
Ayam belum turun dari sangkarnya, menandakan Matahari belum muncul dari ufuk Timur..Pagi buta Liong Dan bergegas.
Liong Dan berjalan santai sambil menghirup udara segar. Tak lama kemudian Matahari mulai muncul diatas gunung, Liong sudah mulai mempercepat jalannya.. Sesaat Liong Dan Melesat terbang tinggi untuk melihat pemandangan dari atas Langit, Dari Atas langit itu Liong Dan Melihat kearah depan, dilihatnya sebuah pantulan Cahaya kecil..
Pasti pantulan Cahaya kecil itu Atap rumah Desa terdekat, Gumannya...
Liong Dan Turun dengan Pelan karna sudah merasakan Panas terik Matahari. Liong Dan mengeluarkan Harimau putih dari dalam cincin dimensinya, Hei teman, Selamat berjumpa kembali, Sapa Liong Dan...
Geerrr..sambil menunjujukan Giginya yang artinya membalas sapaan Liong Dan..
Harimau itu membungkuk, menyuruh Liong Dan naik diatas punggungnya..Liong Dan mengerti dengan maksud dari perbuatan Harimau putih itu..Liong Dan pun naik ke punggung Harimau itu sembari berkata, Teman kita jalan santai saja...
Geeeerrrr... Balas harimau itu..
Dan'er, Harimau putih itu sangat Akrab denganMu, kalau kamu ada Waktu Luang Nanti Ajaklah harimau itu untuk bertanding denganMu dan berilah Dia Pil yang Bagus, Nanti Harimau itu bisa bicara apabila tingkat praktiknya Naik...Kata Huo Bin Gurunya...
Baik Guru, Saya akan melatihnya nanti, Balas Liong Dan...
Matahari sudah mulai tinggi, dan merasakan Panas, Liong Dan menyuruh Harimau putih untuk beristirahat sebentar....
Merekapun istirahat dibawah pohon, sembari melihat keindahan padang rumput di depannya....
••••
Sementara dikota HerNian Ramai bercerita tentang Hancurnya Markas Pusat Sekte Tengkorak Hitam...
Kelima Duke diwilayah kota Hernian menjadi Geram, Dimana Markas tertinggi Dari Sekte Aliran Hitam berada dikota Hernian, Wang Xe yang menjadi Duke terkaya dikota Hernian, segera mengirim surat Kepada duke yang lain untuk membahas berita tersebut.
Sementara Di sebuah Sekte terbesar dan terkuat dari kekaisaran Wei yang Berkantor Pusat di kota Hernian sedang Kedatangan tamu yang mereka kenal baik...
Lapor Ketua Agung, Maafkan Atas kesalahan Hamba,.........!!!
Plak..
Tamparan yang begitu keras mendarat di pipi Chan Sing Tetua Baru Sekte Tengkorak Hitam
Chang sing terlempar jauh akibat tamparan keras itu...
Tamparan itu dari Raja Semua Sekte Aliran Hitam Atau Patriak Agung Sekte Bayangan Hitam Guan Dhi...
Saya sudah mendengar berita itu, Saya memberi kamu jabatan tertinggi, tapi kamu malah dikalahkan oleh seorang Bocah...kata Guan Dhi dengan Lantang...
Chan Sing tidak bergerak ia tak sadar diri setelah kena tamparan keras dari Guan Dhi
Tetua Satu antar Chan sing ke ruang pengobatan, dan beri dia obat pemulihan supaya bisa mengembalikan tingkat praktiknya..Ucap Guan Dhi kepada Tetua satu
Anak Durhaka,Siapa sebenarnya bocah itu..Guman Guan Dhi..
Yang Lain kirimkan beberapa Orang Ke setiap Cabang di Semua kota, Panggil Semua tetua cabang dan Tarik Semua pasukan yang kita kirim ke kota Dhousan..Kita akan melakukan pertemuan...Ucap Guan Dhi
Baik Ketua Agung...Jawab Tetua Du..
Untuk Tetua Tiga kamu pergi ke kerajaan Minta pendapat putra Mahkota mengenai masalah ini, bila perlu undang pangeran pertama itu datang kesini...Ucap Tegas Guan Dhi...
Baik Ketu Agung, Siap menjalankan Printah ketua..Balas tetua tiga sambil memberi Hormat...
Raja Aliran itu sangat emosi dengan kejadian yang menimpa Wakil sektenya...
Untuk Semua Tetua yang tidak mendapat tugas kumpulkan Semu prajurit, Setelah selasai pertemuan Nanti kita siap mencari Dan membakar hidup hidup Bocah itu..Kata Guan Dhi..
Baik ketua Agung..Jawab serempak Dari ratusan tetua....
Hari itu di Luar Area sekte Bayangan Hitam sudah terkumpul sekiatar 10.000 Pendekar dari setiap cabang dikota hernian...
Semua prajurit itu terkumpul rapi sambil menunggu perintah dari raja Agung mereka...
Guan Dhi Adalah pendekar hebat di sekte Aliran hitam, Guan dhi taklukan semua sekte Aliran hitam di tiga kota agar menjadi bawahan dari sekte Bayangan hitam..
Tingkat Praktik Guan Dhi sendiri berada di tingkat Surgawi akhir tidak lama lagi Guan Dhi naik tingkat ke tahap akhir yaitu tingkat Dewa Surga..
__ADS_1
Belum Ada yang bisa mencapai hasil seperti Guan dhi, Kecuali Liong Dan yang Sudah di puncak Akhir pendekar yaitu Pendekar Tahap Dewa Surga....
Dari ramainya kota Hernian, tiba tiba menjadi hening seketika..Semua penduduk kota ketakutan, Melihat banyaknya pendekar berjubah hitam berjalan kesuatu tempat...
Aktifitas dikota Hernian Lancar seperti Biasanya tapi penduduk tetap Kwatir...
*****
Han Dan sedang Sibuk menata kotanya..Hampir seratus porsen Setiap Bangunan dan tembok pembatas rampung..Han Dan Sudah mempunyai banyak prajurit, semua Prajurit sudah terkumpul 6.000 orang pendekar, stiap pendekarnya bervariasi tahap praktik..Pemimpin Pengawal sudah ke tahap Kaisar Awal sementara Anak buahnya yang baru sudah le tahap Bumi Akhir, sedangkan Han Dan sendiri sudah Naik Drastis Ketahap Surgawi Awal...Pencapaian yang sangat Luar biasa...
Tak kalah juga Sekte Lembah Kegelapan, murid sekte kegelapan sudah bertambah menjadi 2000 murid..Tingkat praktiknya pun sudah naik, Murid inti sudah di tahap Langit Akhir, Sedangkan murid yang lain Ada yang masih ditahap Langit Awal dan Bumi Akhir serta Alam Akhir....
Wakil ketua Agung Sekte Tian Wang ketahap Surgawi Akhir dan tetua yang Lain sudah masuk Ketahap Surgawi Awal...
Liong Dan yang mendengar berita itupun menjadi senang...
Berita dari pamannya Han Dan yang sekarang sudah berkembang pesat didapatkanya dari Naga Hitam miliknya, Serta perkembangan sektenya...Lewat ilmu telepati Naga Hitam dengan Liong Dan...
******
Liong Dan Masih Asyik beristirahat dengan Harimau putih, Tiba tiba suara Huo Bin mengagetkannya..
Dan'er Cepatlah Berangkat beberapa kilo dari sini Ada perkelahian yang saya rasakan di depan sana, Larilah secepat mungkin, Pinta Huo Bin..
Baik guru, saya akan kesana..Ayo teman kita harus berangkat, kita harus cepat sampai di suatu tempat...Kata Liong Dan Kepada Harimau putih..
Liong Dan dan harimau putih itu berlari dengan sangat cepat, Liong Dan yang duduk diatas punggung Harimau hampir tak dapat memghirup udara, Namun karna dengan ilmunya yang tinggi Anggap biasa dengan Hal sperti itu...
Tak Lama kemudian Liong Dan sampai, ia melihat dari kejauhan Ada beberap Kereta bagus hangus terbakar...Nampaknya kereta itu utusan dari kerajaan, Aku harus membantu mereka..kata Liong Dan dalam hatinya...
Kawan Kamu menunggu disini biar saya membantu utusan kerajaan itu...pinta Liong bin kepada Harimau putih...
Liong Dan Melesat maju dengan cepat, Liong Dan Melihat para pembunuh itu datang menujunya, Liong Dan melihat sepasang kekasih sedang di ikat kedua kaki dan tangannya...
Tunggu Paman, Untuk apa kalian mengikat kedua orang itu...kata Liong Dan...
Hahaaaaaaaa, ternyata masih Ada lagi yang datang menghantar nyawa...
Hei Bocah sialan, Larilah sebelum Kami membunuhmu...Ucap pemimpin Pasukan itu..
Hei Pria Bau Tanah, Lepaskan Kedua orang itu..Kata Liong Dan Lantang
Bocah sialan, Berani beraninya kamu melawanku??
Ayo semua bunuh anak itu...Pinta pri paruh Baya itu kepada pasukannya...
Serbuuuu....
Sekitar Lima ratus pasukan itu mengepung Liong Dan serta menyerangnya...
Liong Dan melihat pasukan itu hanya di tingkat praktik bumi..
Liong Dan tidak melawan, Liong Dan Hanya mengirim Aura pembunuh yang sangT dingin.
Ratusan Pendekar itu mematung tanpa bergerak...
Pemimpin Pasukan itu kaget melihat pasukannya diam tanpa bisa bergerak..
Hei bocah Tengik apa yang kamu Lakukan terhadap anak buahku..Ucap pemimpin pasukan itu sambil menyerang Liong Dan...
Pedang Yang besar dan panjang itu ingin memotong kepala Liong Dan...Begitu pedang itu tinggal berapa jengkal dengan lehernya, Liong Dan menerima pedang besar itu dengan tangan kirinya..
Pria besar itu pun tidak percaya, Bila pedang pusakanya dapat di tahan oleh seorang Anak kecil...
Kedua pasang kekasih yang di sandra oleh pasukan berjubah hitam itu pun tak dapat dipercaya apa yang mereka lihat...
Masak Pedang yang sangat tajam itu dengan santainya si pemuda itu menangkis, Batin kedua orang itu...
Dalam sekejap Pedang itu pun Hancur tanpa sisa, Pria besar itupun tersungkur dengan tekanan Aura pembunuh Liong Dan yang sangat besar..
__ADS_1
Ampun Anak muda, janga bunuh kami...Pria besar itu memohon kepada Liong Dan...
Liong Dan Tidak membalas perkataa dari pemimpin Pasukan itu... Liong Dan melihat ratusan bawahan dari pria tua di depannya masih mematung diam...
Dalam Satu hentakan kaki Liong Dan,ratusan pengawal itu terlempar jauh dan mendapat luka...
Saya tidak akan membunuh kamu pria tau, sebelum kamu pergi, Lepaskan ikatan tali di kedua Pasang kekasih itu...
Perempuan yang bersama laki laki di sebelahnya melihat Liong Dan dengan tatapan tajam.. Liong Dan Yang melihat mata dari perempuan itu menjadi serba salah...
Apa saya salah ya, kenapa perempuan Cantik itu melihat saya seperti itu, kata dalam hati Liong Dan...
Sudah Tuan Muda...Kata pria besar
Kalau begitu kumpulkan semua pasukanmu di depanku, Serta kumpulkan semua barang barang hasil rampasan kalian di depan saya, siapa yang melawan saya akan membunuhnya...Ucap Liong Dan dengan nada mengancam sambil mengeluarkan separuh Aura pembunuhnya...
Baik Tuan Muda...Jawab pemimpin Pasukan itu...
Liong Dan menghampiri kedua anak muda itu sambil berkata, permisi untuk kalian Berdua mohon sembunyi di belakang pohon besar itu, setelah selesai dengan mereka saya menghampiri kalian..Kata Liong Dan
Baik tuan, Tapi tolong Jangan bunuh mereka..Balas laki laki yang bersama gadis itu..
Liong Dan yang mendengar ucapan pria muda itu kaget.. Dalam hatinya berkata, Pria muda ini sangat mulia hatinya, bagaimana pria muda ini bisa mengatakan seperti itu, sementara Pasukan pembunuh yang Disana hampir membunuh mereka...
Baik teman saya tidak akan membunuh mereka, cuman kasih pelajaran saja buat mereka..Balas Liong Dan
Tuan Muda kami sudah mengumpulkannya..Kata pemimpin pasukan itu...
Liong Dan yang melihat Pasukan itu, mereka sangat ketakutan dan gemetaran...
Liong Dan mengambil Semu hasil dari rampasan mereka dan memasukannya kedalam cincin ruangnya...sambil berkata sekarang kalian boleh pergi tapi dengan satu syarat lagi...Kata Liong Dan..
Pemimpin serta semua pasukannya berlutut sambil memohon, Apa persyaratannya Tuan Muda, Kami Akan mengabulkannya, Asalkan kami jangan di bunuh...Balas Pemimpin pasukan sambil memohon belas kasihan..
Sekarang kalian semua, Lepaskan Semua pakaian kalian, barulah kalian pergi, bagi yang tidak mengikuti printahku akan menanggung sendiri akibatnya, ucap Liong Dan Lantang...
Tanpa Berpikir panjang Pemimpin serta semua pasukan itu segera mengikuti perkataan Liong Dan...
Setelah semua pasukan pembunuh itu pergi Liong Dan membakar Semua pakaian mereka.
Pasukan pembunuh itu pergi tanpa memakai sehelai pakaian pun...
Pria muda di balik pohon sempat mengintip perbuatan Liong Dan kepada semua pembunuh...
Dalam hatinya, sedikit ketawa melihat ratusan bandit itu telanjang...
Perempuan yang melihat keanehan dari pasanganya penasara, Hei Apa yang kamu ketawakan...Kata teman perempuannya
Tidak ada, Nanti saya akan jelaskan...
Liong Dan menghampiri kedua pemuda dan pemudi itu...
Maaf kelamaan menunggu..Kata Liong Dan
Tidak apa apa tuan muda..balas pria muda
jangan panggil saya tuan Muda, Panggil saja dengan namaku Liong Dan...
Kalau boleh tau kalian berdua mau kemana? tanya Liong Dan...
Mau tau jawaban dari kedua pasang kekasih itu??
Ayo tinggalkan komentar baikmu dan
duku dukunglah Novelku...
Saran dari kalian dapat membantuku....
.... TERIMA KASIH TELAH MAMPIR ...
__ADS_1