Takdir Pedang Suci

Takdir Pedang Suci
Dewa Kegelapan


__ADS_3

"Guaa!.." geram Zang


"Cihh.." bisik Lifya yang sedang bersiap menyerang


Katsumi melirik kearah Lifya


"Lifya, tunggu!" sahut Katsumi


"Hah! kenapa Katsumi.. kita harus secepatnya


membasmi monster tersebut!" balas Lifya


"Dia bukanlah monter, tetapi temanku, Zang!"


"... Monter itu.. temanmu?" tanya Lifya


"Iya.. tetapi sebelumnya.. temanku sama sekali berbeda dari sebelumnya. Kurasa.. temanku telah terkena pengaruh dari kekuatan gelap ditempat ini"


"Mengapa kau sampai berbicara seperti itu, mungkin saja monster tersebut hanya meniru bentuk tubuh dari temanmu agar kau terkecoh dan tidak dapat fokus saat menyerangnya" ujar Lifya


"Tidak.. aku merasa bahwa dialah temanku yang asli, karena kumasih dapat merasakan energinya.. dan entah mengapa energi yang selalu kuterima darinya seakan-akan memanggil-manggilku untuk meminta sebuah pertolongan"


"Hm.. mungkin inilah yang dinamakan persahabatan sejati, dikondisi yang seperti ini.. kau masih dapat yakin bahwa monster tersebut adalah temanmu, kaupun juga dapat merasakan energinya yang hanya kau yang dapat merasakannya. Menurutku.. ikatan persahabatan kalian ber2 begitu kuat. Mungkin senjata ampuh inilah yang dapat menyadarkannya" ujar Lifya


"... Lifya.." ucap Katsumi


"Ohh iya.. dan jangan lupa untuk selalu tetap waspada.. karena sekarang ini yang tengah berada dihadapan kita bukanlah temanmu. Melainkan musuhmu"


"... Apa aku bisa melawannya?"


"Kau pasti bisa Katsumi, anggap saja bahwa monster tersebut adalah monster yang telah menangkap temanmu atau monster biasa yang kebetulan memiliki bentuk yang mirip dengan temanmu"


"... Baiklah, terima kasih.. Lifya"


"Baik!" balas Lifya


Katsumi mulai membayangkan bahwa monster tersebut bukanlah temannya, melainkan sebuah monster biasa yang kebetulan memiliki bentuk mirip dengan Zang


"Baiklah, Lifya.. mungkin sekarang aku dapat menyerangnya sesuai dengan perkataanmu, maka dari itu, demi menyelamatkan Zang, tolong bantu aku sekali lagi ya"


"Emm.. tentu saja, Katsumi. Kau boleh meminta pertolonganku kapanpun kau mau"


"Terima kasih, Lifya"


Seusai berbincang, kami bersiap untuk melalukan perlawanan


"Baiklah, Lifya. Kita lakukan seperti rencana sebelumnya!"


"Iya, Katsumi. Tak akan kubuat gagal rencana ini"


"Guaa!.." geram Zang


"Baik.. aku akan memulai penyerangan ini!"


Wuss.. Katsumi melesat kencang menuju Zang


Huaa... Duarr.. duarr.. duarr.. Bola-bola sihir diluncurkan oleh Zang. Tap.. tap.. tap.. Katsumi menghindari setiap serangannya dan..


Wuss.. Katsumi meloncati Zang dengan posisi kepala berada dibawah dan kaki diatas, setelah itu..


"Thunder Blash!" sihir petir dikeluarkan oleh Katsumi tepat mengenai tubuh Zang


Dan.. secara tiba-tiba..


Wuss.. Lifya tiba-tiba berada disamping Zang dan sringg.. menebasnya dengan cepat seperti seorang samurai


Tap.. Katsumi mendarat, Lifya berada disampingnya


"Yoss.. serangan pertama kita berhasil mengenainya" sahut Lifya


"Tapi sepertinya serangan kita tadi sama sekali tidak efektif kepadanya, coba kau lihat.. tak terdapat bekas luka sedikitpun" ujar Katsumi


"... Iya kau benar, Katsumi.."


Cingg.. Duarr.. sebuah laser petir ditembakan oleh Zang


"Lifya awas!" Katsumi mendorong Lifya


"Hufftt.. untung kita berhasil menghindar"


"Terima kasih, Katsumi" ucap Lifya


"Ingat! kita tak boleh lengah Lifya, seandainya aku tak menyadari serangan Zang tadi. Mungkin sekarang kau, aku, atau kita ber2 sudah tewas ditempat ini"


"Iya.. tadi aku sempat lengah, maaf"


"Sepertinya.. kita memang harus mengeluarkan kekuatan lebih, karena.. jika seperti ini terus, nyawa kita akan terancam kedepannya" ujar Katsumi


"Emm.. kau benar, mungkin sebaiknya kugunakan beberapa kemampuan spesialku disini!" sahut Lifya


"Kemampuan spesial?" tanya Katsumi


"Iya. Kemampuan-kemampuan itu merupakan hadiah yang diberikan oleh master kami dahulu"


"Hm.. begitu ya. Jika memang kemampuanmu itu kuat, gunakan saja"


"Baik!"


"Baiklah.. mari, kita menyerang Zang kembali!"


Berkali-kali kami ber2 menyerang Zang, namun sama sekali tak mendapatkan hasil yang memuaskan, kulit Zang begitu keras


"Zang.. sadarlah.. kusudah berada disini untuk menolongmu.. tetapi mengapa kau bisa menjadi seperti ini" pikir Katsumi


"Mungkin karena aku termasuk tuan yang bodoh sehingga membiarkanmu terperangkap ditempat ini sendirian"


"Dan sekarang.. apa yang harus kulakukan agar dapat membuatmu sadar kembali Zang"


Tiba-tiba sesosok suara dimimpi Katsumi muncul kembali


"... Kekuatan sejati bukanlah berasal dari sebuah kekuatan, melainkan berasal dari ikatan-ikatan yang selalu kita buat kepada beberapa orang. Jika memang ikatanmu dengan Zang begitu besar, Kau pasti akan mengerti apa yang harus kau lakukan sekarang" suara sesosok tersebut


"Tidak semua permasalahan harus diselesaikan dengan kekuatan, terkadang.. kekuatan tersebutlah yang membutuhkan sebuah kepercayaan dan harapan agar dapat membuatnya kuat kembali. Seperti dirimu dan Zang, yang tak dapat terpisahkan"


"...." Katsumi hanya terdiam


"Berjuanglah.. kau pasti akan menemukan jawaban dari semua ini. Hal yang terjadi didepanmu belum sepenuhnya terlambat, kau dapat merubahnya kembali menjadi lebih baik dari sebelumnya.. tentu saja, aku akan selalu membantumu dari dimensi yang berbeda"

__ADS_1


"... Aku.. sekarang.. aku mengerti, ikatan, harapan.. merupakan kekuatan sejati.. berasal dari semua pengalaman yang selalu kita ciptakan dengan beberapa orang.. perjalanan yang selalu kami ber2 lewati.. mungkin telah membentuk sebuah ikatan yang kuat.. kekuatan itulah.. yang saat ini.. kubutuhkan.. dengan harapan, kami dapat mengubah semuanya menjadi lebih baik" Katsumi bangkit berdiri


Tiba-tiba disekujur tubuh Katsumi muncul beberapa partikel-partikel sihir berwarna emas yang menyelimuti pedang dan dirinya


"Kekuatan ini.. pasti.. pasti dapat membantumu terbebas dari sana" Pikir Katsumi


"Selama harapan belum sirna.. semua perubahan pasti dapat tercapai, dimana semua kepercayaan belum musnah, pasti akan selalu tiba sebuah harapan baru yang menyongkong terjadinya perubahan"


"Maka dari itu.. kumohon Zang, bantulah aku.. kau pasti bisa. Melawaan semua kekuatan jahat yang merangkap jiwamu. Semua ini kulakukan karena kupercaya bahwa kau masih ada disana. Kujuga berharap bahwa kudapat menyelamatkanmu"


"Maka dari itu.. bantulah aku dan cepat sadarlah!" sahut Katsumi


Wuss.. Katsumi melesat dengan cepat dan Tinggg... pedang Katsumi menghantam Zang


"Zang.. sadarlah!" pikir Katsumi


Tingg.. tingg.. wuss.. tap.. Katsumi menyerang dan menghindari serangan Zang


Walaupun membutuhkan waktu yang tidak sebentar.. tetapi usaha yang Katsumi lakukan membuahkan hasil.. 1 per 1 zirah Zang hancur dengan perlahan


"Kekuatan macam apa ini.. kumerasa bahwa aura yang menyelimuti Katsumi berbeda dari sebelumnya.. apakah segitu besar ikatan Katsumi dan temannya, Zang itu" pikir Lifya


"Sorot wajahnyapun sangat jauh berbeda dari sebelumnya.. banyak sekali harapan-harapan yang berada pada sorot wajahnya itu"


Tingg.. ting.." Zang!!.." brulll.. Katsumi mematahkan sayap Zang sebelah kanan, ting.. ting.. ting.. Katsumi kembali menyerangnya dan.. cungg.. duarr.. sihir petir ditembakan Katsumi tepat mengenai Zang


Cunggg.. duarr.. duarr.. duarr.. bola-bola sihir kembali ditembakan oleh Zang


Sett.. tap.. tap.. Katsumi menghindari setiap serangan Zang


"Hiyaaa!!.." Katsumi melemparkan pedangnya kearah Zang dan.. cingg.. Katsumi tertelepot kepada pedang itu dan langsung memegangnya dengan kuat


"Hiyaaa!!.." Tingg.. pedang itu ia hantamkan tepat mengenai tubuh Zang..


Krekk.. krekk.. krekk.. perlahan tapi pasti, aura gelap yang menyelimuti tubuh Zang perlahan sirna dan zirahnya yang perlahan hancur, diikuti oleh aura emas uang keluar dari Katsumi seakan-akan ikut membantu Katsumi menghancurkan kekuatan jahat itu


Dan.. Prangg.. Zirah tersebut pecah, aura gelap menghilang dari tubuh Zang, serta muncul aura-aura emas yang menyelimuti tubuh Zang dan mengubahnya kembali menjadi sedia kala


"Hah! aura apa itu yang menyelimuti tubuh Zang?" pikir Katsumi


"Tidak.. tidak mungkin.. Katsumi dapat menghancurkan kekuatan itu seorang diri.. sepertinya dia memang tidak bercanda tentang ikatan yang ia miliki dengan Zang" pikir Lifya


"Zang.. sepertinya Zang telah sadar kembali" Katsumi tersenyum dan menghampiri Zang


"Syukurlah.. syukurlah kau kembali sadar Zang" ucap Katsumi sambil memeluknya


"Ahh.. tuan, sebenarnya.. apa yang telah terjadi? apa ada kejadian yang saya lewatkan ya?" tanya Zang melalui telepati


"Tidak.. tidak ada sesuatu yang terjadi, aku hanya senang saja bertemu kau kembali Zang"


"... Maksud tuan apa.. saya sama sekali tak mengerti"


Lalu..


"Tuan.. siapa wanita yang berada dibelakang tuan itu?" tanya Zang


"Ohh.. namanya adalah Lifya, dialah yang selama ini telah membantuku mene.. ehem.. maksudku menyelesaikan masalahku"


"Hm.. begitu ya"


Lifya berjalan dengan penuh kekaguman..


"Lifya.. kemarilah.. aku ingin memperkenalkan temanku kepadamu"


"Ehh.. Baiklah"


Lifya menghampiri Zang dan Katsumi


"Lifya perkenalkan.. dia adalah Zang" ucap Katsumi


"Zang.. perkenalkan, dia adalah Lifya, mirip seperti yang kuceritakan sebelumnya" ucap Katsumi


"Salam kenal" Lifya merunduk


Zangpun ikut menganggukan kepala seakan-akan mengucapkan hal sama seperti Lifya


"Anu.. jadi ini.. Kolkhis.. jika dilihat dari jarak dekat.. dia sangat gagah dan besar" pikir Lifya


"Lifya.. kau kenapa? dari tadi melamun saja?" tanya Katsumi


"Ehh.. anu.. tidak, tidak ada apa-apa kok. Hehehehe"


"Hm.. benarkah" ucap Katsumi dengan muka menggoda Lifya


"Umm.. " Lifya memegang pipinya yang kemerahan


"Hahahaha, kau pasti kagum dengan tubuh Zang yah.." sahut Katsumi


"Tidak.. tidak.. anu.. hanya saja.. ee.."


"Apa?" tanya Katsumi


"Tidak.. tidak jadi. Tadi aku hanya salah bicara saja, hehehehe" balas Lifya


"Tuan.. jika dilihat lebih dekat.. wanita ini cukup cantik yah" sahut Zang


"Ehh.. ap.. apa yang kau katakan Zang!" balas Katsumi


"Hehehe.. jangan bilang bahwa selama ini tuan menyukainya diam-diam yah"


Katsumi melirik kearah Lifya dengan muka memerah, saat itu Lifya sedang memegang pipinya juga dan melirik Katsumi


"Emm.. tidak-tidak.. dia biasa-biasa saja kok Zang"


"Benarkah.. terus mengapa muka tuan memerah?" goda Zang


"Ee.. ini.. ini.. oh iya.. ini demam.." jawab Katsumi


"Hm... benarkah.." goda Zang kembali


Disisi lain.. Lifya melihat Katsumi seperti sedang berbicara kepada Zang


"Katsumi.." panggil Lifya


"Baik!" sahut Katsumi kaget


"Apa kau sedang berbicara kepada temannu itu yah.. kalian sedang berkomunikasi melalui telepati ya" tanya Lifya

__ADS_1


"Astaga.. bagaimana dia bisa mengetahuinya?" pikir Katsumi


"Ehhh.. iya, kami sedang berbicara melalui telepati"


"Ternyata begitu.. lalu mengapa kau tidak memberitahuku, aku jadi tak dapat berbicara kepada Zang jika begini"


"Hah? apa maksudmu?" Katsumi bingung


Lifya seperti sedang merapalkan sebuah sihir dan..


"Baiklah.. aku telah menggunakan sihir miliku yang dapat membantuku berkomunikasi melalui telepati"


"Hah!.." Katsumi kaget


"Baiklah.. akan kucoba..


"Pagi.. Katsumi" ucap Lifya melalui telepati kepada Zang dengan nada lembut


"Apa.. apa-apaan ini.. suara Lifya terdengar dipikiranku" pikir Katsumi


"Zang.. kenapa dia bisa menggunakan sihir seperti itu.. dan memangnya sihir tersebut benar-benar ada ya?" tanya Katsumi


"Iya tuan.. sihir tersebut memang benar-benar ada dan tidak sembarang orang dapat menguasainya, sayapun juga terkejut ketika mendengar bahwa dia dapat menggunakan sihir ini dengan sempurna"


"Huftt.. Berarti mulai saat ini, jika Lifya berbicara kepadamu melalui telepati dan dia menanyakan beberapa hal tentang diriku, jangan kau kasih tahu dia oke"


"Hahahaha.. baik tuan" balas Zang


Seusai berbincang-bincang tiba-tiba..


"Hah.." pikir Katsumi


Dengan sigab tiba-tiba kami ber3 berposisi waspada


"Lifya.. kau kenapa?" tanya Katsumi


"Aku merasakan adanya suatu pergerakan dari dalam sana" balas Lifya memandang pepohonan disekitar


"Akupun.." balas Katsumi


"Zang.. dan kau.. mengapa?" tanya Katsumi


"Saya merasakan hal yang sama seperti ucapan Nona Lifya tuan"


"Hm.. aneh sekali.." pikir Katsumi


"Mengapa tiba-tiba suasana disekitar tempat ini menjadi tenggang?" pikir Katsumi kembalk


Lalu.. tiba-tiba muncul.. Brull..



Sesosok makhluk bersayap.. dan seketika angin berhembus sangat kencang bagaikan badai


"Ahh.. apa lagi ini?" sahut Katsumi sambil melindungi mukanya dari angin ini


Wuss.. angin terus berhembus bahkan menyeret Katsumi dan yang lain beberapa meter


"Tak kusangka.. kau dapat menghancurkan perangkap yang kubuat dengan kekuatanku" ucap sesosok yang berada didalam angin itu


"Siapa kau!" tanya Katsumi


"Tenang.. untuk saat ini, aku berada dipihak kalian" balas sesosok tersebut


"Apa maksudmu? aku sama sekali tak mengerti!"


Sesosok tersebut terlihat menundukan kepalanya dan..


"Perkenalkan, namaku adalah Yharon, senang bertemu dengan kalian" ucap Yharon


Seketika Katsumi, Lifya, dan Zang bingung dengan apa yang diucapkan oleh Yharon


"Aku sama sekali tak mengerti maksudmu, akupun juga tak paham mengapa kau memperkenalkan dirimu. Apa mungkin ini merupakan salah 1 rencana jahatmu!" ujar Katsumi


"Tunggu, biar kuperjelas dahulu"


"Dasar banyak bicara, enyahlah kau dari hadapanku!" sahut Katsumi


Katsumi menyerangnya. Namun.. entah mengapa tiba-tiba langkah Katsumi terhenti oleh suatu sihir yang menahannya, dan rupanya kekuatan tersebut berasal dari Yharon


"Ap.. apa yang kau lakukan kepadaku?" ucap Katsumi


"... Apa ini.. kumerasakan keberadaan kekuatan 10 kotak sihir dari dalam tubuh anak ini!" pikir Yharon


Seketika Yharon langsung menghempaskan Katsumi sehingga membuatnya terpental


Brull.. Katsumi menghantam pepohonan


"Sial.. aku tak dapat mendekatinya" pikir Katsumi


"Nak.. mengapa kekuatan 10 kotak sihir berada didalam tubuhmu?" tanya Yharon


"Apa! dia mengetahui tentang kota sihir ini. Apakah dia akan merebut kotak sihir ini!" pikir Katsumi


"... Jika memang benar.. apa yang akan kau lakukan?"


"Hm.. ternyata memang benar dugaanku, wajar saja dia dapat menghancurkan sihir yang kuberikan kepada temannya itu" pikir Yharon


"Jika boleh.. bagaimana jika kau membantuku? apa kau bersedia?" ujar Yharon


Katsumi berdiri.. "Apa maksudmu?"


"Apakah kau telah mengetahui tentang kehadiran pasukan neraka didunia ini?" ucap Yharon


"... Ya.. aku telah lama mengetahuinya.. dan seperti yang kau lihat, semua teman-temanku ini berasal dari dunia itu, dimana semua hal yang kami ketahui dan kami sayangi harus terpaksa dilenyapkan!" ujar Katsumi


"... Itulah permasalahannya, dengan ketibaan pasukan tersebut didunia ini. Keseimbangan dunia akan terganggu dan membuat 1 per 1 dimensi-dimensi hancur"


"... Mengapa kau dapat berkata demikian?"


"... Itu karena.. aku termasuk kedalam salah 1 dewa penyongkong dunia ini. Dewa kegelapan, Yharon"


"Apa!" pikir Katsumi, Lifya, dan Zang


Ketibaan Yharon membuat kami sangat terkejut, terlebih lagi banyak perkataan Yharon yang sama sekali tak kumengerti. Apakah ucapan Yharon akan benar-benar terjadi bila pasukan neraka berhasil menguasai dunia ini. Jika memang benar akan terjadi seperti itu.. maka kami harus secepatnya menghentikannya, demi menyelamatkan dunia ini. Kurela melakukan segalanya, bahkan mengorbankan nyawaku sendiri


_____________

__ADS_1


Notice \= Kalimat "Pikir..." & "... Dalam hati" hampir sama penggunaannya, yang menbedakannya hanyalah teks yang saya gunakan, jadi mohon maaf bila kalimat-kalimat saya dalam novel ini membuat tuan-tuan kebingunan.


Sumimasen, yoiichinichiwo


__ADS_2