
Setelah keluar dari pintu istana Liong Dan mulai berjalan santai mengikuti warga kota yang hendak berbelanja atau sekedar berjalan jalan dalam kota.
Sejauh Liong Dan berjalan, Ia melihat sebuah toko yang sangat besar. Di depan pintu toko tertulis menjual berbagai jenis pakaian baik untuk para pendekar maupun berbagai perlengkapan khusus para prajurit.
Liong Dan masuk kedalam toko.
Seorang pelayan toko menyapanya. Salam Tuan Muda, Ada yang bisa kami bantu? Kata pelayan paruh baya.
"Terima kasih paman, Saya sekedar melihat lihat saja. Balas Liong Dan sambil melihat barang pajangan yang ada dalam toko itu."
"Silahkan Tuan. Ucap pelayan paruh baya itu sambil mengikuti Langkah Liong Dan."
"Paman Apa di toko ini ada menjual jubah khusus para pendekar? Ucap Liong Dan."
"Kami menyediakan berbagai jenis Jubah khusus para pendekar serta perlengkapan khusus Prajurit kerajaan atau Prajurit Duke Tuan Muda. Jelas Pelayan itu."
"Baik paman tolong tunjukan saya tempat penyimpanan Pakaian khusus Prajurit. ucap Liong Dan."
"Tunggu sebentar Tuan muda, Saya akan panggil pemilik tokonya dulu. Balas pelayaan itu dan melangkah pergi."
Beberapa menit kemudian Seorang Pria tua beserta istrinya datang menghampiri Liong Dan.
"Salam Tuan Muda, Ada yang bisa kami bantu? Sapa Pria tua pemilik toko itu ramah.
Istri dari pria itu menatap sinis Liong Dan."
"Maaf Tuan, Saya ingin melihat tempat penyimpanan perlengkapan untuk para prajurit. Berkata Liong Dan."
"Mari tuan Muda ikutlah denganku. Balas pria Tua itu dan pergi menuju sebuah gudang di belakang toko itu."
"Gudang yang dimaksud adalah tempat semua barang disimpan. Gudang itu sangat Luas didalamnya.
Setelah Pria Tua itu membuka Pintu gudang. Ia mengajak Liong Dan masuk kedalam Gudang.
Liong Dan terkejut melihat isi gudang itu yang penuh dengan berbagai jenis pakaian. Zirah, Tameng, tombak dan pedang serta Busur semua terkumpul rapi di masing tempat.
"Tuan berapa jumlah dari semua barang ini. Tanya Liong Dan sambil menunjuk barang yang dimaksud."
"Masing masing barang masih tersedia cukup banyak. Dari masing masing barang yang tuan maksud, Kami menyediakan Ratusan ribu dari setiap barang. jelas Pria tua pemilik toko."
__ADS_1
Dengan kekayaan yang dimiliki Liong Dan, Dia bisa saja membeli sekaligus dengan tokonya. Namun Liong Dan hanya membeli beberapa barang yang dibutuhkan.
Tuan saya akan membeli Baju Zirah, Tameng, tombak serta busur sekalian Anak busurnya. Siapkan 200 ribu dari setiap barang yang saya maksud. Berkata Liong Dan.
Pria Tua pemilik toko itu tersentak kaget. Ia menatap tajam Liong Dan sambil menganggukan kepalanya.
Apa Tuan muda yakin ingin membeli sebanyak itu? Ucap pria Tua itu seakan tak percaya dengan Ucapan Liong Dan.
Saya akan membelinya Tuan. Balas Liong Dan dengan tersenyum.
Baiklah Tuan Muda, Saya akan mengumpulkan semua barang itu. Mohon Tuan Muda menunggu. Ucap pria Tua itu dan mengajak Liong Dan tunggu di Ruang kerjanya.
Ratusan Pelayan toko dikerahkan untuk mengumpul semua barang yang diperlukan.
Apa masih ada yang Lain tuan Muda? Ucap pemilik toko.
Saya masih ingin membeli banyak pakaian untuk para pendekar. Tapi saya mencari yang bermotif Naga. Ucap Liong Dan.
Kami menyediakannya Tuan muda. Kebetulan digudang masih ada persediaannya. Balas pemilik toko itu.
Ini contohnya Tuan Muda. Lanjut.
Liong Dan merasa apa yang diinginkannya sangat cocok dengan contoh yang ditunjukan oleh pria Tua itu.
Pria Tua itu semakin terkejut. Sekaya apa Tuan muda ini. Gumannya dalam hati.
Baik Tuan muda saya akan menyediakannya.
Sambil menunggu barang yang dipesannya. Liong Dan berkata : Tuan, Saya mendengar kabar kalau para pendekar dari Negeri ini sedang menuju Kekaisaran Wei.
Betul Tuan muda, Ribuan pendekar itu, Gabungan dari tiga sekte terbesar di negri ini. Mereka dari Aliran Hitam.
Yang saya tau, Patriak Agungnya tidak ikut dalam rombongan itu. Ucap Pria Tua itu.
Siapa yang dimaksud Tuan seorang Patriak Agung itu? Tanya Liong Dan berpura pura tidak mengetahuinya.
Dia dikenal dengan Pendekar Tapak Iblis. Semua di Negeri ini takut dengannya. Para muridnya sering membuat kekacauan. Ucap pria Tua itu.
Apa tak ada orang yang bisa mengalahkannya? Tanya Liong Dan.
__ADS_1
Dulu ada tiga pendekar. Satu Pendekar perempuan dan dua pendekar laki laki. Setelah mereka berhasil meringkus ketiga pendekar itu dan di penjarakan disebuah tempat. Perkembangan Sekte mereka semakin berkembang. Sejak perkelahian antara ketiga pendekar itu dengan pendekar Tapak iblis. Pendekar Tapak Iblis mengalami Luka dalam serius. Sudah Lama pendekar Tapak iblis tidak muncul di dunia persilatan. Namun beberapa minggu belakangan ini, saya mendengar Pemdekar Tapak iblis sudah kembali setelah Latiahan tertutupnya beberapa tahun ini. Kami yang ada di Negeri ini semakin takut dengan kembalinya Pendekar itu. Kami hanya berharap seseorang akan membunuhnya. Jelas Pria Tua itu.
Bagaimana bila ada seorang yang berhasil membunuh pendekar Tapak Iblis itu? berkata Liong Dan.
Pria Tua itu mengernyitkan dahinya.
Saya hanya berharap kepada ketiga Pendekar yang mereka tangkap itu berhasil kabur. Dan segera membunuh pendekar tapak iblis itu. Ucap pria tua itu dengan menghela napas pelan.
Dan er, Pria Tua yang dihadapanmu itu berada di tahap pendekar Surgawi Akhir. Ajaklah dia untuk mencari tahu keberadaan Pendekar Tapak iblis itu. Ucap Huo Bin.
Baik guru. Balas Liog Dan.
Tuan, Apakah tuan menginginkan kematian pendekar Tapak iblis itu? Tanya Liong Dan.
Saya berharap demikian tuan muda. Balas Pria Tua itu.
Maaf Tuan kalau saya lancang mengatakannya. Saya melihat tahap pendekar Tuan akan mencapai puncak pendekar. Apa saya boleh mengajak Tuan untuk pergi ke markas mereka? Berkata Liong Dan.
Pria Tua itu terkejut.
Bagaimana anak ini bisa tau tahap pendekar ku. Apakah dengan tahap Buminya bisa masuk ke sekte besar itu? berkata Pria Tua dalam hati.
Apa yang kamu inginkan anak Tuan Muda. Saya tidak yakin bila kita berdua pergi ke markas mereka. Berkata pria Tua itu sinis.
Kalau Tuan tidak mau bergabung denganku. Bolehkah Tuan memberi saya alamat sekte mereka? Ucap Liong Dan.
Siapa sebenarnya Tuan Muda ini? tanya Pria itu.
Saya Liong Dan dari Negeri Wei tepatnya dari kota Naga Langit. Mengenai Tiga pendekar yang Tuan sebutkan tadi. Saya yang membantu meloloskan mereka dari tahanan Sekte Angin Hitam dan sekarang mereka berada di kota Argian. Ucap Liong Dan.
Apa? tuan muda yang meloloskan mereka? Ucap pria Tua itu seakan tidak mempercayainya.
Tuan Muda, Bila Tuan muda berhasil membunuh pendekar tapak iblis. Saya akan memberi Tuan muda diskon 30 persen dari barang yang tuan Muda beli. Ucap pria itu.
Baiklah Tuan. Sebentar malam saya akan kemarkas mereka. Balas Liong Dan.
Kalau Tuan muda ingin kesana, saya akan ikut. Ucap pria Tua.
Tuan, Kalau tuan mau ikut bertarung dengan mereka. Tolong siapkan 10 pendekar yang ahli dalam memanah. Bila saya sudah masuk dan mengalihkan perhatian mereka kepada saya. Maka pendekar pemanah segera menembak para murid dari sekte itu. Jelas Liong Dan.
__ADS_1
Baik Tuan muda. Saya akan menyiapkannya. Dan saya mengajak tuan Muda untuk bermalam di sini malam ini. Ucap pria Tua itu.
Terima kasih Tuan. Balas Liong Dan.