Takdir Pedang Suci

Takdir Pedang Suci
Sesuatu Yang Berharga


__ADS_3

"Tak kusangka.. kau berhasil mendapatkan pencapaian yang sangat menakjubkan" ucap sesosok wanita dalam mimpi Katsumi kembali


Katsumi hanya berdiri ditempat, tak melakukan apapun dan terdiam


"Aku sangat kagum kepadamu, akhirnya kau mengerti arti penting dari sebuah harapan dan kepercayaan"


"... Mungkin hanya kaulah 1 1nya manusia yang menyadari akan hal tersebut, dan seandainya semua orang mengetahui hal yang sama denganmu.. mungkin hal ini tak akan berlangsung lebih lama lagi"


"Maka dari itu.. berikanlah yang terbaik kembali kepada dunia ini dan.. kepada dirimu sendiri"


"... Baiklah.. akan kulakukan sesuai dengan permintaanmu!" balas Katsumi


"Hahahaha, entah mengapa sekarang kau sama sekali tak terkejut dengan kehadiranku dimimpimu"


"Mungkin karena kau sering hadir didalam mimpiku, jadi aku mulai terbiasa dengan dirimu. Hanya saja sampai detik ini aku sama sekali tak mengetahui makhluk seperti apa kau ini, maka dari itu aku sangat ingin melihat dirimu dengan mata kepalaku sendiri"


"Hahahaha.. bersabarlah, suatu saat nanti kita pasti akan bertemu.. disaat itulah.. akan kubuat dirimu jatuh cintah kepadaku"


"Ha? apa maksudmu tadi?" tanya Katsumi


"Hahahaha.. tadi aku hanya bercanda, tak perlu kau pikirkan lagi"


"Huft.."


"Baiklah.. untuk sekarang sampai disini dulu perbincangan kita, bangunlah.. masih ada dunia yang harus kau selamatkan terlebih dahulu"


"Baik, suatu saat nanti, pasti akan kudapatkan kebebasan didunia ini!" sahut Katsumi


"... Kujuga berharap demikian"


Tak lama kemudian Katsumi terbangun dari mimpinya


"Ahh.. dimana aku?" tanya Katsumi yang sedang terbaring disebuah ranjang


"Katsumi.. akhirnya kau sadar juga" ucap Lifya


"Ahh.. sebenarnya apa yang sedang terjadi, Lifya?" tanya Katsumi


"Kemarin kau jatuh pingsan dan terlihat sangat kelelahan, maka dari itu.. setelah naga api itu kau habisi dan mundurnya pasukan nereka. Kau kami bawa ketempat ini" ujar Lifya


"Kami? tempat ini? sebenarnya.. apa yang kau maksud Lifya, aku sama sekali tak mengerti"


"Sekarang kau sedang berada diperkemahan orang dari kota yang baru saja kau selamatkan, hanya saja kota tersebut terlihat mengalami kerusakan yang sangat parah sehingga tidak memungkinkan untuk kembali kekota itu"


"Begitu ya, baguslah.."


"Mari.. kubantu kau berdiri Katsumi"


"Emm.. terima kasih, Lifya"


"Ohh iya.. ngomong-ngomong dimana Zang sekarang?" tanya Katsumi


"Dia sedang berada diluar, dia bilang dia akan menjaga tempat ini agar tak diserang oleh pasukan neraka ataupun monster kembali"


"Hm.. baguslah kalau begitu, ohh iya.. dimana baju dan jubahku?" tanya Katsumi


"Ohh baju dan jubahmu ya, tunggu sebentar, akan kuambilkan dahulu"


Lifya bergegas mengambil baju dan jubah milik Katsumi


"Ini Katsumi.. tapi maaf, jubahmu mengalami sedikit kerusakan akibat pertarunganmu dengan naga kemarin"


"Ohh.. tidak apa-apa kok, terlebih lagi hal itu bukanlah masalah yang besarkan"


"Emm.. iya, terima kasih"


"Hee.. apa yang kau katakan, seharusnya akulah yang harus mengatakan hal seperti itu"


"... Hehehehe.. iya juga ya"


"Baiklah.. mari Katsumi, kubantu kau berdiri" ucap Lifya


"Baiklah" balas Katsumi


"Lifya, terima kasih banyak karena kau telah membantuku selama ini" ucap Katsumi yang masih dibantu berjalan oleh Lifya


"Emm.. iya, sama-sama. Hal itu memang kemauanku dari awal. Maka dari itu, kau tak perlu mengucapkan terima kasih juga tak apa"


"Lifya.." ucap Katsumi


Sesaat kemudian, Katsumi dan Lifya keluar dari tenda itu dan wuss.. nampak Zang sedang terbang diangkasa


"Tuan.. sepertinya keadaan tuan telah membaik ya" ucap Zang dari atas langit


"Iya.. kau benar Zang.. terima kasih juga karena telah menjagaku" balas Katsumi


Lalu..


"Hei lihat!, disana, dialah orang yang telah mengalahkan naga itu!" sahut salah 1 prajurit ditenda


"Benarkah!.." balas rekannya


"Tunggu sebentar, kupernah mendengar tentang rumor yang membicarakan seorang yang disebut sebagai pahlawan karena telah berhasil mengalahkan seekor naga kegelapan seorang diri, jangan-jangan dialah orang itu, sang pahlawan!"


"Wahh.. tidak mungkin!"


"... Hal yang sama terjadi lagi, huftt.." pikir Katsumi


"Katsumi ada apa? kenapa mukamu terlihat seperti itu?" tanya Lifya


"Ohh.. anu.. tidak ada apa-apa kok, tenang saja"

__ADS_1


"Hm.. baiklah"


Lalu.. seorang Kesatria datang kearah kami ber2


"Tuan. Apakah tuan orang yang telah menyelamatkan kota itu?" tanya Kesatria


"... Iya" Balas Katsumi


"Jika memang demikian, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada tuan, seandainya tuan tidak datang mungkin akan semakin banyak korban yang berjatuhan"


"Hm.. iya, saya juga merasa senang karena dapat membantu tuan" ujar Katsumi


Wuss.. Zang melintas diatas kami


"Sepertinya.. temanmu itu jinak ya, tidak seperti yang kudengar dari rumor yang beredar" ucap Kesatria


"Maksud tuan apa? saya sama sekali tak mengerti" sahut Katsumi


"Itu.. dia temanmukan, Kolkhis Sang Raja Griffin"


"Benar.. memang mengapa dengan dirinya?"


"Menurut informasi yang kuterima dari teman-temanku, Kolkhis merupakan hewan yang liar, kuat, dan sangat berbahaya"


"Lalu.."


"Lalu? Hm.. mungkin kumerasa terkejut karena kau dapat berteman dengan hewan itu, apa mungkin dari awal dia memang bukanlah hewan liar"


"Seandainya tuan mengetahui saat per1 kali saya bertemu dengan dia, hufftt.." pikir Katsumi


"Hahahaha.. sudahlah, tak perlu kau anggap serius perkataanku tadi. Ngomong-ngomong, kalian berasal dari mana?" tanya Kesatria


"Hm.. dari selatan tuan" ucap Katsumi


"Begitu ya.. hm.. baiklah, mungkin sebaiknya aku sudahi pembicaraan ini, mengingat tubuhmu yang masih belum sepenuhnya pulih akibat pertempuranmu dengan naga api kemarin"


"Iya.. tak apa-apa kok tuan"


"Baiklah.. aku pergi dulu ya, masih banyak hal yang harus kuurus dan.. semoga kau merasa nyaman disini"


"Iya.." balas Katsumi


Kesatria tersebut pergi meninggalkan Katsumi dan Lifya


"Ohh iya, Lifya.. setelah ini aku akan pergi kesuatu tempat, jadi bagaimana menurutmu? apakah lebih baik kita bermalam disini kembali, atau langsung pergi?" tanya Katsumi


"Hm.. lebih baik kita bermalam disini dahulu Katsumi, sekalian mengembalikan kondisi tubuhmu agar pulih kembali"


"... Baiklah" balas Katsumi


Disisi Lain.. tepatnya diPegunungan Elf


Ting.. ting.. ting.. suara pedang beradu


"Ahh.." sahut elf itu


Tap.. tap.. tap.. DeadMask muncul dari dalam asap debu dan menghampiri elf itu


"Seandainya kau dapat diajak bekerja sama, mungkin hal seperti ini tak akan terjadi dan menimpa rasmu" ujar DeadMask


"Cihh!.. mahluk biadab sepertimu diajak kerja sama, bodohnya diriku jika hal tersebut kulakukan dari awal"


"Terserah kau mau bilang apa tentang diriku ini, yang pasti.. saat ini posisimu sangat tidak menguntungkan untuk bertarung denganku. Demikian dengan nyawamu.."


"Cihh!.." balas elf itu


"Sekarang katakan.. dimana kotak sihir yang berada dikastil ini berada!" sahut DeadMask


"... Kau terlambat, sangat terlambat. Kotak sihir tersebut kini telah dipegang oleh seorang kesatria suci, manusia yang akan menghancurkanmu!"


"Hm.. ternyata dia, memang sudah kuduga dari awal bahwa orang itu jika kubiakan tetap hidup pasti akan mengancam keberadaanku dan yang lain" pikir DeadMask


"Begini saja, kau beritahu kami dimana keberadaanya, lalu sebagai imbalanya kuampuni nyawamu"


"Kau pikir aku akan percaya kepadamu begitu saja, hahahaha.. jangan harap"


"Dasar kau!" DeadMask menendang elf itu


"Sia-sia saja waktuku ditempat ini.. baiklah.." DeadMask memalingkan padangannya dari elf itu dan..


"Nikmati sisa-sisa kehidupanmu.."


"Hah!" sahut elf itu dan..


Brull.. seekor naga muncul dari atas kastil elf


"Hah!.. tidak, tidak.."


Naga tersebut kemudian menyembur api diruangan tadi


"Baiklah.. sekarang hanya tinggal membereskan dia. Setelah bertemu dengannya, tak akan kuberi ampun dan kubiarkan dia lolos seperti sebelumnya" ujar DeadMask


Hari mulai gelap..


"Katsumi.. mengapa kau tidak segera masuk kedalam, hari mulai gelap diluar sana" ucap Lifya yang tiba-tiba muncul


"Ohh kau Lifya, aku hanya sedang ingin memandang matahari tenggelam saja.. sesekali menikmati kembali indahnya pemandangan didunia ini sebelum lenyap"


"... Begitu ya, apa boleh.. kutemani dirimu?" tanya Lifya


"Jika dirimu tak keberatan, tentu saja boleh"

__ADS_1


Lifya kemudian duduk disebelah Katsumi


"... Lifya, apa menurutmu.. aku benar-benar dapat menyelamatkan dunia ini?" tanya Katsumi


"... Apa maksudmu Katsumi? menyelamatkan dunia?" balas Lifya


"Sudahlah.. tak usah kau tutup-tutupi lagi. Kau pasti telah mengetahui siapa diriku yang sebenarnyakan" ucap Katsumi


"Emm.." Lifya tersenyum "Ternyata telah ketahuan yah, memang dari awal aku sempat merasa bahwa kau telah menyadari bahwa aku telah mengetahui jati dirimu yang sebenarnya"


"Lifya.. apa mungkin.. karena alasan itulah, kau bersedia membantuku sampai sejauh ini?" tanya Katsumi


"Emm.. tentu saja tidak, mau kau menjadi seorang pahlawan, kesatria, petualang aku sama sekali tak peduli. Aku merasa bahwa saat kau datang dahulu.. aku mendapatkan kembali tempatku untuk tinggal"


"...." Katsumi terdiam


"Memang.. aku tak pantas berbicara seperti ini dihadapanmu.. untuk seseorang sepertiku.. sama sekali tak berhak karena selalu berada didekatmu"


"Tidak.. tidak Lifya, hanya orang bodohlah yang berfikirian seperti itu.. semua orang kuperbolehkan tuk berada disampingku, termasuk dirimu" ucap Katsumi


"... Katsumi, bukan begitu maksudku.. aku hanya merasa.. dirimu sangatlah menyayangi dan selalu melindungi setiap orang bahkan teman yang kau miliki, berbeda jauh denganku"


"Lifya.. apa maksudmu?"


"Dahulu.. sebelum negeri ini diserang, kupernah sekali menjalankan misi bersama ke4 teman-temanku dalam sebuah regu"


"Saat itu kemampuan kami sangatlah lemah, belum kuat sama sekali seperti sekarang ini"


"Kemudian.. salah 1 dari kami membujuk kami ber4 untuk masuk kedalam sebuah gua, dan saat itu akulah yang menjadi pemimpin regu timku"


"Sebelumya ke3 temanku menolak untuk menyetujui ajukannya, tetapi.. karena keegoisanku yang sangat ingin melihat sesuatu yang berada didalam sana.."


"Sebelumnya kutelah merasa bahwa hal buruk pasti berada didalam sana, tetapi karena keinginanku yang tak dapat kutahan kembali.. akhirnya kumenyetujui perkataannya"


"Kami ber5 kemudian masuh kedalam gua itu.. awalnya sama sekali tak terjadi sesuatu. Namun.. tanpa kami sadari.. didalam gua tersebut terdapat banyak sekali terowongan yang kami tak lihat karena penerangan yang kurang"


"Dari belakang kami.. lalu.. muncul segrombolan orc"


"Dengan penuh keterpaksaan, kami melawan mereka. Namun.. karena jumlah mereka terlalu banyak kami memilih untuk melarikan diri dari tempat itu dan.. hiks.. hiks.. hiks." Lifya meneteskan air mata


"Kami terjebak diujung jalan buntu, hanya ada 1 jalan keluar dan jalan tersebut berada diatas kami.."


"Akhinya kami memutuskan untuk mengangkat 1 per 1 dari kami dan menarik kami yang masih berada dibawah"


"Memang.. aku dan ke3 temanku berhasil meloloskan diri tetapi.. hiks.. hiks.." air mata terus mengalir diwajah Lifya


"Salah 1 teman kami tertangkap oleh para orc tersebut dan dibunuh oleh mereka tepat dihadapan kami, sempat sesaat teman kami menjerit kesakitan meminta pertolongan. Tetapi.. saat itu kami benar-benar tak dapat menolong dan menyelamatkannya"


Tiba-tiba terlihat wajah Katsumi yang terlihat murung dengan tangannya yang berposisi kepalan seperti sedang menahan sesuatu


"Kami kemudian berlari meninggalkannya dan.. tampa Kami sadari, kami menginjak jebakan didalam gua itu, sebuah panah tiba-tiba muncul dan megenai temanku yang berada paling belakang"


"Saat kami berusaha untuk menolonya, ternyata panah tersebut mengandung racun yang mematikan sel saraf sehingga temanku terlihat kaku tak dapat bergerak"


"Kami sempat menyeretnya beberapa meter. Namun dia bilang bahwa sebaiknya kami meninggalkannya, selamatkan diri kalian.. karena nyawa kalian lebih berharga dariku" ucap Lifya


"Dengan berat hati kami meninggalkannya dan kehilangan salah 1 teman kami kembali.. setelah itu.. kami ber3 terus berlari dan berlari berharap dapat selamat dari tempat ini hingga sampai diujung jalan buntu, saat itu pikiran kami penuh dengan keputusasaan karena terlihat orc-orc dibelakang kami.. untungnya muncul 5 orang petualang ahli yang kebetulan tengah melakukan quest digua tersebut"


"Kami akhirnya selamat.. namun tidak untuk ke2 teman kami.. disitu kumulai merasa sedih dan kecewa sebagai seorang pemimpin regu dan.. hiks.. hiks.. hiks.." Lifya tak mampu lagi melanjutkan ceritanya


"...." Katsumi terdiam..


"Maka dari itu.. kumerasa tak pantas berada disampingmu mengingat diriku yang penuh dengan keburukan seperti ucapanku, hiks.. hiks.. hiks.."


Katsumi lalu mengangkat tangannya dan meletakan diatas rambut Lifya sambil mebilainya


"... Apakah kau mengetahui mengapa temanmu berani melakukan hal seperti itu?"


"Hiks.. hiks.. tidak"


"Mereka berfikir bahwa.. mereka sadar, ajal telah terlihat didepan mata mereka, karena tak mau membuat teman-temannya ikut terbunuh, akhirnya mereka memilih mengorbankan nyawa mereka demi menyelamatkan kalian"


"Bagi mereka.. kalian sangatlah berarti dikehidupannya, jika kuberada pada posisi teman-temanmu dahulu. Mungkin aku akan melakukan hal sama seperti teman-temanmu"


"Semua ini bukanlah sepenuhnya salahmu.. setiap tindakan pasti selalu memiliki resiko yang menanti mereka didepan sana"


"Memang.. awalnya kemerasa kesal sehingga terasa ingin sekali memukul sesuatu sampai benda tersebut hancur.. tetapi.. setelah mendengar semua ceritamu.. aku menjadi paham.. bahwa ceritamu tadi mengandung makna berarti yang tersebunyi dibalik bayangan"


"Apa maksdumu, Katsumi?"


"Hm.. kau tak medengarkan ucapanku tadi yah?"


"Aku mendengakannya kok"


"Baguslah.. dengan begitu aku tak perlu mengulangi semua perkataan tadi, dan.. seperti maksudku.. makna yang tersembunyi didalam kejadian tersebut misalnya.. "Sudahlah.. jangan mati, tetaplah hidup dan bantu mereka!".. seperti itu" ucap Katsumi


"Jadi sekarang kau mengertikan.. maka dari itu.. janganlah kau sesali kejadian dahulu, tetapi jadikanlah hal tersebut sebagai motivasi dirimu agar dapat menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya sehingga dapat membantu dan tak akan membiarkan kejadian tersebut terulang kembali"


"Karena.. kupercaya.. kupercaya bahwa kau pasti dapat menciptakan sebuah harapan baru untuk dirimu dan orang lain"


"Maka dari itu, janganlah sesekali berfikiran untuk berhenti melangkah karena kejadian dahulu yang membuat pikirianmu dipenuhi oleh kegelisaan dan kehampaan, buang semua hal tersebut jauh-jauh dari hadapanmu dan ubah semua hal itu menjadi sesuatu yang baru.. karena sekali lagi.. kupercaya kepadamu, Lifya" ucap Katsumi sambil memberikan senyuman manis diwajahnya dan cahaya matahari terbenam tepat berada dibelakang Katsumi sehingga membuat wajahnya seakan-akan bersinar terang



Air mata mulai mengalir kembali diwajah Lifya dan..


"... Katsumi.." Lifya memeluk Katsumi dengan erat sambil terus menangis dan menangis


"Hm.. aku percaya.. pasti suatu hari nanti.. kau dapat menciptakan sebuah harapan baru kepada dirimu yang paling dalam, Lifya.." ucap Katsumi dalam hati


"Teruslah melangkah maju.. jangan pernah sekali saja untuk berhenti melangkah dan menyerah.. karena, sesuatu yang berarti dan berharga tengah menunggumu didepan sana"

__ADS_1


Mendengar cerita dari Lifya, kumenyadari arti penting kembali dari sebuah penderitaan. Tidak selamanya penderitaan selalu menjadi penderitan. Justru sebaliknya, penderitaan ialah sebuah harapan dan impian besar yang tertunda. Jika seseorang dapat menyingkirkan penderitaan dan menjadikannya sebagai motivasi diri mereka. Pasti akan terwujud sebuah harapan besar yang tak terduga. Seperti perjalanan diriku mengikuti takdir yang selalu kuikut kemanapun ia pergi hingga tiba ditempat ini.. karena kutelah berjanji, untuk mengembalikan kebebasan negeri ini menjadi penuh dengan kebahagiaan.. suatu saat nanti.. semua impian orang, terutama impianku akan segera terwujud


__ADS_2