TAKDIR SEORANG BOCAH

TAKDIR SEORANG BOCAH
Kemarahan Liong Dan


__ADS_3

Pertarungan dari kedua kubu masih berlanjut.


Serangan dari tiga arah membuat ribuan pendekar dari aliran hitam kewalahan.


Para Tetua Sekte dari Aliran Hitam terkejut setelah melihat jelas ketiga Pendekar yang telah mereka tahan beberapa tahun lalu menyerang mereka.


Sesaat kemudian Pertarungan sengit itu terhenti. Semua mata tertuju ke arah langit melihat Seekor Naga putih sedang melayang layang di Udara dengan Seorang pemuda bertopeng.


Siapa pemuda itu. Kata mereka dalam hati.


Pasukan kerajaan dari Pangeran Bhou Zein pun ikut Panik dan ketakutan.


Jangan Takut Pangeran. Itu Tuan Liong. Ujar Mou yang melihat pangeran Bhou Zein dan putri Xin Yu gemetar ketakutan setelah merasakan Aura Pembunuh yang menyengatkan dari Liong Dan.


Pangeran Zein dan putri Xin Yu mengangguk pelan. Terkagum dengan kehebatan Liong Dan.


Selang beberapa menit kemudian Liong Dan berkata "Menyerahlah kalian, Bila kalian masih sayang dengan Nyawa kalian. Berkata Liong Dan Lalu melesat turun di antara ketiga Pendekar Senior."


Ketiga Pendekar yang masih terjaga itu menghunuskan pedang ke arah Liong Dan dan hendak menyerang.


Liong Dan segera menahan Serangan dari ketiga pendekar Senior itu dengan Ilmu Tapaknya. Lalu Liong Dan membuka topeng yang dipakainya itu.


Ketiga pendekar itu pun kaget bukan kepalang melihat perubahan Liong Dan.


Liong Dan yang sekarang Nampak sangat Tampan dan Gagah.


Maaf Senior, Saya terlambat. Berkata Liong Dan Singkat.


Ketiga pendekar itu tersenyum. Maafkan kelancangan kami Tuan Liong.


Liong Dan pun Maju ke hadapan Pendekar Aliran Hitam yang tersisa.


Apa kalian masih tak sayang Nyawa Kalian?


Siapa kau Anak kecil. Berkata Seorang Tetua sepuh sambil mengerahkan Aura pembunuhnya.


Saya Adalah Liong Dan Pendekar Naga Pembasmi. Dan perlu kalian tau, Patriak Kalian Pendekar Tapak Iblis sudah saya Lenyapkan bersama Markasnya. Berkata Liong Dan sinis dan mengerahkan Setengah Aura pembunuhnya.


Lancang Kamu Anak muda. Berkata Tetua itu geram. Dan menyuruh Pasukannya Menyerang.


Namun setelah Tetua tetua itu memerintahkan Pasukannya menyerang Liong Dan. Tak seorang Pun dari ribuan pasukannya yang Maju.


Tetua itu menghentikan Langkahnya dan menoleh kearah pasukannya. Ia terkejut melihat ribuan Pasukannya Jatuh berlutut ditanah. Tidak sanggup menekan Aura pembunuh yang Liong Dan kerahkan.


Sementara ketiga pendekar yang dibelakang Liong Dan Serta seluruh Tetua dan Ribuan prajurit terkejut mendengar Perkataan Liong Dan.


Pendekar Naga Pembasmi? Guman mereka Pelan.


Bagaimana Tua bangka, Apakah kau masih punya nyali? Ejek Liong Dan.


Merasa di ejek oleh Liong Dan Beberapa Tetua yang tersisa itu mulai menyerang Liong Dan.


Lancang sekali mulutmu Bocah Tengik. Berkata para tetua itu dan melancarkan Serangan.


Melihat Serangan Berdatangan Liong Dan merapalkan Jurus Naga Saktinya.


Jurus Auman Naga Sakti.


Liong Dan Mengaum dengan sangat keras. Dari mulutnya mengeluarkan Api dan Angin yang sangat kencang.


Puluhan Tetua yang Menyerangnya itu Tewas Seketika dengan Tubuh Gosong terkena Api yang Liong Dan hembuskan.


Semua Prajuritnya dan para Tetua serta Ketiga Pendekar dibelakangnya terpental beberapa Langkah. Merasakan Tenaga Dalam yang di kerahkan Oleh Liong Dan.


Besar sekali tenaga dalam Pemuda ini. Guman mereka Pelan.


Liong Dan menyuruh semua Tetuanya untuk mengikat semua murid dari Aliran hitam itu dan membawa mereka.


Setelah menyampaikan itu Liong Dan melesat tinggi dan menaiki punggung Naga putih lalu menghampiri Pasukan kerajaan.


Maaf Pangeran, Saya terlambat datang. Berkata Liong Sambil membungkukkan badan memberi hormat.

__ADS_1


Terima Kasih Tuan Liong. Kedatangan Tuan Liong sangat membantu kami. Balas Pangeran Bhou Zein.


Liong Dan tersenyum. Lalu mengajak Pangeran beserta para prajuritnya untuk memasuki kota.


Ribuan Prajurit yang masih hidup segera di ikat dan membawa masuk kehalaman.


Sementara para prajurit yang Lain mengumpulkan semua mayat untuk di kuburkan.


Buka Jalan. Teriak Liong Dan dari atas Langit bersama Pangeran Bhou Zein dan putri Xin Yu.


Setelah diberi jalan, Prajurit berkuda dari Negeri Tang memasuki Wilayah Liong Dan.


Liong Dan serta pangeran Bhou Zein dan Putri Xin Yu melesat pelan dihalaman besar itu.


Senior Cang, Tolong sampaikan kepada semua tetua untuk berkumpul. Printah Liong Dan.


Liong Dan mengajak Pangeran Zein dan Putri Xin Yu ketempat Bai Can dan Wang Yu serta ketiga Pendekar senior berada.


Melihat Pangeran bhou Zein datang, Ketiga pendekar itu menjadi geram.


Tuan Liong untuk Apa kau membawanya bersamamu?.Ucap Lung Zie.


Sebelumnya ketiga pendekar itu belum tau kalau Liong Dan telah berhasil membujuk Kaisar Bhou Xhian untuk menyerahkan hak kota Argian ke Negri Wei.


Salam hormat yang Mulia pangeran dan Tuan putri. Ucap Duke Wang Yu dan Duke Bai Can sambil berlutut memberi hormat.


Senior, Pangeran dan Tuan Putri ini adalah tamu kehormatan ku. Mohon kalian menghargainya. Lalu Liong Dan menjelaskan semua tentang kedatangan Pangeran BHou Zein dan Putri Xin Yu beserta Prajuritnya.


Ketiga Senior itu Mengerti setelah Liong Dan memaparkan Apa yang yang sedang terjadi.


Lalu mereka berlutut memberi Hormat.


Pangeran dan Putri membalas dengan tersenyum ramah.


Beberapa jam kemudian, Para tetua sudah berdatang di ikuti oleh Cang Je dan ketiga Patriak dari sekte Macan Putih, Sekte Pedang Bayangan dan Sekte Tapak Angin.


Selang beberapa menit kemudian Yan Xiun Patriak Sekte Pedang Bayangan berdiri dari tempat Duduknya. Menatap tajam ke Arah pangeran Bhou Zein dan mengerahkan Aura Pembunuhnya dan berkata: Untuk apa kau datang kemari?.


Saya tidak membiarkannya hidup setelah Ayahnya menghancurkan Sekteku serta murid muridku. Ucap Patriak itu dengan penuh emosi lalu menyerang Pangeran Bhou Zein.


Semua orang yang berada ditempat itu terkejut dengan tindakan Patriak Sekte Pedang Bayangan.


Sebelum Pedang dari Patriak Yan Xiun mengenai Pangeran Bhou Zein. Liong Dan Melesat cepat menangkis Pedang itu dengan Pedang Naga Saktinya Lalu menghantam Dada patriak itu dengan ilmu tapaknya.


Pedang Pusaka dari Patriak Yan Xiun hancur berkeping setelah berbentur dengan pedang Naga Sakti Liong Dan. Yan Xiun Pun terpental Jauh dan tak sadarkan diri.


Melihat Patriak Yan Xiun terluka, Para muridnya menghunuskan pedang kepada Liong Dan.


Semua yang ada ditempat itu semakin terkejut melihat serangan balasan Liong Dan yang sangat cepat. Semua pun hanya melotot dan menganga.


Bila kalian tak sayang dengan Nyawa kalian majulah. Ucap Liong Dan geram.


Namun tak seorang pun dari murid itu menyerangnya.


Angkatlah Patriak kalian itu. Sebentar lagi dia akan sadar. Berkata Liong Dan. Lanjutnya:


Bila Ada dari kalian yang tidak menginginkan Pangeran Bhou Zein dan Tuan Putri Xin Yu serta Seluruh prajuritnya berada disini, Silahkan berdiri.


Sebelum kalian membenci keduanya dan para prajuritnya silahkan berdiri dan maju menyerang. Berkata Liong Dan dengan penuh emosi.


Liong Dan mengeluarkan Pedang Naga Saktinya dan mengerahkan tenaga dalam kedalam pedangnya. Pedang Naga Sakti itu mengeluarkan Api biru. Guo dan Mou pun berdiri disamping Pangeran Bhou Zein dan Putri Xin Yu melindungi keduanya.


Bebrapa menit kemudian, Tak ada seorang pun yang berani berdiri.


Silahkan kalian semua berdiri, Berilah hormat kepada tamu ku. Berkata Liong Dan.


Ribuan Prajurit serta para pendekar dan para tetua serta ketiga pemdekar senior pun ikut berdiri dan berlutut serta berkata : Salam Hormat kepada yang Mulia Pangeran dan Yang Mulia Tuan Putri maafkan atas ketidakhormatan kami. Berkata mereka serempak.


Pangeran Bhou Zein dan putri Xin Yu bangkit berdiri. Silahkan berdiri semuanya. Ucap pangeran Bhou Zein Ramah. Lanjutnya :


Mulai hari ini saya sampaikan kepada seluruh Warga kota Argian. Bahwa Kota Argian dan kota Heuron kami serahkan kembali kepada Negri Wei atas Niat baik Tuan Liong kepada kami. Oleh karena itu saya serahkan Surat resmi ini kepada Tuan Liong yang sudah di tanda tangan resmi oleh Yang Mulia kaisar dan saya selaku pangeran Mahkota Negri Tang. Dan selanjutnya Mengatasnamakan kerajaan Tang saya menyampaikan mohon maaf yang sebesar besarnya atas kejadian beberapa tahun yang lalu. Kami berharap kedua kerajaan ini dapat bekerjasama kedepannya. Ucap Pangeran Bhou Zein dengan Nada dialiri tenaga dalam.

__ADS_1


Semua yang Ada disitu berlutut keculai Liong Dan.


Terima kasih Atas kemurahan hati Pangeran dan Yang Mulia kaisar. Mulai hari ini kami memaafkan yang mulia kaisar Bhou Xian dan seluruh keluarga Istana Tang. Berkata mereka serempak.


Pangeran Bhou Zein Membungkuk sedikit badannya dan tersenyum. Lalu pangeran Bhou Zein memberikan Map tebal itu kepada Liong Dan.


Terima Kasih yang Mulia Pangeran. Berkata Liong Dan sambil berlutut memberi hormat.


Hidup Tuan Liong. Sorak Ling Zie sambil mengangkatkan pedangnya keatas.


Melihat Pendekar pedang sakti menyoraki Liong Dan semua yang ada di situ termasuk Duke Wang Yu dan Duke Bai Can. ikut menyoraki Nama Liong Dan.


Para parajurit selain prajurit kerajaan Tang memukul mukul tamen mereka.


Hidup Tuan Liong


Hidup Pendekar Naga Pembasmi.


Hidup Pahlawan.


Berkata semuanya.


Kelegahan, kesenangan, Serta kemenangan dan semangat juang terpapar dari raut wajah mereka.


Tuan Liong, Seseorang ingin bertemu dengan Tuan. Berkata seorang Prajurit.


Bawa dia masuk.Balas Liong Dan.


Beberapa menit kemudian. Pria Paruh baya itu menghadap Liong Dan.


Pangeran terkejut melihat Pria tua didepannya itu.


Maaf Pangeran dan Tuan Liong. Ucap pria itu sambil berlutut memberi hormat.


Apa yang ingin kamu sampaikan. Berkata Pangeran Bhou Zein.


Yang Mulia Pangeran, Saya Sudah menyampaikan pesan yang Mulia kepada semua Duke di kota Heuron. Namun mereka menolaknya. Ketiga temanku di bunuh mereka. Dan saya berhasil kabur dari kejaran mereka. Lapor Pria itu.


Pria paruh baya itu adalah pejabat istana negeri tang yang di kirim oleh Pangeran untuk menyampaikan pesan ke kota Heuron.


Pangeran Bhou Zein mengepalkan tangannya. Baiklah, Biarkan saya yang akan mengurusnya nanti. Berkata Pangeran Bhou dengan penuh emosi.


Pangeran, Ada juga yang ingin saya sampaikan. Berkata penjabat istana itu.


Silahkan. Pangeran Bhou Zein Mengernyitkan dahi.


Kedua Patriak dari kedua sekte besar telah sampai di kota Heuron membawa serta ribuan Pendekarnya menuju kota Anchui. Lapor pria tua itu.


Liong Dan tersentak kaget serta semua yang ada disitu.


Tuan Liong biarkan saya yang mengurus kota Heuron kita akan bertemu di kota Anchui. Ucap Pangeran Bhou Zein Geram dengan berita itu.


Pangeran, Saya akan menyuruh semua tetuaku untuk membantu para prajurit kerajan untuk menyerang Kota Heuron dan menangkap semua Duke di kota itu. Ucap Liong Dan.


Kami juga siap membantu prajurit kerajaan dengan menyerahkan seluruh prajurit kami. Berkata Duke Wang Yu dan Bai Can.


Baiklah. Saya dan Pangeran dan juga Tuan Putri akan menuju kota langit serta seluruh Pasukanku dan Senior Cang Je. Sedangkan Ketiga Pendekar senior serta Kedua Duke Wang Yu dan Duke Bai Can serta semua tetua dan ketiga Patriak membawa serta prajurit dan pendekar ke kota Heuron. Setelah selesai mengurus kota Heuron kita akan bertemu di kota Anchui dan menyerang mereka. Jelas Liong Dan.


Semua pun mengangguk setuju.


Setelah Selesai berunding kini mereka menyiapkan prajurit dari masing masing.


Cang Je mengatur Seratus ribu Pasukannya dibantu oleh kesepuluh Pendekar yang dibawa Liong dan dari Kota Tang.


Setelah bersiap semuanya pun bergegas pergi.


Setelah Pasukan berkuda sudah pergi, Liong Dan dan pangeran Bhou Zein dan putri xin Yu segera menaiki punggung Guo dan Mou.


Sementara Para warga kota Argian masih lanjut mengerjakan Bangunan yang masih dalam pengerjaan.


Para pendekar yang masih di ikat pun dibiarkan dan menyuruh beberapa warga untuk memperhatikan mereka serta memberi mereka makanan.

__ADS_1


__ADS_2