
Ke esokan harinya Liong Dan Bangun Dari tidurnya.
Liong Dan dengan segera menyiapkan sarapan paginya yang telah disiapkan oleh kakeknya Lin Dan sebelumnya.
Setelah selesai dari sarapannya, Liong Dan tak lupa mengkonsumsi Jamur serta Pil obat lalu Liong Dan bermeditasi sebentar...
Semua persiapan sudah selesai Liong Dan lakukan. Saatnya mulai berlatih. gumannya.
Nampak wajah tampannya Lion Dan dengan Tubuh yang kekar berseri seri. Dari raut wajahnya terlihat akan kebahagiannya sendiri....
Berkat kasih sayang sang Kakek Lin Dan, sehingga Liong Dan tak repot lagi untuk berburu binatang buat untuk meningkat Daya tahan tubuh dan memperkuat tulangnya...karna kakek Lin Dan telah menyiapkan semuanya...
Hari demi Hari Liong Dan berlatih...
tanpak dari pendiriannya yang tak pernah Lelah....
••••••••
Hampir telah Tiba saatnya Liong Dan menyelesaikan Latihannya..
Dari mulai kitab tehnik tenaga dalam, memancarkan Aura Naga emas, tehnik memperkuat Tulang Serta Jurus dalam Kitab Tapak Naga Merah dan tehnik langkah meringankan tubuh hampir mulai menyempurnakannya....
Ledakan demi ledakan, Efek dari Latihannya sehingga membuat semua apa yang berada dekat dengannya hancur berkeping dan membuat kubangan tanah dimana²...Jurus yang sangat luar Biasa....batin Liong Dan
Berkat dari Kebaikan kakek Lin Dan yang memberinya dua Inti Api Dan Es. Sekarang Liong Dan telah Menguasai cara mengolah inti Api Dan Es....
Setiap gerakan selalu memaparkan kobaran api yang Luar Biasa.... serta mengeluarkan serpihan serpihan Es yang Sangat Tajam....
Efek Dari latihannya selama ini nampak mulai terlihat pelindung Berbentuk Emas di sekitar tubuhnya.....
Liong Dan terkagum Kagum atas hasil dari Latihannya...Dalam batinya pasti dirinyalah sang Naga Pembasmi penerus julukan Kakeknya Lin Dan.....
******
Sementara Di Gua dimana kakek Lin Dan tinggal, Lin Dan hanya duduk termenung seorang diri,
Dalam benaknya berpikir, Saatnya kakek Pergi seterusnya cucuku...
Kakek sudah mempersiapkan semua pembekalanMu....batin Lin Dan...
__ADS_1
Lindan segera membuka ruang pribadinya yang dimana Tempat Jasadnya berada..
Sesampainya di ruang itu Lin Dannmengambil kuas penulis dengan sebuah batu alam hitam lalu menulisnya suatu pesan di batu itu dengan tinta emas......
" Cucuku Liong Dan, Kakek merasa bangga setelah mendapatkanMu sebagai cucu serta Muridku yang pertama. Terimasih karna engkau telah baik dengan Kakek. Ingatlah semua pesan kakek. Jadilah seorang Pendekar yang Baik Hati. Sekarang UmurMu memasuki 6 Tahun, perjalananMu Masih Panjang.....
Maafkan kakek. Karna tidak melihat hasil kerja keras LatihanMu. Tapi kakek tau dan bangga atas perjuanganMu. Jadilah Sang Naga Pembasmi selanjutnya....
Semua pembekalan kakek sudah siapkan, kamu tidak usah lagi memburu siluman atau binatang buas untuk mencari Inti buat peningkatan latihanMu... didalam cincin yang kakek berikan kepadamu kakek sudah siapkan ribuan inti binatang serta ribuan tumbuhan Obat yang berumur ratusan tahun.Didalam cincin itu terdapat sebuah Gua untuk kamu pergunakan LatihanMu Nanti. Gunakanlah sebaik mungkin untuk keperluanMu.....
Setelah engkau selesai LatihanMu. Ambilah Pedang di dalam ruangan PribadiKu. Guanakan Ilmu membuka segel, Mantranya kakek ada tulis di sebelah pedang itu dan buatlah kontrak darah dengan pedang agar Naga yang tertidur disamping pedang itu menjadi temanMu....
Bila semua sudah kamu lakukan bawalah Naga itu bersamaMu. Mintalah petunjuk sama Naga itu bila kamu mengalami kesulitan. Naga itu akan membantuMu....
Yang terakhir pesan Kakek. Kuburkan Jasad kakek di tempat tinggalMu nanti. Dan Bukalah sebuah Perguruana di desa Miskin. Karna engkau berasal dari Desa Miskin dekat dengan Desa Pondok Bambu di sebelah Gunung ini....
Buatlah sebuah mantra agar kamu dapat mengetahui DesaMu. Karna kakek telah segel Desa itu supaya orang tidak mengetahuinya....Jangan Lupa selalu berdoa di perkuburan dekat bukit desaMu karna perkuburan itu adalah masyarakat Desa Miskin...
Maafkan kakek ini karna tidak mengenal jasad dari kedua Orang TuaMu...
Ambilah cincin di jari jasadKu...Dalam cincin itu terkumpul banyak harta... gunakan harta itu sebaik²nya, bantulah orang yang mengalami kesusahan....
jangan menangis cucuKu......
Lin Dan....
******
setahun telah berlalu sekarang umur Liong Dan 6 Tahun...
akhirnya Liong Dan telah menyelesaikan Jurusnya... Berkat jerih payah serta kesungguhannya dalam berlatih. Sehingga Liong Dan telah menyempurnakan semua jurus yang sangat Dahsyat itu....
Kegirangan terpapar diwajahnya yang tampan. Kegagahannya sungguh Luar biasa...
Kulitnya putih bersih, Otot ototnya terlihat berbentuk, Perutnya terlihat seperti sususan roti yang kuat, dengan pelindung emas yang menempel di bagian tubuhnya sebatas Leher..
saatnya Liong Dan menghadap kakeknya...
.......
__ADS_1
Samapilah Liong Dan di Gua kakeknya. Liong Dan memanggil kakeknya. Namun tidak ada jawaban.... Liong Dan memanggil terus namun tidak suara yang terdenggar dari Kakeknya....
Ia duduk termenung seorang diri...
sambil bertanya² didalam hatinya...Kemana sebenarnya Kakek...
Hari ini harusnya Kakek Lin Dan menungguku dan menyapaku setelah latihan panjang selama Setahun ini...Batin Liong Dan...
Dari lamunannya itu, Terlihat sebuah tulisan yang bercahaya...
Liong Dan Bangkit dari duduknya berharap ada sesuatu petunjuk dari tulisan itu mengenai keberadaan kakeknya.....
Liong Dan mengangkat Batu bertulis itu dan segera ambil posisi duduk dan membacanya....
liong Dan mengeja kata demi kata, Tak lama dari membacanya, Liong mengucur deras Air matanya yang tidak terbendung .....
Namun ia sadar dengan pesannya kakek, di akhir dari tulisan kakeknya, janganlah menangis....
Liong Dan pun terdiam dan Membisu...
Liong Dan merasa kehilangan yang sangat Luar biasa. Namun hatinya tetap berkata Aku harus tetap bersabar. Aka harus menjadi kuat, Biar kakekku Bangga atas apa yang nanti aku lakukan.....
Selama seharian Liong Dan hanya meratapi Nasibnya yang seorang diri. Ia mengayunkan beberapa kali Kakinya didepan Mulut Gua...
Hingga malam pun tiba. Rasa haus dan lapar Ia tidak Peduli. Walau sebelum kakeknya pergi dari Gua itu, telah menyiapkan semua makanan untuk cucunya itu....
Dari Lamunannya itu ia kembali tersadar atas pesannya kakek tadi dalam tulisan itu.
Lion Dan mencoba bangkit dan mencari dimana letak Ruang Pribadi Kakek....
Berjam jam Liong Dan mencarinya. Akhirnya tiba juga di depan pintu itu...
Namun sebelum ia membukanya Liong Dan Nampak bingung. Karna semenjak Ia masih di Gua itu dulu Banyak sekali barang didalam Gua. Namun sekarang tak Satu pun barang yang tersisa, hilang begitu saja...
Dalam benak Liong Dan, apakah Kakek sudah membawanya semua????
Liong Dan selalu bingung dengan apa yang dia lihat....
Namun Liong Dan tidak menghiraukan itu semua. Lalu Liong Dan mencoba membuka pintu rahasia milik kakeknya......
__ADS_1