Takdir Pedang Suci

Takdir Pedang Suci
Semangat Pejuang


__ADS_3

Awan merah menyelimuti Kota Etherea yang tengah terbakar, batu api raksasa dilontarkan oleh pasukan neraka menggunakan senjata perang mereka



Duar!.. batu-batu api yang mereka lontarkan menghancurkan kota menjadi lebih parah dari sebelumnya


"Pasukan neraka!" teriak salah 1 prajurit


"Pasukan nereka!" ujar beberapa petualang, warga, dan prajurit


Wunggg.. duarr! wunggg.. duarr! batu api dilontarkan berulang kali


"Apa-apaan ini.. mengapa tiba-tiba pasukan neraka berada disini?" ujar Katsumi


"Uhuk.. uhuk.. uhuk.." Hoshi muncul dari balik kabut asap


"Hoshi! apa yang terjadi padamu?" tanya Katsumi


"Mereka.. mereka menyerbu kita, jalan utama telah terblokir puing-puing gerbang" jawab Hoshi


"Lalu.. pasukan penyihirmu.. dimana mereka sekarang?"


"Mereka.. mereka semua telah tewas" sahut Hoshi


"Hah! apa maksudmu?"


"Saat pasukan neraka tersebut menyerbu kita, tiba-tiba dari dalam tanah muncul beberapa rantai besar yang menusuk dan menyeret mereka kedalam tanah" jelas Hoshi


"Tidak.. hal ini pasti tidak mungkin terjadi!" ujar Katsumi


"Uhuk.. uhuk.. uhuk.., Katsumi.. sepertinya nasib kota ini akan berakhir sama dengan kota sebelumnya, tempat asal kami berada"


Hoshi terlihat mengalami luka parah


"Mbb... buaa.." Hoshi bermuntah darah


"Hoshi!" ucap Katsumi gelisah


"Hah.. hah.. tenanglah Katsumi, hal seperti ini tak begitu menjadi masalah bagiku. Yang terpenting, sekarang kita lawan mereka.. selagi kita memiliki persediaan perang dan prajurit dalam jumlah banyak"


"Hm.. pasti!" sahut Katsumi


Katsumi mengulurkan tangan kepada Hoshi untuk membantunya berdiri


"Hah.. hah.., baik, sekarang apa yang kita lakukan?" tanya Katsumi


"Hm.. lakukanlah sesuai dengan keinginannmu" balas Hoshi


"Baiklah.. tapi jangan salahkan aku jika kau tak mendapatkan bagianmu!"


"Baiklah!"


Kami berdua berlari menuju kerumunan pasukan neraka yang tengah bertarung dengan prajurit.. disisi lain, para elf yang berada diKota Etherea, masing-masing menunggangi burung elang mereka dan menyerang pasukan musuh dari atas serta beberapa dari mereka merapalkan sihir untuk mengancurkan alat tersebut


Wuss.. bunyi suara angin yang tertiup oleh sayap-sayap burung elang elf


"Yoss.. dengan begini, kita pasti dapat menghambat mereka. Dan juga.. kejadian seperti waktu itu.. tak akan pernah terulang kembali" sahut Hoshi


"Hahahaha.. kau terlihat bersemangat sekali.. mungkin ini yang dinamakan "Semangat Pejuang" ujar Katsumi


Pertempuran kami begitu heroik.. bunyi suara-suara pertempuran terdengar diberbagai penjuru kota


Ting! ting! ting! Duarrr!


Dibagian lain Kota Etherea

__ADS_1


Tap.. tap.. tap.. suara kaki Kyouya melangkah


"Sial.. jumlah mereka terlalu banyak.. jika begini terus, lama kelamaan kota ini bisa hancur" ucap Kyouya


"Secepatnya aku harus bergabung dengan tim lain agar kekuatanku dapat menandingi mereka!"


Kyouya berlari dan.. Wuss..


"Apa!" Kyouya kemudian menghindar karena seekor burung elang tertembak jatuh tepat didepan Kyouya


"Hah.. hah.. hah.. untung saja tidak terkena, mungkin aku akan mati jika sampai tertindas burung ini"


"Graa!!" pasukan neraka menemukan Kyouya


"Astaga, bagaimana ini, mereka mengepungku dari segala arah" pikir Kyouya


"Tidak ada cara lain lagi, jika ingin tetap hidup aku harus melakukan perlawanan!"


Tiba-tiba.. muncul sebuah sihir pelindung yang menyelimuti Kyouya dan.. Duarr! sihir peledak meledak tepat dikerumunan pasukan tersebut


"Ccc.. ahh.. apa-apaan ini?" Kyouya terheran-heran


Brugg.. suara kaki seorang wanita diatas atap rumah warga


"Lebih baik kau bergabung dengan para pasukan didepan sana!" ujar wanita tersebut


Kyouya terdiam


"Siapa kau?' tanya Kyouya


"Kau tak perlu mengetahui siapa namaku. Karena, yang terpenting sekarang adalah membasmi hama-hama ini dari kota"


Duar! puing-puing bangunan berterbangan


Tap.. tap.. tap.. Katsumi berhasil menghindar


"Hoshi, sebaiknya kau cari terlebih dahulu pasukan-pasukan dan bantu mereka, karena.. kekuatan pasukan neraka tak dapat diremehkan. Aku takut pasukan tersebut akan tewas karena kekuatan mereka yang tak mengimbangi kekuatan musuh" sahut Katsumi


"Baik Katsumi, kau dapat mengandalkan tugas ini kepadaku!"


Hoshi berlari dan menghilang didalam kabut


"Dikeadaan kota yang tengah seperti ini, dimana Zang berada? mungkin aku harus memanggilnya!" pikir Katsumi


"Zang! Zang! Zang!" sahut Katsumi menggunakan telepati miliknya


Tetapi tetap.. sama saja karena tak muncul respon dari Zang


"Apa mungkin sekarang dia tengah bersama Arata melawan pasukan musuh disisi lain.. tetapi, mengapa dia sama sekali tak membalas responku. Atau.. jangan-jangan.. keadaannya saat ini tengah dalam bahaya!"


"Tidak.. aku tidak boleh berfikir seperti itu. karena, Zang itu kuat! jadi dia tak akan mungkin dapat dikalahkan dengan mudah begitu saja!"


"Sudahlah.. aku tak boleh memfikirkan hal ini terus-menerus.. sekarang yang harus kulakukan adalah melawan mereka semua" pikir Katsumi


Tap.. tap.. tap.. suara pasukan musuh melangkah dibelakang Katsumi. Katsumi menoleh


"Wah.. sepertinya kalian menemukanku, terlebih lagi.. aku baru saja ingin melawan kalian. Karena itu.. mungkin ini sebuah kebetulan" ucap Katsumi


"Graaa!!.." geram pasukan tersebut


Katsumi berlari dan sringg.. menebas musuh


Wuss.. mereka menghindar dari serangan Katsumi


"... mereka dapat menghindar dari seranganku rupanya" pikir Katsumi

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu. Apakah kalian dapat mengindari serangan ini!" sahut Katsumi


Katsumi berlari, melomcat dan..


"Phantom Slash!" sebuah skill serangan cepat dikeluarlan oleh Katsumi


Sringg.. sringg.. sringg.. sringg.. sringg..


Gerakan cepat Katsumi menebas mereka tak dapat terhindarkan.


Brugg!.. Pasukan neraka roboh begitu saja


"......" Katsumi berdiri dan menoleh kebelakang kearah mereka


Tap.. tap.. tap.. Katsumi berlari


Duar! Ting!.. ting!.. Boom!..


"Tuan.. sekarang apa yang kita lakukan? pasukan kita terlihat dibuat kualahan oleh pasukan dikota ini" ucap anak buah DeadMask dari atas daratan tinggi


"Baiklah.. segera mungkin, cepat tarik mereka mundur!" perintah DeadMask


"... Apa maksud tuan?"


"Aku hanya ingin melihat.. seberapa besar kekuatan pasukan disini. ternyata.. tak kusangka, kekuatan mereka masih dapat mengimbangi pasukanku. Kesatria voltaris telah kusingkirkan, tetapi tetap saja. Disis lain.. aku merasakan hawa kekuatan yang sangat besar berada dari dalam kota tersebut" sahut DeadMask


"......" anak buahnya terdiam


"Maka dari itu.. cepat perintahkan pasukan kita untuk segera mundur, karena.. mungkin bukan saatnya bagi kita untuk menghancurkan tempat ini rata dengan tanah"


"Baik tuan.. akan saya lakukan sesuai dengan perintah tuan"


Bunyi terompet terdengar begitu keras sebagai penanda bahwa pasukan neraka harus mundur terlebih dahulu


Suara kaki-kaki pasukan musuh melangkah


"Dengan begini kalian pasti akan mengira bahwa pasukan neraka telah kalah, maka dari itu mereka mundur. Hm.. setelah ini kita akan lihat.. pihak mana yang akan mundur terbirit-birit. Karena.. semua ini hanyalah sebuah permulaan" sahut DeadMask


"Yeee.. yeee.. kita menang!" ucap sebagian besar dari orang diKota Etherea ini


"Kita menang! kita menang!" ucap seorang prajurit karena gembira dengan kemenangan ini


"Iya kau benar! dengan begini.. pasti! kedamainan Negeri Ardonia akan segera terwujud!" balas rekannya


Ditempat lain..


"Minori! kita menang.. pasukan neraka telah mundur!" sahut Kenji


"Iya.." balas Minori


"Hahahaha.. mungkin mereka semua takut setelah melihat kekuatanku yang sebenarnya" tawa Kenji


"Mana mungkin.. mereka mundur itu semua berkat usaha kita semua Kenji" balas Minori


"Hahahaha.. aku hanya bercanda"


Tap.. tap.. tap.. suara kaki Katsumi melangkah perlahan


"Tak kusangka.. pasukan neraka mundur. Tetapi.. kenapa aku meraka bahwa terdapat sesuatu yang janggal, seharunya.. dengan kekuatan mereka yang begitu besar, dapat dipastikan jika mereka terus memojokan kami.. kami pasti akan kalah" pikir Katsumi sambil memasukan pedangnya (pedang 1 lagi milik Katsumi)


Beberapa dari pasukan disini, dikota ini.. entah mereka dari ras Elf, Manusia, Kurcaci, Felien, dan lain-lain.. saling memeluk sebagai ekpresi bahwa mereka senang dengan kemenangan ini.. tetapi.. apakah mungkin.. bahwa kemenangan ini merupakan kemenangan yang asli.. ataukah.. hanya rekasaya yang dibuat oleh musuh saja untuk melemahkan mental kami. Yang pasti.. kami semua sama sekali tak boleh lengah, karena hal tak terduga dapat terjadi kapan dan dimana saja. Kami harus mempersiapkan semua dengan baik. Agar hal buruk tak menimpa kami kembali


Sekadar Info \=


Katsumi memiliki 2 bilah pedang. 1 pedang biasa yang dia pasang dipinggang bagian belakang seperti seorang samurai, dan 1 lagi dan yang paling kuat.. Pedang Suci, terpasang pada punggung Katsumi dan hanya akan dikeluarkan olehnya jika keadaan benar-benar mendesak

__ADS_1


__ADS_2