
Setelah makan malam Guo si Naga putih mengajak Liong Dan masuk kedalam suatu Ruangan yang sangat besar.
Setelah masuk ke dalam ruangan besar di dalam Gua itu. Liong Dan merasakan Aura yang sangat mengengat. Membuat Liong Dan bergidik ketakutan. Dan berkata:
"Saudara Guo, Ada apa dibalik ruangan itu?. Tanya Liong Dan sambil menunjuk kearah ruangan yang masih tertutup."
Liong Dan merasakan Aura yang sangat pekat itu datang dari sebuah ruangan yang masih tertutup rapat.
"Tuan Liong. Di dalam ruang itu tersimpan hadiah yang saya ingin hadiahkan kepadamu.
Berkata Guo sambil membuka ruangan yang masih terkunci rapat".
Setelah Guo menggeser batu besar di pintu ruangan. Guo mengajak Liong Dan untuk masuk.
Sementara diruang pertama. Terdapat sebuah kubur. Kubur itu adalah Kubur dari Kedua gurunya. Sebelum masuk Liong berlutut memberi hormat sambil berlutut dihadapan Eyang Gurunya.
Guo dan Liong Dan pun masuk ke dalam ruang kedua.
Guo membaca mantra segelnya. Setelah membaca mantra Liong Dan melihat sebuah Buku tebal diatas sebuah batu.
Liong Dan pun terkejut melihat sebuah buku tebal di ikat dengan sebuah tali yang terbuat dari emas.
"Saudara Guo. Buku apa itu disana. tanya Liong Dan".
"Tuan Liong, itulah hadiah pertamaku untukMu. Buku itu adalah sebuah Kitab Sakti." Berkata Guo. Lanjutnya..
Kedua jurus yang sudah Tuan Liong pelajari adalah salinan dari kitab itu. Namun hasil salinannya tidak terlalu lengkap dibandingkan dengan Aslinya.
Kitab Sakti ini Adalah Kitab yang sedang di pelajari oleh Tuanku selama masa hidupnya. Sementara Kedua kitab yang Tuan Liong pelajari adalah hasil karya dari Tuanku.
Bila seseorang ingin mempelajari kitab itu harus melakukan persiapan terlebih dahulu. karena Efek dari setiap jurus yang di gerakkan akan membuat tubuh kita kaku dan dapat menimbulkan Urat kita pecah. Jelas Guo".
Terus apa yang harus kita lakukan bila ingin mempelajari kitab itu saudara Guo. Tanya Liong Dan.
Bermeditasilah didalam Air itu selama beberapa hari. Setelah Tuan Liong selesai, Mulailah membuka dan mempelajari semua pentunjuk dalam Kitab itu sebelum berlatih jurus. Bila Tuan Liong sudah menguasai seluruh isi dari kitab itu. Saya akan menunjukan kepada Tuan Liong sebuah benda Sebagai hadiah terakhirku. Berkata Guo."
Air yang dimaksud oleh Guo adalah sebuah kolam yang berada disebelah tempat kitab itu berada. Efek berendam dalam Air itu dapat meningkat kekuatan daya tahan tubuh seseorang serta memperkuat Tulang.
Karna Liong Dan sudah mempunyai Inti Api dan Inti Es dalam tubuhnya. Dengan berendam dalam Air itu, Aura pembunuh dan Aura Naganya dapat meningkat cepat dan kedua inti Murninya berkembang baik. Sisik pelindung tubuh pun dapat bekerja dengan baik dan sangat kokoh.
Baiklah saudara Guo. Mulai malam ini saya akan mulai bermeditasi dalam kolam itu. Ucap Liong Dan bersemangat.
Guo mengangguk pelan.
Liong Dan mengeluarkan beberapa Pil terbaiknya dari dalam cincin ruangnya. Lalu ia menelan Pil itu. Setelah menelan beberapa Pil. Liong Dan membuka pakaiannya dan masuk kedalam Kolam serta memulai duduk bersila untuk bermeditasi..
Melihat Liong Dan sudah masuk ke dalam kolam. Guo keluar dari ruangan itu.
"Senior Guo, Apa yang dilakukan Murid ku didalam? Tanya Huo Bin."
"Tuan Liong sedang bermeditasi Junior Huo. Balas Guo singkat".
"Apakah muridku ingin mempelajari Kitab sakti itu? tanya Huo Bin".
"Betul Junior Huo. Setelah saya melihat bakat dari Tuan Liong. Makanya saya mempersilahkan Tuan Liong untuk berlatih Ilmu dalam kitab Sakti itu. Ucap Guo."
Semoga Dan er berhasil menguasai Kitab sakti itu. Guman Huo Bin dalam hati.
•••
Kota Hernian.
Pangeran, Saya dengar kabar dari beberapa Muridku bahwa Kota Argian diambil alih oleh seorang Pendekar. Ketiga Duke telah dibunuh. Sementara para prajurit dari ketiga Duke itu yang tersisa sudah bergabung dengan pendekar itu.
Pangeran Ling Sath terkejut. Siapa pendekar itu Patriak Guan?
Saya belum mendapat informasi tentang sosok pendekar itu pangeran. Balas Guan Dhi.
"Pangeran Ling Sath menghela napas pelan.
Apakah sudah ada informasi tentang keberadan Ayahanda patriak?"
Belum pangeran. Beberapa pendekar kita masih berada di kota dhousan. Mereka belum mengirim informasi. Tapi mengenai kota Dhousan, Sekarang sudah semakin maju Pangeran. Di kota Dhousan juga terdapat beberapa Sekte Yang sangat besar dan ada sebuah Toko Obat yang sangat besar pula. Ucap Guan Dhi.
Ling Sath semakin terkejut. Siapa yang mendanai semua itu Patriak Guan dan dari mana mereka mensapatkan Sumber Daya.? Dan apa betul disebelah kota Dhousan ada kota baru?. Lanjut Ling Sath.
Betul Pangeran. Kota Baru itu adalah Kota Naga Langit di pimpin oleh Seorang Duke yang sangat kaya. Duke dari Kota Naga Langit juga yang mempunyai Toko Obat di kota Dhousan dengan beberapa Sekte. Toko Obat itu dihadiahkannya kepada Tuan Putri Ling Lin oleh Duke itu. Namun Beberapa Bulan ini saya mendengar Pangeran Ling Chian yang menjadikan Duke Sementara di kota Naga Langit. Sementara Duke yang Aslinya sedang berkelana. Jelas Guan Dhi.
Ling Sath diam sejenak.
Apakah putri Lin dan Adik Chian sudah mengetahui kalau Ayahanda sudah tidak di Istana? Berkata Pangeran Ling Sath.
Sepertinya belum pangeran. Yang saya ketahui. Pangeran Chian dan putri Lin sedang berlatih di sana. Setelah selesai berlatih mereka berdua baru datang ke istana. Ucap Guan Dhi.
Baiklah Patriak. Kita harus merebut Toko Obat itu. Dan Ambil semua Sumber Daya yang Ada.
Tangkap Adik Chian dan putri Lin dan bawa keduanya kesini. Perintah Ling Sath.
Pangeran Sath. Kalau kita ingin merampas kedua kota itu. Kita harus mengerahkan Seluruh prajurit dan pendekar kita. Karna Duke Han sudah mengumpulkan banyak para prajurit ditambah dengan ribuan Murid dari ketiga sekte yang saling menjaga kota itu. Di kota Naga Langit juga demikian. Mereka telah mengumpul banyak pendekar. Jelas Guan Dhi
Ling Sath memikirkan Sebuah rencana sambil menatap langit langit Istana.
Patriak, Gabungkan seluruh prajurit dari semua Duke di kota Hernian dan Kota Anchui. Dan Lakukan penyerangan. Printah semua prajurit untuk mencari Ayahanda dan ibunda serta menangkap kedua adikKu. Dan Bila para pendekar kita kurang banyak mintalah bantuan pendekar dari kota Heuron. Berkata Ling Sath tegas.
Guan Dhi Mengangguk pelan.
Dan pamit pergi..
***
__ADS_1
Tiga hari kemudian Liong Dan sudah selesai dengan Meditasinya.
Liong Dan keluar dari dalam kolam dan memakai pakaiannya. Lalu Liong Dan keluar dari ruangan itu untuk bertemu dengan Guo.
Guo terkejut melihat perubahan tubuh Liong Dan. Wajah yang sedikit bersinar memancarkan Aura kewibawaan serta otot lengannya yang tumbuh besar dan Sisik pelindung Tubuhnya pun menyala terang.
Selamat Tuan. Anda sudah berhasil. Saatnya Tuan mulai mempelajari kitab itu. Berkata Guo dengan semangat.
Liong Dan tersenyum atas pujian dari Guo.
Istirahatlah dulu Tuan Liong. Besok Tuan baru mulai berlatih.
Baik Saudara Guo. Balas Liong Dan.
...
Keesokan harinya Guo mengajak Liong Dan untuk segera mempelajari ilmu dalam kitab.
Guo pun merapalkan sebuah ilmu segel untuk membuka Tali pengikat Kitab itu.
Seelah berhasil membuka tali Pengikat. Guo Mengambil Kitab itu dan memberinya kepada Liong Dan.
Belajarlah mulai dari sekarang Tuan. Pakailah Ruang ini untuk tuan berlatih. Ucap Guo
Liong Dan pun segera Duduk disebuah batu untuk menghafal semua isi kitab.
Satu persatu halaman Liong Dan menghafal. Setelah menghafal semua petunjuk dalam halaman pertama dari kitab itu. Kini Liong Dan mulai membuka Halaman selanjutnya.
Liong Dan terkejut. Apa bedanya kitab ini dengan Kitab pedang Naga Biru? Guman Liong Dan Dalam Hati.
Disaat Liong Dan masih dalam Pikirannya. Tiba tiba muncul sesosok Roh Pria Tua dari dalam Kitab itu.
Liong Dan melompat mundur. Kaget dengan muculnya sesosok Pria Tua.
Hei Anak Muda. Kenapa kau membangunkanku? Berkata roh itu.
Maaf Eyang. Aku hanya ingin mempelajari Ilmu dalam kitab ini. Balas Liong Dan.
Siapa kau Anak Muda?
Maaf Eyang. Namaku adalah Liong Dan.
Apa kamu yakin ingin menguasai setiap jurus dari kitab itu?
Saya yakin Eyang. Balas Liong Dan.
Bagus Anak Muda. Semangatmu membuat saya Senang. Namun Setelah kamu menguasai Ilmu dalam kitab itu. Kamu harus berjanji Agar jangan mempersalahgunakan Ilmu dalam kitab itu. Ucap Sosok Tua itu.
Saya Berjanji Eyang. Saya akan menjaga Ilmu dari kitab ini dan Tidak akan mempersalahgunakannya nanti. Ucap Liong Dan.
Baik Dan er. Duduklah dibatu itu tutuplah matamu. Printah Sosok itu.
Roh Pria tua itu menaruh Kedua telapak tangannya diatas kepala Liong Dan.
Setelah selesai mentransfer semua Ilmu dari dalam kitab itu. Sosok Pria itu berkata:
Semua Ilmu dalam Kitab ini Sudah masuk dalam PikiranMu. Saatnya kamu mulai berlatih dari setiap Jurus yang Ada dalam pikiranmu. Setelah kamu selesai memperagakan Semua Jurus itu. Mintalah kepada Guo untuk mengambil sebuah Pedang diLuar Gua dan buatlah Kontrak darah dengan Pedang itu Biar bisa menyatu denganMu. Disaat Kamu hendak mengunakan Jurus dari Kitab ini maka pedang itu akan keluar dengan sendirinya dari dalam Tubuhmu. Dan Pedang itu juga dapat bergerak sesuai dengan arah PikiranMu. Dan yang terakhir, Bila kamu keluar dari Lembah ini. Ambilah semua Hartaku yang ada disetiap ruangan dalam Gua ini. Jelas Sosok Roh itu Dan pergi..
Liong Dan membuka matanya setelah tak mendengar Suara dari Sosok Pria tua. Dimana Kakek itu? Batin Liong Dan.
Baiklah mungkin Kakek itu sudah pergi. Lebih baik saya mulai mempraktekkan jurus ini dulu..
Sebelum mulai Berlatih Liong Dan menyimpan Kitab sakti itu kedalam Cincin Ruangnya.
Hari demi hari Liong Dan berlatih. Setelah sudah berhasil menguasai semua Jurus yang ada dalam kitab sakti. Liong Dan keluar dan bertemu dengan Guo.
Jurus dari kitab sakti tidak jauh berbeda dengan kedua kitab yang Liong Dan belajar sebelumnya. Hanya beberapa gerakan yang perlu ditambahkan.
Jurus dari kitab sakti yang Liong Dan belajar saat ini ada Empat jurus saja. Yaitu.
Jurus Tapak Naga Sakti**
Jurus Auman Naga
Jurus Pedang Pengguncang Semesta
Jurus Pedang Api Surga**
Bagaimana Tuan. Apa Tuan sudah menguasai semua Ilmu dalam Kitab itu? bertanya Guo.
Saya sudah menguasainya saudara Guo.
Jawab Liong Dan.
Baiklah Tuan. Mari ikut dengan saya. Ajak Guo.
Guo mengajak Liong Dan pergi ke Sebuah Tempat.
Setelah sampai di tempat yang dituju. Guo menjelaskan kepada Liong Dan.
Tuan Liong, Menyelamlah kedasar Kolam itu. Disanalah Hadiah terakhirku untukmu. Disana terdapat sebuah Pedang Sakti. Buatlah kontrak darah dengan pedang itu. Bila Tuan Liong sudah melakukan kontrak darah dengan Pedang Itu. Tuan Liong jangan kaget bila pedang itu hilang dari hadapan Tuan. Pedang itu Akan menyatu langsung dengan Tubuh Tuan Liong. Begitu pun dengan diriku. Saya akan Langsung masuk ke dalam pikiran Tuan. Jelas Guo rinci.
Liong Dan mengangguk Pelan.
Baiklah Saudara Guo. Balas Liong Dan dan menyelam kedalam Kolam itu.
Sesampainya didasar Kolam, Liong Dan melihat sebuah Pedang Yang sangat bagus dengan Gagang pedang terbuat dari Emas berbentuk kepala Naga.
Liong Dan segera melakukan kontrak Darah dengan Pedang itu. Liong Dan menggigit jarinya, Setelah terluka Liong Dan menitikkan darahnya di Gagang pedang itu. Pedang itu pun Hilang dari hadapannya. Setelah Tidak melihat lagi pedang itu Liong Dan segera kembali ke permukaan Kolam.
__ADS_1
Kamu sudah Berhasil Tuan. Akhirnya saya juga bebas pergi kemana saja bersama Tuan. Berkata Guo yang sudah masuk kedalam Pikiran Liong Dan.
Terima kasih saudara Guo. Berkata Liong Dan.
Tuan kita segera kembali kedalam Gua sekarang. Ajak Guo
Kemana Guru Huo dan Mou saudara Guo?
Mereka berkeliling sebentar Tuan. Balas Guo.
Tuan Bukalah semua Pintu Ruang Itu.
Setiap Ruangan terdapat banyak harta. Ruang Pertama tersimpan Banyak Pedang dan Perlengkapan Perang Lainnya. Ruang kedua tersimpan Ratusan Peti berisi Sumber Daya yang sudah jadi berbentuk Pil. Ruang Terakhir tersimpan Ratusan Peti Koin Emas. Ambilah semuanya. Jelas Guo.
Liong Dan mengerahkan tenaga dalamnya ke kedua tangan Lalu menggeser Batu yang menutup setiap Ruangan itu.
Tanpa banyak kata Liong Dan menyibakkan tangannya disetiap ruangan. Setelah Semua isi dalam ketiga Ruangan itu telah tersimpan dalam cincin ruangnya, Liong Dan menutup kembali ketiga ruangan itu dengan Batu.
Saya Sudah mengumpulkan banyak harta. Semoga saya bisa membantu semua orang yang membutuhkannya. Dan saya akan membagikan kepada Semua orang kecil dari sebagian hartaku. Batin Liong Dan sambil tersenyum.
Tuan Apa kita Akan segera keluar dari Lembah ini? Berkata Guo.
Disaat Liong Dan ingin menjawab Perkataan Mou. Tiba tiba muncul Huo Bim dan Mou.
Huo Bin Terkejut melihat Tubuh Liong Dan yang mengalami perubahan. Dan melihat sebuah pedang tertempel dalam tubuhnya.
Pedang yang ada di dalam Tubuh Liong Dan. Hanya Orang yang mempunyai ilmu tinggi yang dapat melihatnya.
Dan er Apa kamu sudah menguasai Ilmu itu? Tanya Huo Bin.
Sudah Guru. Balas Liong Dan.
Huo Bin Menatap Tajam Liong Dan. Huo Bin melihat Sisik pelinduk tubuh Liong Dan sudah sangat Kokoh. Kedua Inti murni pun sangat kuat dengan Tenaga Dalam yang sangat Besar.
Kamu sangat kuat sekarang Dan er. Batin Huo Bin.
Dan er Bila kamu sudah menguasai ilmu dalam kitab itu. Bolehkah saya mencoba melawanMu? berkata Huo Bin.
Saya terima tantangan Guru. Balas Liong Dan.
Huo Bin dan Liong Dan pun pergi keluar Gua.
Huo Bin dan Liong Dan sedang bersiap Siap dengan kuda kuda mereka.
Baiklah mari kita Mulai. Ucap Huo Bin.
Liong Dan merapal Jurus pertamanya.
Jurus Tapak Naga Sakti..
Liong Dan melesat dengan sangat cepat menyerang Huo Bin. Dengan Separuh Tenaga Dalamnya dikerahkan.
Huo Bin Menangkis serangan Liong Dan dengan Ilmu yang Sama. Namun Huo Bin sedikit Mundur.
Lalu Huo Bin membalas Menyerang dengan jurus yang sama.
Liong Dan pun menangkisnya dengan sangat Cepat.
Peraduan tenaga Dalam yang besar itu membuat Pohon yang berada di dekat keduanya Hancur.
Kini Liong Dan menggunakan Jurua keduanya.
Jurus Auman Naga.
Liong Dan mengumpulkan seluruh tenaga dalamnya. Lalu mengaum dengan Sangat Keras mengarah ke pada Buo Bin.
Melihat jurus yang digunakan Liong Dan. Huo Bin segera membuat sebuah pelindung dihadapannya.
Namun Pelindung Yang Huo Bin keluarkan tak dapat menahan Ilmu yang Liong Dan Kerahkan. Pelindung itu hancur berkeping keping. Huo Dan Pun terpental mundur. Batu besar dan Pepohonan dibelakang Huo Bin Hancur.
Hebat sekali Jurus ini. Namun kenapa beda dengan tehnik yang Guru pelajari kepada kami? Guman Huo Bin.
Huo Bin Pun mengeluarkan pedangnya. Lalu merapalkan Sebuah Jurus saktinya dan melesat menyerang Liong Dan.
Begitu Pedang Huo Bin sedikit lagi menyentuh Liong Dan.
Liong Dan segera merapal Jurus ketiganya.
Jurus Penguncang Semesta..
Liong Dan melompat Tinggi. Dan Muncullah sebuah pedang dari dalam Tubuhnya. Liong dan mengayunkan pedang Pusakanya menangkis Serangan Huo Bin.
Suara benturan dari kedua pedang itu sangat memekakan teliga dan..
Duuuuuaaarrrr...
Keduanya Pun terlempar Mundur. Akibat Tenaga Dalam yang dikerahkan oleh keduanya sungguh sangat Dahsyiat. Liong Dan terlempar tidak terlalu jauh dibanding dengan Huo Bin yang terbentur dengan Pohon..
Huo Bin menyarungkan kembali pedangnya. dan menghampiri Liong Dan.
Dan er. Ilmu yang kamu pelajari saat ini sungguh sangat Luar biasa. Kami berdua Lin Dan belum pernah belajar dengan Kitab itu..Puji Huo Bin.
Maaf Guru. Saya telah membuat guru terluka. Jurus yang saya pelajari ini masih sama dengan yang Guru ajarkan kepada saya, Hanya ada beberapa gerakan yang harus ditambahkan. Jelas Liong Dan.
Huo Bin Menggeleng kepala Pelan.
Baiklah Dan er. Saatnya kita keluar Dari Lembah ini..Ucap Huo Bin dan segera masuk kedalam Pikiran Liong Dan.
Liong Dan masuk kedalam Gua. Untuk berpamitan dengan Eyang Gurunya.
__ADS_1
Setelah Berpamit dihadapan Kubur Eyang Guru. Liong Dan mengahampiri Mou untuk Segera kembali ke atas Bukit yang mereka singgah sebelumnya...