Takdir Pedang Suci

Takdir Pedang Suci
Legenda


__ADS_3

"Baiklah hari sudah pagi, teman-teman.. mari kita lanjutkan perjalanan kita menuju Kota Scaro" ucap Kyouya


"Baiklah Kyouya, aku bersiap-siap dulu" balas Minori


"Hee.. tumben kamu berbicara seperti ini Nori.. hahaha, kan biasanya kamu hanya terdiam dan tidak mengatakan 1 katapun" goda Kenji kepada Minori


"Oh iya Katsumi.. apakah kau benar-benar ingit ikut dengan kami menuju Kota Scaro seperti perkataanmu kemarin?" tanya Kyouya


"Iya, sudah kuputuskan aku akan mengikuti kemana kalian pergi serambil menemukan sesuatu yang sedang kucari untuk mengubah takdirku" balasku


"Takdir? maksudmu takdir seperti Katsumi?, aku tidak mengerti" jawab Kyouya penasaran


"Iya.. akupun juga tidak mengerti yang kau bicarakan ini, seperti teka-teki saja" ucap Minori


"Entah.. akupun juga tidak tahu dengan pasti takdir yang sedang kujalani ini, hanya saja aku diperintah untuk melakukan perjalanan oleh Ayahku dan.. emm.. ah sudahlah.. lupakan saja" ucapku


"Ooo.. jadi begitu ya, baiklah kau boleh ikut serta dengan kami.. dan sepertinya amanat yang diberikan olehmu sangat berarti ya" balas Kyouya


Sesaat kemudian semua bersiap-siap mengemas berbagai barang bawaan masing-masing dan memastikan tidak ada barang bawaan yang tertinggal


"Kenji, kau sudah mengemas semua barangmukan?, karena waktu dulu kau melupakan 1 barang penting yang kita bawa, Life Crystal. Karena kau.. kita menjadi tidak dapat menyembukan diri dengan cepat" ucap Kyouya


"Iya iya maaf.. aku mengaku salah, dulu aku sangat tergesa-gesa, jadi sampai banyak hal yang aku lupakan, terutama barang-barangku" balas Kenji


"Hmm......" balas Kyouya dengan nada rendah


Disisi lain...


"Minori.. bagaimana persiapanmu, apa perlu kubantu?" ucapku


"Terima kasih atas bantuanmu, tapi untuk saat ini aku tidak memerlukan bantuan. karena kau bisa lihatkan.. barang bawaanku tidak begitu banyak, akupun dapat membereskannya dengan mudah" balas Minori


"Oh begitu ya.. baiklah, jika kau memerlukan bantuan, kau bisa memintanya padaku oke"


"Hahahaha.. baiklah, sekali lagi terima kasih banyak ya Katsumi atas tawaramu. Kau memang pria yang baik"


"Hahahaha.. tidak juga kok, aku hanya melakukan yang aku bisa, sekaligus aku tidak ingin merepotkan kalian, bahkan aku ingin sekali bisa berguna untuk kalian"


Dalam perjalanan kumulai sebuah obrolan kecil untuk membuat suasana disana tidak begitu sunyi


"Minori.. aku ingin bertanya nih? apakah benar senjatamu itu, tipe katana ya?" tanyaku kepada Minori sambil menunjuk kearah senjata tersebut


"Iya.. kau benar, senjata yang kubawa ini memang katana, katana ini diberikan oleh ayahku kepadaku sebelum dia berangkat berperang, dia mengatakan bahwa kelak katana ini dapat menyelamatkan hidupku. Maka dari itu aku sangat menyayangi katana ini karena hanya katana inilah hadiah dari ayahku yang kupunya" jawab Minori


"Dari perkataanmu, aku sudah mengetahui kalau kau ternyata sangat mencintai hadiah dari ayahmu itu, akupun akan beranggapan sedemikian" balasku


"Iya.. kau benar.. semua benda berharga yang kita punya.. mungkin akan membuat kita ingat akan siapa yang telah mendidik dan membesarkan kita hingga saat ini" ucap Minori


Katsumipun mengambil azimat yang diberikan oleh mendiang ayahnya dari dalam sakunya


"Minori.. lihatlah.. ini adalah azimat yang diberikan oleh mendiang Ayahku, dia mengatakan bahwa azimat ini dapat menyelamatkanku dan dapat mengubah takdir dunia yang tengah berperang ini"


"Tunggu sebentar.. sepertinya aku pernah melihat azimat seperti ini dari buku-buku diperpustakaan tempat tinggalku, GreenLand" balas Minori


"Hah? jadi.. kau mengetahui tentang azimat ini Minori?"

__ADS_1


"Tapi tidak begitu banyak sih, yang kutahu hanyalah.. azimat yang kau bawa itu berfungsi untuk memanggilkan kesatria suci tanah Ardonia yang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya oleh orang-orang Ardonia"


"Jadi.. maksudmu.. aku diutus oleh seseorang untuk memanggil kesatria suci tersebut?" jawab Katsumi penasaran


"Mungkin.. akunpun juga tidak begitu tahu.." balas Minori


"Tapi.. bagaimana dengan kesatria legendaris, apakah mereka juga dipanggil menggunakan azimat seperti ini, Minori?"


"Entah.. aku tak begitu tahu.. tapi yang kudengar adalah mereka dipanggil kemari dengan menggunakan 6 sihir alam"


"6 sihir alam. Minori, apa maksudmu, aku tak mengerti" balasku


"6 sihir alam itu adalah.. sihir-sihir yang menjaga kesetabilan dunia ini. Sihir-sihir itu menyangkup Sihir Kegelapan, Cahaya, Api, Bumi, Air, dan Angin yang telah dikuasai oleh beberapa penyihir tingkat atas yang kemudian digunakan untuk memanggil kesatria legendaris, Voltaris tersebut" jelas Minori


"Oh.. jadi begitu, ngomong-ngomong.. siapa itu Voltaris?" tanyaku


"Kau tidak tahu? aduh.. sebenarnya kemana sih selama ini kau berpergian, sampai-sampai tidak mengetahui hal umum ini"


"Hahahaha.. maaf, mungkin karena aku terlalu sibuk berlatih ditempatku.. hingga membuatku tidak tahu apa-apa mengenai dunia luar" balasku


"Hm.., jadi Voltaris adalah sebutan untuk kesatria legendaris kita.. julukan ini sudah tidak asing ditelinga masyarakat Ardonia"


"Ohh.. jadi begitu ya, terima kasih atas informasi yang kau berikan, Minori. Karena kau sekarang aku mengetahui siapa itu Voltaris dan lain-lain"


"Oh.. tidak apa-apa.. lagian sudah sepatutnya kau mengetahui info-info negeri Ardonia ini"


Kamipun melanjutkan perjalanan kami menuju Kota Scaro


"Kyouya.. berapa lama lagi kita sampai kesana?"


"Mungkin 1 malam lagi, dari prediksiku.. itulah yang kusimpulkan dari kemampuanku yang bisa memprediksi sesuatu hal"


"Tentu.. tapi kau juga hebat dalam membuat perangkap, dari yang kutahu melalui beberapa orang, ras kalian, elfin lihai dalam membuat suatu perangkap" balas Kyouya


"Iya kau benar.. hahahaha, tapi aneh.. tumben sekali kau memujiku.. biasanya kau hanya menghinaku" balas Kenji


"Kau tidak mau dipuji ya. Baiklah.. akan kuhina terus kau sampai ajal menjemputmu"


"Kau ini.. memang keterlaluan" balas Kenji dengan muka kesal


Disisi lain...


"Hahahaha.. mereka lucu sekali ya, mereka juga pandai membuat suasana disini menjadi heboh, hahahaha" ucap Katsumi


"Iya kau benar.. mungkin inilah yang kau sempat katakan kepadaku kemarin mengenai beberapa hal" balas Minori


"Iya kau benar.." jawabku


Beberapa saat kemudian..


"Baiklah teman-teman.. untuk malam ini kita akan bermalam ditempat ini" ucap Kyouya


"Baiklah kapten, hahahaha" jawab Kenji


Kamipun sesegera membangun beberapa tenda dan mengumpulkan kayu bakar sebagai penerangan didalam gelapnya hutan. Disinilah aku sempat menanyakan beberapa hal kepada Kyouya

__ADS_1


"Kyouya.. apakah kau mengetahui tentang benda ini?" aku mengambil azimat yang kusimpan didalam saku celanaku


"Hah!, dari mana kau mendapatkannya.. azimat yang kau pegang tersebut merupakan benda legendaris yang diberikan oleh beberapa orang pilihan Dewi Agung, Dewi penjaga Ardonia" jawab Kyouya


"Ayahku yang memberikan benda ini kepadaku, dia mengatakan bahwa suatu saat azimat ini akan menyelamatkanku dan mengubah takdir dunia ini, tidak hanya itu.. aku juga sempat mendengar suara Dewi Agung yang mengatakan sama persis seperti yang Ayahku bilang"


"**... tii..ddakkk tidak mungkin.. hal itu tidak mungkin terjadi!" jawab Kyouya dengan nada terbeta-beta


"Benar.. aku tidak berbohong.. aku hanya mengatakan apa adanya" jawab Katsumi


"Sebenarnya... siapa kau ini, katsumi? apakah kau... prajurit voltaris yang selamat dari petempuran dipegunungan elf?" balas Kyouya penasaran


"Tidak.. aku bukan salah 1 dari mereka, aku hanya seorang pengembara biasa yang tengah mencari jati diriku yang sebenarnya" balasku


"Bukankah hanya orang terpilih saja yang dapat memiliki azimat tersebut" jawab Kenji


"Benar, oleh karena itu.. aku sangat terkejut karena Katsumi memiliki azimat tersebut" balas Kyouya


"Mungkin itu hanya tiruan serupa.. kau tahu sendirikan. Azimat yang asli masih belum ditemukan keberadaannya, dan azimat tersebut selalu mengeluarkan cahaya berkilau dari dalamnya dan jika kita lihat dengan seksama, azimat yang dibawa oleh Katsumi sepertinya hanyalah azimat tiruannya saja" ucap Kenji


"begitu ya, maaf aku terlalu terkejut saat kau memperlihatkan azimat tersebut kepadaku, Katsumi"


"Tidak apa-apa Kyouya, kesalah pahaman bisa terjadi kapan saja, jadi kumaklumi karena kita sebagai makhluk hidup pasti sering mengalami yang namanya kesalah pahaman" balasku kepada Kyouya


"Terima kasih, Katsumi.. kau memang pemuda yang baik, hebat pula" ucap Kyouya


"Hahaha.. tidak perlu memuji Kyouya, kau meminta maaf saja sudah cukup kok" balasku


"Tunggu.. tunggu sebentar, bukannya aku yang memperbaiki kesalah pahaman ini ya, tapi kenapa hanya katsumi saja yang dipuji?" ucap Kenji


"Hei Kenji, kau sudah lupa ya. Bukannya kau tidak suka dipuji. Kau sendiri yang bilang waktu itu karena kau terkejut saat aku memujimu" balas Kyouya


"Dihh.. kau masih mengingatnya.. maksudku bukan begitu Kyouya"


"Terus.. maksudmu apa Kenji, kau menginaku ya"


"Terserah kau saja.. memang benar kalau ras manusia susah untuk diberi tahu"


"Hei! jaga ucapanmu ya" balas Kyouya sambil menunjuk kearah Kenji


"Memang mengapa.. kau tidak terima hah!" balas Kenji dengan nada tinggi


"Dasarr... ras elfin menyebalkan.."


mulailah perkelahian adu mulut antara Kouya dan Kenji


"Hahahaha... tingkah mereka membuatku menjadi teringat dengan kampung halamanku yang dipenuhi dengan keceriaan" jawab Katsumi


"Benarkah? pasti menyenangkan ya tinggal ditempat seperti itu" balas Minori


"Iya kau benar.. maka dari itu.. aku sangat menginginkan pertempuran ini berakhir dan bisa kembali berkumpul dengan semua orang yang kukenal ditanah Ardonia ini"


"Wah.. semoga saja perkataanmu dapat terwujud ya Katsumi.. aku juga akan berusaha demi mengakhiri peperangan ini dan mengembalikan kedamaian diGreenLand, tanah kelahiranku" ucap Minori


"Yoss, sekarang kita memiliki tujuan yang sama, yakni mengakhiri peperangan dan menciptakan kedamaian, jadi.. Minori.. apakah kau ingin membantuku"

__ADS_1


"Tentu... kita akan berjuang bersama-sama dan mewujudkan perkataanmu tadi"


Pada akhirnya kami bertekat untuk mengakhiri pertempuran ini, namun masih banyak legenda-legenda yang dibutuhkan untuk mewujudkan impian kami semua, orang Ardonia. Negeri ini masih menyimpan banyak legenda yang harus kami gali satu per satu untuk menemukan kekuatan maksimal.. yang akan membantu perjuangan kami menjadi nyata.


__ADS_2