Takdir Pedang Suci

Takdir Pedang Suci
Teman Baru


__ADS_3

"Kemana kau akan membawaku?" ucap Katsumi yang mengikuti arah tuju cahaya itu


Beberapa saat mengikuti cahaya itu, Katsumi tiba disebuah desa mati


"Sebuah desa!" sahut Katsumi


Katsumi kemudian menolek kearah cahaya yang diam tak bergerak yang berada diatasnya


"... Sebenarnya tempat apa yang akan kau tuju? ujar Katsumi


Cahaya tersebut kemudian bergerak kembali


"Hah.. cahaya itu bergerak, aku harus mengikutinya kembali agar mengetahui tempat apa yang akan dia tunjukan kepadaku"


Katsumi bergerak kembali mengikuti cahaya itu menjunjungnya


"Untuk berjaga-jaga, sebaiknya kupegang pedangku saja" pikir Katsumi yang mengambil pedang dipinggangnya


"Dengan begini.. serangan dadakan dari musuhpun dapat langsung kuatasi" ujar Katsumi


Katsumi kembali berjalan melewati desa mati itu


"Parah sekali.. kerusakan ini.. mungkin semua ini disebabkan oleh pasukan neraka dan naga yang mereka bawa.." pikir Katsumi


"Terlebih lagi.. mengapa cahaya itu membawaku kepada desa mati ini?"


Katsumi berfikir keras dan..


"Tolong! Tolong!.." teriak seorang wanita ditempat ini


"Hah! ada suara seseorang meminta tolong ditempat ini!. Aku harus bergegas menolongnya!" ujar Katsumi


Katsumi berlari kecang mengikuti sumber arah terebut berasal..


tap.. tap.. tap.. Katsumi meloncati puing-puing bangunan dan.. terlihat, seorang wanita berusia sama seperti Katsumi yang tengah terpojok dikepung oleh sekumpulan undead


Tap.. wuss.. Katsumi meloncat dan sringg.. menebas salah1 undead itu


"Kau tidak apa-apa?" tanya Katsumi


"Iya.. terima kasih telah menolong saya" balas wanita itu


"Tak apa. Untuk sekarang, sebaiknya kau berlindung dibelakangku.. biar aku yang menghadapi monster-monster ini!"


Katsumi menyerang monster tersebut dengan penuh keberanian. Beberapa saat kemudian.. brugg.. semua undead tersebut telah Katsumi kalahkan


Sringg.. Katsumi memasukan pedang kedalam sakunya


"Hufftt..." ujar Katsumi


"Tuan! terima kasih banyak karena telah menolong saya, jika tidak ada tuan yang sebelumnya telah membantu saya. Mungkin saat ini saya telah tewas terbunuh oleh makhluk itu" ujar wanita dengan pakaian lusuh dan sobek


"Ohh.. tidak apa-apa. Memang seharusnya seperti inikan, jika kita melihat seseorang yang tengah membutuhkan bantuan.. harus segera kita bantu"


"Iya.. tuan benar"


"Ohh iya.. kau berasal dari mana? apakah sebelumnya desa ini adalah tempat tinggalmu? tanya Katsumi


"Iya. Tetapi.. beberapa saat pasukan musuh datang dan menghancurkan segalanya.. ditempat ini.. saya telah kehilangan segala yang teramat penting bagi saya termasuk kedua orang tua saya, hiks hiks hiks.." tangis wanita itu


"Ohh.. maaf, bukan maksudku untuk membuatmu menangis? aku hanya sekadar bertanya saja" ujar Katsumi

__ADS_1


Wanita tersebut tetap menangis


Tap.. Katsumi memegang pundak wanita itu


"Hah!" ucap wanita itu didalam hati sambil mengangkat kepala dan memandang Katsumi


"Jika kau terus bersedih, bagaimana kau akan dapat membalaskan kematian orang tuamu? jika kau terus seperti ini, kau tak akan pernah menjadi kuat dan melindungi orang-orang yang kau sayangi" ucap Katsumi kepadanya


Wanita tersebut seperti mendapatkan cahaya harapan baru dengan ketibaan Katsumi dihadapannya


"Ini.. minumlah dahulu, kau pasti hauskan?" ucap Katsumi sambil mengeluarkan botol air dari dalam jubahnya


"Baik. terima kasih banyak" wanita itu tersenyum


Gluk.. gluk.. gluk.. ahh..


"Tuan.. setelah ini, tuan akan pergi kemana?" tanya wanita itu


"Hm.. sebenarnya saat ini aku sedang dalam pencarian mencari temanku berada"


"Teman?" sahut wanita itu


"Iya.. dia sudah seperti sahabat bagiku.. dia juga telah banyak membantuku hingga aku dapat mencapai titik ini. Namun sekarang.. dia menghilang"


"Aku turut beduka atas menghilangnya teman tuan.. semoga kondisinya saat ini baik-baik saja"


"Terima kasih, ohh iya.. maaf yah untuk sebelumnya. Bisa tidak.. kau panggil aku dengan namaku saja, jika kau memanggilku dengan sebutan tuan.. rasanya terdengan aneh, hehehehe" tawa katsumi sambil menggaruk-garuk kepala


"Ohh.. maaf-maaf. Saya tidak menyangka" balas wanita itu


"... Perkenalkan.. namaku Katsumi. salam kenal" Katsumi mengulurkan tangannya kepada wanita itu sambil tersenyum ramah


Beberapa saat kemudian.. setelah Katsumi dan Lifya berbincang-bincang


"Tuan.. eehh.. maksudku, Katsumi.. apakah kau mencari temanmu seorang diri, apakah tak ada 1 orangpun yang menemanimu?" tanya Lifya


"... Tak apa-apa, dan.. aku tak ingin merepotkan siapa-siapa kembali demi masalah pribadiku.. maka dari itu, aku pergi tanpa bilang kepada siapapun dari tempatku"


"Ohh.., pasti berat yah?"


"Bisa dibilang iya, namun karena ini adalah masalah pribadiku.. jadi harus aku yang mengurus semuanya tanpa merepotkan siapapun"


"... Katsumi, bagaimana jika kubantu kau mencari temanmu!. Hitung-hitung aku ingin membalas budi karena kau telah menyelamatkanku tadi" ujar Lifya


"Ehh.. tidak usah. terlebih lagi, aku membantumu dengan iklas kok. Aku sama sekali tak mengharapkan balasan apapun darimu"


"Emm.. tak apa kok. 2 orang lebih baik dari pada 1. Mungkin aku akan dapat membantumu didepan sana nanti, jadi.. bagaimana? apakah aku diperbolehkan ikut denganmu?"


"Bagaimana ini.. aku sama sekali tak pandai dalam menghadapi situasi seperti ini. Jika kumenolaknya.. dia pasti akan sedih. Terlebih lagi dia sudah tak mempunyai siapapun.. apa yang harus kulakukan sekarang" pikirnya


"Hufffttt.. baiklah.. kau boleh ikut bersamaku, tapi sebelumnya, apakah kau pandai dalam menggunakan senjata?" tanya Katsumi


"Iya.. aku pandai dalam menggunakan senjata tipe katana. Dahulu.. lebih tepatnya sebelum negeri ini hancur karena ulah pasukan musuh, aku berhasil masuk kedalam 5 besar didalam akademi penyerang tipe katana" sahut Lifya


"Brufftt.." Katsumi menahan tawa


"... kenapa? ada yang lucu ya?" tanya Lifya


"Tidak.. tidak kok. Hanya saja.. kau pandai dalam mengarang yah, hahahaha" tawa Katsumi


"Heee.. tidak.. tidak kok.. aku benar-benar sungguh-sungguh"

__ADS_1


"Hahaha.. jika ucapanmu memang benar.. mengapa tadi kau terlihat sangat tak berdaya?"


"Itu karena saat musuh tadi mengepungku.. aku sama sekali tak memiliki alat untuk melakukan perlawanan. Terlebih lagi.. kemampuan bela diri tangan kosongku tidak terlalu hebat" jelas Lifta


"Benarkahhhh???" tanya Katsumi yang masih menahan tawanya


"Ihhh.. Kau sama sekali tak percaya yah. Yasudah.. terserah kau saja. Nanti kau juga bisa melihat sendiri kemampuanku"


"Hahahaha.. baiklah. Ohh iya.. sebelumnya.. ini, pakailah pedangku ini. Memang sih ini bukan katana, tetapi bentuk dan ukurannya hampir mirip kok, beratnyapun juga ringan" ucap Katsumi sambil menyerangkah pedangnya yang dipasang dipinggangnya


"Wahh.. terima kasih Katsumi, pemberianmu ini akan selalu kujaga" ucap Lifya


"Hehehe.. ada 1 hal lagi, jika menurutmu pedang itu kurang tajam.. kau dapat menempa ataupun merubahnya. Karena sekarang.. pedang itu telah menjadi milikmu" ucap Katsumi


"Iya.. jika serasa pedang ini belum cukup tajam.. akan kuasah dan kutempa kembali agar lebih tipis dan tajam seperti halnya sebilah katana" sahut Lifya


"Ohh iya.. ini, pakailah jubahku.. bisa gawat nanti jika sampai anumu terlihat olehku" ucap Katsumi


"Uhhh.. Katsumi mesum.. dasar mesum.. huuu.." balas Lifya


"Ehh.. tidak-tidak.. aku tidak ada maksud lain kok. ini.. ambil saja jubah miliku.. kau lebih membutuhkannya daripadaku"


Katsumi menyerahkan jubahnya


"Terima kasih Katsumi.. kau memang pria yang baik.. aku sangat bersyukur karena telah dipertemukan olehmu"


"Hehehehe.. tidak juga.." balas Katsumi malu-malu


Beberapa saat kemudian..


"Baiklah Lifya.. mari kita bergegas berangkat.. kurasa.. jika kita masih tetap berada ditempat ini.. kemungkinan besar kita akan berjumpa dengan pasukan musuh"


"Baik Katsumi.. mari berangkat


Aku berangkat melanjutkan pencarian Zang.. tentu saja dengan bantuan yang ditawarkan oleh Lifya sebelumnya


Batu demi batu kami pijak.. lahan bekas pertempuran kami lewat.. hutan-hutan gundul akibat kebakaran kami masuki dengan penuh kenyakinan


"Zang.. sebenarnya dimana kau berada.. energi sihirmu masih dapat kurasakan.. tetapi.. aura energi sama sekali tak menentu.. selalu berpindah-pindah posisi.." pikir Katsumi


Katsumi melirik kearah Lifya


"Apakah mungkin.. Lifya dapat membantuku menemukan Zang?" pikir Katsumi ragu


"Katsumi.. ada apa? kenapa kau melirik kearahku? ada sesuatu yang salah ya?" tanya Lifya


"Tidak.. tidak kok.. hanya saja.. aku tengah memfikirkan kondisi temanku saat ini apakah dia baik-baik saja"


"... Katsumi.. kau harus terus yakin bahwa temanmu saat ini sedang baik-baik saja. Atau bahkan saat ini dia tengah bersama orang-orang yang kuat sehingga dia bisa terlindungi" ujar Lifya


"Hm.. kau benar.. tak seharusnya aku merasa cemas berlebih seperti ini. Justru.. malah sebaliknya.. aku harus tetap yakin bahwa kondisinya saat ini baik-baik saja"


"Nah.. seperti itu baru bagus.. semoga kita dapat bergegas menemukan temanmu yah" ucap Lifya


"Iya.. dan terima kasih karena kau telah menemaniku, Lifya"


"Emm.. tidak, seharusnya akulah yang berterima kasih padamu.. karena kau telah menyelamatkan nyawaku dan memperlakukan diriku dengan sangat baik"


Katsumi ternyum..


perjalanan kami tak berhenti sampai disini.. selama Zang belum ditemukan.. tak akan pernah kaki kami berhenti melangkah untuk mencarinya.. dia telah banyak membawa perubahan bagiku. Jadi.. sebagai seorang teman.. hm.. sahabat aku harus menemukannya dimanapun dia berada. Lifya, bantuan tambahan juga ikut bersamaku untuk mencari Zang.. semoga saja kami dapat menemukan Zang dengan cepat

__ADS_1


__ADS_2