melanjutkan perjalanan..
"Tak kusangka.. kekuatan sang pahlawan ternyata benar-benar hebat.. buktinya, dia dapat mengalahkan sejumlah pasukan undead penuh seorang diri tanpa bantuan siapapun. Terlebih lagi.. didalam pasukan yang dia hadapi.. terdapat beberapa Necromencer yang kuat" ucap prajurit kepada temannya
"Benarkah.. pasti dengan begini.. seluruh pasukan musuh akan dengan mudahnya kita basmi.. kemudian kemenangan kita peroleh dari hasil perjuangan yang kita lakukan selama ini" ujar prajurit
"Iya.. kau benar.. aku sudah tak sabar ingin mencium kembali aroma kebebasan"
"Katsumi.. sepertinya kau telah membawa pengaruh yang sangat besar bagi pasukan ini" ucap Hoshi
"... Sepertinya memang seperti itu.." balas Katsumi
"Katsumi.. kau kenapa.. sepertinya kau terlihat sedih?"
"Pasukan musuh tadi mengingatkanku akan tempat tinggalku, orang tuaku, dan teman-temanku yang gugur akibat ulah mereka"
"Ohh.. maaf, aku tak bermaksud membuatmu sedih.. dan aku juga turut berduka atas tragedi yang menimpamu"
"Iya, tak apa-apa.. semua ini bukanlah salahmu..."
"..Hm..." sahut Hoshi
"Tapi seharunya kau merasa bangga.. karena dengan kekuatan besar yang kau miliki.. kau dapat membalaskan dendam mereka dan membawakan sebuah kemenangan kepada kami semua.."
"Hahaha.. kau benar.." balas Katsumi yang perlahan kembali terlihat ceria
"Nah.. seperti itu dong. Masa seorang pahlawan sedih karena meratapi masa lalunya. Ingat Katsumi.. lupakanlah masa lalu dan jadikan sebagai sebuah pembelajaran agar kau dapat menjadi lebih baik untuk kedepannya"
"Baik Hoshi, terima kasih atas saranmu"
Setelah berjalan melewati beberapa penjuru negeri dan menyeberangi perbatasan
"Seluruh pasukan! Kita telah tiba diKota Etherea.. untuk sesaat, kita akan menginap dikota tersebut!" teriak Arata
"Huft.. akhirnya kita tiba juga diKota Etherea.. salah 1 kota yang masih bertahan hingga saat ini" sahut Hoshi
"Etherea?" tanya Katsumi
"Iya.. sebelum dunia ini diserang oleh pasukan musuh, kota inilah yang menjadi tempat penyediaan berbagai suplai terbesar pada masanya, entah suplai senjata, aksesoris sihir, obat-obatan, dan lain-lain"
"... Tak kusangka.. terdapat kota seperti itu yang masih bertahan" ucap Katsumi
"Hahahaha.. kau benar, mungkin karena kota ini mempunyai berbagai jenis senjata-senjata kuat.. jadi dengan mudahnya mereka dapat mengalahkan pasukan musuh"
"Maka dari itu.. sepertinya kita akan aman untuk beberapa waktu disana" tambah Hoshi
__ADS_1
Perjalanan panjang kami akhirnya usai disebuah kota yang akan kami tinggali. Apakah kota tersebut benar-benar masih memiliki kekuatan sama seperti dimasa lalu.. atau bahkan akan memojokkan kami dimasa mendatang.. yang pasti, kami sama sekali tak tahu apa-apa mengenai masa depan, kami hanya berharap bahwa kekuatan kota ini masih dapat diandalkan.. semoga. Karena telah banyak rumor beredar mengenai kota-kota kuat yang kini telah bersatu dengan debu.. kami harap.. kota ini tak akan bernasib sama seperti kota-kota sebelumnya