TAKDIR SEORANG BOCAH

TAKDIR SEORANG BOCAH
Liong Dan Berkelana


__ADS_3

Matahari telah menunjukan Mukanya di Atas Lereng Gunung Kegelapan. Aktifitas Murid Sekte sedang berjalan seperti biasa. Liong Dan pun ikut mengawasi Aktifitas Murid Murid.


Para Pelayan Dapur juga sibuk dengan persiapan Sarapan pagi...


Para Tetua Sekte sedang menggerak gerakan Badan mereka di Halaman sekte bersama para murid untuk mencari udara segar..


Kaisar Ling Shian, Permaisuri, Pangeran Chian dan Putri Ling Lin sedang duduk Di kursi depan kediaman Liong Dan sambil mengamati Aktifitas Para tetua bersama Murid mereka.


Liong Dan menghampiri mereka dan Menyapa..Selamat Pagi yang Mulia, Sapa Liong Dan Sambil membungkukkan Badan memberi Hormat dan duduk di salah satu Kursi..


Selamat Pagi Juga Duke Muda Liong. Balas Mereka Ramah..


Duke Muda, Halaman Sektemu sangat Luas, Bangunan bangunan juga Sangat megah. Saya terkagum denganmu Duke Muda Liong. Berkata Kaisar


Terima kasih pujian yang Mulia. Balas Liong Dan dengan Tersenyum.


Kaisar pun bertanya:


"Bagaimana dengan perkembangan pembangunan kota baru Duke Muda."


Untuk sementara sedang berjalan yang Mulia. Hamba serahkan pengawasan pembagunan kepada Tetua Wang..Balas Liong Dan.


" Apa Rencana Duke Muda, Setelah selesai membangun?.. Dan dimana letak Ibu Kotanya. Apakah Sekte ini ikut pindah di ibukota baru? tanya Kaisar"


Tidak Yang Mulia, Sekte tetap berada disini. Hamba merencanakan Ibu kota dari Kota Naga Langit adalah Desa Miskin yang Mulia. Dan Nama ibu kotanya Lembah Miskin. Berkata Liong Dan.


" Bagaimana dengan penduduk Desa miskin. Apabila Di desa miskin dirikan bangunan tempat Pusat kota??.. tanya kaisar..


Hamba Akan Memindahkan semua penduduk Desa miskin dan sebagian penduduk Desa Pondok Bambu yang Mulia..Hamba merencanakan Desa miskin menjadi tempat kediaman hamba. Sedangkan di Desa Pondok Bambu Hamba Akan dirikan Paviliun terbesar untuk Menggabungkan Semua pendekar dari Aliran Putih..Dan akan membuat Pasar yang sangat besar juga disebelah desa Pondok Bambu, Serta bangun bangunan toko yang dapat disewa oleh para pedagang serta restoran dan penginapan. Jelas Liong Dan.


Kaisar menyernyitkan dahinya..Apa Duke muda sudah menyiapkan semuanya? dan Apa harapan Duke Muda kedepannya..


Hamba telah menyiapkan semua ini sebelumnya yang Mulia. Hamba berharap bisa mengumpulkan banyak pendekar dan membuka banyak cabang Sekte di setiap Kota serta menjadikan Kota Naga Langit menjadi kota damai. Ucap Liong Dan..


Usaha yang Bagus Duke Muda. Semoga Impianmu berhasil. Kata Kaisar


Terima kasih Doanya yang mulia.. Balas Liong Dan..


Ayah, Kalau kota Langit sudah dibangun. Saya ingin Toko Obatku pindah di kota Langit. Potong Ling Lin sambik tersenyum.


Adik Lin, Jangan kamu selalu merepotkan Guru. Ucap Pangeran Chian.


Benar yang disampaikan Oleh kakakmu Putri Lin..Ucap Kaisar..


Tidak apa apa Yang Mulia. Saya Akan mengusahakannya..Balas Liong Dan


Ling Lin Pun terkekeh senang..

__ADS_1


***


Salam yang Mulia Pangeran dan Ketua Agung.


Kaisar dan Permaisuri tidak ada di ruang tahanan..Lapor Seorang Penjaga malam sambil berlutut dan menunduk memberi Hormat.


Pangeran Ling Sath dan Ketua Agung Ghuandi terkejut dan sontak berdiri, sambil berkata." Siapa yang berani masuk kedalam ruangan rahasia itu..Ucap Ling Sath dengan nada tinggi..


Hamba tidak tau yang Mulia Pangeran.


Plak..


Ketua Agung Ghuan Dhi menampar keras Penjaga itu hingga terbentur dinding dan Tewas seketika..


Kumpulkan semua prajurit yang berjaga malam di halaman. Berkata Ghuan Dhi Geram kepada prajurit yang Lain.


Baik ketua Agung..Balas seorang prajuri dengan membungkukkan badan dan melangkah Pergi..


Ketua Ghuan Mari kita periksa Ruang tahanan Ayahanda..Berkata Ling Sath sambil melangkah pergi...


Selang beberapa Menit kemudian Pangeran Ling Sath dan Ketua Agung Ghuan Dhi tiba diruang Penyimpanan Harta...


Pangeran Ling Sath terkejut dan mematung. Melihat seisi ruangan Lenyap.


Ghuan Dhi pun demikian. Ini bukan pendekar sembarangan. Berkata Ghuan dhi dalam hati sambil melihat rak rak penyimpanan yang kosong...


Ini Sungguh keterlaluan. Ucap Pangeran Ling Sath sambil membanting semua isi ruangan dengan sangat Marah...


Ghuan Dhi pun segera memriksanya..Dan melihatnya tidak ada orang dalam ruangan itu dan segera kembali...


Sementara Pangeran Ling Sath diam mematung dan duduk dilantai.. Pikirannya sangat kacau. Ling Sath memikirkan ribuan Anggota Dari Aliran Hitam. Bagaimana saya harus membiayai mereka, bila semua hartaku hilang..Guman ling Sath dalam Hati


Kosong Pangeran. Tak Ada orang didalam Ruangan.. Ucap ketua Ghuan Dhi.


Ling Sath masih diam tak menjawab perkataan Ghuan Dhi..


Pangeran kita Harus bagaimana sekarang..Berkata Ghuan dhi..


Ketua rahasiankan dulu tentang isi ruangan ini.


Dan tolong sampaikan kepada Duke Duke Kota Anchui dan Heiran untuk segera membantu kita. Dan suruh semua Prajurid mencari Ayahanda dan ibunda kesuluruh kota dan desa Desa serta dihutan hutan. Printah Ling Sath sambil menunduk Lesu.


Baik Pangeran. Saya akan kerahkan semua murid...Balas Ghuan dhi dan melangkah pergi..


Di Luar Halaman istana telah terkumpul ratusan pendekar penjaga malam..


Tanpa banyak Kata, Ghuan Dhi melesat dengan cepat dan memotong semua leher para prajurit itu dalam satu gerakan..

__ADS_1


Ratusan prajurit itu pun tewas semuanya.


Melihat kejadian itu para pendekar yang Lain menjadi gemetar ketakutan tanpa berani melihat Ghuan dhi ketua Agung mereka..


Kumpulkan semua prajurit. Lakukan penyisiran disetiap sudut kota dan desa serta hutan. Perintah Ghuan Dhi dengan mengerahkan tenaga Dalamnya.


Dan kirim beberapa orang untuk memata matai di kota Dhousan. Lakukan sekarang. Lanjutnya dengan Nada tinggi dan penuh emosi..


Baik ketua Agung..Balas Ribuan pendekar sambil melangkah pergi..


Wakil ketua, Tolong sampaikan Pesan kepada semua Duke di kota Anchui dan Hernian segera...Printah Ghuan dhi setelah menjelaskan maksudnya kepada Wakil Tetuanya..


Saip ketua..Balas wakil itu..


Ghuan Dhi kembali masuk dalam ruangan kerja Pangeran Ling Sath.


Tetua Ghuan. Saya mencurigai ada seorang penjabat istana yang bekerjasama dengan Ayahanda. Sehingga Ayahanda bisa Loloa dari ruangan itu..Berkata Ling Sath.


Saya juga belum tau pasti Pangeran. Yang Jelas ini kelakuan oleh seorang pendekar kelas tinggi..Balas Ghuan Dhi..


Ketua, Mohon Bantuan ketua untuk selalu mengumpulkan informasi tentang Ayahanda dan ibunda..serta cari tau tentang siapa yang berani melakukan ini semua..Printah Ling sath..


Ghuan Dhi menggeleng gelengkan kepala..


***


Pangeran Chian, Saya ingin berbicara empat mata dengan Pangeran. Berkata Liong Dan..


Guru mau Bicara apa kepadaku.. Balas Ling Chian.


Saya mau bicara sesuatu, Namun ini Rahasia. Berkata Liong Dan sambil mengajak Ling Chian Pergi ketempat yang Sunyi...


Begini Pangeran Chian. Beberapa Bulan kedepan saya ingin berpergian. Saya mohon Bantuan Pangeran..Pinta Liong Dan


Bantuan Apa yang Guru inginkan dariku. Balas Ling Chian sambil menatap Liong Dan.


Saya ingin Pangeran Chian yang mengatasi dan memimpin Kota Langit selama saya pergi. Semua berkas saya sudah siapkan. Dan terimalah Lencana ini..Berkata Liong Dan sambil memberi Lencana Sebagai Duke kepada Ling Chian..


Guru, Apa maksud dari semua ini..Berkata Ling Chian


Setelah saya kembali, Pangeran akan tahu. Dan tolong Jaga putri Ling Lin dengan Baik..


Serta bila Duke Han Dan dan Tetua sampai. Tingkatkan penjagaan kota. Molang dan Chung saya titipkan kepada Pangeran..Sampaikan kepada kepada yang Mulia Kaisar, tinggalah Di sekte untuk sementara waktu. Jangan sampai ada yang tahu bila yang Mulia Kaisar Ada disini. ucap Liong Dan..


Baik Guru..Saya akan siap membantu Guru dan tolong Guru cepat kembali..Balas Ling Chian.


Terima Kasih Pangeran. Gunakan Harta dibawah ruangan bila perlu. Dan Sampaikan kepada yang Mulia Agar berlatih diruang bawah tanah..Jelas Liong Dan..

__ADS_1


Akan Aku sampaikan Guru..Balas Ling Chian..


Liong Dan pun melangkah pergi tanpa pamit kepada siapa pun selain pangeran Chian...


__ADS_2