
Malam itu Liong Dan tak dapat tidur karna sedang memikirkan usahanya.
"Dan er saya merasa tidak yakin dengan permintaanmu kepada kaisar dan pangeran itu. Berkata Huo Bin."
"Apa nya yang tidak yakin Guru? Tanya Liong Dan bingung."
"Saya belum tau pasti bila Kaisar dan pangeran itu menyetujui atas permintaanmu. Namun saya mencuriga bahwa mereka mempunyai sebuah tawaran kerjasama denganMu." Balas Huo Bin.
Liong Dan nampak bingung atas perkataan Guru nya.
Terus apa yang aku lakukan Guru. Ucap Liong Dan.
"Saya juga memikirkan Hal yang sama Tuan Liong. Potong Guo. Lanjutnya:
Dua minggu yang lalu saya mendapat kabar dari beberapa pendekar dari Aliran hitam yang sedang membicarakan atas kepulangan Patriak Agung Sekte Mereka. Patriak itu adalah Pendekar Tapak Iblis. Setelah latihan tertutup nya selama ini,Ia kembali untuk meminta jatah kepada Kaisar Bhou Xhian atas perjanjian kaisar kepada Aliran hitam untuk mendapat Hak kebebasan dan memberi Lahan di setiap kota untuk didirikan Cabang Sekte mereka. Jelas Guo."
Liong Dan terkejut. Apakah sektenya mempunyai cabang di setiap kota di kekaisaran ini? Tanya Liong Dan.
"Betul Tuan Liong. Patriak Tapak Iblis juga mempunyai seorang Adik seperguruan. Adik seperguruannya itu membuka sektenya di kota Hernian kekaisaran Wei. Berkata Guo."
Liong Dan semakin terkejut. Berarti Pangeran pertama Ling Sath bekerjasama dengan Pendekar Tapak Iblis itu? Tanya Liong Dan.
"Bisa jadi Tuan Liong. Tiga hari yang Lalu Adik seperguruannya datang meminta bantuan kepada Pendekar tapak iblis. Untuk membantu pangeran Ling Sath mengambil Alih kekuasaan Ayahnya. Dan besok pagi ribuan pendekar Gabungan dari Tiga sekte aliran hitam di kota ini akan berangkat menuju kota Anchui. Jelas Guo."
"Liong Tersentak kaget. Dari mana saudara Guo tau atas informasi ini? tanya Liong Dan."
"Saya tau atas laporan seorang prajurit kepada pangeran Bhou Zein tadi sore. Balas Guo."
Liong Dan terdiam. Saya harus cepat kembali untuk membantu Kaisar. Ucap Liong Dan dalam hati.
***
Pangeran, dua minggu lagi bantuan akan datang. Mereka dalam perjalanan. Berkata Guan Dhi dengan semangat.
Pangeran Ling Sath tersenyum.
Dari mana bantuan itu Patriak Guan?.
"Beberapa hari ini saya menuju Ibu kota Kekaisaran Tang untuk bertemu dengan Kakak seperguruanku. Kebetulan kakak seperguruanku telah kembali dari Latihan tertutupnya.
Apa patriak Agung Tapak Iblis sudah kembali? Tanya pangeran Ling Sath senang mendengar Pendekar Tapak iblis telah kembali.
"Benar pangeran, Beliau juga menyetujui atas permintaanku. Beliau akan mengirimkan rubuan pendekar Gabungan dari setiap cabang sektenya. Dan senior juga menyatakan akan meminta kepada Kaisar Bhou Xhian untuk mengirimkan prajuritnya untuk membantu kita. Jelas Guan Dhi."
Pangeran Ling Sath bertambah semangat atas informasi yang dikabarkan Guan Dhi.
Patriak Guan, Saatnya kita bangkit. Saya akan memberikan Apa yang Patriak Guan inginkan nantinya. Ucap Ling Sath sambil tertawa.
Kumpulkan semua Duke dari kota Anchui dan kota Hernian dalam minggu ini. Bawalah serta dengan semua prajurit mereka. Lanjutnya."
Guan Dhi menganggukan kepala.
Baik pangeran.
***
Keesokan harinya Pangeran Bhou Zein membicarakan kepada Kaisar Bhou Xhian atas permintaan Liong Dan.
Sementara Liong Dan sedang menikmati pemandangan dibelakang istana.
Disaat Liong Dan sedang duduk dihalaman belakang istana. Tiba tiba muncul Putri Bhou Xin Yu dari arah belakang.
Salam Tuan Pendekar, Sapa Putri Xin Yu.
Liong Dan membalikkan badannya, Melihat yang datang adalah Tuan putri. Liong Dan bangkit berdiri dan berkata " Salam Tuan Putri"
Sedang Apa Tuan pendekar dihalaman ini. Ucap Putri Xin Yu sambil duduk di samping Liong Dan.
Liong Dan menjadi salah tingkah melihat Xin Yu duduk disampingnya.
Saya hanya melihat Lihat saja Tuan Putri. Balas Liong Dan.
Tuan Liong, Kakak saya berkata kalau Tuan Liong menjadi Duke termuda di Kekaisaran Wei. Dan menjadi Tetua Agung dari beberapa sekte aliran Putih. Ucap putri Xin Yu.
__ADS_1
Liong Dan mengangguk kepala.
Apa saya boleh berguru sama Tuan Liong? Lanjut Xin Yu.
Liong Dan terkejut. Apa Tuan putri ingin berlatih bela diri? Balas Liong Dan.
Saya sempat berlatih dengan kakak ku beberapa tahun yang lalu. Di karenakan kakakku sudah mendapatkan istri dan dipromosikan menjadi pengganti ayahanda Latihan ku menjadi tertunda. Jelas Xin Yu.
Baiklah Tuan Putri. Bila Tuan Putri ingin supaya saya melatih Tuan putri, Maka mintalah ijin sama yang Mulia Kaisar dan Pangeran. Balas Liong Dan.
Terima kasih Tuan Liong. Saya akan menyampaikannya. Ucap Xin Yu senang.
Kalau Putri Xin Yu diijinkan oleh ayahnya, Nanti saya akan perkenalkannya dengan pangeran Chian. Berkata Liong Dan dalam hati.
Sementara di dalam ruang Kerja Kaisar Bhou Xhian sedang membahas permintaan Liong Dan bersama Pangeran Bhou Zein.
Apa kamu yakin Zein? Tanya Kaisar. Setelah mendengar penjelasan Bhou Zein tentang Asal usul Liong Dan.
Saya yakin Ayah. Saya akan meminta Tuan Liong Dan untuk bekerjasama. Ucap pangeran Bhou Zein menyakinkan kaisar.
Kaisar Bhou Xhian Mengangguk setuju.
Pangeran Bhou Zein menyuruh seorang prajurit istana untuk memanggil Liong Dan.
Beberapa menit kemudian Liong Dan datang.
Salam Hormat Yang Mulia kaisar dan Pangeran. Ucap Liong Dan dengan membungkukan badan memberi hormat.
Salam Juga tuan Liong. Balas Pangeran Bhou Zein dikuti senyuman Kaisar dan dipersilahkan duduk.
Tuan Liong, Saya sudah membicarakan atas Niatnya Tuan Liong kepada Ayahanda. Saya dan Ayahanda menyetujuinya. Namun dengan satu syarat yaitu Tuan Liong bersedia bekerjasama dengan kami. Jelas Pangeran Bhou Zein.
Apa syaratnya Pangeran. Balas Liong Dan sedikit senang.
Pangeran Bhou Zein menghela Napas pelan.
Tuan Liong membantu saya menumpaskan Segala penjahat di Negeri kami ini. Terutama tiga sekte terbesar dari Aliran hitam. Ucap Pangeran Bhou Zein.
Saya menerima syaratnya. Balas Liong Dan.
Baiklah Tuan Liong. Kapan kita akan mulainya. Tanya Pangeran Bhou Zein.
Saya Belum bisa sekarang Pangeran. Saya harus segera kembali untuk membantu Warga kota ku. Berkata Liong Dan. Lalu menjelaskan tentang situasi yang akan dihadapinya kekaisaran Wei.
Kaisar Bhou Xhian mengernyitkan dahinya.
Anak Zein, Kirim sebagian Prajuritmu untuk membantu Pendekar Liong. Itulah sebagai ucapan terima kasih kita kepada Pendekar Liong dan sebagai Ungkapan permohonan maaf kita atas kejadian menimpa Desanya beberap tahun yang Lalu. Printah Kaisar Bhou Xhian.
Baik Ayah akan saya siapkan. Balas Pangeran Bhou Zein.
Terima kasih yang Mulia Kaisar dan Pangeran. Saya..
Belum selesai Liong Dan berbicara, Munculah Putri Xin Yu dan berkata :" Ayah saya akan ikut Kakak Zein untuk membantu Tuan Liong.
Terima Kasih Tuan Putri. Ucap Liong Dan.
Kaisar Bhou Xhian dan Pangeran Bhou Zein. Menatap Putri Xin Yu.
Baiklah. Berkata Bhou Zein singkat.
Xin Yu menjadi senang.
Ayahanda dan kakak Zein, Saya meminta Tuan Liong untuk melatih saya. Saya mohon izin dari Ayah dan kakak Zein. Ucap Xin yu memohon.
Baiklah, Kalau memang tuan Liong bersedia, saya mengijinkannya. Ucap Kaisar Bhou Xhian.
Pangeran Bhou Zein pun menyetujuinya.
Liong Dan pun menjadi Legah dan Niatnya untuk diperkenalkan dengan Pangeran Chian pun tercapai.
kakak Zein, Kapan rencananya mengirim pasukan. Dan apakah kakak ikut? tanya xin yu
Besok pagi akan diberangkatkan dan saya sendiri yang memimpin pasukanku. Balas Pangeran Bhou Zein.
__ADS_1
Liong Dan semakin bersemangat.
Pangeran, Kalau begitu saya mohon pamit, Saya akan menunggu pangeran di kota Argian. Ucap Liong Dan.
Kalau Tuan Liong pamit pulang Saya juga ikut. Berkata Xin Yu.
Mendengar perkataan Liong Dan, Pangeran Bhou Zein meminta beberapa pengawalnya untuk mengambil sesuatu yang telah disiapkan sebelumnya.
Beberapa saat kemudian, Sepuluh peti berisi Koin Emas dihantarkan oleh pengawal istana. Tuan Liong Terimalah, Ini sebagai ucapan terima kasih kami kepada Tuan Liong. Ucap Kaisar Bhou Xhian sambil menunjukan kearah peti peti itu.
Terima kasih yang Mulia kaisar dan Pangeran. tapi saya tidak mengharapkan imbalan, Saya iklas membantu pangeran waktu itu. Saya hanya berharap Kedua kota itu. Ucap Liong Dan.
Pendekar Liong. Mengenai kota kedua kota kami akan mengurusnya. Kami akan mengirimkan beberapa pejabat istana untuk menyampaikan pesan kepada seluruh Warga di kedua kota itu. Dan mengenai Surat Penyerahan kedua kota itu akan kami kirimkan. Jelas Kaisar Bhou Xhian.
Liong Dan mengangguk Pelan.
Terima kasih yang Mulia. Namun semua Peti ini saya tidak Pantas mendapatkannya. Ucap Liong Dan.
Setelah Kaisar dan pangeran Bhou zein membujuk Liong Dan agar menerima pemberian dari mereka. Kini Liong Dan menerima semua peti itu dan menyimpannya didalam Cincin Ruangnya.
Pangeran Bhou Zein dan kaisar Bhou Xhian kaget setelah tumpukan peti di depan mereka hilang dalam sekejap. Kemana peti peti itu. Guman Pangeran Bhou Zein.
Liong Dan tersenyum. Saya sudah menyimpannya. Balas Liong Dan sambil menunjukan Cincin Ruangnya.
Pangeran Bhou Zein memang belum tahu yang namanya Cincin Ruang. Ia hanya mendengar cerita dari para pendekar yang memiliki Cincin Penyimpanan.
Liong Dan membaca pikiran Bhou Zein. Apakah menginginkan cincin Ruang? Guman Liong Dan dalam Hati.
Liong Dan mengeluarkan sebuah Cincin Ruang dari cincin ruangnya.
Pakailah Cincin ini Pangeran. Ucap Liong Dan sambil menyerahkan Cincin itu dan menjelaskan cara menggunakannya.
Terima Kasih Tuan Liong. Ucap Bhou Zein senang.
Pangeran, Bila Tuan putri ikut dengan pangeran besok. Saya akan memberi Tuan putri dan pangeran Tumpangan. Berkata Liong Dan.
Kaisar, Pangeran dan Putri Xin Yu kaget dengan perkataan Liong Dan.
Apa maksudnya Tuan Liong. Ucap Bhou Zein penasaran.
Di wilayah kekaisaran Tang dan Wei belum satu orang pun yang mempunyai hewan Spritual selain Liong Dan.
Lalu Liong Dan mengajak mereka untuk pergi ke halaman Istana.
Liong Dan mengeluarkan Mou dari dalam cincin Ruang dimensinya.
Kaisar, Pangeran dan Yin Yu menjadi takut melihat Naga Raksasa didepan mereka. Para prajurit Istana menghunuskan pedang mereka bersiap bila Naga itu menyerang.
Jangan Takut, Dia bernama Mou. Dia bisa bicara. Saya akan tinggalkan Mou disini untuk mengantarkan pangeran dan Tuan putri menuju kota argian. Ucap Liong Dan.
Saya tidak mau ikut dengannya Tuan Liong. ucap Xin Yu pelan.
Pangeran Bhou Zein menghampiri Mou.
Salam Hormat Pangeran. Sapa Mou
Pangeran Bhou Zein terkejut.
Salam juga Saudara Mou.
Melihat kakaknya Zein berbicara dengan Mou, Xin Yu pun mulai mendekat.
Setelah Liong Dan melihat mereka sudah tidak takut lagi dengan Mou.
Liong Dan berkata : Saudara Mou antarlah pangeran dan tuan Putri besok menuju Kota Argian. Dan awasi keberangkatan Para pasukan dalam perjalan.
Baik Tuan. Balas Mou.
Liong Dan Pun meninggalkan Mou diistana.
Setelah berpamitan, Liong Dan melesat meninggalkan Istana.
Liong Dan tidak langsung menuju kota Argian, Namun Liong Dan ingin bermalam di Kota sambil mencari tahu keberadaan Pendekar Tapak Iblis.
__ADS_1