
Brull!.. puing-puing bangunan berterbangan!
"Semua.. cepat!" Teriak prajurit
"Tak kuduga, ditempat seaman ini.. ternyata masih dapat muncul sebuah monster" pikir Katsumi
Cungg.. Duarr!.. tembakan sihir diluncurkan
"Katsumi.. cepat!" sahut Hoshi
"Baik!"
Kami berduga berlari menuju balai kota yang tengah diserang
"Lihat Katsumi! itu dia monsternya!" sahut Hoshi
"Hah! besar juga monster itu" ujar Katsumi
"Hah? diwaktu seperti ini.. kau masih dapat berkata seperti itu ya, huftt"
"Tapi memang benarkan, terlebih lagi.. kulit monster tersebut pasti sangat keras.. coba kau lihat kulitnya yang mirip seperti cangkang" ucap Katsumi
"Ya.. kau benar!" balas Hoshi sambil mengeluarkan pedangnya
"Baiklah Katsumi, mari kita bergegas membereskannya. Sekaligus.. aku ingin langsung mencoba pedangku ini yang telah ditempa sebelumnya hingga menjadi lebih tajam"
"Hahahaha.. baiklah, ayo kita bergegas!" balas Katsumi
Kami berdua berlari cepat menuju arah monster tersebut
Tap.. tap.. tap.. Hoshi meloncat dari 1 puing banguan ke puing lainnya.
Wusss.. Katsumi salto dari bebatuan berterbangan yang mengarah padanya
"Hati-hati Katsumi.. monster tersebut membuat semua bangunan disini terpental olehnya!" sahut Hoshi
"Baik!" balas Katsumi
Set.. set.. set.. kami ber2 menghindari serangannya
"Hiyaa!" Teriak kami ber2
Sringgg.. kami ber2 menebas kaki monster itu
"Aargghh!!" geram monster
"Sudah kuduga.. kulit monster ini sangat keras" ujar Katsumi
"Kau benar.. pedangku tak mampu menembusnya, mungkin kita harus mengulanginya beberapa kali Katsumi. Pasti kulit monster tersebut lama-kelamaan akan melemah" ucap Hoshi
"... Sepertinya kau benar, baiklah mari kita bergegas" balas Katsumi
Katsumi dan Hoshi kembali menyerang monster itu
"Hah.. hah.. hah.. (nafas terengah-engah) sepertinya.. usaha kita sia-sia Hoshi" ucap Katsumi
"Iya.. rencanaku tak berjalan dengan baik.. mungkin karena aku terlalu meremehkan pertahanannya.." ujar Hoshi
"Lalu.. apa yang akan kita perbuat?" tanya Katsumi
"... Aku tah tahu Katsumi.. sepertinya hanya para penyihirlah yang dapat mengalahkannya"
Duar!.. suara ledakan sihir penyihir. Lalu..
"Hah! aku punya ide!" ujar Katsumi
"Hah? ide. seperti apa?" tanya Hoshi
"Aku terpikir oleh perkataanmu bahwa hanya penyihirlah yang dapat mengalahkannya.. jika kita lihat lebih baik lagi, monster ini terlihat sama sekali tak memiliki pelindungan sihir" ujar Katsumi
"Maksudmu apa Katsumi, aku tak mengerti?"
"Jika kita menyerang monster tersebut dengan kekuatan fisik, seperti pedang, tombak, dan kapak.. serangan tersebut mungkin dapat ditahan oleh dia, tetapi tidak untuk serangan sihir"
"Ohh.. sekarang aku paham maksudmu. Tak kusangka, ternyata kau jenius juga yah" ucap Hoshi
"Hahahaha.. tidak.. tidak kok"
Brull!.. monster tersebut menyerang beberapa pasukan
"Jadi.. sekarang apa rencanamu Katsumi?" tanya Hoshi
__ADS_1
"Kau perintahkan saja para penyihir untuk meluncurkan sihir yang mereka punya kepada monster tersebut secara bersamaan!" ujar Katsumi
"Baiklah.. semoga rencana ini dapat berjalan mulus ya"
Hoshi berlari kearah pasukan penyihir berada
"Semuanya! dengar! pahlawan telah menyuruhku untuk meminta bantuan kepada kalian semua!" sahut Hoshi kepada pasukannya
Tiba-tiba suasanya menjadi hening.. semua penyihir berbisik kepada rekannya
"Hah? apa kita tak salah dengar. Sang pahlawan.. meminta bantuan kepada kita?" tanya seorang penyihir kepada rekannya
"Iya.. aku juga tak menduganya.. apa karena pahlawan mungkin telah terdesak disana" ujar temannya
"Mungkin saja"
"Pahlawan meminta kepada kita semua.. untuk membantunya. Dia mengatakan kepadaku untuk disampaikan kepada kalian agar dapat meluncurkan sebuah serangan sihir secara bersamaan, dengan begitu.. kita dapat memberikan sebuah peluang kepada pahlawan untuk melalukan perlawanan" sahut Hoshi
"Maka dari itu.. kumohon.. agar kalian dapat bekerja sama dan tidak menyerang secara individual, melainkan secara kelompok" tambah Hoshi
Lalu..
Salah seorang penyihir menggentakan tongkatnya ketanah
"Saya bersedia membantu pahlawan apapun resikonya.. karena dialah saya sekarang dapat berada ditempat ini" ucap seorang penyihir
"Saya juga! Saya juga! Saya juga!" sahut penyihir lainnya
"Terima kasih semua.. dengan begini.. sang pahlawan pasti akan merasa senang karena dapat melihat kita bekerja sama walalupun berasal dari tempat yang berbeda-beda" sahut Hoshi
Kemudian.. Hoshi melemparkan pedangnya yang berkilau karena terkena cahaya api sebagai penanda bahwa pasukan penyihir telah siap untuk melakukan serangan
"Semoga rencanamu berhasil, Katsumi" ucap Hoshi dalam hati sambil tersenyum
Mata Katsumi terkena kilauan yang dipancarkan oleh pedang tersebut akibat pemantulan cahaya
"Ahh.." Katsumi melirik kearah pedang itu
"Ohh. sepertinya.. Hoshi telah berhasil melakukan apa yang kukatakan sebelumnya, baiklah.. sekarang giliranku untuk melakukan perlawanan terakhir"
Katsumi mengeluarkan pedang suci dari sarunganya dan.. Syingg.. cahaya emas berkilau muncul dari pedangnya
"Sepertinya.. saat ini pikiran kita sama, yaitu.. ingin membunuh monster tersebut" ucap Katsumi kepada pedangnya
Katsumi lalu menembakan sihir petir kearah langit sebagai penanda kepada Hoshi dan pasukannya bahwa dirinyapun telah siap
"Baiklah.. pahlawan telah memberikan kita sinyal bahwa dirinyapun telah siap" sahut Hoshi kepada pasukan penyihirnya
"Yoss.. kita akan membantu pahlawan!"
"Tak kuduga.. diriku yang seperti ini dapat menjadi salah satu tim pen-support pahlawan"
Ucap beberapa penyihir kepada dirinya
Katsumi bersiap-siap.. menunggu serangan sihir tersebut diluncurkan
Disisi lain..
"Apa kalian telah mendengarnya.. sang pahlawan akan melakukan penyerangan terakhir kepada monster tersebut" ucap petualang yang berada dimedan perang
"Benarkah?" tanya petualang lainnya
"Benar!"
"Jika memang begitu.. kita juga harus membantu sang pahlawan.. agar serangan terakhirnya dapat berjalan sempurna"
"Mari! kita maju melawan monster sialan itu!" sahut pahlawan
"Apa.. sang pahlawan akan melakukan serangan terakhir? apa maksudnya itu?" tanya Kenji
"Sepertinya.. serangan tersebut merupakan serangan untuk mengakhiri hal ini" ujar Kyouya
"Lalu.. dimana dia sekarang?" tanya Minori
"Entah.. akupun juga tak tahu.. yang pasti, kita tunggu saja seperti apa serangan yang dimaksud tersebut"
Cungg... semua energi sihir telah terisi dan siap untuk diluncurkan
"Apakah menurutmu hal ini akan berhasil?" tanya penyihir yang masih ragu
"Pasti.. pasti akan berhasil. Apa kau telah lupa seperti apa serangan yang dilakukan sang pahlawan kepada naga kegelapan" balas rekannya
"Iya.. kau benar.. seharusnya aku tak berhak meragukan kekuatan sang pahlawan yang jauh lebih kuat dariku"
__ADS_1
"Hahahaha... akhirnya kau mengerti"
Ditanah yang dipijak Katsumi
"Serangan ini merupakan serangan terakhir sekaligus sebagai serangan penentu nasib kota ini. Maka dari itu.. tolong bantu aku dengan kekuatan besar yang kau miliki didalam tubuh besimu ini" ucap Katsumi kepada pedangnya
Pedang itu berkilau..
"... Kuanggab itu sebagai jawaban iya"
"Baiklah semua pasukan.. sekarang.. tembak!
"Baik!" semua penyihir meluncurkan serangannya masih-masing
Wuss.. Duar!.. duar!.. duar!.. sihir tersebut menghantam tubuh monster itu
"Lihat! itu serangan sihir yang begitu dasyat!" seru seorang petualang
"Apakah ini.. serangan terakhir yang dimaksud itu?" pikir Kyouya terkagum-kagum
Dum!.. dum!.. dum!.. sihir tersebut meledak dibadan monster itu
"Huaaww!.." monster tersebut terjatuh
"Baiklah.. sekarang giliranku!"
Katsumi berlari.. tap.. tap.. tap.. wuss.. menghindar dari berbagai puing-puing bangunan yang terpental akibat serangan tersebut
"Harus.. serangan ini.. harus berhasil.., sudah banyak jiwa-jiwa yang percaya dengan serangan ini.. aku.. aku.. tak boleh sampai mengecewakan mereka!" ucap Katsumi dalam hati
Tap!.. Katsumi berpijak pada sebuah puing bangunan dan Wuss.. dia meloncat ke langit dan.. salto sambil memegang pedangnya bersiap untuk menebas
Wung.. wung.. wung.. wung.. tubuh Katsumi salto
"Rasakan ini!" sahut Katsumi kepada monster tersebut
Dingg.. pedang Katsumi menghantam tubuh monster dan.. wusss... duar!.. monster tersebut hancur berkeping-keping
"Akhirnya.. serangan ini, berhasil!" ucap Katsumi
"Pedang suci, terima kasih atas bantuan kekuatanmu. Karena kau.. kusanggub untuk melakukan semua hal" tambah Katsumi
"Tak kusangka, serangan dari pahlawan tadi.. begitu dasyat" ujar Kyouya
"Hanya dengan sekali serangan, disanggub menyelesaikan perang ini seperti namanya, Serangan Terakhir"
Disisi lain.. dikerumunan pasukan penyihir
"Kira berhasil!" semua bersorak dengan raut wajah bahagia
"Kerja bagus semua!. Dengan begini, kota telah kembali aman walaupun kondisi saat ini banyak kerusakan yang telah terjadi disini" sahut Hoshi
Kembali kepada Katsumi yang melihat kearah pedangnya.
"Mungkin.. dengan kekuatanku saat ini, aku dapat mengakhiri peperangan ini bersama dengan teman-temanku dan para prajurit serta kesatria yang berpihak kepadaku" pikir Katsumi
"Ohh.. iya, dimana Arata berada, aku sama sekali tak melihat dia dari awal monster ini menyerang kota. Zang juga, sebenarnya.. apa yang tengah terjadi pada mereka"
Tiba-tiba.. Wusss.. duar!.. beberapa batu raksasa berapi berjatuhan dari atas kami dan menghantam kota..
Duar!.. Arggtt!.. Duar!.. Arggtt!..
"Hah! apa ini?" tanya Katsumi
Dari atas daratan yang berada lebih tinggi dari Kota Etherea
Dug.. dug.. dug.. suara kaki DeadMask melangkah maju
"Hm.. tak kusangka, kau dapat mengalahkannya dengan cepat. Kupikir.. monster yang kukeluarkan tersebut akan bertahan lama.. tetapi.. kau sanggub mengalahkannya diluar dugaanku, pahlawan" ucap DeadMask
Sringg... pedang api DeadMask dikeluarkan dari sakunya
"Setelah ini.. pertempuran sesungguhnya akan dimulai.. kau akan mendengar.. semua suara kesengsaraan, dimana pedang-pedang dan senjata lainnya membela tuan mereka.. namun, hm.. kita lihat saja.. pahlawan. Api akan melahap api yang lebih lemah.. semua senjata akan merunduk kepada yang lebih kuat.. mungkin, kau adalah salah 1 yang menentang peraturan itu"
Brugg.. jasad Arata diseret kehadapan DeadMask
"Tuan.. kesatria ini telah kami kalahkan.. namun, Kolkhis tersebut telah berhasil melarikan diri" ujar pasukan
"Ohh.. aku hampir lupa dengan Kolkhis tersebut, Tapi.. ada bagusnya dia dapat melarikan diri.. dengan begini.. semua orang akan merasa ketakutan sebelum menemui ajalnya" ujar DeadMask
"Baik Tuan!" ucap pasukannya
__ADS_1
DeadMask tersenyum jahat. Apakah mungkin.. kekuatan yang dimiliki oleh Katsumi saat ini akan mampu menandingi kekuatan yang dimiliki oleh DeadMask.. apakah akan terjadi pertumpahan darah kembali ditempat ini.. ataukah, Katsumi akan menyelamatkan mereka semua seperti ucapannya? Apakah takdir akan berpihak kembali kepadanya..