
Duarrr.. suara ledakan terdengar dimana-mana..
"Rasakan ini.." Elbano mengambil batu besar dan melemparnya tepat mengenai pasukan musuh
"Zang.. tembak mereka dengan gelombang petirmu!" sahut Katsumi
Cunggg.. Duarrr.. Zang menembakan gelombang petir dari paruhnya
Katsumi berlari dan sringgg... menebas pasukan musuh
"Mereka tak ada habis-habisnya tuan!" ucap Zang
"Kau benar.. pasukanku tak akan mampu menahan mereka semua" sahut Elbano
"Sekarang apa yang harus kita lakukan, tuan!" tanya Zang
"Apa yang harus kulakukan sekarang. Apa aku telah salah dalam mengambil tindakan/keputusan" pikir Katsumi
"Zang, Katsumi.. sudah saatnya, mungkin sampai disini saja kalian membantu kami, terimakasih. Sekarang, pergilah.. demi nyawa berharga kalian.. jangan sia-siakan.. masa depan telah menunggu kehadiran kalian.. maka dari itu, akan gawat jika kalian gugur disini" ujar Elbano
"Baiklah Elbano.. aku serahkan sisanya kepadamu dan pasukanmu" balas Zang
Katsumi dan Zang kemudian berlari memasuki gate.. namun.. sebelum itu Elbano sempat mengubah sihir gate tersebut agar menghubungkan dimensi bumi dengan tempat ini menggunakan sihirnya
"Cepat! tidak ada banyak waktu lagi!" sahut Elbano
Setelah kami berdua masuk kedalam gate tersebut.. gerbang dimensi tertutup dan tak dapat lagi dibuka
Bruggg.. kami ber2 terguling diteras kastil disekitar bukit misterius
"Ahhh.." ucap Katsumi sambil berdiri
"Zang, dimana kita sekarang?" tanya Katsumi
"Sepertinya kita berada diujung timur tuan" balas Zang
"Ohh.. begitu.." balas Katsumi
Disisi lain..
"Wah.. wah.. wah.. tak kusangka akan selama ini pembasmian hama yang dilakukan oleh pasukanku" ucap DeadMask sambil menghampiri Elbano yang terluka parah
"Kau.. kau pasti DeadMask!" ucap Elbano
"Hahahaha.. ya, kau benar."
"Kenapa.. kenapa kau memulai pertempuran ini.. apa yang kau inginkan dari dunia kami!" sahut Elbano
"Em.. aku hanya menginginkan dunia kalian saja sebagai dunia kekuasaanku yang baru. Setelah itu, aku akan pergi dari tempat busuk ini" jawab DeadMask
"Dasar.. penghancur. Kau memang tak layak hidup didunia ini.." ucap Elbano
"Lantas, apa yang akan kau lakukan kepadaku sekarang?" balas DeadMask
"Hm.. tunggu sebentar, sepertinya aku mempunyai sebuah solusi agar kau bisa tetap hidup. Bagaimana.. bila kita berkerja sama, akan kujanjikan tempat ini untukmu.." rayu DeadMask
"Cuhh..(Elbano meludah) tak akan pernah sudi aku berkerja bersamamu. Lebih baik aku mati!" ujar Elbano
"Ohh.. tenang.. jangan terlalu cepat mengambil keputusan, lagian ku-tak akan.. membunuhmu karena kau adalah salah 1 pion berhargaku" jawab DeadMask
"Apa maksudmu.." tanya Elbano
Tiba-tiba dari arah belakang DeadMask...
Muncul sesosok.. Aphilo dan Lunar, yaitu salah 1/2 makhluk suci, teman dari Zang dan Elbano. Namun, bentuk mereka telah berubah menjadi keristal
"Aphilo.. Lunar.. apa yang kau lakukan pada mereka!" sahut Elbano dengan nada tinggi
__ADS_1
"Ohh.. aku tidak melakukan apa-apa kepada mereka.. aku hanya memberikan sebuah mimpi indah untuk mereka, Namun.. sebagai gantinya.. tubuh mereka harus menjadi miliku.." balas DeadMask
"Dasar kau biadab.. uhuk.. uhuk.. tindakanmu sudah keterlaluan.. dan tak dapat dimaafkan" getak Elbano
"Hahahaha.. kau kira aku peduli, oh tentu tidak.., oh iya.. setelah ini.. kau juga akan menjadi salah 1 seperti mereka"
"Hah! apa yang akan kau lakukan kepadaku!" sahut Elbano
DeadMask kemudian merapalkan sebuah sihir.. sihir tersebut menyerap energi kehidupan Elbano dan..
"Arrggggttt... hentikan.. hentikan.. hentikaaaannn!" jerit Elbano
Setelah itu, Elbanopun berubah menjadi salah satu dari mereka, ke-6 pion makhluk suci yang sudah tak memiliki jiwa.., menjadi sebuah patung keristal berwarna ungu dengan mata yang menyala merah darah
"Hm.. 6 pion telah kudapatkan.. tersisa 4 lagi yang harus kudapatkan agar kekuatanku bisa menjadi sempurna"
Dibagian lain.. diluar dimensi yang sebelumnya telah dikunjungi oleh Katsumi dan Zang..
"Zang.. pasukan neraka kenapa tiba-tiba bisa berada ditempat tadi ya? tanya Katsumi
"Mungkin sepertinya mereka memakai vortek sama seperti saya tuan, maka dari itu.. mereka bisa tiba ditempat tadi" balas Zang
"Tapi.. mengapa mereka pergi keDaratan Wonderland.. apa yang sebenarnya mereka cari, hm..." pikir Katsumi
Katsumi tidak mengetahui bahwa sebenarnya DeadMask dan pasukannya datang ketempat tadi karena ingin sekali menangkap dan menghisap 10 kekuatan mahkluk legendaris.. dengan begitu.. keseimbangan dunia ini akan terganggu dan DeadMask akan mendapatkan kekuatan besar..
"Zang.. bagaimana jika melanjutkan perjalanan kita Zang.." sahut Katsumi
"Tapi tuan.. energi saya tak cukup untuk melakukan perjalanan jauh kembali.. setidaknya kita menetap disebuah desa/kota terlebih dahulu" balas Zang
"Tapi memang ada tempat seperti itu disekitar sini Zang?" tanya Katsumi
"Entah.. tapi setidaknya kita dapat mencari terlebih dahulu tuan"
"Hmm..." sahut Katsumi
"Disekitar sini sama sekali tidak terlihat adanya desa/kota Zang" ucap Katsumi
"Hm.. sepertinya memang disini tidak terdapat apa-apa tuan, wajar saja.. memang ada.. orang yang mau tinggal didaerah seperti ini dan berada diujung timur jauh pula.. dari ibukota berada" sahut Zang
Setelah beberapa saat berjalan.. kami menemukan sesuatu yang mengejutkan kami
"Zang! lihat.. didepan sana!" sahut Katsumi sambil menunjuk pada sebuah bendera yang berkibar
"Desa.. ada desa didepan sana tuan.. mari kita bergegas pergi kesana" balas Zang
Kami bergegas menuju pada tempat tersebut.. namun ternyata..
"Hah! apa.. apa yang terjadi disini!" sahut Katsumi
Didepan kami.. yang sebelumnya kami kira sebuah desa.. ternyata hanyalah sebuah kamp yang telah hancur.. banyak mayat berserakan ditempat ini
"Zang.. apa yang terjadi ditempat ini?" tanya Katsumi
"Saya tidak tahu tuan.. mungkin pasukan neraka/undead-lah yang telah melakukan hal ini sehingga membuat kamp ini hancur" balas Zang
"Mungkin saja Zang" ujar Katsumi
Setelah berkeliling dikamp ini.. Katsumi menemukan sebuah "Ornamen" yang menyala-nyala didepannya.. ditangan mayat seorang jenderal
"Benda apa ini!" pikir Katsumi sambil mengambil benda tersebut
"Zang.. coba tebak apa yang aku temukan disini!" sahut Katsumi
"Memang tuan menemukan apa?" tanya Zang
__ADS_1
"Ini Zang" Katsumi mengambil ornamen tersebut dari dalan sakunya dan memperlihatkan kepada Zang
"Benda ini.. bukankah benda ini milik Dewa Hilos. Tuan.. dari mana tuan mendapatkannya?"
"Aku mendapatkan benda ini dari seorang mayat jenderal, memang kenapa Zang, dan siapa itu.. Hilos? tanya Katsumi
"Hilos adalah seorang dewa gurun pasir tuan.. kekuatannya telah terkenal dipenjuru dunia.. tapi dia pernah 1× membuat kesalahan dan membuatnya diturunkan kebumi.. namun karena kebaikannya yang hingga kini masih mengalir deras didalam darahnya.. ia diberi kesempatan untuk menjadi salah 1 makhluk suci Negeri Ardonia tuan.." jelas Zang
"Hah!" sahut Katsumi
"Oh iya tuan.. dialah yang menjadi tetua/pemimpin semua mahkluk suci, salah 1 dari mereka adalah saya tuan, bentuk tubuh Hilos mirip dengan manusia pada umumnya.. namun ia lebih tinggi, berkepala elang, bersayap elang, dengan tubuh dilindungi zirah kuat berwarna emas murni tuan" jelas Zang
"Ohh.. sepertinya Hilos merupakan mahkluk terkuat ya" ujar Katsumi
"Tapi.. mengapa ornamen ini berada ditempat seperti ini Zang?" tanya Katsumi
"Karena benda tersebut adalah kunci untuk membuka makam Dewa Hilos tuan" jawab Zang
"Makam? maksudmu.. Dewa Hilos telah wafat?"
"Bukan, maksud saya adalah.. ornamen tersebut berguna untuk membuka segel yang mengunci Dewa Hilos didalamnya.. karena menurut legenda.. kunci tersebut boleh dipergunakan ketika dunia sedang dalam bahaya besar seperti saat ini tuan" jelas Zang
"Ehh.. mengapa ornamen tersebut harus digunakan ketika dunia tengah dalam bahaya Zang?" tanya Katsumi
"Karena.. jika ornamen tersebut tidak digunakan sesuai dengan waktunya.. maka Dewa Hilos akan murka dan menghancurkan peradaban, tuan" sahur Zang
"Uhh mengerikan sekali Dewa Hilos ini!" ujar Katsumi
"Tapi tuan.. dibalik kekejaman/ketegasannya yang ditakuti oleh banyak orang. Sebenarnya dia memiliki sebuah hati yang sangat baik, maka dari itu.. tidak aneh jika pengikut dari Dewa Hilos sangatlah banyak" ujar Zang
"Mungkin.. kebetualan.. mayat yang tuan temukan yang tengah memegang ornamen ini, adalah para penjaga ornamen yang telah dianugerahkan kepada mereka, penjaga kunci Hilos, tuan" ucap Zang
"Penjaga.. penjaga apa maksudmu Zang, aku sama sekali tak mengerti!" ujar Katsumi
"Penjaga, adalah julukan kepada orang-orang keturunan dari keluarga mereka yang telah dipercaya dapat menjaga ornamen tersebut, biasanya para penjaga tersebut tekenal tangguh dan pemberani tuan, serta bersifat dermawan" balas Zang
"Kenapa kau dapat mengatakan hal tersebut Zang, apa alasannya?" tanya Katsumi
"Aku dapat mengatakan hal seperti tadi karena.. hanya orang berhati suci-lah yang dapat memegang dan menjaga ornamen tersebut tuan" jelas Zang
"Hm.. begitu ya.. jadi.. sekarang apa yang harus kita lakukan Zang, Elbano sudah tak bersama dengan kita lagi.." ucap Katsumi
"Sebaiknya.. kita segera pergi menuju makan Dewa Hilos tuan, karena kita telah mempunyai kunci ini, siapa tahu Dewa Hilos dapat membantu kita" saran Zang
"Betul juga perkataanmu.., tapi memang kau tahu dimana keberadaan makam tersebut berada?" tanya Katsumi
"Tentu saja tuan.. hal seperti ini sudah sepatutnya kami ketahui sebagai para makhluk suci Negeri Ardonia.." balas Zang
"Bagus kalau begitu, tapi.. kira-kira akan membutuhkan waktu berapa hari perjalanan?" tanya Katsumi
"Hm.. mungkin sekitar 1000 tahun tuan"
"Ehh.. kau serius Zang!" Katsumi terkejut
"Benar tuan.. memang untuk apa saya berbohong, jika kita jalan berjalan kaki memang.. akan membutuhkan waktu 1000 tahun, tetapi tidak jika kita menggunakan vortek tuan"
"Syukurlah.. kalau begitu, cepat Zang.. aktifkan sihir vortekmu!" sahut Katsumi
"Ohh.. maaf tuan, untuk saat ini sepertinya saya tidak bisa.. karena energi saya belum sepenuhnya terisi total.. maka dari itu sebaiknya kita bermalam terlebih dahulu ditempat ini tuan" ucap Zang
"Ohh begitu ya.. maaf, karena aku terlalu bersemangat.. aku sampai lupa dengan kondisi tubuhmu Zang" balas Katsumi
"Ohh tak apa-apa kok tuan, tak perlu dipikirkan" sahut Zang
Hari menjelang malam. Kami ber2 bermalam ditempat ini, untuk mengisi energi kami.. dan lain-lain. Dan juga, sudah terdapat 3 benda legendaris yang kami bawa.. ditambah dengan kehadiran Elbano kemarin, serta.. cerita legenda mengenai Dewa Hilos sebagai Dewa Gurun pasir ini, apakah semua hal ini ada hubungannya dengan takdirku.. jika benar, maka akan terus kukejar kemanapun ia berlari.. karena hanya dialah(takdir) yang dapat menuntunku pada kebenaran mengenai jati diriku yang sebenarnya
__ADS_1