
Dan'er? Kapan kamu berencana Ke ibu kota? tanya Huo Bin Gurunya.
Liong Dan terkejut atas pertanyaan Gurunya.
Kenapa Guru bertanya seperti itu?
Dan er bila kamu hendak pergi ke ibu kota. Saya sarankan, Kamu singgahlah disebuah tempat sebelum menuju ibu kota. Tempat yang saya maksud itu jauh dari kota ini. Tepatnya dibagian selatan ibu kota kekaisaran Tang. Ucap Huo Bin.
Apa maksudnya Guru? Bertanya Liong Dan penasaran.
Sudahlah Dan er. Bila kamu sudah siap menuju ibu kota. Dalam perjalanan nanti saya jelaskan kepadamu. Berkata Huo Bin.
Liong Dan semakin penasaran. Dan bertanya tanya dalam hati.
Baiklah Guru. Ucap Liong Dan singkat.
...
Beberapa hari kemudian Liong Dan Pergi bertemu Cang Je.
Senior Cang. Sampai dimana perkembangan pembangunan Sekarang? Tanya Liong Dan
Sementara Masih dalam pengerjaan Tuan Liong. Balas Cang Je.
Senior Cang. Beberapa bulan kedepan saya hendak berjalan menuju ibu kota. Saya serahkan proses pembangunan ini kepada senior..Ucap Liong Dan.
Saya siap Tuan Liong..Balas Cang Je.
Cang Je sedang mengawasi proses pengerjaan Pembangunan di Wilayah tengah kota Argian. Diatas Puing bekas kediaman Duke Kang Ji akan didirikan kembali Bangunan untuk menjadi kediaman Duke yang baru Nantinya. Dan membangun tembok tembok pembatas antara wilayah kekuasaan.
Senior Cang. Suruh semua para tetua untuk melatih para prajurit. Buatlah beberapa kelompok. Setelah saya pulang Nantinya. Saya berharap para prajurit telah mahir berlatih. Dan Belilah beberapa Ribu kuda untuk diberikan kepada prajurit. Saya akan menyiapkan semua dananya. Perintah Liong Dan.
Saya akan berusaha semaksimal mungkin Tuan Liong. Ucap Cang Je
Terima kasih atas kerjasamannya Senior Cang.
Liong Dan pun pamit dari hadapan Cang Je.
...
Dua hari kemudian Liong Dan sudah meninggalkan kota Argian.
Kini Liong Dan tiba di sebuah Desa. Karna merasa hari sudah mulai gelap Liong Dan mulai mencari sebuah penginapan di Desa itu.
Liong Dan menemukan sebuah Penginapan kecil. Ia pun masuk untuk memesan kamar.
Salam Tuan Muda. Ada yang bisa kami bantu? Sapa pelayan penginapan itu.
Saya ingin memesan satu kamar dan makan malam Paman. balas Liong Dan.
Pelayan itu adalah seorang Pria tua sebagai pemilik penginapan itu.
Baiklah Tuan Muda. Mohon Tunggu sebentar. Berkata Pemilik penginapan itu sambil mencari kunci kamar didalam Laci mejanya.
Paman, Berapa hari dari sini menuju ibu kota? Tanya Liong Dan.
Kalau berjalan kaki sekitar Satu bulan lebih Tuan Muda. Namun bila berkuda sekitar dua minggu sampai.Jawap Pria paruh baya itu.
Terima Kasih paman. Ucap Liong Dan dan melangkah pergi menuju kamar yang telah disediakan.
Kebetulan penginapan itu hanya tersisa satu kamar yang kosong. Dan beberapa kamar yang Lainnya terisi semuanya.
Setelah Makan malam, Liong Dan segera beristirahat. Namun disaat Liong Dan merebahkan badannya di atas tempat tidur, Gurunya berkata:
Dan er. Bila kamu ingin cepat sampai di ibu kota Ambilah jalan tengah yaitu melewati Gunung yang berada di bagian timur desa ini.
Baiklah Guru. Jawab Liong Dan.
Esok Harinya Liong Dan meninggalkan penginapan itu setelah membayar biaya inap dan melesat pergi menuju sebuah gunung.
Sesampainya digunung itu, Liong Dan bertanya kepada Gurunya.
__ADS_1
Guru, Mohon petunjuk jalan yang akan saya tempuh. Ucap Liong Dan.
Dan er berjalanlah terus ke depan. Namun saya sarankan agar kamu tidak kecapaean, Mintalah Bantuan Mou untuk berjalan dengan mu. Sesampainya kamu di Gunung yang tinggi di sebelah sana. Kamu bisa melihat ibu kota kerajaan dari atas gunung itu dan bermalamlah disitu. Berkata Huo Bin.
Liong Dan terkejut. Bermalam di gunung itu? Bertanya Liog Dan Dalam hati...
Liong Dan Pun pergi dari gunung itu bersama Mou.
Beberapa Jam kemudian tibalah Liong Dan dan Mou digunung yang dimaksud oleh Gurunya.
Tuan. Apakah Tuan berencana pergi ke Lembah itu? tanya Mou. Sambil mengarahkan Liong Dan kesebuah lembah yang dimaksud.
Apa maksudmu saudara Mou? Balas Liong Dan.
Sebelum Mou menjawab. Huo Bin berkata:
Benar yang disampaikan Mou kepadamu Dan er. Kita akan pergi ke lembah itu sebelum kita menuju ibu kota.
Liong Dan semakin bingung.
Dan er. Malam ini kamu harus bermeditasi mengumpulkan banyak tenaga. Saya belum terlalu yakin bila saya akan mengantarmu kesana. berkata Huo Bin.
Liong Dan pun semakin pusing memikirkan perkataan Gurunya.
Jelaskan maksudnya Guru.
Dan er. Di dalam Lembah itu guruku menyembunyikan sebuah Pedang Pusaka Sakti Dan sebuah Kitab jurus. Namun Pedang pusaka dan kitab itu dijaga oleh Seekor Naga Putih. Bila kamu bisa mengalahkan seekor Naga putih itu, Maka Naga itu akan mengangkatmu sebagai Tuan barunya dan akan pergi bersamamu. Jelas Huo Bin.
Aku mengerti maksud Guru sekarang. terus Apa yang harus Aku lakukan. Tanya Liong Dan bersemangat.
Malam Ini kamu harus melakukan penyerapan Pil Pemulihan tenaga dalam. Kamu ambilkan Dua buah Pil yang kamu dapat dari Kediaman Kang Yi dalam cincin ruangmu. Bila kamu berhasil menyerap habis dari kedua Pil itu, baru kita ke sana. Jelas Huo Bin.
Liong Dan mengangguk pelan. Lalu mengeluarkan dua Buah Pil Berwarna Kehijauan dan menelannya serta bersiap dengan duduk bersila.
Selama semalam Liong Dan bermeditasi. Setelah Berhasil menyerap kedua Pil itu, Liong Dan merasakan Tingkat kedua energi murninya meningkat.
Liong Dan pun bangkit berdiri sambil melihat badannya yang sedikit mengalami perubahan.
Dan er bersiaplah sekarang. Sebentar lagi matahari mau terbit. Lihatlah Ke Arah sana, Itulah ibu kota Kerajaan Tang.
Setelah melihat pemandangan kota dari atas gunung itu. Kini Liong Dan pergi menuju Lembah yang dimaksud oleh Gurunya bersama Mou.
Bebera jam kemudian Liong Dan dan Mou sudah sampai. Liong Dan turun dari atas punggung Mou dan berjalan masuk kedalam Lembah diikuti oleh Mo.
Beberapa meter melangkah Liong Dan merasakan Aura pembunuh yang sangat besar mengarah kepadanya. Liong Dan terhenti sebentar.
Tuan, Seprtinya Aura ini saya pernah merasakannya..Berkata Mou..
Apa saudara Mou pernah bertemu dengan pemilik dari Aura ini? Tanya Liong Dan.
Saya pernah bertemu dengannya berapa puluh tahun yang lalu. Berkata Mou menyakinkan Liong Dan. Lalu mou menjelaskannya.
Liong Dan sedikit senang setelah mendengar perkataan Mou. Namun Liong tetap berwaspada Bila Naga Putih itu sudah tak mengenal Mou lagi.
Dan er. Berhati hatilah Naga itu sedang menuju kesini. Dia sudah mengetahui keberadaan kita. Ucap Huo Bin.
Beberapa menit kemudian Naga putih itu muncul dihapan Mou dan Liong Dan.
hahhaahahhaahaaaa...
Selamat datang kembali saudara Mou. Sudah lama kita tidak berjumpa. berkata Naga putih itu sambil tertawa lantang dan mengeluarkan sedikit api berwarna biru dari dalam mulutnya.
Salam juga saudara Guo. Maaf bila kehadiranku membuatmu terganggu. Balas Mou sambil menunduk kepalanya.
Saudara Mou. Siapa Anak muda yang bersamamu itu. Tanya Guo sinis.
Dia Tuanku Saudara Guo namanya Liong Dan. balas Mou.
Apa? Anak kecil ini menjadi TuanMu? Kemana Tuanmu sebelumnya. Katamu dulu bahwa Tuanmu adalah murid dari Tuanku. Kemana dia sekarang. Dan apa hebatnya Anak muda ini..Berkata Guo si Naga Putih.
Sebelum Mou menjawab. Keluarlah Huo Bin dari dalam alam bawah sadar Liong Dan.
__ADS_1
Salam Senior Guo. Maaf bila kami datang mengganggu ketenangan Senior Guo. Berkata Huo Bin sambil berlutut memberi hormat.
Apa maksud kalian datang Kemari Junior Huo dan dimana Junior Lin Dan. Tanya Guo.
Maaf senior Guo. Sebenarnya kami menuju ibu kota. Namun saya teringat dengan Perkataan Mou atas keberadaan Guru. Sementara saudara Lin Dan sudah mewariskan Ilmunya kepada Muridku ini. Berkata Huo Bin.
Saya menjadi Penasaran dengan Anak Muda itu. Bila kalian sudah memberinya ilmu kalian kepadanya. Apakah saya bisa mengujinya?. Ucap Guo.
Silahkan Senior Gua. berkata Huo Bin dan menyuruh Liong Dan menerima tantangan Seniornya itu.
Liong Dan pun maju dan bersiap. Sementara Huo Bin dan Mou segera menjauh.
Hei Anak muda. Kerahkan Semua Ilmu yang sudah kau dapat. Bila kamu berhasil membuatku Menyerah. Maka saya akan menghadiahkan sesuatu kepadamu dan saya akan mengangkatmu sebagai Tuan baruku..Ucap Guo.
Saya terima tantangan itu. Berkata Liong Dan sambil merapalkan jurus Saktinya dan mulai menyerang.
Jurus tapak Naga merah sudah dikerahkan oleh Liong Dan. Namun Jurus sakti yang Liong Dan kerahkan tak berhasil membuat Naga putih itu terluka.
Apa cuma segitu kemampuanmu anak Muda? Ejek Guo dan menyerang Liong Dan.
Liong Dan terkejut melihat serangan Guo yang sangat cepat itu. Namun Liong Dan dapat menghindarnya..
Serangan demi serangan telah mereka kerahkan. Liong Dan nampak kewalahan menangkis dan menghinar dari setiap jurus yang Guo lancarkan.
Kini Liong Dan melompat mundur setelah mendapat celah menghantam perut Guo.
Lumayan juga bakat anak itu. Guman Guo dalam Hati.
Liong Dan mengeluarkan Pedang Naga Birunya dan segera mengerahkan Tenaga dalamnya kedalam pedang Naga Biru. Dengan kekuatan Penuh Liong Dan bersiap menyerang dan merapal jurus Sakti Pedang Biru.
Jurus Api Biru Surgawi
Guo terkejut melihat pedang yang Liong Dan gunakan. Apa dia sudah menguasai penggabungan dari kedua kitab itu. Berkata Guo Dalam hati.
Disaat Guo masih ngelamun dengan pikirannya.
Liong Dan melesat dengan sangat cepat menebas pedangnya ke Arah Guo.
Dengan tenaga Dalam yang sangat besar itu. Membuat Guo terpental jauh.
Guo yang yang melihat gerakan cepat Liong Dan terkejut. Walaupun Guo berhasil menghindar tebasan Pedang Liong Dan, Namun efek tenaga Dalam yang Liong Dan kerahkan membuatnya terpental dan terbentur di sebuah Pohon besar.
Huo Bin dan Mou pun terkejut. luar Biasa. Apa di berhasil mengalahkan senior Guo. Tanya Huo Bin dalam hati.
Anak Muda. Saya mengaku kalah denganmu dan saya menyerah. Sesuai dengan perjanjianku maka saya akan mengantarmu kesebuah tempat dan saya akan mengangkatmu sebagai tuan baruku. Berkata Guo sambil menahan sakit yang dia rasakan.
Terima Kasih Senior Guo. Balas Liong Dan.
Huo Bin dan Mou melesat menuju Liong Dan dan Guo. Selamat Dan er. ucap Huo Bin.
Liong Dan tersenyum.
Guo pun mengantarkan ke tiganya menuju tempat pertapan Tuannya yaitu guru dari Huo Bin.
Guru dari Huo bin sudah meninggal sejak beberapa Ratus tahun yang lalu. Namun guru dari Huo bin telah berpesan kepada Guo agar selalu menjaga tempat pertapaannya sampai ada Orang yang berhasil masuk ke tempat pertapaannya.
Sudah beberapa ribu pendekar yang mati di Lembah itu setelah melakukan perkelahian dengan Guo si Naga Putih.
Beberapa menit kemudian Liong Dan dan Huo Bin serta Mou sudah sampai di tempat tinggal Guo.
Gua yang sangat besar dan bersih. Liong Dan melihat ke sebuah tempat dekat Gua itu. Tempat Apa itu? Guman Liong Dan dalam Hati.
Ayo kita masuk. Ajak Guo.
Huo Bin dan Liong Dan segera masuk kedalam Gua. Sementara Mou memilih tinggal di luar Gua.
Sesampainya di dalam Gua. Liong Dan terkejut. Melihat ruang dalam Gua itu sangat Luas. Terdapat Beberapa ruangan yang masih tertutup oleh Batu yang besar.
Inilah tempat tinggal Tuanku sampai beliau meninggal. Didalam Ruangan itu tersimpan banyak harta. Sementara di Ruang yang satu itu tempat pemakaman Tuanku dan dalam tempat itulah hadian yang saya maksud. Jelas Guo kepada Huo Bin dan Liong Dan.
Bolehkah saya masuk melihat Kuburan Guru senior Guo? ucap Huo Bin.
__ADS_1
Silahkan pendekar Huo. Balas Guo mempersilahkan Huo Bin.
Setelah Huo Bin masuk kedalam ruangan tempat kuburnya dari gurunya. Guo mengajak Liong Dan Melihat semua isi ruangan yang masih ditutup rapat itu.