
Liong Dan dan Harimau putihnya berjalan dengan cepat melewati hutan, Liong Dan tidak mengambil jalan umum,mengingat supaya tidak saling ketemu dengan Rombongan pendekar yang datang..
Dari kejauhan sempat Liong Dan terhenti, Ia melihat sekitar Ribuan Pendekar berjubah Hitam telah melewati sebuah Desa, Nampak seorang Memakai Jubah berwarna keemasan memimpin Pasukan banyak itu, Memakai sebuah kereta yang Sangat Bagus...
"Pasti yang sedang dalam Kereta dan yang memakai jubah emas itu adalah Pangeran Ling Sath, Guman Liong Dan pelan"
Liong Dan berhenti sejenak di Atas pohon yang tinggi didalam Hutan. Sambil Melihat pasukan pendekar yang banyak itu.
Liong Dan bukan tidak berani menghadang semua Pasukan itu, Cuma Liong Dan tidak mau membuat Banyak Penduduk Desa setempat mengalami musibah..Liong Dan membiarkan semua Pasukan itu lewat...
Dari kejauhan didalam hutan, Liong dan memperhatikan semua tingkat Praktik Pasukan pendekar itu..Hanya satu orang yang tingkat Praktiknya tinggi yaitu Pemimpin Pasukan yang Berada dalam Kereta, Sedangkan beberapa pemimpin yang Lain di Tahap Langit Langit Akhir, sedangkan Sisanya hanya di tingkat Alam dan Bumi...
Sungguh Pasukan yang Banyak, Apalagi kalau terkumpul semua nantinya di Kota Hernian, Bisa Bisa mencapi Ratusan Ribu pasukan..Kata Liong Dan dalam Hati...
Sekte Aliran Hitam memang sangat Banyak dikekaisaran Wei..Di tiga kota besar masing masing memiliki banyak Cabang dibawah pimpinan Sekte Bayangan Hitam...
Setelah semua ribuan pasukan pendekar berbaju hitam itu sudah lewat, dan jauh dari pandangan Liong Dan, Baru Liong Dan keluar dari hutan menuju jalan umum setelah situasi Aman..
Namun selang beberapa saat kemudian Liong Dan dikagetkan dengan pasukan yang muncul tiba tiba dari arah depan dengan sebuah Kereta mewah...Liong Dan mengira semua pasukan itu berjumlah 200 orang..
Mereka sepertinya prajurit istana, untuk Apa mereka datang sebanyak ini, apa istana mengalami kekacauan..Ah lebih baik saya menghampiri mereka..Batin Liong Dan...
Liong Dan melesat maju menghampiri pasukan berzirah itu...
Maaf Paman, maafkan anak muda ini bila mengganggu perjalanan Paman Semua, kata Liong Dan sambil berdiri di tengah jalan...
Hei Anak muda minggirlah dari jalan itu,Jangan kamu halang halangi perjalanan kami.pinta seorang pemimpin pasukan yang menaiki kuda yang sangat Gagah..
Maaf paman, Saya tidak bermaksud untuk menghalangi paman semua, namun saya takut bila kalian semua akan bertemu dengan ribuan Pendekar yang baru lewat barusan, Kata Liong Dan, Sebenarnya Apa yang terjadi dikota paman, Lanjut Liong Dan bertanya.
Kami disuruh yang Mulia Kaisar untuk menjemput Pangeran kedua dan Putri Lin, Balas pemimpin Pasukan itu...
Mungkin paman bermaksud, Pangeran Ling Chian dan Putri Ling Lin?..Balas Liong Dan
Betul Anak muda, Apa kamu mengenal mereka?? tanya Pria paruh Baya itu
Betul paman, kenalkan anak muda ini paman, Nama saya Liong Dan, saya dari Kota Dhousan, dan hendak Ke kota Dhousan, Saya Mengenala Pangeran dan putri Lin, Mereka sudah pulang menuju Kota..Jawab Liong Dan, Lebih baik Paman serta semua pasukan Kembali ke Istana..Lanjutnya
Apa betul yang Kamu sampaikan itu, Anak muda?..
Betul Paman, Mereka telah diantar oleh seorang temanku, dan kemungkinan mereka hampir mau sampai...Balas Liong Dan Serius
Baiklah Pendekar Liong, Mari kita kembali, Dan Awas, Bila perkataanmu itu bohong, Maka kamu siap menanggung Akibatnya..Ucap Pemimpin pasukan itu mengancam..
Saya tidak mungkin berbohong Paman,Ayo kita kembali...Balas Lionh Dan...
Semua Pasukan kerajaan itu berbalik dan kembali ke Istana, Sementara Liong Dan mendahului mereka dengan Menunggangi Harimau Putihnya dengan sangat cepat...
Semua pasukan dan pemimimpin Pasukan kerajaan, Melihat Harimau Putih milik Liong Dan itu, geeleng geleng kepala..Darimana sebenarnya Anak muda itu, Batin Pria paruh baya itu...
Hari sudah tinggi, Liong Dan dan Harimau Putihnya sudah melewati sebuah kampung, Sementara pasukan kerajaan belum Nampak. Liong Dan Beristirhat sebentar ditengah hutan.
Guru Berapa jam dari sini menuju istana? tanya Liong Dan kepada Gurunya..
__ADS_1
Tinggal satu desa lagi Dan'er. Setelah kamu melewati Desa berikut, maka tidak jauh lagi kamu ke kota Ancui..balas Gurunya Huo Bin
Terima Kasih Guru...Balas Liong Dan Singkat
Setelah beristirahat sebentar Liong Dan mengajak Harimau putihnya untuk memulai melakukan perjalanannya kembali...
Ayo teman kita jalan lagi...
Geeerrr...
Liong Dan dan Harimau putih itu melesat dengan cepat...
Hari sudah mulai sore menandakan akan mulai gelap...
***
Sementara di dalam Area istana, Semua Prajurit berlari berhamburan. Mereka dikagetkan dengan kedatangan Se ekor Naga Biru yang ditumpangi oleh Dua Ling Chian dan Ling Lin...
Semua pasukan bersiap, Kita akan mengepung mereka,...Kata seorang jenderal dengan Suara tinggi...
Semua prajurit itu mengeluarkan pedang mereka...
Mendaratlah Naga itu ditengah tengah Area Istana, Ling Chian dan Ling Lin turun dari punggung Naga itu..
Terima Kasih Naga Biru telah memberi kami tumpangan..Kata Ling Chian dan Ling Lin Sambil menundukan kepala
Tidak apa apa tuan Pangeran dan tuan putri..balas Naga biru..
Kamu bisa berbicara?? tanya keduanya serempak...
Masuklah Tuan Pangeran dan Tuan Putri, Yang Mulia Kaisar sedang menunggh kalian..Pinta Naga Biru...
Baiklah Naga Biru..Tunggulah disini sampai Liong Dan datang..Balas Ling Chan dan Ling Lin sambil melangkah pergi meninggalkan Naga biru
Jenderal yang sedang bersiap siap dengan semua prajurit itu pun tak banyak berkata, Mereka hanya diam mematung...
Selamat datang Pangeran kedua dan Putri Ling Lin ucapa semua Jendral sambil memberi hormat diikuti oleh semua pasukan prajurit...
Sementara Naga Biru meninggalkan Area Istana menemu Liong Dan Tuannya...
Kaisar Ling Sian yang melihat kedua anaknya itu, menyambut di pintu kediaman dan memeluk keduanya...
Ayah sangat kewatir dengan kalian..Ucap Kaisar Ling Sian..
Kami baik baik saja Ayah..Jawab Ling Lin
Ayo kita masuk, kita cerita didalam...Ajak kaisar Ling Sian sambil berjalan masuk ruang istana..
Kakak Kalian Sudah kembali, namun Kakak kalian ada pertemuan di kota Hernian..Ayah kwatir dengan kalian..Ucap Kaisar sedikit senang...
Kami ditolong oleh seorang pendekar Muda ayah, Dia sekarang dalam perjalanan kesini, tumpangan Naga tadi milik pendekar Muda itu, Kami mengalami hambatan dijalan, semua harta kami dirampas, kami belum sampai di kota Hernian..Disaat kami hendak kembali kami di hadang oleh ratusan Bandit membuat kereta serta pengawal kami tewas tanpa sisa, untung Pendekar muda itu cepat datang, kami juga tidak tau dari mana pendekar itu datang yang tiba tiba...
Sehingga kami lepas dari tahanan ratusan pendekar yang menghadang kami itu...Jelas Ling Chian dianggukan oleh Ling Lian kepada kaisar Ling Chian...
__ADS_1
Yang terpenting Kalian selamat anakku, Aku akan berucap terima kasih nanti kepada pemuda itu...Balas Kaisar..
Kalian bersihkan badan dulu, sambil menunggu kedatangannya...Kata kaisar Ling Sian kepada kedua anaknya...
...
Liong Dan hampir sampai di pintu masuk kerajaan, Naga Biru menghampiri Liong Dan..
Mereka sudah berada di Istana tuan Liong, Ucap naga biru..
Baiklah Kalian berdua masuk lagi kedalam cincin dimensiku...Saya akan masuk sendirian...Printah Liong Dan kepada Naga Biru dan Harimau putih..
Setelah Naga biru dan Harimau Putih masuk kedalam cincin Dimensinya, Liong Dan menghampiri Pintu Masuk Kota...
Dan'er Kasih keluar Tanda pengenalmu didalam Cincin itu..Ucap Guru Huo Bin
Liong Dan menuruti Apa kata gurunya...
Mana Tanda pengenalmu Anak muda? tanya seorang penjaga Pintu masuk
Liong Dan memberikan Tanda pengenalnya...
Baik Anak Muda, selamat datang di kota ancui, Masuklah...Sapa penjaga itu dengan Ramah..
Terima kasih Paman, Balas Liong dan dengan senyum lembutnya..
Liong Dan berjalan sambil melihat jajakan barang yang dijual oleh pendudk kota Ancui..
Kota ini sungguh Indah, Bangunannya pun sangat indah dan megah, Batin Liong Dan
Setelah berjalan jauh dan berkeliling dalam kota itu, Liong Dan menuju sebuah Pintu yang tinggi dan Panjang..
Pasti itu pintu masuk istana, Guman Liong Dan Pelan...
Hei Anak muda sedang apa kamu mondar mandir disini?. kata seorang Penjaga pintu besar itu tegas...
Permisi Paman, Saya hendak bertemu dengan Pangeran kedua dan Putri Ling Lin..Balas Liong Dan..
Ada perlu apa kamu bertemu dengan pangeran Kedua? dan siapa nama kamu?? tanya Penjaga pintu dengan tatapan Tajam
Saya hanya diundang oleh Pangeran kedua dan putri Ling Lin untuk mampir keistana dan Namaku Liong Dan Paman...Balas Liong Dan lembut...
Kalau kamu diundang oleh pangerang kedua datang kesini, Mana buktinya? Kata penjaga istana
Saya tidak mempunyai bukti tertulis paman, tapi kalau paman tidak mengijinkan saya masuk, tidak apa apa paman saya akan kembali, dan sampaikan salam saya pada Pangeran kedua dan Putri Ling Lin...Balas Liong dan sambil melangkah pergi...
Baiklah, Lain kali kalau datang mau ketemu orang Istana harus membawa bukti atau lainnya.. Pinta Penjaga itu
Maaf Paman, Selain salamku, Tolong sampaikan Juga bila saya sudah kembali kedesa Miskin, bilang Bahwa saya sudah kembali ke Sekte Lembah Kegelapan..
Dan tolong Titipkan Lencana ini pada Pangeran kedua dan putri Ling Lin..Sambil memberi dua Lencana Emas bertuliskan Sekte Lembah Kegelapan..
Karna sudah mau malam, Liong Dan melesat pergi, Liong Dan merasa geram karna ulah penjaga istana itu...
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang Liong Dan sudah keluar dari pintu kota Ancui dan hendak melakukan perjalanannya menuju kota Dhousan...